9. At-Taubah (Tobat) – التوبة

Surat At-Taubah dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat At-Taubah ( التوبة ) merupakan surah ke 9 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 129 ayat yang diturunkan di kota Madinah. Dengan demikian, Surah At-Taubah tergolong Surat Madaniyah.

Berbeda dengan setiap surah lainnya di dalam Al-Qur’an, Surat At-Taubah tidak didahului dengan ungkapan doa “Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Sang Pemberi Rahmat”. Penghilangan yang jelas disengaja ini didasarkan atas pandangan yang dianut oleh banyak Sahabat Nabi bahwa sesungguhnya Surah At-Taubah adalah kelanjutan dari Surah Al-Anfal, dan bahwa keduanya membentuk satu surah (Al-Zamakhsyari), meskipun pada kenyataannya terdapat selang waktu sekitar tujuh tahun antara masa pewahyuan surah yang pertama dan yang kedua. Kendati tidak ada bukti bahwa Nabi sendiri pernah membuat pernyataan seperti itu (Al-Razi), kaitan isi antara At-Taubah dan Al-Anfal tidak dapat disangkal. Sebagian besar isi kedua surah itu berbicara tentang masalah perang antara kaum beriman dan kaum pengingkar kebenaran; menjelang akhir Surah Al-Anfal disebutkan tentang perjanjian-perjanjian dan kemungkinan perjanjian-perjanjian itu dikhianati oleh orang-orang tak beriman—sebuah tema yang dilanjutkan dan dikembangkan pada permulaan Surah At-taubah; dan Surah al-Anfal maupun surah At-Taubah keduanya terutama membahas tentang perbedaan moral antara kaum beriman, di satu sisi, dan musuh-musuh mereka serta orang-orang yang bermaksud jahat, di sisi lain.

Bagian terbesar Surah At-Taubah berbicara tentang kondisi umum di Madinah sebelum pengerahan pasukan oleh Nabi ke Tabuk pada 9 H, serta tentang terombang-ambingnya semangat sebagian orang yang mengaku telah menjadi pengikut Nabi, tetapi baru sebatas pengakuan saja (nominal followers). Hampir tidak ada keraguan bahwa keseluruhan surah ini diwahyukan tidak lama sebelum, selama, dan sesudah pengerahan pasukan tersebut, dan kebanyakan bagian dari surah ini diturunkan pada saat pasukan Nabi tengah berbaris panjang dari Madinah menuju Tabuk.

Surah ini diberi judul At-Taubah disebabkan oleh seringnya muncul pembicaraan mengenai masalah tobat atau penyesalan yang mendalam (taubah) dan orang-orang yang berbuat salah dan diterimanya tobat mereka itu oleh Allah. Sebagian Sahabat Nabi menyebut surah ini dengan Al-Bara’ah (“Pemutusan Ikatan”), istilah yang muncul sebagai kata pertama pada surah tersebut; dan Al-Zamakhsyari juga menyebutkan beberapa nama lain untuk surah ini yang diberikan oleh para Sahabat Nabi dan orang-orang sesudah mereka, yaitu Al-Mukshziyah (Melepaskan), Al-Fadikhah (Menyingkap), dan Al-Muqasyqisyah (Melepaskan).

At-Taubah mengakhiri apa yang disebut sebagai “tujuh surah panjang” (yaitu, kelompok surah khas yang hampir berdiri sendiri, yang dimulai dengan Surah Al-Baqarah dan diakhiri dengan gabungan Surah Al-Anfal dan Surah At-Taubah; dan hal yang penting ialah bahwa sejumlah ayat terakhir dari kelompok ini (yakni, Surah At-Taubah [9]: 124-127) mengacu kembali pada tema yang mendominasi bagian awal Surah Al-Baqarah [2]: 6-20: yakni, persoalan tentang “mereka yang di dalam hatinya ada penyakit” dan mereka yang tidak dapat meraih keimanan lantaran mereka “berkukuh mengingkari kebenaran” manakala kebenaran itu bertentangan dengan gagasan-gagasan yang telah mereka praanggapkan, serta bertentangan dengan rasa suka atau tidak suka (hawa nafsu) mereka secara pribadi: persoalan abadi dari orang-orang yang tidak bisa diyakinkan dengan pesan ruhani karena mereka tidak mau memahami kebenaran (At-Taubah [9]: 127), dan yang dengan demikian “tidak menipu siapa pun, kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya” (Al-Baqarah [2]: 9).

Daftar Isi


Surah At-Taubah Ayat 1

بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

barā`atum minallāhi wa rasụlihī ilallażīna ‘āhattum minal-musyrikīn

1. PEMUTUSAN IKATAN oleh Allah dan Rasul-Nya [dengan ini diumumkan] kepada orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah, [dan] yang dengan mereka kalian [wahai orang-orang beriman] telah membuat suatu perjanjian.1


Surah At-Taubah Ayat 2

فَسِيحُوا فِي الْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ مُخْزِي الْكَافِرِينَ

fa sīḥụ fil-arḍi arba’ata asy-huriw wa’lamū annakum gairu mu’jizillāhi wa annallāha mukhzil-kāfirīn

2. [Umumkanlah kepada mereka:] “Maka, berjalanlah [dengan bebas] di muka bumi selama empat bulan2—tetapi, ketahuilah bahwa kalian tidak akan pernah dapat mengelakkan diri dari Allah, dan bahwa, sungguh, Allah akan menimpakan kehinaan kepada orang-orang yang menolak untuk menerima kebenaran.”


Surah At-Taubah Ayat 3

وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الْأَكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُ ۚ فَإِنْ تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِي اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الَّذِينَ كَفَرُوا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

wa ażānum minallāhi wa rasụlihī ilan-nāsi yaumal-ḥajjil-akbari annallāha barī`um minal-musyrikīna wa rasụluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lamū annakum gairu mu’jizillāh, wa basysyirillażīna kafarụ bi’ażābin alīm

3. Dan, maklumat dari Allah dan Rasul-Nya [dengan ini dibuat] bagi seluruh umat manusia pada hari haji terbesar ini:3 “Allah dan [demikian pula] Rasul-Nya memutuskan ikatan dengan orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain-Nya. Karena itu, jika kalian bertobat, itu akan menjadi kebaikan bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berpaling, ketahuilah bahwa kalian tidak akan pernah dapat mengelakkan diri dari Allah!”

Dan, bagi orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu, sampaikanlah olehmu [wahai Nabi] kabar tentang hukuman yang pedih.


Surah At-Taubah Ayat 4

إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

illallażīna ‘āhattum minal-musyrikīna ṡumma lam yangquṣụkum syai`aw wa lam yuẓāhirụ ‘alaikum aḥadan fa atimmū ilaihim ‘ahdahum ilā muddatihim, innallāha yuḥibbul muttaqīn

4. Terkecuali4 [orang-orang]—dari kalangan yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah itu—yang kalian [wahai orang-orang beriman] telah mengadakan perjanjian dengan mereka, dan mereka tidak melalaikan kewajiban mereka terhadap kalian, dan tidak pula mereka membantu orang yang memusuhi kalian: maka, penuhilah perjanjian kalian dengan mereka itu sampai batas-waktu yang disepakati dengan mereka.5 Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang sadar akan Dia.


Surah At-Taubah Ayat 5

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa iżansalakhal-asy-hurul-ḥurumu faqtulul-musyrikīna ḥaiṡu wajattumụhum wa khużụhum waḥṣurụhum waq’udụ lahum kulla marṣad, fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa khallụ sabīlahum, innallāha gafụrur raḥīm

5. Dan, apabila bulan-bulan suci telah berlalu,6 bunuhlah orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah itu di mana saja kalian menjumpai mereka,7 tawanlah mereka, kepunglah mereka, dan intailah mereka di setiap tempat yang memungkinkan.8 Namun, jika mereka bertobat, mulai mengerjakan shalat, dan menunaikan zakat, biarkanlah mereka menempuh jalan mereka: sebab, sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.9


Surah At-Taubah Ayat 6

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

wa in aḥadum minal-musyrikīnastajāraka fa ajir-hu ḥattā yasma’a kalāmallāhi ṡumma ablig-hu ma`manah, żālika bi`annahum qaumul lā ya’lamụn

6. Dan, jika siapa pun dari kalangan orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah itu meminta perlindungan kepadamu,10 berikanlah dia perlindungan, agar dia mungkin [dapat] mendengar firman Allah [darimu]; dan kemudian, antarkanlah dia ke tempat di mana dia dapat merasa aman:11 yang demikian ini, lantaran mereka [boleh jadi] adalah orang-orang yang [berdosa semata-mata karena mereka] tidak mengetahui [kebenaran].


Surah At-Taubah Ayat 7

كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِنْدَ اللَّهِ وَعِنْدَ رَسُولِهِ إِلَّا الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ فَمَا اسْتَقَامُوا لَكُمْ فَاسْتَقِيمُوا لَهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ

kaifa yakụnu lil-musyrikīna ‘ahdun ‘indallāhi wa ‘inda rasụlihī illallażīna ‘āhattum ‘indal-masjidil-ḥarām, famastaqāmụ lakum fastaqīmụ lahum, innallāha yuḥibbul-muttaqīn

7. BAGAIMANA BISA orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah diberikan perjanjian oleh Allah dan Rasul-Nya,12 kecuali orang-orang yang kalian [wahai orang-orang beriman] telah mengadakan perjanjian dengan mereka di sekitar Masjid Al-Haram?13 [Adapun orang-orang yang disebut belakangan itu] selama mereka berlaku benar terhadap kalian, maka berlaku benarlah terhadap mereka: sebab, sungguh, Allah menyukai orang-orang yang sadar akan Dia.


Surah At-Taubah Ayat 8

كَيْفَ وَإِنْ يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُوا فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَاسِقُونَ

kaifa wa iy yaẓ-harụ ‘alaikum lā yarqubụ fīkum illaw wa lā żimmah, yurḍụnakum bi`afwāhihim wa ta`bā qulụbuhum, wa akṡaruhum fāsiqụn

8. Bagaimana [lagi]?14—karena, seandainya mereka [yang memusuhi kalian] mengalahkan kalian, mereka tidak akan menghargai hubungan apa pun [dengan kalian], tidak pula menghormati kewajiban untuk melindungi [kalian].15 Mereka berusaha menyenangkan kalian dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka tetap tidak menyukai [kalian]; dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.


Surah At-Taubah Ayat 9

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۚ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

isytarau bi`āyātillāhi ṡamanang qalīlan fa ṣaddụ ‘an sabīlih, innahum sā`a mā kānụ ya’malụn

9. Pesan-pesan Allah telah mereka tukar dengan keuntungan yang bernilai rendah dan, dengan demikian, mereka telah berpaling dari jalan-Nya: perhatikanlah, amat jahat semua yang biasa mereka lakukan itu,


Surah At-Taubah Ayat 10

لَا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ

lā yarqubụna fī mu`minin illaw wa lā żimmah, wa ulā`ika humul-mu’tadụn

10. yang tidak menghargai hubungan dan kewajiban untuk melindungi orang-orang beriman; dan mereka, mereka itulah orang-orang yang melanggar batas-batas apa yang benar!16


Surah At-Taubah Ayat 11

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

fa in tābụ wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa ikhwānukum fid-dīn, wa nufaṣṣilul-āyāti liqaumiy ya’lamụn

11. Namun, jika mereka bertobat, mulai mengerjakan shalat, dan menunaikan zakat, mereka menjadi saudara seiman kalian:17 dan Kami terangkan pesan-pesan itu dengan jelas kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan [bawaan]!


Surah At-Taubah Ayat 12

وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ

wa in nakaṡū aimānahum mim ba’di ‘ahdihim wa ṭa’anụ fī dīnikum fa qātilū a`immatal-kufri innahum lā aimāna lahum la’allahum yantahụn

12. Akan tetapi, jika mereka melanggar sumpah-sumpah mereka sesudah menyepakati perjanjian,18 dan menghina agama kalian, perangilah orang-orang yang menjadi model sikap durhaka ini19 yang, perhatikanlah, tidak memiliki [rasa hormat atas] sumpah [mereka sendiri], agar mereka berhenti [melakukan agresi].


Surah At-Taubah Ayat 13

أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

alā tuqātilụna qauman nakaṡū aimānahum wa hammụ bi`ikhrājir-rasụli wa hum bada`ụkum awwala marrah, a takhsyaunahum, fallāhu aḥaqqu an takhsyauhu ing kuntum mu`minīn

13. Akankah kalian, mungkin, tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah mereka, dan telah mengerahkan segala kemampuan untuk mengusir Rasul,20 serta telah terlebih dahulu menyerang kalian? Apakah kalian gentar kepada mereka? Tidak, hanya kepada Allah-lah seharusnya kalian merasa gentar,21 jika kalian [benar-benar] orang beriman!


Surah At-Taubah Ayat 14

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

qātilụhum yu’ażżib-humullāhu bi`aidīkum wa yukhzihim wa yanṣurkum ‘alaihim wa yasyfi ṣudụra qaumim mu`minīn

14. Perangilah mereka! Allah akan menghukum mereka melalui tangan kalian, dan akan menimpakan kehinaan atas mereka, dan akan menolong kalian melawan mereka; dan Dia akan melapangkan dada orang yang beriman,


Surah At-Taubah Ayat 15

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

wa yuż-hib gaiẓa qulụbihim, wa yatụbullāhu ‘alā may yasyā`, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

15. dan akan menghilangkan rasa marah di dalam hati mereka. Dan, Allah akan berpaling dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang yang Dia kehendaki:22 sebab, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.


Surah At-Taubah Ayat 16

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

am ḥasibtum an tutrakụ wa lammā ya’lamillāhullażīna jāhadụ mingkum wa lam yattakhiżụ min dụnillāhi wa lā rasụlihī wa lal-mu`minīna walījah, wallāhu khabīrum bimā ta’malụn

16. Apakah kalian [wahai orang-orang beriman] mengira bahwa kalian akan dibiarkan (begitu saja),23 kecuali Allah mengetahui bahwa kalian telah berjuang keras [di jalan-Nya]24 tanpa mencari pertolongan selain dari Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman kepada-Nya?25 Sebab, Allah Maha Mengetahui semua yang kalian kerjakan.


Surah At-Taubah Ayat 17

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ

mā kāna lil-musyrikīna ay ya’murụ masājidallāhi syāhidīna ‘alā anfusihim bil-kufr, ulā`ika ḥabiṭat a’māluhum, wa fin-nāri hum khālidụn

17. TIDAKLAH SEPANTASNYA orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah mengunjungi atau memelihara26 rumah ibadah Allah, sementara [dengan kepercayaan yang mereka yakini] mereka bersaksi melawan diri mereka sendiri bahwa mereka mengingkari kebenaran. Mereka itulah yang perbuatannya akan menjadi sia-sia, dan di dalam neraka, mereka akan berkediaman!27


Surah At-Taubah Ayat 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

innamā ya’muru masājidallāhi man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāta wa lam yakhsya illallāh, fa ‘asā ulā`ika ay yakụnụ minal-muhtadīn

18. Orang yang sepatutnya mengunjungi atau memelihara rumah ibadah Allah hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, yang teguh mendirikan shalat, memberikan derma, dan tidak merasa gentar selain kepada Allah: sebab, [hanya orang-orang seperti] mereka itulah yang dapat berharap termasuk dalam golongan yang diberi petunjuk!28


Surah At-Taubah Ayat 19

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

a ja’altum siqāyatal-ḥājji wa ‘imāratal-masjidil-ḥarāmi kaman āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa jāhada fī sabīlillāh, lā yastawụna ‘indallāh, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

19. Apakah kalian, mungkin, menganggap bahwa [semata-mata] memberikan air kepada para peziarah dan mengurus Masjid Al-Haram adalah setara dengan [perbuatan] orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta yang berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah? [Hal-hal] itu tidak sama dalam pandangan Allah.29 Dan Allah tidak mengaruniai petunjuk kepada orang yang [dengan sengaja] berbuat salah.


Surah At-Taubah Ayat 20

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

allażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi bi`amwālihim wa anfusihim a’ẓamu darajatan ‘indallāh, wa ulā`ika humul-fā`izụn

20. Orang-orang yang beriman dan yang hijrah meninggalkan ranah kejahatan30 serta berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, memiliki derajat yang tertinggi dalam pandangan Allah; dan mereka, mereka itulah yang akan mendapat kemenangan [pada akhirnya]!


Surah At-Taubah Ayat 21

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُمْ بِرَحْمَةٍ مِنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُقِيمٌ

yubasysyiruhum rabbuhum biraḥmatim min-hu wa riḍwāniw wa jannātil lahum fīhā na’īmum muqīm

21. Sang Pemelihara mereka menyampaikan kepada mereka kabar gembira tentang rahmat [yang mengalir] dari-Nya, dan perkenan[-Nya], serta taman-taman yang menanti mereka, penuh dengan kebahagiaan abadi,


Surah At-Taubah Ayat 22

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

khālidīna fīhā abadā, innallāha ‘indahū ajrun ‘aẓīm

22. di dalamnya mereka akan berkediaman melampaui hitungan waktu. Sungguh, di sisi Allah terdapat pahala yang besar!


Surah At-Taubah Ayat 23

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżū ābā`akum wa ikhwānakum auliyā`a inistaḥabbul-kufra ‘alal-īmān, wa may yatawallahum mingkum fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

23. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Janganlah menjadikan bapak kalian dan saudara kalian sebagai sekutu sekiranya ingkar terhadap kebenaran lebih mereka sukai daripada keimanan: sebab, siapa pun di antara kalian yang bersekutu dengan mereka—maka mereka, mereka itulah orang-orang zalim!31


Surah At-Taubah Ayat 24

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

qul ing kāna ābā`ukum wa abnā`ukum wa ikhwānukum wa azwājukum wa ‘asyīratukum wa amwāluniqtaraftumụhā wa tijāratun takhsyauna kasādahā wa masākinu tarḍaunahā aḥabba ilaikum minallāhi wa rasụlihī wa jihādin fī sabīlihī fa tarabbaṣụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

24. Katakanlah: “Jika bapak kalian, anak kalian, saudara kalian, pasangan kalian, marga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perdagangan yang kalian takut merugi, dan tempat tinggal yang kalian sukai—[jika semua itu] lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjuang di jalan-Nya, tunggulah hingga Allah menjadikan nyata kehendak-Nya;32 dan [ketahuilah bahwa] Allah tidak melimpahkan petunjuk-Nya kepada kaum yang fasik.”


Surah At-Taubah Ayat 25

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُمْ مُدْبِرِينَ

laqad naṣarakumullāhu fī mawāṭina kaṡīratiw wa yauma ḥunainin iż a’jabatkum kaṡratukum fa lam tugni ‘angkum syai`aw wa ḍāqat ‘alaikumul-arḍu bimā raḥubat ṡumma wallaitum mudbirīn

25. Sungguh, Allah telah menolong kalian di banyak medan perang, [ketika kalian masih berjumlah sedikit;] dan [Dia juga melakukan hal yang demikian itu] pada Hari Hunain ketika kalian menjadi sombong karena banyaknya jumlah kalian, dan terbukti bahwa jumlah yang banyak itu tidak mernberi manfaat sedikit pun bagi kalian—karena bumi yang kendati demikian luas itu telah menjadi [terlampau] sempit bagi kalian, dan kalian berbalik melarikan diri:33


Surah At-Taubah Ayat 26

ثُمَّ أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنْزَلَ جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

ṡumma anzalallāhu sakīnatahụ ‘alā rasụlihī wa ‘alal-mu`minīna wa anzala junụdal lam tarauhā wa ‘ażżaballażīna kafarụ, wa żālika jazā`ul-kāfirīn

26. kemudian Allah mencurahkan ketenangan batin [sebagai karunia]-Nya kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman, dan Allah menurunkan [kepada kalian] kekuatan yang kalian tidak dapat lihat,34 dan Allah menghukum orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran: sebab, demikianlah balasan bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran!


Surah At-Taubah Ayat 27

ثُمَّ يَتُوبُ اللَّهُ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

ṡumma yatụbullāhu mim ba’di żālika ‘alā may yasyā`, wallāhu gafụrur raḥīm

27. Namun, dengan semua itu,35 Allah akan berpaling dengan belas kasih-Nya kepada orang-orang yang Dia kehendaki: sebab, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.36


Surah At-Taubah Ayat 28

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanū innamal-musyrikụna najasun fa lā yaqrabul-masjidal-ḥarāma ba’da ‘āmihim hāżā, wa in khiftum ‘ailatan fa saufa yugnīkumullāhu min faḍlihī in syā`, innallāha ‘alīmun ḥakīm

28. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah tidak lain adalah (orang-orang yang) tercela:37 maka, hendaknya mereka tidak mendekati Masjid Al-Haram sejak tahun ini dan seterusnya.38 Dan, sekiranya kalian takut miskin, [ketahuilah bahwa] pada waktunya Allah akan memberikan kekayaan kepada kalian dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki demikian:39 sebab, sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana!


Surah At-Taubah Ayat 29

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

qātilullażīna lā yu`minụna billāhi wa lā bil-yaumil-ākhiri wa lā yuḥarrimụna mā ḥarramallāhu wa rasụluhụ wa lā yadīnụna dīnal-ḥaqqi minallażīna ụtul-kitāba ḥattā yu’ṭul-jizyata ‘ay yadiw wa hum ṣāgirụn

29. [Dan] perangilah orang-orang yang—meskipun telah disampaikan wahyu [pada masa lalu]40—tidak [benar-benar] beriman* kepada Allah maupun Hari Akhir, dan tidak menganggap haram apa yang Allah dan rasul-Nya telah haramkan,41 dan tidak mengikuti agama kebenaran [yang Allah telah perintahkan atas mereka],42 hingga mereka [setuju untuk] membayar pajak pembebasan dengan sukarela, setelah mereka ditundukkan [dalam peperangan].43


Surah At-Taubah Ayat 30

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ ۖ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ ۚ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

wa qālatil-yahụdu ‘uzairunibnullāhi wa qālatin-naṣāral-masīḥubnullāh, żālika qauluhum bi`afwāhihim, yuḍāhi`ụna qaulallażīna kafarụ ming qabl, qātalahumullāh, annā yu`fakụn

30. DAN, ORANG-ORANG YAHUDI berkata, “‘Uzair adalah putra Allah,” sementara orang-orang Nasrani berkata, “Al-Masih adalah putra Allah.” Seperti itulah perkataan yang mereka ucapkan dengan mulut mereka, yang dalam semangatnya meniru perkataan-perkataan yang diucapkan pada masa dahulu oleh orang-orang yang mengingkari kebenaran!44 [Mereka layak dikutuk:] “Semoga Allah membinasakan mereka!”45

Betapa menyimpangnya pikiran mereka!46


Surah At-Taubah Ayat 31

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

ittakhażū aḥbārahum wa ruhbānahum arbābam min dụnillāhi wal-masīḥabna maryam, wa mā umirū illā liya’budū ilāhaw wāḥidā, lā ilāha illā huw, sub-ḥānahụ ‘ammā yusyrikụn

31. Mereka telah menjadikan para rabi dan pendeta mereka—dan juga Al-Masih, putra Maryarn-sebagai tuhan-tuhan mereka di samping Allah,47 meskipun mereka telah diperintahkan untuk tidak menyembah siapa pun selain Allah Yang Esa, yang tiada tuhan kecuali Dia! Dia yang sungguh amat jauh, dengan kemuliaan-Nya yang tak terhingga, dari segala apa yang mungkin mereka persekutukan dengan-Nya!


Surah At-Taubah Ayat 32

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

yurīdụna ay yuṭfi`ụ nụrallāhi bi`afwāhihim wa ya`ballāhu illā ay yutimma nụrahụ walau karihal-kāfirụn

32. Mereka hendak memadamkan cahaya [petunjuk] Allah dengan ucapan-ucapan mereka:48 tetapi, Allah tidak menghendaki [ini terjadi] karena Dia telah berkehendak untuk menyebarkan cahaya-Nya sepenuhnya,49 betapapun hal ini dibenci oleh semua orang yang mengingkari kebenaran.


Surah At-Taubah Ayat 33

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

huwallażī arsala rasụlahụ bil-hudā wa dīnil-ḥaqqi liyuẓ-hirahụ ‘alad-dīni kullihī walau karihal-musyrikụn

33. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan [tugas untuk menyebarkan] petunjuk dan agama kebenaran, dengan tujuan agar Dia menjadikannya unggul atas semua agama [yang batil]50—betapapun hal ini mungkin dibenci oleh orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah.


Surah At-Taubah Ayat 34

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

yā ayyuhallażīna āmanū inna kaṡīram minal-aḥbāri war-ruhbāni laya`kulụna amwālan-nāsi bil-bāṭili wa yaṣuddụna ‘an sabīlillāh, wallażīna yaknizụnaż-żahaba wal-fiḍḍata wa lā yunfiqụnahā fī sabīlillāhi fa basysyir-hum bi’ażābin alīm

34. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Sungguh, banyak dari para rabi dan pendeta yang melahap harta orang dengan cara yang salah dan memalingkan [orang] dari jalan Allah. Akan tetapi, bagi orang-orang yang menimbun emas dan perak dan tidak membelanjakannya di jalan Allah51—berilah mereka kabar tentang derita yang pedih [di kehidupan mendatang]:


Surah At-Taubah Ayat 35

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

yauma yuḥmā ‘alaihā fī nāri jahannama fa tukwā bihā jibāhuhum wa junụbuhum wa ẓuhụruhum, hāżā mā kanaztum li`anfusikum fa żụqụ mā kuntum taknizụn

35. pada Hari kerika [harta yang ditimbun] itu akan dipanaskan di dalam api neraka, dan dahi, lambung, serta punggung mereka akan dicap dengannya,52 [kepada orang-orang yang berdosa itu akan dikatakan:] “Inilah harta yang kalian telah timbun untuk diri kalian sendiri! Maka, rasakanlah [keburukan dari] harta yang kalian timbun itu!”


Surah At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

inna ‘iddatasy-syuhụri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba’atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn

36. PERHATIKANLAH, jumlah bulan dalam pandangan Allah adalah dua belas bulan, [yang digariskan] dalam ketetapan Allah pada hari ketika Dia menciptakan lelangit dan bumi; [dan] di antaranya terdapat empat (bulan) yang suci:53 inilah hukum [Allah] yang benar-abadi. Maka, janganlah kalian menzalimi diri sendiri berkenaan dengan [bulan-bulan] ini.54

Dan, perangilah orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah, semuanya bersama-sama—sebagaimana mereka memerangi kalian [wahai orang-orang beriman], semuanya bersama-sama55—dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang sadar akan Dia.


Surah At-Taubah Ayat 37

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا يُحِلُّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِيُوَاطِئُوا عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ فَيُحِلُّوا مَا حَرَّمَ اللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

innaman-nasī`u ziyādatun fil-kufri yuḍallu bihillażīna kafarụ yuḥillụnahụ ‘āmaw wa yuḥarrimụnahụ ‘āmal liyuwāṭi`ụ ‘iddata mā ḥarramallāhu fa yuḥillụ mā ḥarramallāh, zuyyina lahum sū`u a’mālihim, wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn

37. Penyisipan [bulan] tidak lain adalah satu lagi contoh penolakan [mereka] untuk mengakui kebenaran56—yang dengan [cara] itu orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran menjadi tersesat. Mereka menyatakan [penyisipan] itu diperbolehkan pada tahun yang satu dan dilarang pada tahun [yang lain],57 dalam rangka menyesuaikan [secara lahiriah] dengan jumlah bulan yang Allah telah sucikan: dan, dengan demikian, mereka menghalalkan apa yang telah diharamkan oleh Allah.58 Tampak baik dalam pandangan mereka kejahatan dari perbuatan-perbuatan mereka sendiri, sebab Allah tidak memberi petunjuk-Nya kepada orang-orang yang menolak mengakui kebenaran.


Surah At-Taubah Ayat 38

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ mā lakum iżā qīla lakumunfirụ fī sabīlillāhiṡ ṡāqaltum ilal-arḍ, a raḍītum bil-ḥayātid-dun-yā minal-ākhirah, fa mā matā’ul-ḥayātid-dun-yā fil-ākhirati illā qalīl

38. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Ada apa dengan kalian, tatkala kalian diseru, “Pergilah untuk berperang di jalan Allah,” kalian merasa berat pada bumi?59 Akankah kalian puas dengan [kesenangan] kehidupan duniawi ini daripada [kebaikan] kehidupan mendatang? Akan tetapi, kesenangan kehidupan di dunia ini tidaklah berarti dibanding kehidupan mendatang!


Surah At-Taubah Ayat 39

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

illā tanfirụ yu’ażżibkum ‘ażāban alīmaw wa yastabdil qauman gairakum wa lā taḍurrụhu syai`ā, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

39. Apabila kalian tidak pergi untuk berperang [di jalan Allah], Dia akan menghukum kalian dengan hukuman yang pedih dan akan mengganti kalian dengan kaum yang lain—sementara kalian sama sekali tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya: sebab, Allah Mahakuasa untuk menetapkan segala sesuatu.


Surah At-Taubah Ayat 40

إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

illā tanṣurụhu fa qad naṣarahullāhu iż akhrajahullażīna kafarụ ṡāniyaṡnaini iż humā fil-gāri iż yaqụlu liṣāḥibihī lā taḥzan innallāha ma’anā, fa anzalallāhu sakīnatahụ ‘alaihi wa ayyadahụ bijunụdil lam tarauhā wa ja’ala kalimatallażīna kafarus-suflā, wa kalimatullāhi hiyal-‘ulyā, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

40. Apabila kalian tidak menolong Rasul60 [ketahuilah bahwa Allah akan menolongnya—sebagaimana ketika] Allah menolongnya pada waktu orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran mengusirnya, [dan dia tidak lain adalah] salah satu dari dua orang:61 tatkala keduanya [bersembunyi] di dalam gua, [dan] Rasul berkata kepada Sahabatnya, “Janganlah bersusah hati: sungguh, Allah bersama kita.”62 Lalu, Allah menurunkan kepadanya [anugerah] ketenangan batin, dan membantunya dengan pasukan [samawi] yang tidak dapat kalian lihat,63 dan menjadikan benar-benar rendah tujuan orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran, sementara tujuan Allah tetap unggul:64 sebab, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah At-Taubah Ayat 41

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

infirụ khifāfaw wa ṡiqālaw wa jāhidụ bi`amwālikum wa anfusikum fī sabīlillāh, żālikum khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

41. Pergilah untuk berperang, baik hal itu mudah ataupun sulit [bagi kalian],65 dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh di jalan Allah dengan harta dan nyawa kalian: ini adalah untuk kebaikan diri kalian sendiri—sekiranya kalian mengetahuinya!


Surah At-Taubah Ayat 42

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنْ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنْفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

lau kāna ‘araḍang qarībaw wa safarang qāṣidal lattaba’ụka wa lākim ba’udat ‘alaihimusy-syuqqah, wa sayaḥlifụna billāhi lawistaṭa’nā lakharajnā ma’akum, yuhlikụna anfusahum, wallāhu ya’lamu innahum lakāżibụn

42. Seandainya terdapat [peluang untuk memperoleh] keuntungan segera, dan perjalanan yang mudah, mereka pasti telah mengikutimu, [wahai Nabi:] tetapi, perjalanan yang jauh itu terlampau berat bagi mereka.66 Namun, [sekembalinya kalian, wahai orang-orang beriman,] mereka akan bersumpah dengan nama Allah, “Seandainya sanggup melakukannya, tentulah kami telah berangkat bersama-sama kalian!”—[dan dengan sumpah palsu tersebut,] mereka akan membinasakan diri mereka sendiri: sebab, Allah sungguh mengetahui bahwa mereka berdusta!


Surah At-Taubah Ayat 43

عَفَا اللَّهُ عَنْكَ لِمَ أَذِنْتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ

‘afallāhu ‘angk, lima ażinta lahum ḥattā yatabayyana lakallażīna ṣadaqụ wa ta’lamal-kāżibīn

43. Semoga Allah memaafkanmu [wahai Nabi]!67 Mengapa engkau memberikan izin kepada mereka [untuk tinggal di rumah] sebelum jelas bagimu siapa yang mengatakan kebenaran dan [sebelum] engkau mengetahui [siapa] yang pendusta?


Surah At-Taubah Ayat 44

لَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ

lā yasta`żinukallażīna yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim, wallāhu ‘alīmum bil-muttaqīn

44. Orang-orang yang [benar-benar] beriman kepada Allah dan Hari Akhir tidak meminta kepadamu pengecualian untuk berjuang dengan harta dan nyawa mereka [di jalan Allah]—dan Allah mengetahui sepenuhnya mengenai siapa yang sadar akan Dia—:68


Surah At-Taubah Ayat 45

إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

innamā yasta`żinukallażīna lā yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri wartābat qulụbuhum fa hum fī raibihim yataraddadụn

45. hanya orang-orang yang meminta pengecualian kepadamu itulah mereka yang tidak [benar-benar] beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan yang hati mereka diliputi keraguan, sehingga dalam keraguan itu mereka terombang-ambing antara hal yang satu dan yang lain.


Surah At-Taubah Ayat 46

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

walau arādul-khurụja la`a’addụ lahụ ‘uddataw wa lāking karihallāhumbi’āṡahum fa ṡabbaṭahum wa qīlaq’udụ ma’al-qā’idīn

46. Karena, seandainya mereka [benar-benar] ingin berangkat [bersamamu], pastilah mereka telah membuat semacam persiapan untuk itu: tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah menyebabkan mereka mundur tatkala dikatakan, “[Kalian boleh] tinggal di rumah bersama semua [orang lain] yang tinggal di rumah.”69


Surah At-Taubah Ayat 47

لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

lau kharajụ fīkum mā zādụkum illā khabālaw wa la`auḍa’ụ khilālakum yabgụnakumul-fitnah, wa fīkum sammā’ụna lahum, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn

47. Seandainya mereka [orang-orang munafik] berangkat bersama kalian, [wahai orang-orang beriman,] mereka tidak akan menambah sesuatu apa pun kepada kalian selain kerusakan, dan tentu mereka akan berlari-lari ke depan dan ke belakang di tengah-tengah kalian, berusaha untuk menyulut pertengkaran di antara kalian, mengingat bahwa di antara kalian terdapat orang-orang yang mau mendengarkan mereka: tetapi, Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.


Surah At-Taubah Ayat 48

لَقَدِ ابْتَغَوُا الْفِتْنَةَ مِنْ قَبْلُ وَقَلَّبُوا لَكَ الْأُمُورَ حَتَّىٰ جَاءَ الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ

laqadibtagawul-fitnata ming qablu wa qallabụ lakal-umụra ḥattā jā`al-ḥaqqu wa ẓahara amrullāhi wa hum kārihụn

48. Sungguh, bahkan sebelum kali ini,70 mereka telah mencoba untuk menyulut perselisihan dan mengatur berbagai macam tipu muslihat terhadapmu, [wahai Nabi,] hingga kemudian kebenaran terungkap dan kehendak Allah menjadi nyata, betapapun hal ini dibenci oleh mereka.


Surah At-Taubah Ayat 49

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ ائْذَنْ لِي وَلَا تَفْتِنِّي ۚ أَلَا فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُوا ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ

wa min-hum may yaqụlu`żal lī wa lā taftinnī, alā fil-fitnati saqaṭụ, wa inna jahannama lamuḥīṭatum bil-kāfirīn

49. Dan, di antara mereka, ada [banyak] yang berkata,71 “Berilah saya izin [untuk tetap tinggal di rumah] dan jangan bebani saya dengan cobaan yang terlampau berat!” Ah, sungguh, [dengan membuat permintaan semacam itu,] mereka [telah gagal dalam ujian mereka dan telah] terjerumus ke dalam godaan untuk (melakukan) kejahatan:72 dan, sungguh, mereka benar-benar menyelimuti semua orang yang menolak untuk mengakui kebenaran!


Surah At-Taubah Ayat 50

إِنْ تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِنْ تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُوا قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِنْ قَبْلُ وَيَتَوَلَّوْا وَهُمْ فَرِحُونَ

in tuṣibka ḥasanatun tasu`hum, wa in tuṣibka muṣībatuy yaqụlụ qad akhażnā amranā ming qablu wa yatawallaw wa hum fariḥụn

50. Sekiranya nasib baik menimpamu,73 [wahai Nabi,] hal itu akan membuat mereka bersedih; dan sekiranya nasib buruk menimpamu, mereka akan berkata [kepada diri mereka sendiri], “Kami sudah mengambil langkah-langkah pencegahan sebelumnya!”—dan mereka akan berpaling serta bergembira


Surah At-Taubah Ayat 51

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

51. Katakanlah: “Tidak akan pernah menimpa kami sesuatu apa pun melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah! Dia-lah Tuhan kami Yang Mahatinggi; dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman bersandar penuh percaya!”*


Surah At-Taubah Ayat 52

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

qul hal tarabbaṣụna binā illā iḥdal-ḥusnayaīn, wa naḥnu natarabbaṣu bikum ay yuṣībakumullāhu bi’ażābim min ‘indihī au bi`aidīnā fa tarabbaṣū innā ma’akum mutarabbiṣụn

52. Katakanlah: “Apakah kalian, mungkin, menunggu dengan penuh harap sesuatu [yang buruk] terjadi pada kami—[padahal tidak ada sesuatu yang dapat terjadi pada kami], kecuali salah satu dari dua hal yang terbaik?74 Akan tetapi, menyangkut diri kalian, kami sedang menunggu dengan penuh harap agar Allah menimpakan hukuman atas kalian, [baik] dari diri-Nya75 ataupun melalui tangan kami! Maka, tunggulah dengan penuh harap; sungguh, kami akan menunggu dengan penuh harap bersama kalian!”


Surah At-Taubah Ayat 53

قُلْ أَنْفِقُوا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَنْ يُتَقَبَّلَ مِنْكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنْتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ

qul anfiqụ ṭau’an au kar-hal lay yutaqabbala mingkum, innakum kuntum qauman fāsiqīn

53. Katakanlah: “Kalian boleh saja memberi [sesuatu], dengan sukarela ataupun terpaksa, [berpura-pura bahwa kalian melakukannya karena Allah:] pemberian kalian itu tidak akan pernah diterima76—sebab, sungguh, kalian adalah orang-orang yang cenderung menyimpang!”


Surah At-Taubah Ayat 54

وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ

wa mā mana’ahum an tuqbala min-hum nafaqātuhum illā annahum kafarụ billāhi wa birasụlihī wa lā ya`tụnaṣ-ṣalāta illā wa hum kusālā wa lā yunfiqụna illā wa hum kārihụn

54. Sebab, hanya inilah yang menghalangi pemberian mereka untuk dapat diterima:77 mereka berkukuh menolak untuk mengakui Allah dan Rasul-Nya, dan mereka tidak pernah mengerjakan shalat, kecuali disertai dengan perasaan enggan,78 dan tidak pernah mengeluarkan harta mereka [untuk tujuan-tujuan yang baik], kecuali disertai dengan perasaan benci.


Surah At-Taubah Ayat 55

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

fa lā tu’jibka amwāluhum wa lā aulāduhum, innamā yurīdullāhu liyu’ażżibahum bihā fil-ḥayātid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn

55. Maka, janganlah harta duniawi mereka atau [kebahagiaan yang mungkin mereka peroleh dari] anak-anak mereka membuat engkau takjub: Allah hanyalah hendak menghukum mereka melalui hal-hal itu di kehidupan dunia ini, dan [menyebabkan] nyawa mereka melayang, sementara mereka [masih] mengingkari kebenaran.79


Surah At-Taubah Ayat 56

وَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنْكُمْ وَمَا هُمْ مِنْكُمْ وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ

wa yaḥlifụna billāhi innahum lamingkum, wa mā hum mingkum wa lākinnahum qaumuy yafraqụn

56. Dan, mereka bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka sungguh termasuk golongan kalian—padahal mereka bukanlah termasuk golongan kalian, melainkan [hanya] orang-orang yang dicekam oleh rasa takut:


Surah At-Taubah Ayat 57

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَوَلَّوْا إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

lau yajidụna malja`an au magārātin au muddakhalal lawallau ilaihi wa hum yajmaḥụn

57. jika mereka dapat menemukan tempat perlindungan atau gua atau celah [di dalam bumi], mereka akan berlari menuju tempat-tempat itu dengan sangat tergesa-gesa.80


Surah At-Taubah Ayat 58

وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

wa min-hum may yalmizuka fiṣ-ṣadaqāt, fa in u’ṭụ min-hā raḍụ wa il lam yu’ṭau min-hā iżā hum yaskhaṭụn

58. Dan, di antara mereka ada orang-orang yang mengeluh tentang dirimu [wahai Nabi] menyangkut [pembagian] persembahan yang diberikan karena Allah:81 jika mereka diberi sebagian dari persembahan itu, mereka bersukacita; tetapi jika mereka tidak diberi bagian, lihatlah! mereka menjadi marah.


Surah At-Taubah Ayat 59

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوا مَا آتَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ سَيُؤْتِينَا اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللَّهِ رَاغِبُونَ

walau annahum raḍụ mā ātāhumullāhu wa rasụluhụ wa qālụ ḥasbunallāhu sayu`tīnallāhu min faḍlihī wa rasụluhụ innā ilallāhi rāgibụn

59. Namun, [tidak lain adalah demi kebaikan mereka sendiri] seandainya mereka merasa puas dengan apa yang telah Allah berikan kepada mereka dan [menyebabkan] Rasul-Nya [memberi mereka],82 serta mengatakan, “Cukuplah Allah bagi kami! Allah akan memberi kami [apa pun yang Dia kehendaki] dari karunia-Nya, dan [akan menyebabkan Rasul-Nya [memberi kami pula]: sungguh, hanya kepada Allah-lah, kami berpaling dengan penuh harapan!”


Surah At-Taubah Ayat 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

innamaṣ-ṣadaqātu lil-fuqarā`i wal-masākīni wal-‘āmilīna ‘alaihā wal-mu`allafati qulụbuhum wa fir-riqābi wal-gārimīna wa fī sabīlillāhi wabnis-sabīl, farīḍatam minallāh, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

60. Persembahan yang diberikan karena Allah83 [dimaksudkan) hanya untuk orang-orang fakir dan miskin, dan orang-orang yang bertanggung jawab atasnya,84 dan orang-orang yang hatinya masih perlu dibujuk, dan untuk membebaskan manusia dari perbudakan, dan [untuk] orang-orang yang sangat terbebani utang, dan [untuk setiap perjuangan] di jalan Allah, serta [untuk] para musafir: [ini adalah] suatu ketentuan dari Allah—dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.85


Surah At-Taubah Ayat 61

وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ النَّبِيَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

wa min-humullażīna yu`żụnan-nabiyya wa yaqụlụna huwa użun, qul użunu khairil lakum yu`minu billāhi wa yu`minu lil-mu`minīna wa raḥmatul lillażīna āmanụ mingkum, wallażīna yu`żụna rasụlallāhi lahum ‘ażābun alīm

61. DAN, DI ANTARA mereka [musuh-musuh kebenaran] itu, ada yang menghujat Nabi dengan mengatakan, Dia selalu mendengar.”86

Katakanlah: “[Ya,] dia selalu mendengar, [mendengarkan] apa yang baik bagi kalian!87 Dia beriman kepada Allah, dan memercayai orang-orang beriman, serta merupakan [perwujudan] rahmat [Allah] bagi orang yang [benar-benar] meraih iman diantara kalian. Dan, bagi orang-orang yang menghujat Rasul Allah—derita nan pedih menanti mereka [di kehidupan akhirat mendatang]!”


Surah At-Taubah Ayat 62

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَاللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَقُّ أَنْ يُرْضُوهُ إِنْ كَانُوا مُؤْمِنِينَ

yaḥlifụna billāhi lakum liyurḍụkum wallāhu wa rasụluhū aḥaqqu ay yurḍụhu ing kānụ mu`minīn

62. [Orang-orang munafik] bersumpah dengan nama Allah di hadapan kalian [bahwa mereka benar-benar beriman], dengan maksud untuk menyenangkan hati kalian [wahai orang-orang beriman]—padahal Allah dan Rasul-Nya-lah yang perkenannya harus mereka cari di atas yang lain, jika benar mereka adalah orang-orang beriman!88


Surah At-Taubah Ayat 63

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّهُ مَنْ يُحَادِدِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَأَنَّ لَهُ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْخِزْيُ الْعَظِيمُ

a lam ya’lamū annahụ may yuḥādidillāha wa rasụlahụ fa anna lahụ nāra jahannama khālidan fīhā, żālikal-khizyul-‘aẓīm

63. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa siapa pun yang menentang Allah dan Rasul-Nya, tersedia baginya api neraka, dan di dalamnya dia akan berkediaman—kehinaan yang paling besar itu?


Surah At-Taubah Ayat 64

يَحْذَرُ الْمُنَافِقُونَ أَنْ تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُمْ بِمَا فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ اسْتَهْزِئُوا إِنَّ اللَّهَ مُخْرِجٌ مَا تَحْذَرُونَ

yaḥżarul-munāfiqụna an tunazzala ‘alaihim sụratun tunabbi`uhum bimā fī qulụbihim, qulistahzi`ụ, innallāha mukhrijum mā taḥżarụn

64. [Sebagian] orang munafik takut apabila sebuah surah [baru] diwahyukan [sebagai bukti] melawan mereka, yang membuat mereka memahami apa yang [sebenarnya] ada di dalam hati mereka.89

Katakanlah: “Teruslah memperolok-olok! Sungguh, Allah akan menjadikan terang apa yang kalian takutkan itu!”90


Surah At-Taubah Ayat 65

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

wa la`in sa`altahum layaqụlunna innamā kunnā nakhụḍu wa nal’ab, qul a billāhi wa āyātihī wa rasụlihī kuntum tastahzi`ụn

65. Akan tetapi, sungguh, seandainya kalian bertanya kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main [dengan kata-kata].”91

Katakanlah: “Lalu, apakah kalian memperolok-olok Allah, pesan-pesan-Nya, dan Rasul-Nya?


Surah At-Taubah Ayat 66

لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

lā ta’tażirụ qad kafartum ba’da īmānikum, in na’fu ‘an ṭā`ifatim mingkum nu’ażżib ṭā`ifatam bi`annahum kānụ mujrimīn

66. Jangan memberikan alasan-alasan [kosong]! Kalian sungguh telah mengingkari kebenaran sesudah [memiliki] kepercayaan [padanya]!”92

Meskipun Kami mungkin memaafkan sebagian dari kalian, Kami akan menghukum sebagian yang lain—lantaran mereka tersesat di dalam dosa.93


Surah At-Taubah Ayat 67

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

al-munāfiqụna wal-munāfiqātu ba’ḍuhum mim ba’ḍ, ya`murụna bil-mungkari wa yan-hauna ‘anil-ma’rụfi wa yaqbiḍụna aidiyahum, nasullāha fa nasiyahum, innal-munāfiqīna humul-fāsiqụn

67. Orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, semuanya adalah sejenis: mereka menyuruh berbuat salah dan melarang berbuat benar,94 dan mereka menahan tangan mereka [dari berbuat baik]. Mereka melupakan Allah, maka Dia pun melupakan mereka. Sungguh, orang-orang munafik—mereka, mereka itulah orang yang benar-benar fasik!95


Surah At-Taubah Ayat 68

وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ هِيَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

wa’adallāhul-munāfiqīna wal-munāfiqāti wal-kuffāra nāra jahannama khālidīna fīhā, hiya ḥasbuhum, wa la’anahumullāh, wa lahum ‘ażābum muqīm

68. Allah telah menjanjikan bagi orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan—dan juga orang yang [nyata-nyata] mengingkari kebenaran—api neraka, di dalamnya mereka berkediaman: ini akan menjadi bagian yang telah disediakan bagi mereka. Sebab, Allah telah menolak mereka, dan penderitaan yang amat lama menanti mereka.


Surah At-Taubah Ayat 69

كَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَانُوا أَشَدَّ مِنْكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَالًا وَأَوْلَادًا فَاسْتَمْتَعُوا بِخَلَاقِهِمْ فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِخَلَاقِكُمْ كَمَا اسْتَمْتَعَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ بِخَلَاقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا ۚ أُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

kallażīna ming qablikum kānū asyadda mingkum quwwataw wa akṡara amwālaw wa aulādā, fastamta’ụ bikhalāqihim fastamta’tum bikhalāqikum kamastamta’allażīna ming qablikum bikhalāqihim wa khuḍtum kallażī khāḍụ, ulā`ika ḥabiṭat a’māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah, wa ulā`ika humul-khāsirụn

69. [Katakanlah kepada mereka: “Kalian adalah] seperti orang-orang [munafik] yang hidup sebelum kalian.96 Mereka lebih berkuasa daripada kalian, dan lebih banyak memiliki harta benda dan anak-anak daripada kalian; dan mereka menikmati bagian [kebahagiaan] mereka. Dan, kalian telah menikmati bagian kalian—sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah menikmati bagian mereka; dan kalian membiarkan saja diri kalian terlibat dalam perbincangan yang tidak senonoh—sebagaimana mereka membiarkan diri mereka terlibat dalam hal itu. Mereka itulah yang perbuatannya menjadi sia-sia di dunia ini maupun di kehidupan mendatang—dan mereka, mereka itulah orang-orang yang merugi!”97


Surah At-Taubah Ayat 70

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

a lam ya`tihim naba`ullażīna ming qablihim qaumi nụḥiw wa ‘ādiw wa ṡamụda wa qaumi ibrāhīma wa aṣ-ḥābi madyana wal-mu`tafikāt, atat-hum rusuluhum bil-bayyināt, fa mā kānallāhu liyaẓlimahum wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

70. Maka, apakah kisah-kisah tentang orang-orang sebelum mereka belum pernah sampai kepada mereka [orang-orang munafik dan orang-orang yang mengingkari kebenaran] itu?—[kisah tentang] kaum Nuh, dan tentang [suku] [‘Ad dan Tsamud, serta tentang kaum Ibrahim, dan tentang penduduk Madyan, dan tentang kota-kota yang telah ditaklukkan?98 Kepada mereka [semua], rasul-rasul mereka telah datang dengan membawa semua bukti tentang kebenaran, [tetapi mereka menolaknya:] dan, dengan demikian, bukanlah Allah yang menzalimi mereka [dengan hukuman-Nya], melainkan merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.


Surah At-Taubah Ayat 71

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wal-mu`minụna wal-mu`minātu ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, ya`murụna bil-ma’rụfi wa yan-hauna ‘anil-mungkari wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa yuṭī’ụnallāha wa rasụlah, ulā`ika sayar-ḥamuhumullāh, innallāha ‘azīzun ḥakīm

71. DAN, [adapun] orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan—mereka berdekatan satu sama lain:99 mereka [semua] menyuruh berbuat benar dan melarang berbuat salah, teguh mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Itulah orang-orang yang Allah akan limpahkan rahmat-Nya atas mereka: sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana!


Surah At-Taubah Ayat 72

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

wa’adallāhul-mu`minīna wal-mu`mināti jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā wa masākina ṭayyibatan fī jannāti ‘adn, wa riḍwānum minallāhi akbar, żālika huwal-fauzul-‘aẓīm

72. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, taman-taman yang dilalui aliran sungai, di dalamnya mereka akan berkediaman, serta tempat-tempat yang indah di dalam taman-taman kebahagiaan abadi:100 tetapi, perkenan Allah adalah [kebahagiaan] yang paling besar—sebab, itulah kemenangan yang tertinggi!


Surah At-Taubah Ayat 73

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ ‘alaihim, wa ma`wāhum jahannamu wa bi`sal-maṣīr

73. WAHAI, NABI! Berjuang sungguh-sungguhlah melawan orang-orang yang mengingkari kebenaran dan orang-orang munafik, dan bersikap tegaslah terhadap mereka.101 Dan, [jika mereka tidak bertobat,] neraka akan menjadi tempat akhir mereka—suatu akhir perjalanan yang amat buruk!


Surah At-Taubah Ayat 74

يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ وَهَمُّوا بِمَا لَمْ يَنَالُوا ۚ وَمَا نَقَمُوا إِلَّا أَنْ أَغْنَاهُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ مِنْ فَضْلِهِ ۚ فَإِنْ يَتُوبُوا يَكُ خَيْرًا لَهُمْ ۖ وَإِنْ يَتَوَلَّوْا يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِي الْأَرْضِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

yaḥlifụna billāhi mā qālụ, wa laqad qālụ kalimatal-kufri wa kafarụ ba’da islāmihim wa hammụ bimā lam yanalụ, wa mā naqamū illā an agnāhumullāhu wa rasụluhụ min faḍlih, fa iy yatụbụ yaku khairal lahum, wa iy yatawallau yu’ażżib-humullāhu ‘ażāban alīman fid-dun-yā wal-ākhirah, wa mā lahum fil-arḍi miw waliyyiw wa lā naṣīr

74. [Orang-orang munafik] bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka tidak mengatakan sesuatu [yang salah]; tetapi, sangat jelas mereka telah mengucapkan suatu perkataan yang sama artinya dengan pengingkaran terhadap kebenaran102 dan, dengan demikian, mereka telah mengingkari kebenaran setelah [mengakui bahwa mereka] berserah diri kepada Allah: sebab, mereka menginginkan sesuatu yang berada di luar jangkauan mereka.103 Dan, mereka tidak dapat mencela [agama ini] kecuali bahwa Allah telah memperkaya mereka dan [menyebabkan] Rasul-Nya [memperkaya mereka] dari karunia-Nya!104

Karena itu, jika mereka bertobat, itu adalah demi kebaikan mereka sendiri; tetapi, jika mereka berpaling, Allah akan menjadikan mereka merasakan derita yang pedih di dunia ini dan di kehidupan mendatang, dan mereka tidak akan menemukan penolong di muka bumi dan tidak ada yang akan memberi [mereka] pertolongan.


Surah At-Taubah Ayat 75

وَمِنْهُمْ مَنْ عَاهَدَ اللَّهَ لَئِنْ آتَانَا مِنْ فَضْلِهِ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ الصَّالِحِينَ

wa min-hum man ‘āhadallāha la`in ātānā min faḍlihī lanaṣṣaddaqanna wa lanakụnanna minaṣ-ṣāliḥīn

75. Dan, di antara mereka ada yang berjanji kepada Allah, “Jika Dia benar-benar memberi kami [sesuatu dari] karunia-Nya, sungguh kami pasti akan menunaikan zakat, dan sungguh kami pasti akan termasuk orang-orang yang saleh!”


Surah At-Taubah Ayat 76

فَلَمَّا آتَاهُمْ مِنْ فَضْلِهِ بَخِلُوا بِهِ وَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

fa lammā ātāhum min faḍlihī bakhilụ bihī wa tawallaw wa hum mu’riḍụn

76. Akan tetapi, begitu Allah telah memberi mereka [segala sesuatu] dari karunia-Nya, mereka menahannya dengan kikir, dan berpaling dengan keras kepala [dari semua yang telah mereka janjikan]:


Surah At-Taubah Ayat 77

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِي قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُ بِمَا أَخْلَفُوا اللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

fa a’qabahum nifāqan fī qulụbihim ilā yaumi yalqaunahụ bimā akhlafullāha mā wa’adụhu wa bimā kānụ yakżibụn

77. kemudian, Allah jadikan sifat munafik berakar di dalam hati mereka, [dan tetap berada di dalamnya] hingga Hari ketika mereka akan berjumpa dengan-Nya105—karena mereka telah gagal memenuhi janji yang mereka buat kepada Allah dan karena mereka terbiasa berdusta.106


Surah At-Taubah Ayat 78

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَاهُمْ وَأَنَّ اللَّهَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

a lam ya’lamū annallāha ya’lamu sirrahum wa najwāhum wa annallāha ‘allāmul-guyụb

78. Tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui [semua] pikiran mereka yang tersembunyi dan pembicaraan rahasia mereka, dan bahwa Allah mengetahui sepenuhnya segala sesuatu yang melampaui pengetahuan indriawi manusia?


Surah At-Taubah Ayat 79

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

allażīna yalmizụnal-muṭṭawwi’īna minal-mu`minīna fiṣ-ṣadaqāti wallażīna lā yajidụna illā juhdahum fa yaskharụna min-hum, sakhirallāhu min-hum wa lahum ‘ażābun alīm

79. [Orang-orang munafik itulah] yang mencela orang-orang yang memberi karena Allah107 melampaui apa yang wajib mereka berikan dan mencela orang-orang yang tidak memiliki sesuatu [untuk mereka beri] kecuali [sedikit hasil dari] kerja keras mereka, serta mencemooh mereka [semua].108

Allah akan menjadikan cemoohan mereka berbalik menimpa diri mereka sendiri,109 dan derita yang pedih menanti mereka.


Surah At-Taubah Ayat 80

اسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِنْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

istagfir lahum au lā tastagfir lahum, in tastagfir lahum sab’īna marratan fa lay yagfirallāhu lahum, żālika bi`annahum kafarụ billāhi wa rasụlih, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

80. [Dan,] apakah engkau berdoa [kepada Allah] agar mereka diampuni atau engkau tidak berdoa bagi mereka—[semua itu akan sama saja: sebab, bahkan] jika engkau berdoa sebanyak tujuh puluh kali110 agar mereka diampuni, Allah tidak akan mengampuni mereka, lantaran mereka berkukuh mengingkari Allah dan Rasul-Nya. Dan, Allah tidak menganugerahkan petunjuk-Nya kepada kaum yang fasik seperti itu.111


Surah At-Taubah Ayat 81

فَرِحَ الْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَافَ رَسُولِ اللَّهِ وَكَرِهُوا أَنْ يُجَاهِدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالُوا لَا تَنْفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَوْ كَانُوا يَفْقَهُونَ

fariḥal-mukhallafụna bimaq’adihim khilāfa rasụlillāhi wa karihū ay yujāhidụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wa qālụ lā tanfirụ fil-ḥarr, qul nāru jahannama asyaddu ḥarrā, lau kānụ yafqahụn

81. ORANG-ORANG [munafik] yang tidak ikut pergi berperang merasa gembira dengan ketidakterlibatan mereka [dalam perang]112 setelah [keberangkatan] Rasul Allah karena mereka membenci gagasan untuk berjuang dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah; dan [bahkan] mereka telah berkata [kepada yang lain], “Janganlah pergi berperang dalam keadaan panas terik begini!”

Katakanlah: “Api neraka itu jauh lebih panas!”

Seandainya mereka mengetahui kebenaran itu!


Surah At-Taubah Ayat 82

فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

falyaḍ-ḥakụ qalīlaw walyabkụ kaṡīrā, jazā`am bimā kānụ yaksibụn

82. Maka, biarkanlah mereka sedikit tertawa—sebab, mereka akan banyak menangis113 sebagai balasan dari apa yang mereka perbuat.


Surah At-Taubah Ayat 83

فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَىٰ طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ

fa ir raja’akallāhu ilā ṭā`ifatim min-hum fasta`żanụka lil-khurụji fa qul lan takhrujụ ma’iya abadaw wa lan tuqātilụ ma’iya ‘aduwwā, innakum raḍītum bil-qu’ụdi awwala marrah, faq’udụ ma’al-khālifīn

83. Karena itu, [wahai Nabi,] jika Allah membawamu lagi berhadapan langsung dengan sebagian dari mereka,114 kemudian mereka minta izin kepadamu unruk pergi [berperang bersamamu), katakanlah: “Kalian tidak akan pernah berangkat bersamaku dan tidak pula akan pernah berperang melawan musuh bersamaku! Sungguh, kalian telah amat senang untuk tinggal di rumah pada kali yang pertama: maka, tinggallah di rumah bersama orang-orang yang [diharuskan untuk] tidak pergi berperang!”115


Surah At-Taubah Ayat 84

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ

wa lā tuṣalli ‘alā aḥadim min-hum māta abadaw wa lā taqum ‘alā qabrih, innahum kafarụ billāhi wa rasụlihī wa mātụ wa hum fāsiqụn

84. Dan, janganlah engkau menshalati orang yang mati dari kalangan mereka, dan janganlah engkau pernah berdiri (mendoakan) di samping kuburnya:116 sebab, perhatikanlah, mereka berkukuh mengingkari Allah dan Rasul-Nya, dan mereka mati dalam kefasikan mereka ini.117


Surah At-Taubah Ayat 85

وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَأَوْلَادُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ

wa lā tu’jibka amwāluhum wa aulāduhum, innamā yurīdullāhu ay yu’ażżibahum bihā fid-dun-yā wa taz-haqa anfusuhum wa hum kāfirụn

85. Dan, janganlah harta duniawi mereka dan [kebahagiaan yang mereka mungkin peroleh dari] anak-anak mereka membuat engkau takjub: Allah hanyalah hendak menghukum mereka melalui hal-hal itu di [kehidupan] dunia ini, dan [menyebabkan] nyawa mereka melayang sementara mereka [masih] mengingkari kebenaran.118


Surah At-Taubah Ayat 86

وَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ آمِنُوا بِاللَّهِ وَجَاهِدُوا مَعَ رَسُولِهِ اسْتَأْذَنَكَ أُولُو الطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُوا ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ

wa iżā unzilat sụratun an āminụ billāhi wa jāhidụ ma’a rasụlihista`żanaka uluṭ-ṭauli min-hum wa qālụ żarnā nakum ma’al-qā’idīn

86. [Mereka sungguh mengingkarinya:] sebab, ketika mereka diseru melalui wahyu,119 “Berimanlah kepada Allah dan berjuanglah sungguh-sungguh [di jalan Allah] bersama Rasul-Nya”, [bahkan] orang-orang yang mampu di antara mereka [untuk pergi berperang] meminta izin kepadamu, sambil berkata, “Biarkanlah kami tinggal bersama orang-orang yang tetap di rumah!”120


Surah At-Taubah Ayat 87

رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

raḍụ bi`ay yakụnụ ma’al-khawālifi wa ṭubi’a ‘alā qulụbihim fa hum lā yafqahụn

87. Mereka sangat senang untuk tetap bersama dengan orang-orang yang tinggal di belakang—yang karena itu, hati mereka ditutup,121 sehingga mereka tidak dapat memahami kebenaran.


Surah At-Taubah Ayat 88

لَٰكِنِ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمُ الْخَيْرَاتُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

lākinir-rasụlu wallażīna āmanụ ma’ahụ jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim, wa ulā`ika lahumul-khairātu wa ulā`ika humul-mufliḥụn

88. Akan tetapi, Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berjuang sungguh-sungguh [di jalan Allah] dengan harta dan nyawa mereka: dan mereka itulah yang dinanti oleh hal-hal yang terbaik [di kehidupan mendatang], dan mereka, mereka itulah orang-orang yang akan mencapai keadaan bahagia!


Surah At-Taubah Ayat 89

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

a’addallāhu lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, żālikal-fauzul-‘aẓīm

89. Allah telah menyediakan bagi mereka taman-taman yang dilalui aliran sungai, di dalamnya mereka akan berkediaman: dan itulah kemenangan yang tertinggi!


Surah At-Taubah Ayat 90

وَجَاءَ الْمُعَذِّرُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ الَّذِينَ كَذَبُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ سَيُصِيبُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

wa jā`al-mu’ażżirụna minal-a’rābi liyu`żana lahum wa qa’adallażīna każabullāha wa rasụlah, sayuṣībullażīna kafarụ min-hum ‘ażābun alīm

90. DAN, TELAH datang [kepada Rasul] orang-orang Arab Badui yang memberikan suatu alasan, [dengan permohonan] agar mereka diberikan pengecualian,122 sementara orang-orang yang cenderung mendustakan Allah dan Rasul-Nya diam [begitu saja] di rumah.123 [Dan] derita yang pedih pasti ditimpakan kepada orang-orang di antara mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran!


Surah At-Taubah Ayat 91

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

laisa ‘alaḍ-ḍu’afā`i wa lā ‘alal-marḍā wa lā ‘alallażīna lā yajidụna mā yunfiqụna ḥarajun iżā naṣaḥụ lillāhi wa rasụlih, mā ‘alal-muḥsinīna min sabīl, wallāhu gafụrur raḥīm

91. [Akan tetapi,] tidak ada kesalahan yang akan ditimpakan kepada orang yang lemah,124 orang yang sakit, dan orang yang tidak memiliki peralatan [untuk memperlengkapi diri mereka sendiri],125 selama mereka bersikap jujur kepada Allah dan Rasul-Nya: tidak ada alasan untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik, sebab Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah At-Taubah Ayat 92

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

wa lā ‘alallażīna iżā mā atauka litaḥmilahum qulta lā ajidu mā aḥmilukum ‘alaihi tawallaw wa a’yunuhum tafīḍu minad-dam’i ḥazanan allā yajidụ mā yunfiqụn

92. Tidak pula [kesalahan akan ditimpakan] kepada orang-orang yang, ketika mereka datang kepadamu [wahai Nabi, dengan permintaan] agar engkau memberi mereka tunggangan, kepada mereka, engkau berkata, “Aku tidak bisa memperoleh tunggangan untuk membawa kalian”—[kemudian ketika] mereka berpaling, air mata mereka berlinang karena merasa bersedih, lantaran mereka tidak mampu menyediakan [perlengkapan berperang bagi mereka sendiri].


Surah At-Taubah Ayat 93

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

innamas-sabīlu ‘alallażīna yasta`żinụnaka wa hum agniyā`, raḍụ bi`ay yakụnụ ma’al-khawālifi wa ṭaba’allāhu ‘alā qulụbihim fa hum lā ya’lamụn

93. Yang dapat disalahkan hanyalah mereka yang meminta izin kepadamu meskipun mereka sesungguhnya mampu [untuk pergi berperang].126 Mereka merasa sangat senang untuk tetap bersama orang-orang yang tidak pergi berperang—karena itu, Allah telah menutup hati mereka, sehingga mereka tidak mengetahui [apa yang mereka perbuat].


Surah At-Taubah Ayat 94

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُلْ لَا تَعْتَذِرُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

ya’tażirụna ilaikum iżā raja’tum ilaihim, qul lā ta’tażirụ lan nu`mina lakum qad nabba`anallāhu min akhbārikum wa sayarallāhu ‘amalakum wa rasụluhụ ṡumma turaddụna ilā ‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn

94. [Dan] mereka akan [tetap] mengemukakan berbagai alasan kepada kalian ketika kalian telah kembali kepada mereka [dari perjalanan perang]!

Katakanlah: “Janganlah mengemukakan berbagai alasan [kosong], [sebab] kami tidak akan memercayai kalian: Allah telah memberi tahu kami tentang kalian. Dan, Allah memperlihatkan perbuatan kalian [yang akan datang], dan [begitu juga] Rasul-Nya; dan, pada akhirnya, kalian akan dibawa ke hadapan Dia127 yang mengetahui segala yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk serta segala yang dapat disaksikan oleh indra-indra atau pikiran makhluk,128 dan kemudian Dia akan menjadikan kalian benar-benar memahami apa yang kalian kerjakan [selama hidup].”


Surah At-Taubah Ayat 95

سَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَكُمْ إِذَا انْقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُوا عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌ ۖ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

sayaḥlifụna billāhi lakum iżangqalabtum ilaihim litu’riḍụ ‘an-hum, fa a’riḍụ ‘an-hum, innahum rijsuw wa ma`wāhum jahannamu jazā`am bimā kānụ yaksibụn

95. Ketika nanti kalian telah kembali kepada mereka, [wahai orang-orang beriman,] mereka akan bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, [dengan mengulangi alasan-alasan mereka] dengan maksud agar kalian membiarkan mereka.129 Maka, biarkanlah mereka: perhatikanlah, mereka itu memuakkan, dan neraka akan menjadi tujuan mereka, sebagai balasan atas apa yang mereka biasa lakukan.


Surah At-Taubah Ayat 96

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْا عَنْهُمْ ۖ فَإِنْ تَرْضَوْا عَنْهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

yaḥlifụna lakum litarḍau ‘an-hum, fa in tarḍau ‘an-hum fa innallāha lā yarḍā ‘anil-qaumil-fāsiqīn

96. Mereka akan bersumpah kepada kalian dengan maksud untuk membuat kalian senang kepada mereka: tetapi [bahkan pun] seandainya kalian senang kepada mereka, sungguh, Allah tidak akan pernah senang kepada orang-orang yang menyimpang.


Surah At-Taubah Ayat 97

الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُوا حُدُودَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

al-a’rābu asyaddu kufraw wa nifāqaw wa ajdaru allā ya’lamụ ḥudụda mā anzalallāhu ‘alā rasụlih, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

97. [Orang-orang munafik di antara] orang-orang Arab Badui itu130 lebih kukuh dalam hal penolakan [mereka] untuk mengakui kebenaran dan dalam hal kemunafikan [mereka dibanding penduduk yang tinggal menetap], dan lebih cenderung mengabaikan ketentuan-ketentuan yang Allah telah turunkan kepada Rasul-Nya—tetapi Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.131


Surah At-Taubah Ayat 98

وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ مَغْرَمًا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَائِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

wa minal-a’rābi may yattakhiżu mā yunfiqu magramaw wa yatarabbaṣu bikumud-dawā`ir, ‘alaihim dā`iratus-saụ`, wallāhu samī’un ‘alīm

98. Dan, di antara orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitar kalian terdapat orang-orang yang memandang apa yang mereka berikan [di jalan Allah] sebagai suatu kerugian dan mereka menanti musibah menimpa kalian, [wahai orang-orang beriman: tetapi] merekalah yang akan ditimpa nasib buruk—sebab, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah At-Taubah Ayat 99

وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنْفِقُ قُرُبَاتٍ عِنْدَ اللَّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ ۚ أَلَا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

wa minal-a’rābi may yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhiri wa yattakhiżu mā yunfiqu qurubātin ‘indallāhi wa ṣalawātir-rasụl, alā innahā qurbatul lahum, sayudkhiluhumullāhu fī raḥmatih, innallāha gafụrur raḥīm

99. Namun, di antara orang-orang Arab Badui ada [pula] yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan memandang apa yang mereka keluarkan [di jalan Allah] sebagai cara untuk mendekatkan mereka kepada Allah dan [cara agar mereka diingat di dalam] doa-doa Rasul. Oh, sungguh, hal itu [memang] akan menjadi cara [Allah] untuk menjadi dekat dengan mereka, [karena] Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya: sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat!


Surah At-Taubah Ayat 100

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

was-sābiqụnal-awwalụna minal-muhājirīna wal-anṣāri wallażīnattaba’ụhum bi`iḥsānir raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-hu wa a’adda lahum jannātin tajrī taḥtahal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, żālikal-fauzul-‘aẓīm

100. Dan, adapun orang-orang terdahulu yang paling awal dari orang-orang yang hijrah meninggalkan ranah kejahatan dan dari orang-orang yang melindungi dan menolong agama,132 serta orang-orang yang mengikuti mereka dalam [jalan] kebaikan—Allah amat berkenan dengan mereka dan mereka pun amat berkenan dengan-Nya. Dan, bagi mereka, Allah telah siapkan taman-taman yang dilalui aliran sungai-sungai, di dalamnya mereka berkediaman melampaui perhitungan waktu: inilah kemenangan yang tertinggi!


Surah At-Taubah Ayat 101

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

wa mim man ḥaulakum minal-a’rābi munāfiqụn, wa min ahlil-madīnati maradụ ‘alan-nifāq, lā ta’lamuhum, naḥnu na’lamuhum, sanu’ażżibuhum marrataini ṡumma yuraddụna ilā ‘ażābin ‘aẓīm

101. Namun. di antara orang-orang Arab Badui yang tinggal di sekitar kalian terdapat orang-orang munafik; dan di antara penduduk Kota [Nabi]133 terdapat [pula] yang semakin keterlaluan dalam hal kemunafikan [mereka]. Engkau tidak [selalu] mengetahui mereka, [wahai Muhammad—tetapi] Kami mengetahui mereka. Kami akan menyebabkan mereka menderita dua kali [di dunia ini];134 kemudian, mereka benar-benar akan dikembalikan kepada penderitaan yang berat [di kehidupan mendatang].


Surah At-Taubah Ayat 102

وَآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلًا صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

wa ākharụna’tarafụ biżunụbihim khalaṭụ ‘amalan ṣāliḥaw wa ākhara sayyi`ā, ‘asallāhu ay yatụba ‘alaihim, innallāha gafụrur raḥīm

102. Dan [ada pula] yang lain135—[orang-orang yang] telah menjadi sadar akan dosa mereka setelah melakukan perbuatan baik di samping perbuatan jahat;136 [dan] mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka: sebab, sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah At-Taubah Ayat 103

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli ‘alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī’un ‘alīm

103. [Karena itu, wahai Nabi,] terimalah [sebagian] dari harta mereka yang dipersembahkan karena Allah,137 semoga engkau membersihkan mereka dengan itu dan menyebabkan mereka tumbuh dalam kesucian, dan berdoalah untuk mereka: sungguh, doamu akan menjadi [sumber] ketenteraman bagi mereka—sebab, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah At-Taubah Ayat 104

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

a lam ya’lamū annallāha huwa yaqbalut-taubata ‘an ‘ibādihī wa ya`khużuṣ-ṣadaqāti wa annallāha huwat-tawwābur-raḥīm

104. Tidakkah mereka mengetahui bahwa hanya Allah semata yang dapat menerima tobat dari hamba-hamba-Nya138 dan penerima [sesungguhnya] apa pun yang dipersembahkan demi diri-Nya—dan Allah sematalah yang merupakan Penerima Tobat, Sang Pemberi Rahmat?


Surah At-Taubah Ayat 105

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

wa quli’malụ fa sayarallāhu ‘amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā ‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn

105. Dan, katakanlah [kepada mereka, wahai Nabi]: “Bertindaklah!139 Dan Allah akan memperhatikan perbuatan-perbuatan kalian, dan [demikian pula] Rasul-Nya, serta orang-orang beriman: dan [pada akhirnya] kalian akan dibawa ke hadapan Dia yang mengetahui segala yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk serta segala yang dapat disaksikan oleh indra-indra atau pikiran makhluk140—kemudian Dia akan membuat kalian mengerti apa yang telah kalian perbuat.”


Surah At-Taubah Ayat 106

وَآخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ اللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

wa ākharụna murjauna li`amrillāhi immā yu’ażżibuhum wa immā yatụbu ‘alaihim, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

106. Dan, [masih ada pula] yang lain—[orang-orang yang perkaranya] ditangguhkan hingga Allah berkehendak untuk mengadili mereka:141 Dia akan menghukum mereka atau berpaling kepada mereka dengan belas kasih-Nya—sebab, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.


Surah At-Taubah Ayat 107

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

wallażīnattakhażụ masjidan ḍirāraw wa kufraw wa tafrīqam bainal-mu`minīna wa irṣādal liman ḥāraballāha wa rasụlahụ ming qabl, wa layaḥlifunna in aradnā illal-ḥusnā, wallāhu yasy-hadu innahum lakāżibụn

107. DAN, [ada] orang-orang [munafik] yang mendirikan rumah ibadah [tersendiri] untuk menimbulkan kekacauan, mendorong kemurtadan, dan menimbulkan perpecahan di kalangan orang-orang beriman, serta untuk menyediakan tempat bagi orang-orang yang sejak semula telah memerangi Allah dan Rasul-Nya.142 Dan, mereka pasti akan bersumpah [kepada kalian, wahai orang-orang beriman]. “Kami tidak memiliki niat apa pun, kecuali niat yang terbaik!”—padahal Allah [sendiri] menjadi saksi bahwa mereka berdusta.143


Surah At-Taubah Ayat 108

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

lā taqum fīhi abadā, lamasjidun ussisa ‘alat-taqwā min awwali yaumin aḥaqqu an taqụma fīh, fīhi rijāluy yuḥibbụna ay yataṭahharụ, wallāhu yuḥibbul-muṭṭahhirīn

108. Janganlah sekali-kali berdiri di tempat semacam itu!144 Hanya rumah ibadah yang sejak semula didirikan atas dasar kesadaran akan Allah yang lebih patut bagimu untuk berdiri di dalamnya145—[rumah ibadah] yang di dalamnya terdapat orang-orang yang berhasrat untuk tumbuh dalam kesucian: sebab, Allah mencintai orang-orang yang menyucikan diri.


Surah At-Taubah Ayat 109

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

a fa man assasa bun-yānahụ ‘alā taqwā minallāhi wa riḍwānin khairun am man assasa bun-yānahụ ‘alā syafā jurufin hārin fan-hāra bihī fī nāri jahannam, wallāhu lā yahdil qaumaẓ-ẓālimīn

109. Lalu, manakah yang lebih baik: orang yang mendirikan bangunannya atas dasar kesadaran akan Allah dan [hasrat untuk memperoleh] perkenan-Nya—ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi sungai yang terkikis oleh air sehingga bangunan itu [pasti] ambruk bersamanya ke dalam api neraka?

Sebab, Allah tidak menganugerahkan petunjuk-Nya kepada orang-orang yang [dengan sengaja] melakukan kezaliman:


Surah At-Taubah Ayat 110

لَا يَزَالُ بُنْيَانُهُمُ الَّذِي بَنَوْا رِيبَةً فِي قُلُوبِهِمْ إِلَّا أَنْ تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

lā yazālu bun-yānuhumullażī banau rībatan fī qulụbihim illā an taqaṭṭa’a qulụbuhum, wallāhu ‘alīmun ḥakīm

110. bangunan yang telah mereka dirikan itu akan senantiasa menjadi sumber kegelisahan yang mendalam di dalam hati mereka hingga hati mereka itu hancur berkeping-keping.146 Dan, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.


Surah At-Taubah Ayat 111

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

innallāhasytarā minal-mu`minīna anfusahum wa amwālahum bi`anna lahumul-jannah, yuqātilụna fī sabīlillāhi fa yaqtulụna wa yuqtalụna wa’dan ‘alaihi ḥaqqan fit-taurāti wal-injīli wal-qur`ān, wa man aufā bi’ahdihī minallāhi fastabsyirụ bibai’ikumullażī bāya’tum bih, wa żālika huwal-fauzul-‘aẓīm

111. PERHATIKANLAH, Allah telah membeli jiwa dan harta orang-orang beriman dengan menjanjikan mereka surga sebagai balasan [sehingga] mereka berjuang di jalan Allah, dan mereka membunuh dan terbunuh: suatu janji yang benar-benar Dia kehendaki atas diri-Nya sendiri di dalam [kata-kata] Taurat, Injil, dan Al-Quran. Dan, siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?

Maka, bergembiralah dengan kesepakatan yang telah kalian buat bersama-Nya: sebab, inilah kemenangan yang tertinggi!


Surah At-Taubah Ayat 112

التَّائِبُونَ الْعَابِدُونَ الْحَامِدُونَ السَّائِحُونَ الرَّاكِعُونَ السَّاجِدُونَ الْآمِرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّاهُونَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَالْحَافِظُونَ لِحُدُودِ اللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

attā`ibụnal-‘ābidụnal-ḥāmidụnas-sā`iḥụnar-rāki’ụnas-sājidụnal-āmirụna bil-ma’rụfi wan-nāhụna ‘anil-mungkari wal-ḥāfiẓụna liḥudụdillāh, wa basysyiril-mu`minīn

112. [Ini adalah kemenangan] orang-orang yang bertobat [kepada Allah manakala mereka telah berbuat dosa], dan yang menyembah dan mengagungkan[-Nya], dan terus-menerus pergi [mencari perkenan-Nya],147 dan menundukkan diri [di hadapan-Nya] dan bersujud dengan penuh rasa cinta dan hormat, dan menyuruh berbuat benar dan melarang berbuat salah, serta memelihara ketentuan-ketentuan yang ditetapkan oleh Allah. Dan, sampaikanlah olehmu [wahai Nabi] berita gembira [mengenai janji Allah] kepada semua orang beriman.


Surah At-Taubah Ayat 113

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

mā kāna lin-nabiyyi wallażīna āmanū ay yastagfirụ lil-musyrikīna walau kānū ulī qurbā mim ba’di mā tabayyana lahum annahum aṣ-ḥābul-jaḥīm

113. TIDAKLAH pantas bagi Nabi dan orang-orang yang telah meraih iman untuk mendoakan agar orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah diampuni [oleh-Nya]—meskipun mereka kebetulan adalah saudara dekat [mereka]148—setelah menjadi jelas bagi mereka bahwa orang-orang [mati yang berdosa] itu ditentukan untuk masuk ke dalam api yang menyala-nyala.


Surah At-Taubah Ayat 114

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

wa mā kānastigfāru ibrāhīma li`abīhi illā ‘am mau’idatiw wa’adahā iyyāh, fa lammā tabayyana lahū annahụ ‘aduwwul lillāhi tabarra`a min-h, inna ibrāhīma la`awwāhun ḥalīm

114. Dan, doa Ibrahim agar ayahnya diampuni tidak lain karena janji yang telah dia berikan kepada ayahnya [pada masa hidupnya];149 tetapi tatkala telah menjadi jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya telah menjadi musuh Allah, [Ibrahim] berlepas diri darinya—[meskipun,] perhatikanlah, Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya, sangat penyantun.


Surah At-Taubah Ayat 115

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

wa mā kānallāhu liyuḍilla qaumam ba’da iż hadāhum ḥattā yubayyina lahum mā yattaqụn, innallāha bikulli syai`in ‘alīm

115. Dan, Allah tidak akan pernah—setelah mengajak mereka mengikuti petunjuk-Nya—mengutuk suatu kaum lantaran mereka tersesat150 sebelum Dia menjadikan [semuanya] jelas kepada mereka apa yang mereka seharusnya sadari. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.151


Surah At-Taubah Ayat 116

إِنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

innallāha lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, yuḥyī wa yumīt, wa mā lakum min dụnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr

116. Sungguh, hanya milik Allah semata kekuasaan atas lelangit dan bumi; [hanya] Dia yang menghidupkan dan mematikan; dan tidak ada siapa pun selain Allah yang dapat melindungi atau menolong kalian.


Surah At-Taubah Ayat 117

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

laqat tāballāhu ‘alan-nabiyyi wal-muhājirīna wal-anṣārillażīnattaba’ụhu fī sā’atil-‘usrati mim ba’di mā kāda yazīgu qulụbu farīqim min-hum ṡumma tāba ‘alaihim, innahụ bihim ra`ụfur raḥīm

117. SUNGGUH, Allah telah berpaling dengan belas kasih-Nya kepada Nabi serta kepada orang-orang yang hijrah meninggalkan ranah kejahatan dan orang-orang yang melindungi dan menolong agama152—[semua] yang mengikutinya, pada masa-masa sulit, ketika hati sebagian orang beriman lainnya hampir melenceng dari keimanan.153

Dan, sekali lagi:154 Dia telah berpaling kepada mereka dengan belas kasih-Nya—sebab, perhatikanlah, Dia Mahawelas Asih terhadap mereka, Sang Pemberi Rahmat.


Surah At-Taubah Ayat 118

وَعَلَى الثَّلَاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا حَتَّىٰ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوا أَنْ لَا مَلْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

wa ‘alaṡ-ṡalāṡatillażīna khullifụ, ḥattā iżā ḍāqat ‘alaihimul-arḍu bimā raḥubat wa ḍāqat ‘alaihim anfusuhum wa ẓannū al lā malja`a minallāhi illā ilaīh, ṡumma tāba ‘alaihim liyatụbụ, innallāha huwat-tawwābur-raḥīm

118. Dan, [Dia berpaling dengan belas kasih-Nya pula kepada] tiga [kelompok orang beriman] yang telah tergelincir ke dalam kerusakan155 hingga, pada akhirnya—setelah bumi, meski betapapun luasnya, telah menjadi [terlalu] sempit bagi mereka dan jiwa mereka telah menjadi [sangat] sempit—mereka mengetahui dengan pasti bahwa tidak ada tempat untuk menghindar dari Allah selain [kembali] kepada-Nya; dan kemudian, Allah berpaling dengan belas kasih-Nya kepada mereka agar mereka bertobat: sebab, sungguh, hanya Allah semata Sang Penerima Tobat, Sang Pemberi Rahmat.156


Surah At-Taubah Ayat 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kụnụ ma’aṣ-ṣādiqīn

119. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Tetaplah sadar akan Dia dan hendaklah kalian termasuk orang-orang yang berkata benar!


Surah At-Taubah Ayat 120

مَا كَانَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ أَنْ يَتَخَلَّفُوا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

mā kāna li`ahlil-madīnati wa man ḥaulahum minal-a’rābi ay yatakhallafụ ‘ar rasụlillāhi wa lā yargabụ bi`anfusihim ‘an nafsih, żālika bi`annahum lā yuṣībuhum ẓama`uw wa lā naṣabuw wa lā makhmaṣatun fī sabīlillāhi wa lā yaṭa`ụna mauṭi`ay yagīẓul-kuffāra wa lā yanalụna min ‘aduwwin nailan illā kutiba lahum bihī ‘amalun ṣāliḥ, innallāha lā yuḍī’u ajral-muḥsinīn

120. Tidaklah layak bagi penduduk Kota [Nabi] dan orang-orang Arab Badui [yang hidup] di sekitar mereka untuk tidak lagi mengikuti Rasul Allah atau peduli terhadap diri mereka sendiri melebihi kepedulian terhadap Rasul!157—sebab, tatkala mereka ditimpa kehausan, kelelahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tatkala mereka mengambil setiap langkah yang mengejutkan158 orang-orang yang mengingkari kebenaran, dan tatkala datang kepada mereka dari pihak musuh apa pun yang mungkin telah ditetapkan bagi mereka159—[tatkala semua itu terjadi,] suatu perbuatan baik dituliskan bagi mereka.160 Sungguh, Allah tidak akan lupa untuk membalas pahala orang-orang yang berbuat baik!


Surah At-Taubah Ayat 121

وَلَا يُنْفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

wa lā yunfiqụna nafaqatan ṣagīrataw wa lā kabīrataw wa lā yaqṭa’ụna wādiyan illā kutiba lahum liyajziyahumullāhu aḥsana mā kānụ ya’malụn

121. Dan, tatkala mereka mengeluarkan sesuatu [di jalan Allah], entah itu sedikit ataupun banyak, dan tatkala mereka berjalan di muka bumi161 [di jalan Allah]—hal itu dicatat sebagai pahala bagi mereka, dan Allah akan menganugerahi mereka balasan yang terbaik atas semua yang mereka lakukan.


Surah At-Taubah Ayat 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja’ū ilaihim la’allahum yaḥżarụn

122. Dengan ini semua, tidaklah dikehendaki bahwa seluruh orang beriman pergi ke medan [pada masa perang]. Dari setiap kelompok di antara mereka, sebagian hendaknya menahan diri untuk tidak pergi berperang, dan [sebaliknya] hendaknya mencurahkan waktu untuk memperoleh pengetahuan yang lebih dalam tentang agama, dan [dengan demikian dapat] mengajari saudara mereka apabila mereka telah kembali sehingga hal ini [juga] mungkin dapat melindungi diri mereka sendiri dari kejahatan.162


Surah At-Taubah Ayat 123

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ qātilullażīna yalụnakum minal-kuffāri walyajidụ fīkum gilẓah, wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn

123. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Berjuanglah melawan para pengingkar kebenaran yang berada di sekitar kalian dan biarkan mereka mendapati bahwa kalian bersikap tegas;163 dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang sadar akan Dia.


Surah At-Taubah Ayat 124

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِ إِيمَانًا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

wa iżā mā unzilat sụratun fa min-hum may yaqụlu ayyukum zādat-hu hāżihī īmānā, fa ammallażīna āmanụ fa zādat-hum īmānaw wa hum yastabsyirụn

124. NAMUN, TATKALA suatu surah [dari kitab Ilahi ini] diturunkan, sebagian dari para pengingkar kebenaran itu cenderung bertanya,164 “Siapakah di antara kalian yang keimanannya bertambah kuat [dengan adanya pesan ini]?”

Adapun bagi orang-orang yang telah meraih iman, surah ini sungguh memperkuat keimanan mereka dan mereka bersukacita dengan kabar gernbira [yang telah Allah berikan kepada mereka].165


Surah At-Taubah Ayat 125

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

wa ammallażīna fī qulụbihim maraḍun fa zādat-hum rijsan ilā rijsihim wa mātụ wa hum kāfirụn

125. Akan tetapi, bagi orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat penyakit, setiap pesan baru tidak lain hanyalah menambah [unsur] ketidakpercayaan lain terhadap ketidakpercayaan yang mereka telah pendam,166 dan mereka mati pada saat mereka [masih] menolak untuk mengakui kebenaran.


Surah At-Taubah Ayat 126

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

a wa lā yarauna annahum yuftanụna fī kulli ‘āmim marratan au marrataini ṡumma lā yatụbụna wa lā hum yażżakkarụn

126. Lantas, tidakkah mereka memperhatikan bahwa mereka sedang diuji setiap tahun?167 Akan tetapi, mereka tidak bertobat dan tidak memikirkan [Allah];


Surah At-Taubah Ayat 127

وَإِذَا مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ نَظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُمْ مِنْ أَحَدٍ ثُمَّ انْصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

wa iżā mā unzilat sụratun naẓara ba’ḍuhum ilā ba’ḍ, hal yarākum min aḥadin ṡummanṣarafụ, ṣarafallāhu qulụbahum bi`annahum qaumul lā yafqahụn

127. dan, tatkala suatu surah diturunkan, mereka memandang satu sama lain [dan seolah-olah berkata], “Adakah yang dapat melihat apa yang terdapat di dalam hati kalian?”168—dan kemudian mereka berpaling.

Allah telah memalingkan hati mereka [dari kebenaran] sebab mereka adalah orang-orang yang tidak akan memahaminya.169


Surah At-Taubah Ayat 128

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

laqad jā`akum rasụlum min anfusikum ‘azīzun ‘alaihi mā ‘anittum ḥarīṣun ‘alaikum bil-mu`minīna ra`ụfur raḥīm

128. SUNGGUH, telah datang kepada kalian [wahai manusia] seorang Rasul dari kalangan kalian sendiri:170 sangat membebani dirinya [pikiran] bahwa kalian mungkin akan menderita [di kehidupan mendatang]; [dia] penuh perhatian terhadap kalian [dan] penuh rasa sayang serta belas kasih terhadap orang-orang beriman.


Surah At-Taubah Ayat 129

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

fa in tawallau fa qul ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm

129. Namun, apabila mereka [yang berkukuh mengingkari kebenaran itu] berpaling, katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku! Tiada tuhan kecuali Dia. Kepada-Nya-lah kubersandar penuh percaya*, sebab Dia adalah Sang Pemelihara, yang bersinggasana dalam kemahakuasaan yang agung.”171


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top