19. Maryam (Maryam) – مريم

Surat Maryam dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Maryam ( مريم ) merupakan surah ke 19 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 98 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Maryam tergolong Surat Makkiyah.

Semua mufasir sependapat bahwa Surat Maryam tergolong ke dalam periode Makkah; walaupun beberapa mufasir (misalnya Suyuthi) berpendapat bahwa surah ini diwahyukan menjelang periode Makkah akhir, terdapat bukti historis yang sangat meyakinkan bahwa surah ini diwahyukan selambat-lambatnya pada tahun ke-6 kenabian dan, boleh jadi, bahkan pada tahun ke-5 kenabian, yakni sekitar tujuh atau delapan tahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah. Para Sahabat yang ikut dalam hijrah kedua kaum Muslim dari Makkah ke Abyssinia (Habasyah) telah mengenal surah ini: karena itu, sebagai contoh, sejarah mencatat bahwa Ja’far ibn Abi Thalib—saudara sepupu Nabi dan pemimpin rombongan pertama hijrah—membacakan surah tersebut di hadapan Negus (yakni, raja) Abyssinia untuk menjelaskan sikap Islam terhadap Isa Al Masih (Ibn Hisyam, Sirah Al-Nabi).

Nama surah ini didasarkan pada kisah Ibunda Maryam dan Nabi Isa a.s., yang (bersamaan dengan kisah Nabi Zakariya a.s. dan putranya, Nabi Yahya a.s.—pendahulu Nabi Isa a.s.) meliputi sekitar sepertiga bagian dari keseluruhan surah ini. Kisah ini kemudian digemakan kembali pada akhir surah, pada ayat 88-91.

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Maryam Ayat 1

كهيعص

kāf hā yā ‘aīn ṣād

1. Kaf. Ha. Ya. ‘Ain. Shad.1


Surah Maryam Ayat 2

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا

żikru raḥmati rabbika ‘abdahụ zakariyyā

2. SUATU KISAH tentang rahmat yang dianugerahkan Pemeliharamu kepada hamba-Nya, Zakariya:2


Surah Maryam Ayat 3

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

iż nādā rabbahụ nidā`an khafiyyā

3. Ketika dia menyeru Pemeliharanya dalam kerahasiaan hatinya,3


Surah Maryam Ayat 4

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta’alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu’ā`ika rabbi syaqiyyā

4. dia berdoa, “Wahai, Pemeliharaku! Tulangku telah lemah dan kepalaku telah berkilauan dengan uban. Namun, wahai Pemeliharaku, belum pernah doaku kepada-Mu tidak dijawab.4


Surah Maryam Ayat 5

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا

wa innī khiftul-mawāliya miw warā`ī wa kānatimra`atī ‘āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā

5. “Kini lihatlah, aku takut terhadap [apa yang] keluargaku [akan lakukan] sepeninggalku5 karena istriku adalah seorang yang mandul. Maka, anugerahkanlah kepadaku dari rahmat Engkau seorang pengganti


Surah Maryam Ayat 6

يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

yariṡunī wa yariṡu min āli ya’qụba waj’al-hu rabbi raḍiyyā

6. yang akan menjadi ahli warisku dan juga ahli waris [kemuliaan] Keluarga Ya’qub; dan jadikanlah dia, wahai Pemeliharaku, seorang yang Kau ridhai!”


Surah Maryam Ayat 7

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

yā zakariyyā innā nubasysyiruka bigulāminismuhụ yaḥyā lam naj’al lahụ ming qablu samiyyā

7. [Kemudian, para malaikat menyerunya:6] “Wahai, Zakariya! Kami membawa kepadamu kabar gembira tentang [kelahiran] seorang putra yang akan diberi nama Yahya. [Dan Allah berfirman,] ‘Belum pernah Kami memberikan nama ini kepada seorang pun sebelum dia.'”7


Surah Maryam Ayat 8

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا

qāla rabbi annā yakụnu lī gulāmuw wa kānatimra`atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyā

8. [Zakariya] menyeru, “Wahai, Pemeliharaku! Bagaimana aku akan memiliki putra, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sudah benar-benar lemah karena usia lanjut?”


Surah Maryam Ayat 9

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا

qāla każālik, qāla rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`ā

9. Menjawablah [para malaikat], “Demikianlah, [tetapi] Pemeliharamu berfirman, ‘Ini mudah bagi-Ku—sebagaimana Aku telah menciptakan engkau dahulu dari ketiadaan.’”8


Surah Maryam Ayat 10

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِي آيَةً ۚ قَالَ آيَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلَاثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

qāla rabbij’al lī āyah, qāla āyatuka allā tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyā

10. [Zakariya] berdoa, “Wahai, Pemeliharaku! Berikanlah aku suatu tanda!”

Berkata [para malaikat], “Tandamu adalah bahwa selama tiga malam penuh [dan siang] engkau tidak akan bercakap-cakap dengan manusia.”9


Surah Maryam Ayat 11

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ مِنَ الْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ أَنْ سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

fa kharaja ‘alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥā ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa ‘asyiyyā

11. Kemudian, dia keluar dari mihrab menuju kaumnya dan memberitahukan kepada mereka [dengan isyarat]: “Bertasbihlah memuji kemuliaan-Nya yang tiada batas pada waktu pagi dan petang!”


Surah Maryam Ayat 12

يَا يَحْيَىٰ خُذِ الْكِتَابَ بِقُوَّةٍ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْحُكْمَ صَبِيًّا

yā yaḥyā khużil-kitāba biquwwah, wa ātaināhul-ḥukma ṣabiyyā

12. [Dan, ketika anak itu telah lahir dan tumbuh dewasa,10 dikatakan kepadanya,] “Wahai, Yahya! Berpegang teguhlah kepada kitab Ilahi dengan [seluruh] kekuatan[mu]!”—sebab, Kami telah menganugerahkan kepadanya hikmah selagi dia masih kecil,


Surah Maryam Ayat 13

وَحَنَانًا مِنْ لَدُنَّا وَزَكَاةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

wa ḥanānam mil ladunnā wa zakāh, wa kāna taqiyyā

13. demikian pula, dengan rahmat Kami, [pemberian] rasa kasih11 dan kesucian; dan dia [selalu] sadar akan Kami


Surah Maryam Ayat 14

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

wa barram biwālidaihi wa lam yakun jabbāran ‘aṣiyyā

14. dan penuh pengabdian kepada kedua orangtuanya; dan dia tidak pernah sombong atau durhaka.


Surah Maryam Ayat 15

وَسَلَامٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

wa salāmun ‘alaihi yauma wulida wa yauma yamụtu wa yauma yub’aṡu ḥayyā

15. Karena itu, kedamaian [Allah] terlimpah atas dirinya pada hari dia dilahirkan, dan pada hari dia diwafatkan, dan akan [terlimpah kepadanya] pada hari dia dibangkitkan hidup [kembali].


Surah Maryam Ayat 16

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا

ważkur fil-kitābi maryam, iżintabażat min ahlihā makānan syarqiyyā

16. DAN, INGATLAH Maryam melalui kitab Ilahi ini.12 Lihatlah! Dia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di timur


Surah Maryam Ayat 17

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

fattakhażat min dụnihim ḥijābā, fa arsalnā ilaihā rụḥanā fa tamaṡṡala lahā basyaran sawiyyā

17. dan mengasingkan dirinya dari mereka,13 kemudian Kami utus kepadanya malaikat pembawa wahyu Kami, yang menampakkan diri kepadanya dalam bentuk manusia yang sempurna.14


Surah Maryam Ayat 18

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

qālat innī a’ụżu bir-raḥmāni mingka ing kunta taqiyyā

18. Maryam berseru, “Sungguh, aku berlindung kepada Yang Maha Pengasih darimu! [Janganlah mendekatiku] jika engkau sadar akan Dia!”


Surah Maryam Ayat 19

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

qāla innamā ana rasụlu rabbiki li`ahaba laki gulāman zakiyyā

19. [Malaikat] menjawab, “Aku hanyalah utusan Pemeliharamu, [yang berfirman,] ‘Aku akan menganugerahkan kepadamu hadiah berupa putra yang diberkati dengan kesucian.’”


Surah Maryam Ayat 20

قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

qālat annā yakụnu lī gulāmuw wa lam yamsasnī basyaruw wa lam aku bagiyyā

20. Berkatalah Maryam, “Bagaimana mungkin aku mempunyai seorang anak, padahal tak seorang Iaki-laki pun pernah menyentuhku?—sebab, tidak pernah aku menjadi seorang wanita pezina!”


Surah Maryam Ayat 21

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

qāla każālik, qāla rabbuki huwa ‘alayya hayyin, wa linaj’alahū āyatal lin-nāsi wa raḥmatam minnā, wa kāna amram maqḍiyyā

21. [Malaikat] menjawab, “Demikianlah; [tetapi] Pemeliharamu berfirman, ‘Ini mudah bagi-Ku;15 dan [engkau akan mempunyai seorang putra,] agar Kami dapat menjadikannya sebagai suatu perlambang bagi umat manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami.’”16

Dan, itu adalah suatu hal yang sudah diputuskan [Allah]:


Surah Maryam Ayat 22

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

fa ḥamalat-hu fantabażat bihī makānang qaṣiyyā

22. dan ketika Maryam mengandung, kemudian dia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.


Surah Maryam Ayat 23

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

fa ajā`ahal-makhāḍu ilā jiż’in-nakhlah, qālat yā laitanī mittu qabla hāżā wa kuntu nas-yam mansiyyā

23. Maka, [ketika] rasa sakit karena melahirkan mendorongnya pada pangkal pohon kurma,17 Maryam berseru, “Oh, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi sesuatu yang dilupakan, sama sekali dilupakan!”


Surah Maryam Ayat 24

فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا

fa nādāhā min taḥtihā allā taḥzanī qad ja’ala rabbuki taḥtaki sariyyā

24. Kemudian, [sebuah suara] memanggilnya dari bawah [pohon kurma]18 itu, “Janganlah bersedih! Pemeliharamu telah menjadikan anak sungai [mengalir] di bawahmu;


Surah Maryam Ayat 25

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

wa huzzī ilaiki bijiż’in-nakhlati tusāqiṭ ‘alaiki ruṭaban janiyyā

25. dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu: ia akan menggugurkan buah kurma yang segar dan masak kepadamu.


Surah Maryam Ayat 26

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

fa kulī wasyrabī wa qarrī ‘ainā, fa immā tarayinna minal-basyari aḥadan fa qụlī innī nażartu lir-raḥmāni ṣauman fa lan ukallimal-yauma insiyyā

26. Maka, makan dan minumlah, dan biarkanlah matamu bersinar bahagia! Dan, jika engkau melihat manusia, sampaikanlah19 ini kepadanya: ‘Perhatikanlah, aku telah bernazar kepada Yang Maha Pengasih untuk tidak berbicara; karena itu, aku tidak boleh berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.’”20


Surah Maryam Ayat 27

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا

fa atat bihī qaumahā taḥmiluh, qālụ yā maryamu laqad ji`ti syai`an fariyyā

27. Dan, akhirnya Maryam kembali kepada kaumnya dengan menggendong anak itu.21

Mereka berkata, “Wahai, Maryam! Engkau benar-benar telah melakukan sesuatu yang sangat menghebohkan!


Surah Maryam Ayat 28

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

yā ukhta hārụna mā kāna abụkimra`a sau`iw wa mā kānat ummuki bagiyyā

28. Wahai, saudara perempuan Harun!22 Ayahmu bukanlah seorang yang jahat dan ibumu bukanlah perempuan murahan!”


Surah Maryam Ayat 29

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا

fa asyārat ilaīh, qālụ kaifa nukallimu mang kāna fil-mahdi ṣabiyyā

29. Kemudian, Maryam menunjuk putranya.

Mereka berseru, “Bagaimana kami dapat berbicara dengan anak kecil [yang masih] dalam buaian?”


Surah Maryam Ayat 30

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

qāla innī ‘abdullāh, ātāniyal-kitāba wa ja’alanī nabiyyā

30. [Namun,] anak itu berkata,23 “Perhatikanlah, aku adalah hamba Allah. Dia memberiku wahyu dan menjadikanku seorang nabi,24


Surah Maryam Ayat 31

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

wa ja’alanī mubārakan aina mā kuntu wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā

31. dan menjadikanku seorang yang diberkati di mana pun aku berada; dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan derma selama aku hidup,


Surah Maryam Ayat 32

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

wa barram biwālidatī wa lam yaj’alnī jabbāran syaqiyyā

32. dan [telah memberkatiku dengan] pengabdian kepada ibuku; dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong atau tercabut dari rahmat.


Surah Maryam Ayat 33

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

was-salāmu ‘alayya yauma wulittu wa yauma amụtu wa yauma ub’aṡu ḥayyā

33. “Karena itu, kedamaian dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, dan [akan dilimpahkan kepadaku] pada hari aku diwafatkan, serta pada hari ketika aku akan dibangkitkan hidup [kembali]!”


Surah Maryam Ayat 34

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

żālika ‘īsabnu maryam, qaulal-ḥaqqillażī fīhi yamtarụn

34. DEMIKIANLAH, dalam kata-kata yang benar, Isa putra Maryam, yang hakikatnya diperbantahkan mereka dengan sengit.25


Surah Maryam Ayat 35

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

mā kāna lillāhi ay yattakhiża miw waladin sub-ḥānah, iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn

35. Tidak mungkin Allah mengambil bagi diri-Nya sendiri seorang anak: Maha Tak Terhingga Dia dalam kemuliaan-Nya!26 Manakala Dia menetapkan untuk menjadikan sesuatu, Dia hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah”—maka terjadilah ia!


Surah Maryam Ayat 36

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

wa innallāha rabbī wa rabbukum fa’budụh, hāżā ṣirāṭum mustaqīm

36. Dan [demikianlah, Isa selalu berkata]: “Sungguh, Allah adalah Pemeliharaku dan juga Pemeliharamu; maka, sembahlah Dia [saja]: inilah [satu-satunya] jalan yang lurus.”27


Surah Maryam Ayat 37

فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ

fakhtalafal-aḥzābu mim bainihim, fa wailul lillażīna kafarụ mim masy-hadi yaumin ‘aẓīm

37. Namun, berbagai golongan [yang mengikuti Bibel] berselisih di antara mereka sendiri [tentang hakikat Isa]!28

Maka, celakalah semua yang mengingkari kebenaran ketika Hari yang dahsyat itu muncul!29


Surah Maryam Ayat 38

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَٰكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

asmi’ bihim wa abṣir yauma ya`tụnanā lākiniẓ-ẓālimụnal-yauma fī ḍalālim mubīn

38. Alangkah jelasnya mereka mendengar dan melihat [kebenaran] pada Hari ketika mereka datang di hadapan Kami!

Namun, pada hari ini, orang-orang zalim itu jelas tersesat dalam kesalahan:


Surah Maryam Ayat 39

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

wa anżir-hum yaumal-ḥasrati iż quḍiyal-amr, wa hum fī gaflatiw wa hum lā yu`minụn

39. karena itu, berilah mereka peringatan [akan datangnya] Hari Penyesalan, ketika segala sesuatu akan diputuskan—sebab, mereka masih lalai dan tidak beriman [kepadanya].


Surah Maryam Ayat 40

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

innā naḥnu nariṡul-arḍa wa man ‘alaihā wa ilainā yurja’ụn

40. Perhatikanlah, Kami sajalah yang akan tetap ada setelah bumi dan semua yang hidup di atasnya mati,30 dan [ketika] semua akan dikembalikan kepada Kami.


Surah Maryam Ayat 41

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

ważkur fil-kitābi ibrāhīm, innahụ kāna ṣiddīqan nabiyyā

41. DAN, INGATLAH, melalui kitab Ilahi ini, Ibrahim.31 Perhatikanlah, dia adalah seorang yang benar [lagi] seorang nabi


Surah Maryam Ayat 42

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا

iż qāla li`abīhi yā abati lima ta’budu mā lā yasma’u wa lā yubṣiru wa lā yugnī ‘angka syai`ā

42. ketika dia berkata [demikian] kepada bapaknya: “Wahai, Bapakku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak memberi manfaat apa pun kepadamu?


Surah Maryam Ayat 43

يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا

yā abati innī qad jā`anī minal-‘ilmi mā lam ya`tika fattabi’nī ahdika ṣirāṭan sawiyyā

43. “Wahai, Bapakku! Perhatikanlah, sungguh telah datang kepadaku [cahaya] pengetahuan yang belum pernah datang kepadamu:32 maka ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang sempurna.


Surah Maryam Ayat 44

يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا

yā abati lā ta’budisy-syaiṭān, innasy-syaiṭāna kāna lir-raḥmāni ‘aṣiyyā

44. “Wahai, Bapakku! Janganlah engkau menyembah setan—sebab, sungguh, setan itu membangkang kepada Yang Maha Pengasih!33


Surah Maryam Ayat 45

يَا أَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا

yā abati innī akhāfu ay yamassaka ‘ażābum minar-raḥmāni fa takụna lisy-syaiṭāni waliyyā

45. Wahai, Bapakku! Aku khawatir kalau-kalau engkau ditimpa hukuman dari Yang Maha Pengasih, dan kemudian engkau akan menjadi [sadar bahwa selama ini engkau] dekat dengan setan!”34


Surah Maryam Ayat 46

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا

qāla a rāgibun anta ‘an ālihatī yā ibrāhīm, la`il lam tantahi la`arjumannaka wahjurnī maliyyā

46. Dia menjawab, “Apakah engkau membenci tuhan-tuhanku, wahai Ibrahim? Sungguh, jika engkau tidak berhenti, aku pasti akan membuatmu dirajam hingga mati! Sekarang, tinggalkanlah aku selama-lamanya!”


Surah Maryam Ayat 47

قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

qāla salāmun ‘alaīk, sa`astagfiru laka rabbī, innahụ kāna bī ḥafiyyā

47. [Ibrahim] menjawab, “Kedamaian semoga dilimpahkan kepadamu! Aku akan memohon Pemeliharaku untuk mengampunimu: sebab, perhatikanlah, Dia senantiasa sangat baik kepadaku.


Surah Maryam Ayat 48

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَىٰ أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا

wa a’tazilukum wa mā tad’ụna min dụnillāhi wa ad’ụ rabbī ‘asā allā akụna bidu’ā`i rabbī syaqiyyā

48. Namun, aku akan menarik diri dari kalian semuanya dan dari apa yang kalian seru selain Allah, dan akan menyeru Pemeliharaku [saja]: boleh jadi, doaku [untukmu] dijawab Pemeliharaku.”35


Surah Maryam Ayat 49

فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا

fa lamma’tazalahum wa mā ya’budụna min dụnillāhi wahabnā lahū is-ḥāqa wa ya’qụb, wa kullan ja’alnā nabiyyā

49. Dan, setelah Ibrahim menarik diri dari mereka dan dari semua yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya’qub, dan menjadikan mereka masing-masing sebagai nabi;


Surah Maryam Ayat 50

وَوَهَبْنَا لَهُمْ مِنْ رَحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا

wa wahabnā lahum mir raḥmatinā wa ja’alnā lahum lisāna ṣidqin ‘aliyyā

50. dan Kami anugerahkan kepada mereka [bermacam-macam] pemberian dari rahmat Kami, dan memberikan kepada mereka kekuatan yang tinggi untuk menyampaikan kebenaran [kepada orang lain].36


Surah Maryam Ayat 51

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَىٰ ۚ إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا

ważkur fil-kitābi mụsā innahụ kāna mukhlaṣaw wa kāna rasụlan nabiyyā

51. DAN, INGATLAH, melalui kitab Ilahi ini, Musa. Perhatikanlah, dia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul [Allah] dan nabi.37


Surah Maryam Ayat 52

وَنَادَيْنَاهُ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا

wa nādaināhu min jānibiṭ-ṭụril-aimani wa qarrabnāhu najiyyā

52. Dan, [ingatlah bagaimana] Kami memanggilnya dari sebelah kanan lereng Gunung Sinai38 dan mendekatkannya [kepada Kami] dalam keakraban mistik,


Surah Maryam Ayat 53

وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا

wa wahabnā lahụ mir raḥmatinā akhāhu hārụna nabiyyā

53. dan [bagaimana] melalui rahmat Kami, telah Kami anugerahkan kepadanya Harun, saudaranya, menjadi seorang nabi [bersamanya].


Surah Maryam Ayat 54

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَبِيًّا

ważkur fil-kitābi ismā’īla innahụ kāna ṣādiqal-wa’di wa kāna rasụlan nabiyyā

54. DAN, INGATLAH, melalui kitab Ilahi ini, Isma’il.39 Perhatikanlah, dia adalah seorang yang selalu benar memegang janjinya, seorang rasul [Allah] dan nabi,


Surah Maryam Ayat 55

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

wa kāna ya`muru ahlahụ biṣ-ṣalāti waz-zakāti wa kāna ‘inda rabbihī marḍiyyā

55. yang memerintahkan shalat dan derma40 kepada kaumnya, dan mendapatkan ridha dalam pandangan Pemeliharanya.


Surah Maryam Ayat 56

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا

ważkur fil-kitābi idrīsa innahụ kāna ṣiddīqan nabiyyā

56. DAN, INGATLAH, melalui kitab Ilahi ini, Idris.41 Perhatikanlah, dia adalah seorang yang benar dan seorang nabi,


Surah Maryam Ayat 57

وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

wa rafa’nāhu makānan ‘aliyyā

57. yang Kami muliakan ke martabat yang tinggi.42


Surah Maryam Ayat 58

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

ulā`ikallażīna an’amallāhu ‘alaihim minan-nabiyyīna min żurriyyati ādama wa mim man ḥamalnā ma’a nụḥiw wa min żurriyyati ibrāhīma wa isrā`īla wa mim man hadainā wajtabainā, iżā tutlā ‘alaihim āyātur-raḥmāni kharrụ sujjadaw wa bukiyyā

58. MEREKA INI adalah sebagian dari nabi yang telah diberi nikmat oleh Allah—[nabi-nabi] dari keturunan Adam dan dari orang-orang yang Kami angkut [dalam perahu] bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil:43 dan [mereka ini semuanya] termasuk orang-orang yang telah Kami tunjuki dan pilih; [dan] setiap kali disampaikan ayat-ayat Yang Maha Pengasih kepada mereka, mereka menyungkurkan diri [di hadapan-Nya] dengan bersujud dan menangis.44


Surah Maryam Ayat 59

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

fa khalafa mim ba’dihim khalfun aḍā’uṣ-ṣalāta wattaba’usy-syahawāti fa saufa yalqauna gayyā

59. Namun, mereka digantikan oleh generasi [orang-orang] yang menyia-nyiakan seluruh [perhatian tentang] shalat dan [hanya] memperturutkan syahwatnya; dan mereka kelak akan menemui kekecewaan yang amat besar.45


Surah Maryam Ayat 60

إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا

illā man tāba wa āmana wa ‘amila ṣāliḥan fa ulā`ika yadkhulụnal-jannata wa lā yuẓlamụna syai`ā

60. Namun, orang-orang yang bertobat dan meraih keimanan dan beramal saleh akan dikecualikan: sebab, merekalah yang akan masuk surga dan tidak akan dirugikan sedikit pun:46


Surah Maryam Ayat 61

جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّهُ كَانَ وَعْدُهُ مَأْتِيًّا

jannāti ‘adninillatī wa’adar-raḥmānu ‘ibādahụ bil-gaīb, innahụ kāna wa’duhụ ma`tiyyā

61. [bagi merekalah] taman-taman kebahagiaan abadi yang telah dijanjikan Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya, dalam dunia yang berada di luar jangkauan persepsi manusia:47 [dan] sungguh, janji-Nya itu pasti selalu ditepati!


Surah Maryam Ayat 62

لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

lā yasma’ụna fīhā lagwan illā salāmā, wa lahum rizquhum fīhā bukrataw wa ‘asyiyyā

62. Di sana, mereka tidak akan mendengar perkataan yang tak berguna—kecuali [berita] kesejahteraan dan kedamaian batin;48 dan di dalamnya mereka akan mendapatkan rezeki pada pagi maupun petang:49


Surah Maryam Ayat 63

تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا

tilkal-jannatullatī nụriṡu min ‘ibādinā mang kāna taqiyyā

63. inilah surga yang akan Kami berikan sebagai warisan kepada hamba-hamba Kami yang sadar akan Kami.


Surah Maryam Ayat 64

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

wa mā natanazzalu illā bi`amri rabbik, lahụ mā baina aidīnā wa mā khalfanā wa mā baina żālika wa mā kāna rabbuka nasiyyā

64. DAN [para malaikat berkata], “Kami tidak turun berulang-ulang [dengan membawa wahyu], kecuali dengan perintah Pemeliharamu: kepunyaan-Nya semua yang terbentang di hadapan kita dan semua yang tersembunyi dari kita serta semua yang ada di antara keduanya.50 Dan, Pemeliharamu tidak pernah lupa [sesuatu pun]—


Surah Maryam Ayat 65

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā fa’bud-hu waṣṭabir li’ibādatih, hal ta’lamu lahụ samiyyā

65. Pemelihara lelangit dan bumi dan semua yang ada di antara keduanya! Maka, sembahlah Dia saja, dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya! Tahukah engkau, apakah ada yang namanya layak disebutkan berdampingan dengan nama-Nya?”


Surah Maryam Ayat 66

وَيَقُولُ الْإِنْسَانُ أَإِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا

wa yaqụlul-insānu a iżā mā mittu lasaufa ukhraju ḥayyā

66. DENGAN SEMUA INI, manusia [sering] berkata, “Apa? Setelah aku mati, akankah aku dijadikan hidup kembali?”


Surah Maryam Ayat 67

أَوَلَا يَذْكُرُ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْئًا

a wa lā yażkurul-insānu annā khalaqnāhu ming qablu wa lam yaku syai`ā

67. Namun, apakah manusia tidak ingat bahwa dahulu Kami telah menciptakannya dari ketiadaan?51


Surah Maryam Ayat 68

فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا

fa wa rabbika lanaḥsyurannahum wasy-syayāṭīna ṡumma lanuḥḍirannahum ḥaula jahannama jiṡiyyā

68. Maka, demi Pemeliharamu, [pada Hari Pengadilan,] Kami pasti akan membangkitkan mereka bersama kekuatan-kekuatan setani [yang menggoda mereka dalam kehidupan]52 dan kemudian Kami pasti akan mengumpulkan mereka dalam keadaan berlutut di sekeliling neraka;


Surah Maryam Ayat 69

ثُمَّ لَنَنْزِعَنَّ مِنْ كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَٰنِ عِتِيًّا

ṡumma lananzi’anna ming kulli syī’atin ayyuhum asyaddu ‘alar-raḥmāni ‘itiyyā

69. dan kemudian, Kami sungguh akan menarik dari tiap-tiap golongan [pendosa itu] orang-orang yang paling berkukuh dalam pembangkangannya kepada Yang Maha Pengasih:53


Surah Maryam Ayat 70

ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِالَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّا

ṡumma lanaḥnu a’lamu billażīna hum aulā bihā ṣiliyyā

70. sebab, sungguh, Kami paling mengetahui siapa di antara mereka yang paling pantas mendapatkan api neraka.54


Surah Maryam Ayat 71

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

wa im mingkum illā wāriduhā, kāna ‘alā rabbika ḥatmam maqḍiyyā

71. Dan, setiap orang di antara kalian akan datang melihatnya:55 hal ini, bagi Pemeliharamu, adalah suatu ketetapan yang harus dipenuhi.

Surah Maryam Ayat 72

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

ṡumma nunajjillażīnattaqaw wa nażaruẓ-ẓālimīna fīhā jiṡiyyā

72. Dan sekali lagi:56 Kami akan menyelamatkan [dari neraka] orang-orang yang sadar akan Kami; tetapi, akan Kami biarkan orang-orang zalim itu dalam neraka, dalam keadaan berlutut.57


Surah Maryam Ayat 73

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا

wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā bayyināting qālallażīna kafarụ lillażīna āmanū ayyul-farīqaini khairum maqāmaw wa aḥsanu nadiyyā

73. DAN setiap kali disampaikan kepada mereka ayat-ayat Kami dengan segala kejelasannya, mereka—yang berkukuh mengingkari kebenaran—biasa berkata kepada orang-orang yang telah meraih keimanan: “Manakah di antara kedua golongan manusia itu58 yang lebih kuat kedudukannya dan lebih unggul sebagai suatu umat?”59


Surah Maryam Ayat 74

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَاثًا وَرِئْيًا

wa kam ahlaknā qablahum ming qarnin hum aḥsanu aṡāṡaw wa ri`yā

74. Namun, betapa banyaknya generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka—[orang-orang] yang melampaui mereka dalam hal kekuasaan materi60 dan penampilan lahiriah!


Surah Maryam Ayat 75

قُلْ مَنْ كَانَ فِي الضَّلَالَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ الرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰ إِذَا رَأَوْا مَا يُوعَدُونَ إِمَّا الْعَذَابَ وَإِمَّا السَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضْعَفُ جُنْدًا

qul mang kāna fiḍ-ḍalālati falyamdud lahur-raḥmānu maddā, ḥattā iżā ra`au mā yụ’adụna immal-‘ażāba wa immas-sā’ah, fa saya’lamụna man huwa syarrum makānaw wa aḍ’afu jundā

75. Katakanlah: “Bagi siapa pun yang hidup dalam kesesatan, semoga Yang Maha Pengasih memperpanjang jangka waktu kehidupannya!”61

[Dan, biarkanlah mereka mengatakan apa saja62] sampai tiba saatnya mereka menyaksikan [malapetaka] yang diancamkan kepada mereka—baik derita [di dunia ini] ataupun [ketika datangnya] Saat Terakhir—: sebab, pada saat itulah mereka akan mengetahui mana [dari dua golongan manusia itu] yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya!63


Surah Maryam Ayat 76

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى ۗ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَرَدًّا

wa yazīdullāhullażīnahtadau hudā, wal-bāqiyātuṣ-ṣāliḥātu khairun ‘inda rabbika ṡawābaw wa khairum maraddā

76. Dan, Allah memberikan kesadaran yang lebih mendalam akan jalan yang benar kepada mereka yang mengambil manfaat dari petunjuk [Nya];64 dan perbuatan-perbuatan baik—yang buahnya kekal itu—jauh lebih besar nilainya dalam pandangan Pemeliharamu [daripada harta duniawi apa pun], dan menghasilkan imbalan-imbalan yang jauh lebih baik.65


Surah Maryam Ayat 77

أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا

a fa ra`aitallażī kafara bi`āyātinā wa qāla la`ụtayanna mālaw wa waladā

77. Dan, pernahkah engkau perhatikan [jenis manusia] yang berkukuh mengingkari kebenaran ayat-ayat Kami dan berkata, “Pastilah aku akan diberi harta dan anak-anak”?66


Surah Maryam Ayat 78

أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا

aṭṭala’al-gaiba amittakhaża ‘indar-raḥmāni ‘ahdā

78. Pernahkah dia mencapai alam yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk?67—atau sudahkah dia membuat perjanjian dengan Yang Maha Pengasih?


Surah Maryam Ayat 79

كَلَّا ۚ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا

kallā, sanaktubu mā yaqụlu wa namuddu lahụ minal-‘ażābi maddā

79. Tidak! Kami akan mencatat apa yang dia katakan dan Kami akan memperpanjang deritanya [pada Hari Kiamat],


Surah Maryam Ayat 80

وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا

wa nariṡuhụ mā yaqụlu wa ya`tīnā fardā

80. dan mengambil alih68 semua yang dia bicarakan [kini]: sebab, [pada Hari Pengadilan,] dia akan datang kepada Kami seorang diri.69


Surah Maryam Ayat 81

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لِيَكُونُوا لَهُمْ عِزًّا

wattakhażụ min dụnillāhi ālihatal liyakụnụ lahum ‘izzā

81. Karena orang-orang [seperti] ini telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, dengan berharap bahwa sembahan-sembahan itu akan menjadi [sumber] kekuatan bagi mereka.70


Surah Maryam Ayat 82

كَلَّا ۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا

kallā, sayakfurụna bi’ibādatihim wa yakụnụna ‘alaihim ḍiddā

82. Namun, tidak! [Pada Hari Pengadilan,] mereka [sembahan-sembahan itu] akan mengingkari penyembahan terhadap mereka, dan akan beralih melawan mereka [yang telah menyembahnya]!


Surah Maryam Ayat 83

أَلَمْ تَرَ أَنَّا أَرْسَلْنَا الشَّيَاطِينَ عَلَى الْكَافِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا

a lam tara annā arsalnasy-syayāṭīna ‘alal-kāfirīna ta`uzzuhum azzā

83. TIDAKKAH ENGKAU sadari bahwa Kami membiarkan semua [jenis] kekuatan setani71 pergi menuju orang-orang yang mengingkari kebenaran—[kekuatan] yang menggoda mereka [melakukan dosa] dengan godaan yang kuat?72


Surah Maryam Ayat 84

فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

fa lā ta’jal ‘alaihim, innamā na’uddu lahum ‘addā

84. Karena itu, janganlah tergesa-gesa [memohon turunnya hukuman Allah] terhadap mereka: sebab, Kami hanyalah menghitung bilangan hari-hari mereka.73


Surah Maryam Ayat 85

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَٰنِ وَفْدًا

yauma naḥsyurul-muttaqīna ilar-raḥmāni wafdā

85. Pada Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang sadar akan Allah menuju [Kami,] Yang Maha Pengasih, sebagai tamu-tamu yang terhormat,


Surah Maryam Ayat 86

وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا

wa nasụqul-mujrimīna ilā jahannama wirdā

86. dan menghalau orang-orang yang berdosa ke neraka seperti iringan hewan ternak yang kehausan yang dihalau ke sumur—


Surah Maryam Ayat 87

لَا يَمْلِكُونَ الشَّفَاعَةَ إِلَّا مَنِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَٰنِ عَهْدًا

lā yamlikụnasy-syafā’ata illā manittakhaża ‘indar-raḥmāni ‘ahdā

87. [pada Hari itu] tidak ada yang akan mendapatkan [manfaat] syafaat, kecuali dia [yang pada masa hidupnya] telah mengadakan ikatan dengan Yang Maha Pengasih.74


Surah Maryam Ayat 88

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا

wa qāluttakhażar-raḥmānu waladā

88. Namun,75 sebagian orang menyatakan, “Yang Maha Pengasih mengambil untuk diri-Nya sendiri seorang anak!”76


Surah Maryam Ayat 89

لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا

laqad ji`tum syai`an iddā

89. Sungguh, [dengan pernyataan ini,] kalian telah menimbulkan suatu yang dahsyat,


Surah Maryam Ayat 90

تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ الْأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا

takādus-samāwātu yatafaṭṭarna min-hu wa tansyaqqul-arḍu wa takhirrul-jibālu haddā

90. akibatnya, lelangit hampir pecah berkeping-keping, bumi pecah terbelah-belah, dan gunung-gunung hancur menjadi reruntuhan!


Surah Maryam Ayat 91

أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا

an da’au lir-raḥmāni waladā

91. Bahwa manusia menisbahkan anak kepada Yang Maha Pengasih,


Surah Maryam Ayat 92

وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَٰنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا

wa mā yambagī lir-raḥmāni ay yattakhiża waladā

92. meskipun mustahil bahwa Yang Maha Pengasih mengambil untuk diri-Nya sendiri seorang anak!77


Surah Maryam Ayat 93

إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِلَّا آتِي الرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

ing kullu man fis-samāwāti wal-arḍi illā ātir-raḥmāni ‘abdā

93. Tidak satu pun dari semua [makhluk] yang ada di Ielangit dan di bumi datang ke hadapan Yang Maha Pengasih, kecuali sebagai hamba:78


Surah Maryam Ayat 94

لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا

laqad aḥṣāhum wa ‘addahum ‘addā

94. sungguh, Allah Maha Mengetahui mereka dan telah menghitung jumlah mereka dengan hitungan [yang teliti];


Surah Maryam Ayat 95

وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا

wa kulluhum ātīhi yaumal-qiyāmati fardā

95. dan masing-masing dari mereka akan datang ke hadapan-Nya pada Hari Kebangkitan dengan sendiri-sendiri.79


Surah Maryam Ayat 96

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti sayaj’alu lahumur-raḥmānu wuddā

96. SUNGGUH, orang-orang yang telah meraih iman dan melakukan perbuatan-perbuatan kebajikan, kelak Yang Maha Pengasih akan menganugerahkan cinta kepada mereka:80


Surah Maryam Ayat 97

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَاهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِينَ وَتُنْذِرَ بِهِ قَوْمًا لُدًّا

fa innamā yassarnāhu bilisānika litubasysyira bihil-muttaqīna wa tunżira bihī qaumal luddā

97. dan hanya untuk maksud inilah Kami jadikan [kitab Ilahi] ini mudah dimengerti, dalam bahasamu sendiri [wahai Nabi,]81 agar dengannya engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang sadar akan Allah, dan dengannya memperingatkan orang-orang yang berselisih [dengan sia-sia]:


Surah Maryam Ayat 98

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنْ قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُمْ مِنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًا

wa kam ahlaknā qablahum ming qarn, hal tuḥissu min-hum min aḥadin au tasma’u lahum rikzā

98. sebab, betapa banyaknya generasi82 yang telah Kami binasakan sebelum mereka—[dan] dapatkah engkau melihat seorang saja dari mereka [kini,] atau rnendengar bisikan mereka?


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top