102. At-Takatsur (Keserakahan Untuk Selalu Memperoleh Lebih Banyak Lagi) – التكاثر

Surat At-Takatsur dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat At-Takatsur ( التكاثر ) merupakan surat ke 102 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 8 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah At-Takatsur tergolong Surat Makkiyah.

Surah yang diwahyukan pada periode Makkah-awal ini termasuk salah satu pasase profetik yang paling kuat dalam Al-Qur’an, yang menyoroti sifat serakah tanpa batas yang ada dalam manusia pada umumnya dan, lebih khusus lagi, kencenderungan-kecenderungan yang pada akhirnya telah mendominasi seluruh masyarakat manusia dalam zaman teknologi kita ini.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah At-Takatsur Ayat 1

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

al-hākumut-takāṡur

1. KALIAN DIRASUKI dengan keserakahan untuk selalu memperoleh lebih banyak lagi


Surah At-Takatsur Ayat 2

حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ

ḥattā zurtumul-maqābir

2. hingga kalian masuk ke liang kuburmu.1


1 Istilah at-takatsur mengandung makna “secara serakah berupaya keras untuk memperoleh tambahan”, yakni, keuntungan-keuntungan, baik yang kasat mata atau tidak, yang nyata ataupun khayali. Dalam konteks di atas, istilah itu berarti obsesi manusia untuk memperoleh lebih dan lebih banyak lagi kenyamanan, harta, dan kekuasaan yang lebih besar atas sesama manusia atau atas alam, serta kemajuan teknologi yang tiada henti. Upaya meraih hal-hal tersebut dengan hasrat menggebu-gebu, dengan mengesampingkan segala sesuatu yang lain, menghalangi manusia dari segenap pemahaman ruhani dan membuatnya enggan menerima pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan yang didasarkan pada nilai-nilai yang murni bersifat moral—akibatnya, tidak hanya individu, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan, secara bertahap akan kehilangan seluruh stabilitas yang terdapat di dalam dirinya dan, dengan demikian, kehilangan semua peluangnya untuk meraih kebahagiaan.


Surah At-Takatsur Ayat 3

كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

kallā saufa ta’lamụn

3. Tidak, suatu saat kalian akhirnya akan memahami!


Surah At-Takatsur Ayat 4

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

ṡumma kallā saufa ta’lamụn

4. Dan, sekali lagi:2 Tidak, suatu saat kalian akhirnya akan memahami!


2 Lihat Surah Al-An’am [6], catatan no. 31.


Surah At-Takatsur Ayat 5

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ

kallā lau ta’lamụna ‘ilmal-yaqīn

5. Tidak, andaikan saja kalian dapat memahami [hal itu] dengan pemahaman [yang lahir dari] kepastian,


Surah At-Takatsur Ayat 6

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

latarawunnal-jaḥīm

6. kalian benar-benar, teramat pasti, akan menyaksikan api [neraka] yang berkobar-kobar!3


3 Yakni, “yang dalam keadaan itulah kalian sekarang sedang berada”—yaitu “neraka di bumi” yang tercipta oleh karena gaya hidup yang secara mendasar keliru: ini merupakan sebuah gambaran tidak langsung mengenai kerusakan lingkungan hidup manusia yang berlangsung secara bertahap, serta mengenai keputusasaan, ketidakbahagiaan, dan kebingungan yang pasti akan—dan bahkan pada zaman kita memang telah—menimpa umat manusia yang sedang kehilangan sisa-sisa seluruh orientasi ruhani dan keagamaannya, akibat upaya obsesif dalam mengejar “pertumbuhan ekonomi” tanpa kendali.


Surah At-Takatsur Ayat 7

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ

ṡumma latarawunnahā ‘ainal-yaqīn

7. Pada akhirnya kalian benar-benar, teramat pasti, akan melihatnya dengan mata kepastian:4


4 Yakni, di akhirat, dengan menyaksikan secara langsung dan sangat jelas hakikat sesungguhnya dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan seseorang pada masa lampau, dan menyaksikan betapa tidak dapat dielakkannya penderitaan yang disebabkan oleh kesalahan manusia sendiri, yakni karena menyalahgunakan dan menyia-nyiakan nikmat kehidupan (al-na’im).


Surah At-Takatsur Ayat 8

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

ṡumma latus`alunna yauma`iżin ‘anin-na’īm

8. dan, pada Hari itu, kalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan [apa yang telah kalian lakukan dengan] nikmat kehidupan!


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top