11. Hud (Hud) – هود

Surat Hud dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Hud ( هود ) merupakan surah ke 11 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 123 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Hud tergolong Surat Makkiyah.

Surah Hud yang diwahyukan sesaat setelah surah kesepuluh (Yunus)—yaitu pada tahun terakhir Nabi tinggal di Makkah—memiliki banyak kemiripan dengan Surah Yunus, baik dalam hal metode maupun subjek bahasannya. Sebagaimana dalam Surah Yunus, tema utama surah ini adalah pewahyuan kehendak Allah melalui para nabi-Nya dan manifestasi kenabian itu sendiri. Sejumlah kisah para nabi terdahulu yang disebutkan dalam Surah Yunus dikembangkan secara lebih terperinci dalam surah ini, dan dijelaskan dari berbagai segi, dengan penekanan khusus pada hubungan yang jujur dan adil antar-sesama manusia. Yang terpenting dalam kaitannya dengan ini adalah ayat 117, yang menyatakan bahwa “Karena, Pemeliharamu tidak akan pernah membinasakan suatu masyarakat karena [kepercayaan] zalim [semata], selama penduduknya berbuat kebajikan [satu sama lain]”. (Dalam kaitan ini, lihat catatan no. 149.)

Sejumlah mufasir berpendapat bahwa ayat 12, 17, dan 114 diwahyukan pada masa yang belakangan di Madinah, namun, Rasyid Ridha menolak pandangan ini dengan menyatakan bahwa pendapat itu tidak meyakinkan dan berpendapat bahwa surah ini seluruhnya diwahyukan di Makkah (Al-Manar XII, h. 2).

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Hud Ayat 1

الر ۚ كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

alif lām rā, kitābun uḥkimat āyātuhụ ṡumma fuṣṣilat mil ladun ḥakīmin khabīr

1. Alif. Lam. Ra.1

[INI ADALAH] kitab Ilahi, dengan pesan-pesan yang dibuat jelas pada dan oleh dirinya sendiri, serta diuraikan secara terperinci pula2—[diturunkan kepada kalian] karena rahmat dari Sang Mahabijaksana, Yang Mahaawas,


Surah Hud Ayat 2

أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۚ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

allā ta’budū illallāh, innanī lakum min-hu nażīruw wa basyīr

2. agar kalian tidak menyembah siapa pun kecuali Allah.

[Katakanlah, wahai Nabi:] “Perhatikanlah, aku datang kepada kalian dari Dia [sebagai] pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira:3


Surah Hud Ayat 3

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

wa anistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yumatti’kum matā’an ḥasanan ilā ajalim musamman wa yu`ti kulla żī faḍlin faḍlah, wa in tawallau fa innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yauming kabīr

3. Mohonlah kepada Pemelihara kalian untuk mengampuni dosa-dosa kalian, lalu kembalilah kepada-Nya dalam tobat—[lalu] Dia akan menganugerahkan kenikmatan hidup yang baik kepada kalian [di dunia ini] hingga [terpenuhilah] batas-waktu yang ditentukan [oleh-Nya];4 dan [dalam kehidupan akhirat,] Dia akan menganugerahkan kepada setiap orang yang mempunyai kebaikan [balasan yang sempurna bagi] kebaikannya.5 Akan tetapi, jika kalian berpaling, sungguh, aku mengkhawatirkan bagi kalian derita [yang pasti akan menimpa kalian] pada Hari yang dahsyat!6


Surah Hud Ayat 4

إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

ilallāhi marji’ukum, wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

4. Kepada Allah-lah, kalian semua pasti kembali; dan Dia berkuasa menetapkan segala sesuatu.”


Surah Hud Ayat 5

أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

alā innahum yaṡnụna ṣudụrahum liyastakhfụ min-h, alā ḥīna yastagsyụna ṡiyābahum ya’lamu mā yusirrụna wa mā yu’linụn, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

5. Oh, sungguh, mereka [yang berkukuh mengingkari kebenaran kitab Ilahi ini] menyelubungi hati mereka untuk bersembunyi dari-Nya.7 Oh, sungguh, [sekalipun] jika mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian mereka [agar tidak melihat atau mendengar],8 Dia mengetahui segala yang mereka rahasiakan serta segala yang mereka nyatakan—sebab, perhatikanlah, Dia Maha Mengetahui apa isi hati [manusia].


Surah Hud Ayat 6

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

wa mā min dābbatin fil-arḍi illā ‘alallāhi rizquhā wa ya’lamu mustaqarrahā wa mustauda’ahā, kullun fī kitābim mubīn

6. Dan, tiada makhluk hidup di bumi melainkan rezekinya bergantung pada Allah; dan Dia mengetahui batas-waktunya [di bumi] dan tempat peristirahatannya [setelah mati]:9 semua [ini] tercantum dalam ketetapan[-Nya] yang jelas.


Surah Hud Ayat 7

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِنْ قُلْتَ إِنَّكُمْ مَبْعُوثُونَ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

wa huwallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna ‘arsyuhụ ‘alal-mā`i liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa la`ing qulta innakum mab’ụṡụna mim ba’dil-mauti layaqụlannallażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn

7. Dan, Dia-lah yang telah menciptakan lelangit dan bumi dalam enam masa; dan [sejak saat Dia berkehendak untuk menciptakan kehidupan,] singgasana kemahakuasaan-Nya berada di atas air.10

[Allah mengingatkan kalian akan kebergantungan kalian pada-Nya] untuk menguji kalian [dan, dengan demikian, agar menjadi nyatalah] siapa di antara kalian yang terbaik tingkah lakunya. Sebab, demikianlah adanya:11 jika engkau berkata [kepada manusia], “Perhatikanlah, kalian akan dibangkitkan lagi sesudah mati!”—mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran itu pasti akan menjawab, “Jelaslah, ini tidak lain hanyalah khayalan yang memesonakan!”12


Surah Hud Ayat 8

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلَىٰ أُمَّةٍ مَعْدُودَةٍ لَيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

wa la`in akhkharnā ‘an-humul-‘ażāba ilā ummatim ma’dụdatil layaqụlunna mā yaḥbisuh, alā yauma ya`tīhim laisa maṣrụfan ‘an-hum wa ḥāqa bihim mā kānụ bihī yastahzi`ụn

8. Dan, demikianlah: jika Kami tangguhkan derita mereka hingga batas-waktu yang ditentukan [oleh Kami],13 mereka pasti akan berkata, “Apakah yang menghalanginya [untuk datang sekarang]?”14

Oh, sungguh, pada Hari ketika derita itu menimpa mereka, tiada yang akan dapat menghindarkannya dari mereka; dan mereka akan diliputi justru oleh hal-hal yang biasa mereka cemoohkan itu.15


Surah Hud Ayat 9

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

wa la`in ażaqnal-insāna minnā raḥmatan ṡumma naza’nāhā min-h, innahụ laya`ụsung kafụr

9. Dan, demikianlah: jika Kami biarkan manusia merasakan sebagian rahmat Kami,16 dan kemudian mencabut rahmat itu darinya—perhatikanlah, niscaya dia berputus asa,17 melupakan segala rasa syukur [atas karunia Kami pada masa silam].


Surah Hud Ayat 10

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ

wa la`in ażaqnāhu na’mā`a ba’da ḍarrā`a massat-hu layaqụlanna żahabas-sayyi`ātu ‘annī, innahụ lafariḥun fakhụr

10. Dan, demikianlah adanya: jika Kami biarkan dia merasakan kemudahan dan keberlimpahan18 setelah kesukaran mendatanginya, dia pasti berkata, “Telah pergi semua kesulitan dariku!”—sebab, perhatikanlah, dia cenderung pada kegembiraan yang sia-sia dan merasa bangga hanya pada dirinya sendiri.19


Surah Hud Ayat 11

إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

illallażīna ṣabarụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāt, ulā`ika lahum magfiratuw wa ajrung kabīr

11. [Dan, demikianlah halnya dengan kebanyakan manusia—] kecuali orang-orang yang bersabar dalam menghadapi kesusahan dan melakukan perbuatan-perbuatan kebajikan: mereka itulah orang yang dinanti oleh ampunan dosa-dosa dan pahala yang besar.


Surah Hud Ayat 12

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌ بَعْضَ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ وَضَائِقٌ بِهِ صَدْرُكَ أَنْ يَقُولُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ كَنْزٌ أَوْ جَاءَ مَعَهُ مَلَكٌ ۚ إِنَّمَا أَنْتَ نَذِيرٌ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ

fa la’allaka tārikum ba’ḍa mā yụḥā ilaika wa ḍā`iqum bihī ṣadruka ay yaqụlụ lau lā unzila ‘alaihi kanzun au jā`a ma’ahụ malak, innamā anta nażīr, wallāhu ‘alā kulli syai`iw wakīl

12. MAKA, [WAHAI NABI,] mungkinkah engkau meninggalkan sebagian dari apa yang telah diwahyukan kepadamu [karena para pengingkar kebenaran itu tidak menyukainya, dan] karena hatimu menjadi susah disebabkan perkataan mereka,20 “Mengapa tidak diturunkan kekayaan kepadanya?”—atau, “[Mengapa tidak] datang malaikat [yang dapat dilihat dengan nyata] bersamanya?”21

[Mereka tidak dapat memahami bahwa] engkau hanyalah seorang pemberi peringatan, sedangkan Allah memelihara segala sesuatu;22


Surah Hud Ayat 13

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

am yaqụlụnaftarāh, qul fa`tụ bi’asyri suwarim miṡlihī muftarayātiw wad’ụ manistaṭa’tum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn

13. dan lalu mereka menyatakan, “[Muhammad sendirilah yang] telah membuat [Al-Quran] ini!”23

Katakanlah [kepada mereka]: “Maka, buatlah sepuluh surah yang setara nilainya, yang dibuat [oleh kalian sendiri], dan [untuk tujuan ini] panggillah siapa pun yang dapat membantu kalian, selain Allah, jika apa yang kalian katakan itu benar!24


Surah Hud Ayat 14

فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

fa il lam yastajībụ lakum fa’lamū annamā unzila bi’ilmillāhi wa al lā ilāha illā huw, fa hal antum muslimụn

14. Dan, jika mereka [yang kalian panggil untuk menolong itu] tidak mampu membantu kalian,25 ketahuilah bahwa [Al-Quran ini] telah diturunkan karena kebijaksanaan Allah saja,26 dan bahwa tiada tuhan kecuali Dia. Maka, maukah kalian berserah diri kepada-Nya?”


Surah Hud Ayat 15

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

mang kāna yurīdul-ḥayātad-dun-yā wa zīnatahā nuwaffi ilaihim a’mālahum fīhā wa hum fīhā lā yubkhasụn

15. ADAPUN ORANG-ORANG yang [hanya] menginginkan kehidupan dunia ini dan keberlimpahannya*—akan Kami berikan kepada mereka balasan yang sempurna bagi semua yang telah mereka kerjakan dalam [kehidupan di dunia] ini, dan tidaklah hak mereka di dalamnya itu akan diambil:


Surah Hud Ayat 16

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

ulā`ikallażīna laisa lahum fil-ākhirati illan-nāru wa ḥabiṭa mā ṣana’ụ fīhā wa bāṭilum mā kānụ ya’malụn

16. [akan tetapi,] mereka itulah yang dalam kehidupan akhirat tidak akan memperoleh apa pun kecuali neraka—sebab, akan sia-sialah semua yang telah mereka usahakan di [dunia] ini, dan tiada bernilai semua yang pernah mereka kerjakan!27


Surah Hud Ayat 17

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

a fa mang kāna ‘alā bayyinatim mir rabbihī wa yatlụhu syāhidum min-hu wa ming qablihī kitābu mụsā imāmaw wa raḥmah, ulā`ika yu`minụna bih, wa may yakfur bihī minal-aḥzābi fan-nāru mau’iduhụ fa lā taku fī miryatim min-hu innahul-ḥaqqu mir rabbika wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn

17. Maka, dapatkah [orang yang hanya menginginkan kehidupan dunia ini dibandingkan dengan28] seseorang yang mengambil sikapnya berdasarkan bukti yang nyata dari Pemeliharanya, yang disampaikan melalui persaksian [ini] dari-Nya,29 sebagaimana wahyu yang diturunkan kepada Musa sebelumnya—[sebuah kitab Ilahi yang ditetapkan oleh-Nya] untuk menjadi petunjuk dan rahmat [bagi manusia]?

Mereka [yang memahami pesan ini—mereka sajalah yang benar-benar] beriman kepadanya;30 sedangkan siapa pun di antara mereka yang mengingkari kebenarannya, dengan bersekutu [dalam permusuhan bersama]31—api nerakalah yang akan menjadi tempat yang ditentukan bagi mereka [dalam kehidupan akhirat].

Maka,32 janganlah ragu terhadap [wahyu] ini: perhatikanlah, ia adalah kebenaran dari Pemeliharamu, meskipun33 kebanyakan manusia tidak akan beriman kepadanya.


Surah Hud Ayat 18

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ۚ أُولَٰئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ الْأَشْهَادُ هَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

wa man aẓlamu mim maniftarā ‘alallāhi każibā, ulā`ika yu’raḍụna ‘alā rabbihim wa yaqụlul-asy-hādu hā`ulā`illażīna każabụ ‘alā rabbihim, alā la’natullāhi ‘alaẓ-ẓālimīn

18. Dan, siapakah yang lebih zalim daripada mereka yang menisbahkan rekaan-rekaan dusta mereka sendiri kepada Allah?34 [Pada Hari Pengadilan,] mereka [yang seperti] ini akan dibawa ke hadapan Pemelihara mereka, dan orang-orang yang dipanggil untuk bersaksi [melawan mereka]35 akan berkata, “Mereka inilah yang telah mengatakan berbagai dusta tentang Pemelihara mereka!”36

Oh, sungguh, penolakan Allah adalah balasan bagi semua orang zalim37


Surah Hud Ayat 19

الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

allażīna yaṣuddụna ‘an sabīlillāhi wa yabgụnahā ‘iwajā, wa hum bil-ākhirati hum kāfirụn

19. yang memalingkan orang lain dari jalan Allah dan berusaha menjadikannya tampak bengkok—karena merekalah, mereka itu yang menolak untuk mengakui kebenaran kehidupan akhirat!38


Surah Hud Ayat 20

أُولَٰئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ۘ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ ۚ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ

ulā`ika lam yakụnụ mu’jizīna fil-arḍi wa mā kāna lahum min dụnillāhi min auliyā`, yuḍā’afu lahumul-‘ażāb, mā kānụ yastaṭī’ụnas-sam’a wa mā kānụ yubṣirụn

20. Mereka tidak pernah bisa mengelakkan diri [dari perhitungan terakhir mereka, bahkan jika mereka tetap selamat tanpa cedera] di bumi:39 tidak akan pernah mereka menemukan siapa pun yang dapat melindungi mereka dari Allah. [Dalam kehidupan akhirat,] penderitaan yang berlipat ganda akan ditimpakan kepada mereka40 karena mereka telah kehilangan kemampuan mendengar [kebenaran] dan gagal melihat[nya].41


Surah Hud Ayat 21

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ

ulā`ikallażīna khasirū anfusahum wa ḍalla ‘an-hum mā kānụ yaftarụn

21. Mereka itulah yang menyia-nyiakan diri mereka sendiri—sebab [pada Hari Kebangkitan,] semua rekaan batil mereka42 akan meninggalkan mereka:


Surah Hud Ayat 22

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ

lā jarama annahum fil-ākhirati humul-akhsarụn

22. sungguh mereka, mereka itulah yang dalam kehidupan akhirat akan menjadi orang-orang yang rugi!


Surah Hud Ayat 23

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوا إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa akhbatū ilā rabbihim ulā`ika aṣ-ḥābul-jannah, hum fīhā khālidụn

23. Perhatikanlah, [hanya] mereka yang meraih iman dan mengerjakan perbuatan-perbuatan kebajikan dan merendahkan diri mereka di hadapan Pemelihara mereka—[hanya] merekalah yang ditetapkan di surga, di sanalah mereka akan berkediaman.


Surah Hud Ayat 24

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَىٰ وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

maṡalul-farīqaini kal-a’mā wal-aṣammi wal-baṣīri was-samī’, hal yastawiyāni maṡalā, a fa lā tażakkarụn

24. Kedua jenis manusia ini43 dapatlah diumpamakan dengan orang buta dan tuli serta orang yang dapat melihat dan mendengar. Dapatkah keduanya ini dianggap sama hakikatnya?44

Maka, tidak maukah kalian mengingat hal ini?


Surah Hud Ayat 25

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ

wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī innī lakum nażīrum mubīn

25. DAN, SESUNGGUHNYA, [dengan pesan yang sama pula] Kami utus Nuh kepada kaumnya:45 “Perhatikanlah, aku datang kepada kalian dengan membawa peringatan yang jelas


Surah Hud Ayat 26

أَنْ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۖ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

al lā ta’budū illallāh, innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin alīm

26. agar kalian tidak menyembah siapa pun kecuali Allah—sebab, sungguh, aku takut kalau-kalau penderitaan menimpa kalian pada Hari yang sangat memilukan!”46


Surah Hud Ayat 27

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ

fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā narāka illā basyaram miṡlanā wa mā narākattaba’aka illallażīna hum arāżilunā bādiyar-ra`y, wa mā narā lakum ‘alainā min faḍlim bal naẓunnukum kāżibīn

27. Akan tetapi, pembesar-pembesar kaumnya, yang menolak untuk mengakui kebenaran, menjawab, “Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) manusia biasa saja seperti kami; dan kami tidak melihat siapa pun mengikutimu selain mereka yang jelas-jelas paling hina di antara kami;47 dan kami tidak melihat bahwa kalian lebih unggul daripada kami dalam hal apa pun:48 sebaliknya, kami yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang berdusta!”


Surah Hud Ayat 28

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِنْ عِنْدِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنْتُمْ لَهَا كَارِهُونَ

qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu ‘alā bayyinatim mir rabbī wa ātānī raḥmatam min ‘indihī fa ‘ummiyat ‘alaikum, a nulzimukumụhā wa antum lahā kārihụn

28. Berkata [Nuh], “Wahai, kaumku! Bagaimana pendapat kalian? Jika [benar bahwa] pendirianku berdasarkan bukti yang nyata dari Pemeliharaku, yang telah memberiku rahmat dari-Nya sendiri—[sebuah wahyu] yang kalian tetap buta terhadapnya—: [andaikan ini benar,] dapatkah kami memaksakannya kepada kalian, meskipun kalian membencinya?49


Surah Hud Ayat 29

وَيَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ ۚ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا ۚ إِنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَلَٰكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ

wa yā qaumi lā as`alukum ‘alaihi mālā, in ajriya illā ‘alallāhi wa mā ana biṭāridillażīna āmanụ, innahum mulāqụ rabbihim wa lākinnī arākum qauman taj-halụn

29. “Dan, wahai kaumku, aku tidak meminta keuntungan kepada kalian untuk [pesan] ini: imbalanku tiada lain hanyaJah dari Allah. Dan, aku tidak akan mengusir [siapa pun di antara] orang-orang yang telah meraih iman.50 Sungguh, mereka [mengetahui bahwa mereka] telah ditakdirkan untuk bertemu dengan Pemelihara mereka, sedangkan aku memandang kalian sebagai kaum yang tidak memiliki pengetahuan [tentang mana yang benar dan mana yang salah]!


Surah Hud Ayat 30

وَيَا قَوْمِ مَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ طَرَدْتُهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

wa yā qaumi may yanṣurunī minallāhi in ṭarattuhum, a fa lā tażakkarụn

30. “Dan, wahai kaumku, siapakah yang akan melindungiku dari Allah andaikan aku mengusir mereka? Maka, tidakkah kalian mengingat ini?


Surah Hud Ayat 31

وَلَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ إِنِّي مَلَكٌ وَلَا أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِي أَعْيُنُكُمْ لَنْ يُؤْتِيَهُمُ اللَّهُ خَيْرًا ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِي أَنْفُسِهِمْ ۖ إِنِّي إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

wa lā aqụlu lakum ‘indī khazā`inullāhi wa lā a’lamul-gaiba wa lā aqụlu innī malakuw wa lā aqụlu lillażīna tazdarī a’yunukum lay yu`tiyahumullāhu khairā, allāhu a’lamu bimā fī anfusihim, innī iżal laminaẓ-ẓālimīn

31. “Dan, aku tidak berkata kepada kalian, ‘Perbendaharaan Allah ada padaku’; tidak pula [aku berkata], ‘Aku mengetahui kenyataan yang berada di luar jangkauan persepsi manusia’; tidak pula aku berkata, ‘Perhatikanlah, aku adalah malaikat’;51 tidak pula aku berkata tentang mereka yang kalian pandang hina,52 ‘Allah tidak akan pernah menganugerahkan kebaikan apa pun kepada mereka’—sebab, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati mereka.53 [Andaikan aku berkata demikian,] sungguh, aku pasti termasuk orang-orang zalim.”


Surah Hud Ayat 32

قَالُوا يَا نُوحُ قَدْ جَادَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَالَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَا إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

qālụ yā nụḥu qad jādaltana fa akṡarta jidālana fa`tinā bimā ta’idunā ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

32. [Akan tetapi, para pembesar itu] berkata, “Wahai, Nuh! Engkau telah berbantah-bantahan dengan kami dan memperpanjang perbantahan kita [dengan sia-sia]:54 karena itu, datangkanlah kepada kami apa yang kau ancamkan kepada kami,55 jika engkau adalah orang yang benar!”


Surah Hud Ayat 33

قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُمْ بِهِ اللَّهُ إِنْ شَاءَ وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ

qāla innamā ya`tīkum bihillāhu in syā`a wa mā antum bimu’jizīn

33. Dia menjawab, “Hanya Allah yang dapat mendatangkannya kepada kalian, jika Dia menghendaki, dan kalian tidak akan dapat mengelakkan diri darinya:


Surah Hud Ayat 34

وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِي إِنْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْصَحَ لَكُمْ إِنْ كَانَ اللَّهُ يُرِيدُ أَنْ يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

wa lā yanfa’ukum nuṣ-ḥī in arattu an anṣaḥa lakum ing kānallāhu yurīdu ay yugwiyakum, huwa rabbukum, wa ilaihi turja’ụn

34. sebab, nasihatku tidak akan bermanfaat bagi kalian—meskipun aku sangat ingin memberi nasihat yang baik kepada kalian—seandainya sudah menjadi kehendak Allah bahwa kalian akan tetap tenggelam dalam kesalahan yang besar.56 Dia adalah Pemelihara kalian dan kepada-Nya kalian pasti kembali.”


Surah Hud Ayat 35

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ إِنِ افْتَرَيْتُهُ فَعَلَيَّ إِجْرَامِي وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تُجْرِمُونَ

am yaqụlụnaftarāh, qul iniftaraituhụ fa ‘alayya ijrāmī wa ana barī`um mimmā tujrimụn

35. APAKAH SEBAGIAN (manusia), mungkin, menyatakan, “[Muhammad] telah membuat-buat [cerita] ini?”57

Katakanlah [wahai Nabi]: “Jika aku membuat-buatnya, terhadapkulah dosanya; tetapi aku tidak berani melakukan dosa yang kalian lakukan.”58


Surah Hud Ayat 36

وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُ لَنْ يُؤْمِنَ مِنْ قَوْمِكَ إِلَّا مَنْ قَدْ آمَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

wa ụḥiya ilā nụḥin annahụ lay yu`mina ming qaumika illā mang qad āmana fa lā tabta`is bimā kānụ yaf’alụn

36. DAN, TELAH diwahyukan kepada Nuh demikian: “Tidak akan beriman siapa pun dari antara kaummu, kecuali orang-orang yang telah meraih iman. Maka, janganlah bersedih hati terhadap apa pun yang mungkin mereka perbuat,


Surah Hud Ayat 37

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۚ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

waṣna’il-fulka bi`a’yuninā wa waḥyinā wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ, innahum mugraqụn

37. tetapi buatlah, di bawah pengawasan Kami59 dan menurut ilham dari Kami, sebuah bahtera [yang akan menyelamatknmu dan para pengikutmu];60 dan janganlah memohon kepada-Ku* demi kepentingan orang-orang yang berkukuh berbuat zalim itu—sebab, perhatikanlah, mereka itu pasti akan tenggelam!”


Surah Hud Ayat 38

وَيَصْنَعُ الْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِنْ قَوْمِهِ سَخِرُوا مِنْهُ ۚ قَالَ إِنْ تَسْخَرُوا مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنْكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

wa yaṣna’ul-fulk, wa kullamā marra ‘alaihi mala`um ming qaumihī sakhirụ min-h, qāla in taskharụ minnā fa innā naskharu mingkum kamā taskharụn

38. Dan, [demikianlah Nuh] mulai membuat bahtera; dan setiap kali para pembesar kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. [Kemudian] dia berkata, “Jika kalian mengejek kami—perhatikanlah, kami mengejek kalian [dan ketidaktahuan kalian], persis sebagaimana kalian mengejek kami.61


Surah Hud Ayat 39

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ

fa saufa ta’lamụna may ya`tīhi ‘ażābuy yukhzīhi wa yaḥillu ‘alaihi ‘ażābum muqīm

39. Akan tetapi, kelak kalian akan tahu siapa yang [di dunia ini] akan didatangi oleh derita yang akan meliputinya dengan kenistaan dan kepada siapa derita yang kekal akan turun [dalam kehidupan akhirat]!”


Surah Hud Ayat 40

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ ۚ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلَّا قَلِيلٌ

ḥattā iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru qulnaḥmil fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa ‘alaihil-qaulu wa man āman, wa mā āmana ma’ahū illā qalīl

40. [Demikianlah hal itu terus berlangsung] hingga, tatkala telah datang keputusan Kami dan air telah memancar dengan semburan-semburan yang dahsyat di atas permukaan bumi,62 Kami berfirman [kepada Nuh], “Tempatkanlah ke atas [bahtera] ini sepasang dari setiap [jenis binatang] dari kedua jenis kelamin,63 serta keluargamu—kecuali orang-orang yang telah berlaku ketetapan [Kami] atas mereka64—dan semua [yang lainnya] yang telah meraih iman!”—sebab, hanya sedikit [kaum Nuh] yang beriman bersamanya.


Surah Hud Ayat 41

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

wa qālarkabụ fīhā bismillāhi majr)hā wa mursāhā, inna rabbī lagafụrur raḥīm

41. Maka, Nuh berkata [kepada pengikut-pengikutnya], “Naiklah ke dalam [kapal] ini! Dengan nama Allah-lah berlayarnya dan berlabuhnya! Perhatikanlah, Pemeliharaku benar-benar Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat!”


Surah Hud Ayat 42

وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَبْ مَعَنَا وَلَا تَكُنْ مَعَ الْكَافِرِينَ

wa hiya tajrī bihim fī maujing kal-jibāl, wa nādā nụḥunibnahụ wa kāna fī ma’ziliy yā bunayyarkam ma’anā wa lā takum ma’al-kāfirīn

42. Dan, bahtera itu berlayar bersama mereka menembus gelombang-gelombang yang seperti gunung-gemunung.

Pada [waktu] itu, Nuh memanggil anak lelakinya, yang menjauhkan dirinya [dari yang lain]: “Wahai, Anakku tercinta!65 Naiklah bersama kami dan janganlah bersama orang-orang yang mengingkari kebenaran!”


Surah Hud Ayat 43

قَالَ سَآوِي إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِلَّا مَنْ رَحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

qāla sa`āwī ilā jabaliy ya’ṣimunī minal-mā`, qāla lā ‘āṣimal-yauma min amrillāhi illā mar raḥim, wa ḥāla bainahumal-mauju fa kāna minal-mugraqīn

43. [Namun, anaknya] menjawab, “Aku akan pergi mencari gunung yang dapat melindungiku dari air.”

Berkata [Nuh], “Hari ini tiada perlindungan [bagi siapa pun] dari keputusan Allah, kecuali [bagi] mereka yang telah memperoleh belas kasih[-Nya]!”

Dan, gelombang pasang meninggi di antara mereka, dan [anak itu] termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.


Surah Hud Ayat 44

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءَكِ وَيَا سَمَاءُ أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاءُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

wa qīla yā arḍubla’ī mā`aki wa yā samā`u aqli’ī wa gīḍal-mā`u wa quḍiyal-amru wastawat ‘alal-jụdiyyi wa qīla bu’dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn

44. Dan difirmankan: “Wahai, bumi, telanlah airmu! Dan, wahai langit, hentikanlah [hujanmu]!” Dan, air pun meresap masuk ke dalam bumi, dan ketetapan [Allah] telah terlaksana, dan bahtera itu berhenti di atas Gunung Judi.66

Dan, difirmankan: “Binasalah kaum yang zalim ini!”


Surah Hud Ayat 45

وَنَادَىٰ نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ

wa nādā nụḥur rabbahụ fa qāla rabbi innabnī min ahlī, wa inna wa’dakal-ḥaqqu wa anta aḥkamul-ḥākimīn

45. Dan, Nuh berseru kepada Pemeliharanya, dan berkata, “Wahai, Pemeliharaku! Sungguh, anakku termasuk keluargaku;67 dan, sungguh, janji-Mu selalu menjadi kenyataan,* dan Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya!”


Surah Hud Ayat 46

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ ۖ فَلَا تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۖ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

qāla yā nụḥu innahụ laisa min ahlik, innahụ ‘amalun gairu ṣāliḥin fa lā tas`alni mā laisa laka bihī ‘ilm, innī a’iẓuka an takụna minal-jāhilīn

46. [Allah] menjawab, “Wahai, Nuh! Perhatikanlah, dia tidaklah termasuk keluargamu karena, sungguh, dia tidak saleh dalam perilakunya.68 Dan, janganlah engkau memohon kepada-Ku apa pun yang engkau tidak dapat memiliki pengetahuan tentangnya:69 maka, perhatikanlah, Aku memperingatkanmu agar engkau tidak menjadi salah seorang di antara mereka yang tidak mengetahui [mana yang benar].”70


Surah Hud Ayat 47

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

qāla rabbi innī a’ụżu bika an as`alaka mā laisa lī bihī ‘ilm, wa illā tagfir lī wa tar-ḥamnī akum minal-khāsirīn

47. Berkata [Nuh], “Wahai, Pemeliharaku! Sungguh, aku berlindung kepada Engkau dari memohon [lagi] kepada Engkau apa pun yang aku tidak dapat memiliki pengetahuan tentangnya! Karena, kecuali Engkau menganugerahkan ampunan kepadaku dan melimpahkan belas kasih-Mu kepadaku, niscaya aku termasuk orang-orang yang merugi!”


Surah Hud Ayat 48

قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِنَّا وَبَرَكَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ أُمَمٍ مِمَّنْ مَعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُمْ مِنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

qīla yā nụḥuhbiṭ bisalāmim minnā wa barakātin ‘alaika wa ‘alā umamim mim mam ma’ak, wa umamun sanumatti’uhum ṡumma yamassuhum minnā ‘ażābun alīm

48. [Kemudian] difirmankan: “Wahai, Nuh! Turunlah dalam kedamaian dari Kami,71 dan dengan segenap keberkatan [Kami] kepadamu serta kepada umat-umat [yang bersamamu, dan orang-orang saleh yang akan lahir dari keturunanmu dan] dari mereka yang bersamamu.72 Namun, [adapun] umat [yang tidak saleh yang akan lahir dari keturunanmu]—Kami akan biarkan mereka menikmati hidup [untuk sementara], kemudian penderitaan yang pedih dari Kami akan menimpa mereka.”


Surah Hud Ayat 49

تِلْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ ۖ مَا كُنْتَ تَعْلَمُهَا أَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَاصْبِرْ ۖ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

tilka min ambā`il-gaibi nụḥīhā ilaīk, mā kunta ta’lamuhā anta wa lā qaumuka ming qabli hāżā, faṣbir, innal-‘āqibata lil-muttaqīn

49. BERITA-BERITA tentang sesuatu yang berada di luar jangkauan persepsimu ini Kami wahyukan kepadamu [kini, wahai Muhammad: sebab,] baik engkau maupun kaummu tidak mengetahuinya [dengan sepenuhnya] sebelum ini.73 Maka, bersabarlah dalam menghadapi kesusahan [seperti Nuh]—sebab, perhatikanlah, masa depan adalah milik orang yang sadar akan Allah!


Surah Hud Ayat 50

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ

wa ilā ‘ādin akhāhum hụdā, qāla yā qaumi’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, in antum illā muftarụn

50. DAN, KEPADA [kaum] ‘Ad, [Kami utus] saudara mereka, Hud.74 Dia berkata, “Wahai, kaumku! Sembahlah Allah [saja]: kalian tidak memiliki tuhan selain Dia. [Begitulah,] kalian hanyalah pembuat-buat kebatilan!75


Surah Hud Ayat 51

يَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى الَّذِي فَطَرَنِي ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

yā qaumi lā as`alukum ‘alaihi ajrā, in ajriya illā ‘alallażī faṭaranī, a fa lā ta’qilụn

51. “Wahai, kaumku! Aku tiada meminta imbalan kepada kalian untuk [risalah] ini: imbalanku tiada lain kecuali dari Dia yang telah menciptakanku. Maka, tidakkah kalian menggunakan akal kalian?


Surah Hud Ayat 52

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

wa yā qaumistagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaihi yursilis-samā`a ‘alaikum midrāraw wa yazidkum quwwatan ilā quwwatikum wa lā tatawallau mujrimīn

52. “Maka, wahai kaumku, mohonlah kepada Pemelihara kalian umuk mengampuni dosa-dosa kalian dan kembalilah kepada-Nya dalam tobat—[kemudian] Dia akan mencurahkan kepada kalian berkah-berkah samawi yang berlimpah,76 dan akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian: asalkan jangan berpaling [dariku] sebagai kaum yang tenggelam dalam dosa!”


Surah Hud Ayat 53

قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِي آلِهَتِنَا عَنْ قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

qālụ yā hụdu mā ji`tanā bibayyinatiw wa mā naḥnu bitārikī ālihatinā ‘ang qaulika wa mā naḥnu laka bimu`minīn

53. Mereka berkata, “Wahai, Hud! Engkau tidak mendatangkan kepada kami bukti yang nyata [bahwa engkau adalah seorang nabi]; dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan kami hanya karena perkataanmu, apalagi karena kami tidak memercayaimu.


Surah Hud Ayat 54

إِنْ نَقُولُ إِلَّا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ ۗ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ

in naqụlu illa’tarāka ba’ḍu ālihatinā bisū`, qāla innī usy-hidullāha wasy-hadū annī barī`um mimmā tusyrikụn

54. Tiada lain yang dapat kami katakan kecuali bahwa boleh jadi salah satu di antara tuhan kami telah menimpakan suatu yang buruk kepadamu!”77

Hud menjawab, “Perhatikanlah, aku menyeru Allah untuk bersaksi—dan kalian juga menjadi saksi-saksi[ku]—bahwa, sungguh, aku berlepas diri dari menisbahkan ketuhanan, sebagaimana yang kalian lakukan,78 kepada apa pun


Surah Hud Ayat 55

مِنْ دُونِهِ ۖ فَكِيدُونِي جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنْظِرُونِ

min dụnihī fa kīdụnī jamī’an ṡumma lā tunẓirụn

55. selain Dia! Maka, rencanakanlah tipu daya [apa pun yang kalian inginkan] terhadapku, kalian semua, dan janganlah memberi penangguhan kepadaku!79


Surah Hud Ayat 56

إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ رَبِّي وَرَبِّكُمْ ۚ مَا مِنْ دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

innī tawakkaltu ‘alallāhi rabbī wa rabbikum, mā min dābbatin illā huwa ākhiżum bināṣiyatihā, inna rabbī ‘alā ṣirāṭim mustaqīm

56. “Perhatikanlah, aku telah bersandar penuh percaya kepada Allah, [yang merupakan] Pemeliharaku serta Pemelihara kalian: sebab, tiada satu makhluk hidup pun yang tidak Dia pegang ubun-ubunnya.80 Sungguh, luruslah jalan Pemeliharaku!81


Surah Hud Ayat 57

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ مَا أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّي قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُ شَيْئًا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ

fa in tawallau fa qad ablagtukum mā ursiltu bihī ilaikum, wa yastakhlifu rabbī qauman gairakum, wa lā taḍurrụnahụ syai`ā, inna rabbī ‘alā kulli syai`in ḥafīẓ

57. “Namun, jika kalian memilih berpaling, [ketahuilah bahwa] aku telah menyampaikan kepada kalian pesan yang dengannya aku diutus kepada kalian, dan [bahwa] Pemeliharaku mungkin saja akan menjadikan kaum yang lain menggantikan kalian,82 sedangkan kalian sedikit pun tidak akan menimpakan mudarat kepada-Nya. Sungguh, Pemeliharaku menjaga segala sesuatu!”


Surah Hud Ayat 58

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَنَجَّيْنَاهُمْ مِنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

wa lammā jā`a amrunā najjainā hụdaw wallażīna āmanụ ma’ahụ biraḥmatim minnā, wa najjaināhum min ‘ażābin galīẓ

58. Dan, tatkala telah datang keputusan Kami,83 Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami; dan Kami selamatkan mereka [pula] dari derita yang pedih [pada kehidupan akhirat].84


Surah Hud Ayat 59

وَتِلْكَ عَادٌ ۖ جَحَدُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْا رُسُلَهُ وَاتَّبَعُوا أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

wa tilka ‘ādun jaḥadụ bi`āyāti rabbihim wa ‘aṣau rusulahụ wattaba’ū amra kulli jabbārin ‘anīd

59. Dan, itulah [akhir-kesudahan kaum] ‘Ad, [yang] telah menolak pesan-pesan Pemelihara mereka, dan membangkang melawan rasul-rasul-Nya, dan mengikuti perintah setiap musuh kebenaran yang (bersikap) sombong.85


Surah Hud Ayat 60

وَأُتْبِعُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا إِنَّ عَادًا كَفَرُوا رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِعَادٍ قَوْمِ هُودٍ

wa utbi’ụ fī hāżihid-dun-yā la’nataw wa yaumal-qiyāmah, alā inna ‘ādang kafarụ rabbahum, alā bu’dal li’āding qaumi hụd

60. Dan, di dunia ini, mereka dikejar-kejar oleh penolakan [Allah], dan [pada akhirnya mereka akan ditimpa olehnya] pada Hari Kebangkitan.86

Oh, sungguh, [suku] ‘Ad mengingkari Pemelihara mereka! Oh, binasalah ‘Ad, kaum Hud!


Surah Hud Ayat 61

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

wa ilā ṡamụda akhāhum ṣāliḥā, qāla yā qaumi’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, huwa ansya`akum minal-arḍi wasta’marakum fīhā fastagfirụhu ṡumma tụbū ilaīh, inna rabbī qarībum mujīb

61. DAN, KEPADA [suku] Tsamud, [Kami utus] saudara mereka, Shaleh.87 Dia berkata, “Wahai, kaumku! Sembahlah Allah [saja]: kalian tidak memiliki tuhan kecuali Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi,88 dan menjadikan kalian tumbuh makmur di atasnya.89 Karena itu, mohonlah kepada-Nya untuk mengampuni dosa-dosa kalian, kemudian kembalilah kepada-Nya dalam tobat—sebab, sungguh, Pemeliharaku amat dekat memperkenankan [doa siapa pun yang berdoa kepada-Nya]!”90


Surah Hud Ayat 62

قَالُوا يَا صَالِحُ قَدْ كُنْتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَا ۖ أَتَنْهَانَا أَنْ نَعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ

qālụ yā ṣāliḥu qad kunta fīnā marjuwwang qabla hāżā a tan-hānā an na’buda mā ya’budu ābā`unā wa innanā lafī syakkim mimmā tad’ụnā ilaihi murīb

62. Mereka menjawab, “Wahai, Shaleh! Kami menaruh harapan besar kepadamu sebelum ini!91 Akankah engkau melarang kami menyembah apa yang biasa disembah nenek-nenek moyang kami? Karena [hal ini], perhatikanlah, kami berada dalam keraguan besar, sampai-sampai curiga, tentang [makna] seruanmu kepada kami!”92


Surah Hud Ayat 63

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ

qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu ‘alā bayyinatim mir rabbī, wa ātānī min-hu raḥmatan fa may yanṣurunī minallāhi in ‘aṣaituh, fa mā tazīdụnanī gaira takhsīr

63. Dia menimpali, “Wahai, kaumku! Bagaimana pendapat kalian? Jika [benar bahwa] pendirianku adalah berdasarkan bukti yang nyata dari Pemeliharaku, yang telah memberiku rahmat dari-Nya sendiri—[andaikan ini benar,] siapakah yang akan melindungiku dari Allah seandainya aku membangkang terhadap-Nya?93 Karena itu, yang kalian tawarkan kepadaku tak lebih hanyalah kebinasaan!”94


Surah Hud Ayat 64

وَيَا قَوْمِ هَٰذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

wa yā qaumi hāżihī nāqatullāhi lakum āyatan fa żarụhā ta`kul fī arḍillāhi wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum ‘ażābung qarīb

64. Dan, [kemudian dia berkata], “Wahai, kaumku! Unta betina milik Allah ini akan menjadi pertanda bagi kalian: maka, biarkanlah dia merumput di atas bumi Allah dan jangan menyakitinya agar azab yang cepat tidak menimpa kalian!”95


Surah Hud Ayat 65

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُوا فِي دَارِكُمْ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

fa ‘aqarụhā fa qāla tamatta’ụ fī dārikum ṡalāṡata ayyām, żālika wa’dun gairu makżụb

65. Namun, mereka menyembelih unta betina itu dengan kejam.96 Dan, kemudian [Shaleh] berkata, “[Hanya] selama tiga hari [lagi] kalian akan menikmati hidup di rumah-rumah kalian: ini adalah keputusan97 yang tidak akan dimungkiri!”


Surah Hud Ayat 66

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ

fa lammā jā`a amrunā najjainā ṣāliḥaw wallażīna āmanụ ma’ahụ biraḥmatim minnā wa min khizyi yaumi`iż, inna rabbaka huwal-qawiyyul-‘azīz

66. Maka, tatkala telah datang keputusan Kami, Kami selamatkan Shaleh dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami; dan [Kami selamatkan mereka pula] dari kenistaan [penolakan Kami pada] Hari [Kebangkitan] itu.

Sungguh, Pemeliharamu sajalah Yang Mahadigdaya, Mahaperkasa!


Surah Hud Ayat 67

وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ

wa akhażallażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn

67. Dan, ledakan [hukuman Allah] menimpa orang-orang yang berkukuh berbuat zalim: dan kemudian mereka bergelimpangan di atas tanah, tanpa nyawa, dalam rumah-rumah mereka sendiri,98


Surah Hud Ayat 68

كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا إِنَّ ثَمُودَ كَفَرُوا رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِثَمُودَ

ka`al lam yagnau fīhā, alā inna ṡamụda kafarụ rabbahum, alā bu’dal liṡamụd

68. seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana.

Oh, sungguh, [suku] Tsamud mengingkari Pemelihara mereka! Oh, binasalah kaum Tsamud!


Surah Hud Ayat 69

وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

wa laqad jā`at rusulunā ibrāhīma bil-busyrā qālụ salāmā, qāla salāmun fa mā labiṡa an jā`a bi’ijlin ḥanīż

69. DAN, SESUNGGUHNYA, telah datang kepada Ibrahim utusan-utusan [samawi] Kami, membawa berita gembira.99 Mereka mengucapkan salam damai kepadanya; [dan] dia menjawab, “[Dan] salam damai [semoga tercurah kepada kalian]!”—dan bergegas menyuguhkan daging anak sapi panggang ke hadapan mereka.100


Surah Hud Ayat 70

فَلَمَّا رَأَىٰ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

fa lammā ra`ā aidiyahum lā taṣilu ilaihi nakirahum wa aujasa min-hum khīfah, qālụ lā takhaf innā ursilnā ilā qaumi lụṭ

70. Namun, ketika dia melihat bahwa tangan-tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perilaku mereka dan menjadi khawatir kepada mereka.101 [Namun,] mereka berkata, “Jangan takut! Perhatikanlah, kami diutus kepada kaum Luth.”102


Surah Hud Ayat 71

وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ

wamra`atuhụ qā`imatun fa ḍaḥikat fa basysyarnāhā bi`is-ḥāqa wa miw warā`i is-ḥāqa ya’qụb

71. Dan istrinya, yang berdiri [di dekatnya], tertawa [bahagia];103 kemudian, Kami memberinya berita gembira tentang [kelahiran] Ishaq, dan setelah Ishaq, [anaknya] Ya’qub.


Surah Hud Ayat 72

قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ

qālat yā wailatā a alidu wa ana ‘ajụzuw wa hāżā ba’lī syaikhā, inna hāżā lasyai`un ‘ajīb

72. Istrinya berkata, “Oh, betapa malangnya aku!104 Apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku seorang perempuan tua, dan suamiku ini seorang yang sudah tua? Sungguh, itu benar-benar suatu hal yang sangat aneh!”


Surah Hud Ayat 73

قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

qālū a ta’jabīna min amrillāhi raḥmatullāhi wa barakātuhụ ‘alaikum ahlal-baīt, innahụ ḥamīdum majīd

73. [Para utusan itu] menjawab, “Apakah engkau anggap aneh bahwa Allah menetapkan apa yang Dia kehendaki?105 Rahmat Allah dan berkah-Nya semoga tercurah kepada kalian, wahai penghuni rumah ini! Sungguh, Dia-lah yang Maha Terpuji, Mahamulia!”


Surah Hud Ayat 74

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ

fa lammā żahaba ‘an ibrāhīmar-rau’u wa jā`at-hul-busyrā yujādilunā fī qaumi lụṭ

74. Dan, tatkala rasa takut telah pergi meninggalkan Ibrahim dan berita gembira itu telah disampaikan kepadanya, dia mulai bersoal jawab dengan Kami mengenai kaum Luth:106*


Surah Hud Ayat 75

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ

inna ibrāhīma laḥalīmun awwāhum munīb

75. sebab, perhatikanlah, Ibrahim itu paling penyantun, paling lembut hati dan berulang-ulang kembali kepada Allah dengan segenap kesungguhan.


Surah Hud Ayat 76

يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۖ إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ

yā ibrāhīmu a’riḍ ‘an hāżā, innahụ qad jā`a amru rabbik, wa innahum ātīhim ‘ażābun gairu mardụd

76. [Namun, utusan-utusan Allah menjawab,] “Wahai, Ibrahim! Hentikanlah [soal-jawab] ini! “Perhatikanlah, telah datang keputusan Pemeliharamu: dan, sungguh, akan menimpa mereka hukuman yang tiada seorang pun dapat menolaknya!”


Surah Hud Ayat 77

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

wa lammā jā`at rusulunā lụṭan sī`a bihim wa ḍāqa bihim żar’aw wa qāla hāżā yaumun ‘aṣīb

77. DAN, KETIKA utusan-utusan Kami datang kepada Luth, dia merasa amat sedih perihal mereka, mengingat bahwa di luar kuasanyalah melindungi mereka;107 dan dia berseru, “Ini adalah hari yang amat malang!”


Surah Hud Ayat 78

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ ۚ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي ۖ أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيدٌ

wa jā`ahụ qaumuhụ yuhra’ụna ilaīh, wa ming qablu kānụ ya’malụnas-sayyi`āt, qāla yā qaumi hā`ulā`i banatī hunna aṭ-haru lakum fattaqullāha wa lā tukhzụni fī ḍaifī, a laisa mingkum rajulur rasyīd

78. Dan, kaumnya datang dengan berlari kepadanya, didorong [oleh hasrat berahi mereka] menuju rumahnya:108 sebab, sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji [seperti ini].

Berkata [Luth], “Wahai, kaumku! [Ambillah] putri-putriku ini [sebagai ganti]: mereka lebih suci bagi kalian [ketimbang laki-laki]!109 Maka, sadarlah akan Allah, dan janganlah membuatku terhina dengan [menyerang] tamu-tamuku. Tidak adakah di antara kalian seorang pun yang berakal sehat?”


Surah Hud Ayat 79

قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

qālụ laqad ‘alimta mā lanā fī banātika min ḥaqq, wa innaka lata’lamu mā nurīd

79. Mereka menjawab, “Engkau sudah tahu bahwa kami tidak mempunyai keperluan apa pun terhadap putri-putrimu;110 dan, sungguh, engkau tahu benar apa yang kami inginkan!”


Surah Hud Ayat 80

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ

qāla lau anna lī bikum quwwatan au āwī ilā ruknin syadīd

80. Berserulah [Luth], “Andaikan aku mempunyai kekuatan untuk mengalahkan kalian atau andaikan aku dapat bersandar pada suatu sokongan yang lebih kuat!”111


Surah Hud Ayat 81

قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

qālụ yā lụṭu innā rusulu rabbika lay yaṣilū ilaika fa asri bi`ahlika biqiṭ’im minal-laili wa lā yaltafit mingkum aḥadun illamra`atak, innahụ muṣībuhā mā aṣābahum, inna mau’idahumuṣ-ṣub-h, a laisaṣ-ṣub-ḥu biqarīb

81. [Kemudian, para malaikat] berkata, “Wahai, Luth! Perhatikanlah, kami adalah utusan-utusan dari Pemeliharamu! [Musuh-musuhmu] tidak akan dapat menjangkaumu! Maka, berangkatlah dengan orang-orang seisi rumahmu ketika hari masih malam, dan janganlah siapa pun di antara kalian melihat ke belakang;112 [dan bawalah bersamamu seluruh keluargamu,] kecuali istrimu: sebab, perhatikanlah, apa yang akan menimpa [kaum Sodom] akan menimpanya [pula].113 Sungguh, waktu yang telah ditetapkan bagi mereka adalah kala shubuh—[dan] bukankah shubuh itu sudah dekat?”


Surah Hud Ayat 82

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

fa lammā jā`a amrunā ja’alnā ‘āliyahā sāfilahā wa amṭarnā ‘alaihā ḥijāratam min sijjīlim manḍụd

82. Maka, tatkala telah datang keputusan Kami, Kami jadikan [kota-kota yang penuh dosa] itu terbalik, dan Kami hujani mereka dengan serangan-serangan hukuman sekeras batu yang telah ditakdirkan sebelumnya,114 bertubi-tubi,


Surah Hud Ayat 83

مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ

musawwamatan ‘inda rabbik, wa mā hiya minaẓ-ẓālimīna biba’īd

83. yang ditandai dalam pandangan Pemeliharamu [sebagai hukuman bagi orang-orang yang tenggelam dalam dosa].

Dan, [serangan-serangan hukuman yang ditetapkan Allah] ini tidak pernah jauh dari orang-orang zalim!115


Surah Hud Ayat 84

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ وَلَا تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ۚ إِنِّي أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيطٍ

wa ilā madyana akhāhum syu’aibā, qāla yā qaumi’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, wa lā tangquṣul-mikyāla wal-mīzāna innī arākum bikhairiw wa innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumim muḥīṭ

84. DAN, KEPADA [suku] Madyan, [Kami utus] saudara mereka, Syu’aib.116 Dia berkata, “Wahai, kaumku! Sembahlah Allah [saja]: kalian tidak memiliki tuhan selain Dia; dan janganlah mengurangi takaran dan timbangan [dalam segala urusan kalian dengan sesama].117 Perhatikanlah, aku melihat kalian [sekarang] dalam keadaan bahagia; tetapi, sungguh, aku khawatir kalau-kalau derita menimpa kalian pada Hari yang akan meliputi [kalian dengan kebinasaan]!


Surah Hud Ayat 85

وَيَا قَوْمِ أَوْفُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

wa yā qaumi auful-mikyāla wal-mīzāna bil-qisṭi wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta’ṡau fil-arḍi mufsidīn

85. Karena itu, wahai kaumku, sempurnakanlah [selalu] takaran dan timbangan dengan adil dan janganlah mengambil dari manusia apa-apa yang merupakan milik-sah mereka,118 dan janganlah berbuat jahat di muka bumi dengan menyebarkan kerusakan.


Surah Hud Ayat 86

بَقِيَّتُ اللَّهِ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ۚ وَمَا أَنَا عَلَيْكُمْ بِحَفِيظٍ

baqiyyatullāhi khairul lakum ing kuntum mu`minīn, wa mā ana ‘alaikum biḥafīẓ

86. Yang ada pada Allah119 adalah yang terbaik bagi kalian, jika kalian beriman [kepada-Nya]! Namun, aku bukanlah penjaga kalian.”


Surah Hud Ayat 87

قَالُوا يَا شُعَيْبُ أَصَلَاتُكَ تَأْمُرُكَ أَنْ نَتْرُكَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا أَوْ أَنْ نَفْعَلَ فِي أَمْوَالِنَا مَا نَشَاءُ ۖ إِنَّكَ لَأَنْتَ الْحَلِيمُ الرَّشِيدُ

qālụ yā syu’aibu a ṣalātuka ta`muruka an natruka mā ya’budu ābā`unā au an naf’ala fī amwālinā mā nasyā`, innaka la`antal-ḥalīmur-rasyīd

87. Mereka berkata, “Wahai, Syu’aib! Apakah [kebiasaan] doamu memaksamu untuk meminta kami120 meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami atau menghentikan kami dari melakukan apa yang kami sukai dengan harta kami?121 Perhatikanlah, [engkau ingin membuat kami percaya bahwa] sungguh hanya engkaulah satu-satunya orang yang penyantun lagi berakal sehat!”


Surah Hud Ayat 88

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَرَزَقَنِي مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَا أَنْهَاكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

qāla yā qaumi a ra`aitum ing kuntu ‘alā bayyinatim mir rabbī wa razaqanī min-hu rizqan ḥasanaw wa mā urīdu an ukhālifakum ilā mā an-hākum ‘an-h, in urīdu illal-iṣlāḥa mastaṭa’t, wa mā taufīqī illā billāh, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb

88. Dia menjawab, “Wahai, kaumku! Bagaimana pendapat kalian? Jika [benar bahwa] pendirianku berdasarkan bukti yang nyata dari Pemeliharaku, yang telah menganugerahkan kepadaku rezeki yang baik [sebagai karunia] dari diri-Nya—[bagaimana mungkin aku dapat mengatakan kepada kalian sebaliknya dari apa yang kulakukan]?122 Lagi pula, aku tidak berhasrat melakukan, karena permusuhan dengan kalian, hal-hal yang aku meminta kalian untuk tidak melakukannya:123 aku hanya ingin mengadakan perbaikan sepanjang hal itu berada dalam kesanggupanku; tetapi, tercapainya tujuanku bergantung pada Allah saja. Kepada-Nya aku telah bersandar penuh percaya*, dan kepada-Nya aku selalu berpaling kembali!


Surah Hud Ayat 89

وَيَا قَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِي أَنْ يُصِيبَكُمْ مِثْلُ مَا أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَالِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ

wa yā qaumi lā yajrimannakum syiqāqī ay yuṣībakum miṡlu mā aṣāba qauma nụḥin au qauma hụdin au qauma ṣāliḥ, wa mā qaumu lụṭim mingkum biba’īd

89. “Dan, wahai kaumku, jangan biarkan pertentangan [kalian] denganku menjerumuskan kalian ke dalam dosa agar jangan sampai kalian ditimpa (oleh hal-hal) sebagaimana yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud, atau kaum Shaleh: dan [ingatlah bahwa] kaum Luth tinggal tidak jauh dari kalian!124


Surah Hud Ayat 90

وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ

wastagfirụ rabbakum ṡumma tụbū ilaīh, inna rabbī raḥīmuw wadụd

90. Karena itu, mohonlah kepada Pemelihara kalian untuk mengampuni dosa-dosa kalian, kemudian kembalilah kepada-Nya dalam tobat—sebab, sungguh, Pemeliharaku adalah Sang Pemberi Rahmat, Sang Sumber Cinta!”


Surah Hud Ayat 91

قَالُوا يَا شُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَاكَ فِينَا ضَعِيفًا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَاكَ ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

qālụ yā syu’aibu mā nafqahu kaṡīram mimmā taqụlu wa innā lanarāka fīnā ḍa’īfā, walau lā rahṭuka larajamnāka wa mā anta ‘alainā bi’azīz

91. [Namun, kaumnya] berkata, “Wahai, Syu’aib! Kami tidak dapat menangkap maksud dari kebanyakan yang kau katakan:125 di lain pihak, perhatikanlah, kami melihat dengan jelas bagaimana lemahnya engkau di tengah-tengah kami;126 dan kalau bukan karena keluargamu, tentulah kami telah merajammu sampai mati karena engkau tidak memiliki kekuasaan terhadap kami!”


Surah Hud Ayat 92

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَهْطِي أَعَزُّ عَلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَاتَّخَذْتُمُوهُ وَرَاءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۖ إِنَّ رَبِّي بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

qāla yā qaumi a rahṭī a’azzu ‘alaikum minallāh, wattakhażtumụhu warā`akum ẓihriyyā, inna rabbī bimā ta’malụna muḥīṭ

92. Dia berkata, “Wahai, kaumku! Apakah kalian menganggap keluargaku lebih terhormat daripada Allah?—sebab, Dia kalian anggap sebagai sesuatu yang dapat dicampakkan ke belakang kalian dan dapat dilupakan!127 Sungguh, Pemeliharaku meliputi [dengan kekuasaan-Nya] semua yang kalian perbuat!


Surah Hud Ayat 93

وَيَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَاذِبٌ ۖ وَارْتَقِبُوا إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ

wa yā qaumi’malụ ‘alā makānatikum innī ‘āmil, saufa ta’lamụna may ya`tīhi ‘ażābuy yukhzīhi wa man huwa kāżib, wartaqibū innī ma’akum raqīb

93. Karena itu, wahai kaumku, lakukanlah apa pun [terhadapku] semampu kalian, [sedangkan] aku, perhatikanlah, akan berbuat [di jalan Allah]; kelak kalian akhirnya akan tahu siapa [di antara kita] yang akan didatangi oleh penderitaan yang akan meliputinya dengan kenistaan, dan siapa [di antara kita] yang berdusta. Maka, tunggulah [apa yang akan terjadi:] perhatikanlah, aku akan menunggu bersama kalian!”


Surah Hud Ayat 94

وَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِنَّا وَأَخَذَتِ الَّذِينَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ

wa lammā jā`a amrunā najjainā syu’aibaw wallażīna āmanụ ma’ahụ biraḥmatim minnā, wa akhażatillażīna ẓalamuṣ-ṣaiḥatu fa aṣbaḥụ fī diyārihim jāṡimīn

94. Dan, tatkala telah datang keputusan Kami, Kami selamatkan Syu’aib dan orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat Kami, sedangkan suara ledakan [hukuman Kamij menimpa orang-orang yang berkukuh melakukan kezaliman: dan kemudian mereka bergelimpangan di atas tanah, tanpa nyawa, dalam rumah-rumah mereka sendiri,128


Surah Hud Ayat 95

كَأَنْ لَمْ يَغْنَوْا فِيهَا ۗ أَلَا بُعْدًا لِمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

ka`al lam yagnau fīhā, alā bu’dal limadyana kamā ba’idat ṡamụd

95. seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di sana.

Oh, binasalah [kaum] Madyan, sebagaimana kaum Tsamud telah binasa!


Surah Hud Ayat 96

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ

wa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā wa sulṭānim mubīn

96. DAN, SUNGGUH, telah Kami utus Musa dengan pesan pesan Kami beserta kekuasaan yang nyata [dari Kami]


Surah Hud Ayat 97

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

ilā fir’auna wa mala`ihī fattaba’ū amra fir’aụn, wa mā amru fir’auna birasyīd

97. kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya: tetapi, mereka ini [hanya] mengikuti perintah Fir’aun—dan perintah Fir’aun sama sekali tidak mengantarkan pada hal-hal yang benar.129


Surah Hud Ayat 98

يَقْدُمُ قَوْمَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَوْرَدَهُمُ النَّارَ ۖ وَبِئْسَ الْوِرْدُ الْمَوْرُودُ

yaqdumu qaumahụ yaumal-qiyāmati fa auradahumun-nār, wa bi`sal-wirdul-maurụd

98. [Maka] dia akan berjalan di hadapan kaumnya pada Hari Kebangkitan, (karena) telah mengantarkan mereka [di dunia ini] menuju api neraka [dalam kehidupan akhirat]; dan betapa buruknya tujuan yang mereka diantarkan kepadanya—


Surah Hud Ayat 99

وَأُتْبِعُوا فِي هَٰذِهِ لَعْنَةً وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ بِئْسَ الرِّفْدُ الْمَرْفُودُ

wa utbi’ụ fī hāżihī la’nataw wa yaumal-qiyāmah, bi`sar-rifdul-marfụd

99. karena mereka dikejar-kejar oleh penolakan [Allah] di [dunia] ini, dan [pada akhirnya mereka akan ditimpa olehnya] pada Hari Kebangkitan;130 [dan] betapa buruknya pemberian yang diberikan kepada mereka!


Surah Hud Ayat 100

ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْقُرَىٰ نَقُصُّهُ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَائِمٌ وَحَصِيدٌ

żālika min ambā`il-qurā naquṣṣuhụ ‘alaika min-hā qā`imuw wa ḥaṣīd

100. BERITA131 tentang [nasib] masyarakat-masyarakat [terdahulu] itu—yang sebagiannya masih ada, dan sebagiannya [punah bagaikan] ladang yang dibabat habis—Kami sampaikan kepadamu [sebagai pelajaran bagi manusia]:132


Surah Hud Ayat 101

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ۖ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

wa mā ẓalamnāhum wa lākin ẓalamū anfusahum fa mā agnat ‘an-hum ālihatuhumullatī yad’ụna min dụnillāhi min syai`il lammā jā`a amru rabbik, wa mā zādụhum gaira tatbīb

101. sebab, tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Dan, tatkala telah datang keputusan Kami, sembahan-sembahan mereka yang biasa mereka seru selain Allah terbukti tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka! dan tak lebih hanyalah mengakibatkan kebinasaan mereka belaka.


Surah Hud Ayat 102

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

wa każālika akhżu rabbika iżā akhażal-qurā wa hiya ẓālimah, inna akhżahū alīmun syadīd

102. Dan, demikianlah genggaman hukuman Pemeliharamu setiap kali Dia menghukum masyarakat mana pun yang terbiasa berbuat kezaliman: sungguh, genggaman hukuman-Nya sangat pedih, keras!


Surah Hud Ayat 103

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ

inna fī żālika la`āyatal liman khāfa ‘ażābal-ākhirah, żālika yaumum majmụ’ul lahun-nāsu wa żālika yaumum masy-hụd

103. Perhatikanlah, di dalam yang demikian ini benar-benar terdapat pesan bagi semua yang takut akan penderitaan [yang boleh jadi menimpa mereka] di akhirat, [dan sadar akan datangnya] Hari ketika semua manusia akan dikumpulkan—Hari [Pengadilan] yang akan disaksikan [oleh semua yang pernah hidup],


Surah Hud Ayat 104

وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ

wa mā nu`akhkhiruhū illā li`ajalim ma’dụd

104. dan yang tidak akan Kami undurkan di luar batas-waktu yang telah ditentukan [oleh Kami].133


Surah Hud Ayat 105

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ

yauma ya`ti lā takallamu nafsun illā bi`iżnih, fa min-hum syaqiyyuw wa sa’īd

105. Tatkala Hari itu datang, tiada satu jiwa pun akan berbicara kecuali dengan izin-Nya; dan di antara mereka [yang dikumpulkan bersama], sebagian akan celaka dan sebagian bahagia.


Surah Hud Ayat 106

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

fa ammallażīna syaqụ fa fin-nāri lahum fīhā zafīruw wa syahīq

106. Adapun orang-orang yang akan mendatangkan celaka terhadap diri mereka sendiri [akibat perbuatan mereka, akan tinggal] di dalam neraka, di mana mereka [tidak lain hanya] akan merintih dan tersedu-sedu [untuk meringankan rasa sakit mereka],


Surah Hud Ayat 107

خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ

khālidīna fīhā mā dāmatis-samāwātu wal-arḍu illā mā syā`a rabbuk, inna rabbaka fa”ālul limā yurīd

107. di dalamnya (mereka) berkediaman selama ada lelangit dan bumi—kecuali Pemeliharamu menghendaki sebaliknya:134 sebab, sungguh, Pemeliharamu adalah Sang Maha Pelaksana terhadap apa pun yang Dia kehendaki.


Surah Hud Ayat 108

وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

wa ammallażīna su’idụ fa fil-jannati khālidīna fīhā mā dāmatis-samāwātu wal-arḍu illā mā syā`a rabbuk, ‘aṭā`an gaira majżụż

108. Namun, adapun orang-orang yang [berkat perbuatan-perbuatan mereka pada masa silam] akan dianugerahi kebahagiaan, [mereka akan tinggal] di surga, di dalamnya (mereka) berkediaman selama ada lelangit dan bumi—kecuali Pemeliharamu menghendaki sebaliknya135—sebagai karunia yang tiada henti.


Surah Hud Ayat 109

فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِمَّا يَعْبُدُ هَٰؤُلَاءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ آبَاؤُهُمْ مِنْ قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنْقُوصٍ

fa lā taku fī miryatim mimmā ya’budu hā`ulā`, mā ya’budụna illā kamā ya’budu ābā`uhum ming qabl, wa innā lamuwaffụhum naṣībahum gaira mangqụṣ

109. MAKA, [wahai Nabi,] janganlah ragu terhadap apa pun yang disembah oleh orang-orang [yang tersesat] itu:136 mereka tiada lain hanyalah menyembah [tanpa berpikir] sebagaimana nenek moyang mereka menyembah pada masa silam; dan perhatikanlah, Kami pasti akan memberikan balasan kepada mereka [atas kebaikan atau keburukan apa pun yang mereka usahakan] sepenuhnya, tanpa menguranginya sedikit pun.137


Surah Hud Ayat 110

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ فَاخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مُرِيبٍ

wa laqad ātainā mụsal-kitāba fakhtulifa fīh, walau lā kalimatun sabaqat mir rabbika laquḍiya bainahum, wa innahum lafī syakkim min-hu murīb

110. Dan, sesungguhnya, [serupalah kejadiannya ketika] Kami memberikan kitab Ilahi kepada Musa, dan sebagian kaumnya menyusun pandangan mereka sendiri guna menentangnya;138 dan kalau bukan karena suatu ketetapan yang telah ada dari Pemeliharamu, niscaya keputusan telah ditetapkan atas mereka [seketika itu juga]:139 sebab, perhatikanlah, mereka berada dalam keraguan yang besar, sampai-sampai curiga, tentang dia [yang menyeru mereka kepada Allah].140


Surah Hud Ayat 111

وَإِنَّ كُلًّا لَمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَالَهُمْ ۚ إِنَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

wa inna kullal lammā layuwaffiyannahum rabbuka a’mālahum, innahụ bimā ya’malụna khabīr

111. Dan, sungguh, kepada setiap (manusia), Pemeliharamu akan memberikan balasan yang sempurna atas [kebaikan maupun keburukan] apa pun yang telah mereka lakukan: perhatikanlah, Dia Maha Mengetahui segala yang mereka kerjakan!


Surah Hud Ayat 112

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

fastaqim kamā umirta wa man tāba ma’aka wa lā taṭgau, innahụ bimā ta’malụna baṣīr

112. Maka, tetaplah pada jalan yang benar, sebagaimana yang telah diperintahkan [Allah] kepadamu, bersama-sama dengan semua orang yang telah kembali kepada-Nya denganmu; dan jangan ada siapa pun di antara kalian yang bertingkah secara berlebihan:141 sebab, sungguh, Dia Maha Melihat semua yang kalian kerjakan.


Surah Hud Ayat 113

وَلَا تَرْكَنُوا إِلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

wa lā tarkanū ilallażīna ẓalamụ fa tamassakumun-nāru wa mā lakum min dụnillāhi min auliyā`a ṡumma lā tunṣarụn

113. Dan, janganlah mengandalkan dan cenderung kepada orang-orang yang berkukuh melakukan kezaliman142 agar api neraka [pada hari kiamat] tidak menyentuh kalian: sebab, [pada saat itu] kalian tidak akan memiliki siapa pun yang melindungi kalian dari Allah, dan kalian tidak pula akan ditolong [oleh-Nya].143


Surah Hud Ayat 114

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ ۚ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn

114. Dan teguhlah mendirikan shalat pada awal dan akhir144 siang, serta pada permulaan waktu malam:145 sebab, sungguh, perbuatan-perbuatan baik itu mengusir perbuatan-perbuatan buruk: ini adalah peringatan bagi semua orang yang ingat [Allah].


Surah Hud Ayat 115

وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

waṣbir fa innallāha lā yuḍī’u ajral-muḥsinīn

115. Dan, bersabarlah dalam menghadapi kesusahan: sebab, sungguh, Allah tidak lalai memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan!


Surah Hud Ayat 116

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ

falau lā kāna minal-qurụni ming qablikum ulụ baqiyyatiy yan-hauna ‘anil-fasādi fil-arḍi illā qalīlam mim man anjainā min-hum, wattaba’allażīna ẓalamụ mā utrifụ fīhi wa kānụ mujrimīn

116. NAMUN, DUHAI CELAKA!, di antara generasi-generasi itu, [yang Kami binasakan] sebelum masa kalian, tiada seorang pun yang dianugerahi dengan kebajikan apa pun146—[kaum] yang akan berseru melawan [penyebaran] kerusakan di muka bumi—kecuali sebagian kecil di antara mereka yang Kami selamatkan [karena kesalehan mereka], sedangkan mereka yang berkukuh melakukan kezaliman hanya mengejar kesenangan yang merusak keseluruhan wujud mereka147 dan, karena itu, menenggelamkan diri mereka dalam perbuatan dosa.


Surah Hud Ayat 117

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

wa mā kāna rabbuka liyuhlikal-qurā biẓulmiw wa ahluhā muṣliḥụn

117. Karena, Pemeliharamu tidak akan pernah membinasakan suatu masyarakat148 karena [kepercayaan] zalim [semata], selama penduduknya berbuat kebajikan [satu sama lain].149


Surah Hud Ayat 118

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

walau syā`a rabbuka laja’alan-nāsa ummataw wāḥidataw wa lā yazālụna mukhtalifīn

118. Dan, seandainya Pemeliharamu menghendaki, pasti Dia dapat menjadikan seluruh manusia satu umat yang tunggal: tetapi [Dia menginginkan sebaliknya, maka] mereka terus berselisih pendapat150


Surah Hud Ayat 119

إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

illā mar raḥima rabbuk, wa liżālika khalaqahum, wa tammat kalimatu rabbika la`amla`anna jahannama minal-jinnati wan-nāsi ajma’īn

119. [seluruhnya,] kecuali orang-orang yang telah diberi rahmat oleh Pemeliharamu.151

Dan, untuk tujuan inilah, Allah menciptakan mereka [semua].152

Namun, [adapun bagi mereka yang menolak memanfaatkan petunjuk Ilahi untuk kepentingan mereka sendiri,] kalam Pemeliharamu itu akan dipenuhi: “Aku pasti akan memenuhi neraka dengan makhluk-makhluk gaib dan manusia bersama-sama!”153


Surah Hud Ayat 120

وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ ۚ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

wa kullan naquṣṣu ‘alaika min ambā`ir-rusuli mā nuṡabbitu bihī fu`ādaka wa jā`aka fī hāżihil-ḥaqqu wa mau’iẓatuw wa żikrā lil-mu`minīn

120. DAN, [ingatlah:] dari semua berita mengenai rasul-rasul [terdahulu], yang Kami sampaikan kepadamu [hanyalah berita] yang dengannya Kami [bertujuan untuk] meneguhkan hatimu:154 sebab, melalui [berita-berita] ini, datanglah kebenaran kepadamu serta pengajaran dan peringatan bagi semua orang beriman.


Surah Hud Ayat 121

وَقُلْ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَامِلُونَ

wa qul lillażīna lā yu`minụna’malụ ‘alā makānatikum, innā ‘āmilụn

121. Dan, katakanlah kepada orang-orang yang tidak akan beriman: “Lakukanlah apa pun sekemampuan kalian, [sedangkan] kami, perhatikanlah, akan berbuat [di jalan Allah];


Surah Hud Ayat 122

وَانْتَظِرُوا إِنَّا مُنْتَظِرُونَ

wantaẓirụ, innā muntaẓirụn

122. dan tunggulah [apa yang akan datang]: perhatikanlah, kami pun menunggu!”


Surah Hud Ayat 123

وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

wa lillāhi gaibus-samāwāti wal-arḍi wa ilaihi yurja’ul-amru kulluhụ fa’bud-hu wa tawakkal ‘alaīh, wa mā rabbuka bigāfilin ‘ammā ta’malụn

123. Dan, Allah sajalah yang memahami realitas tersembunyi lelangit dan bumi:155 sebab, segala yang ada kembali kepada-Nya [sebagai sumbernya].

Maka, sembahlah Dia, dan bersandarlah penuh percaya kepada-Nya saja*: sebab, Pemeliharamu tidaklah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top