26. Asy-Syu’ara’ (Para Penyair) – الشعراء

Surat Asy-Syu'ara' dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Asy-Syu’ara’ ( الشعراء ) merupakan surah ke 26 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 227 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Asy-Syu’ara’ tergolong Surat Makkiyah.

Kata asy-syu’ara’, yang memberi kesan bagi Sahabat-Sahabat Nabi untuk menamai surah ini demikian, ditemukan dalam ayat 224. Beberapa mufasir berpendapat bahwa empat ayat terakhir (yang dimulai dengan kata kunci asy-syu’ara’ ini) diwahyukan di Madinah, tetapi semua bukti yang ada menunjukkan bahwa surah ini secara keseluruhan diturunkan pada periode Makkah pertengahan, sekitar enam atau tujuh tahun sebelum Nabi hijrah. Demikian juga, tidak ada alasan kuat untuk berasumsi, seperti yang dilakukan Al-Suyuthi, bahwa ayat 197 termasuk dalam periode Madinah hanya karena ayat itu menyebutkan tentang “orang-orang terpelajar dari kalangan Bani Israil”, padahal rujukan-rujukan terhadap mereka ini ditemukan dalam banyak wahyu Makkiyah.

Pokok inti surah ini terletak pada penekanannya mengenai kelemahan-manusia dan kecenderungannya untuk terjerumus dalam penipuan-diri; hal yang sudah menjadi wataknya yang tak berubah. Ini menjelaskan mengapa kebanyakan manusia, di sepanjang masa dan dalam semua komunitas, demikian mudahnya menolak kebenaran—baik kebenaran itu berupa pesan-pesan Allah maupun nilai-nilai moral yang sudah jelas dengan sendirinya—dan, sebagai konsekuensinya, mereka tenggelam dalam pemujaan terhadap kekuasaan, kekayaan, atau apa yang biasanya disebut sebagai “kemuliaan”, serta tenggelam menerima, secara membuta tanpa berpikir, slogan-slogan dan mode-mode pemikiran yang sedang marak pada masanya.

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 1

طسم

ṭā sīm mīm

1. Tha. Sin. Mim.1


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 2

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ

tilka āyātul-kitābil-mubīn

2. INI ADALAH PESAN-PESAN kitab Ilahi, yang jelas pada dirinya sendiri dan secara jelas menunjukkan kebenaran.2


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 3

لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

la’allaka bākhi’un nafsaka allā yakụnụ mu`minīn

3. Akankah engkau, mungkin, menyiksa dirimu sendiri hingga mati [dalam dukacita] karena mereka yang [tinggal di sekelilingmu] menolak untuk beriman [kepadanya]?3


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 4

إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ

in nasya` nunazzil ‘alaihim minas-samā`i āyatan fa ẓallat a’nāquhum lahā khāḍi’īn

4. Seandainya Kami menghendaki, niscaya Kami sudah menurunkan kepada mereka sebuah pesan dari angkasa sehingga leher mereka akan [dipaksa untuk] menundukkan diri di hadapannya dalam kehinaan.4


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 5

وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ ذِكْرٍ مِنَ الرَّحْمَٰنِ مُحْدَثٍ إِلَّا كَانُوا عَنْهُ مُعْرِضِينَ

wa mā ya`tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānụ ‘an-hu mu’riḍīn

5. [Namun, Kami tidak menghendakinya:] dan demikianlah, setiap kali datang kepada mereka peringatan baru apa pun dari Yang Maha Pengasih, mereka [yang buta hatinya] selalu berpaling darinya:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 6

فَقَدْ كَذَّبُوا فَسَيَأْتِيهِمْ أَنْبَاءُ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

fa qad każżabụ fa saya`tīhim ambā`u mā kānụ bihī yastahzi`ụn

6. demikianlah, sesungguhnya, mereka telah mendustakan [pesan ini juga]. Namun, [kelak] mereka akhirnya akan memahami apa yang biasa mereka cemoohkan!5


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 7

أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَى الْأَرْضِ كَمْ أَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

a wa lam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā ming kulli zaujing karīm

7. Maka, tidak pernahkah mereka memperhatikan bumi—berapa banyak jenis [kehidupan] yang baik yang telah Kami jadikan tumbuh di atasnya?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 8

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

8. Perhatikanlah, dalam yang demikian ini terdapat pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 9

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

9. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!6


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 10

وَإِذْ نَادَىٰ رَبُّكَ مُوسَىٰ أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

wa iż nādā rabbuka mụsā ani`til-qaumaẓ-ẓālimīn

10. KARENA ITU, [ingatlah bagaimana] ketika Pemeliharamu menyeru Musa: “Pergilah kepada kaum yang zalim itu,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 11

قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۚ أَلَا يَتَّقُونَ

qauma fir’aụn, alā yattaqụn

11. kaum Fir’aun, yang menolak untuk sadar akan Aku!”7


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 12

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ

qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibụn

12. Dia menjawab, “Wahai, Pemeliharaku! Perhatikanlah, aku takut bahwa mereka akan mendustakan aku,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 13

وَيَضِيقُ صَدْرِي وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِي فَأَرْسِلْ إِلَىٰ هَارُونَ

wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārụn

13. dan kemudian dadaku akan menjadi sempit dan lidahku tidak akan lancar (berbicara): maka, sampaikanlah [perintah-Mu ini] kepada Harun.8


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 14

وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْبٌ فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ

wa lahum ‘alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulụn

14. Selain itu, mereka menyimpan tuduhan yang besar [yang ditangguhkan] terhadapku dan aku takut bahwa mereka akan membunuhku.”9


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 15

قَالَ كَلَّا ۖ فَاذْهَبَا بِآيَاتِنَا ۖ إِنَّا مَعَكُمْ مُسْتَمِعُونَ

qāla kallā, faż-habā bi`āyātinā innā ma’akum mustami’ụn

15. Berfirman Allah, “Tidaklah demikian, sungguh! Maka, pergilah kalian berdua dengan pesan-pesan Kami: sungguh, Kami akan bersama kalian, mendengar [seruan kalian]!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 16

فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُولَا إِنَّا رَسُولُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

fa`tiyā fir’auna fa qụlā innā rasụlu rabbil-‘ālamīn

16. Dan pergilah, kalian berdua, kepada Fir’aun dan katakan, ‘Perhatikanlah, kami mengemban pesan dari Pemelihara seluruh alam:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 17

أَنْ أَرْسِلْ مَعَنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

an arsil ma’anā banī isrā`īl

17. Biarkanlah Bani Israil pergi bersama kami!’”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 18

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ

qāla a lam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min ‘umurika sinīn

18. [Namun, ketika Musa telah menyampaikan pesannya, Fir’aun] berkata, “Bukankah kami telah mengasuhmu di tengah-tengah kami ketika engkau masih kanak-kanak? Dan, bukankah engkau menghabiskan usiamu di antara kami beberapa tahun dari hidupmu [yang terkemudian]?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 19

وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ

wa fa’alta fa’latakallatī fa’alta wa anta minal-kāfirīn

19. Dan, sungguhpun begitu, engkau telah melakukan perbuatan [keji] mu itu,10 dan [dengan begitu menunjukkan bahwa] engkau termasuk salah seorang di antara mereka yang tidak bersyukur!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 20

قَالَ فَعَلْتُهَا إِذًا وَأَنَا مِنَ الضَّالِّينَ

qāla fa’altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn

20. Menjawab [Musa], “Aku melakukannya ketika aku masih tersesat;


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 21

فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِي رَبِّي حُكْمًا وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُرْسَلِينَ

fa farartu mingkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja’alanī minal-mursalīn

21. dan aku melarikan diri darimu karena aku takut kepadamu. Namun, [sejak saat itu,] kemudian Pemeliharaku menganugerahkan kepadaku kemampuan untuk menilai [antara kebenaran dan kesalahan],11 dan menjadikanku salah seorang di antara para pembawa-pesan[-Nya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 22

وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ أَنْ عَبَّدْتَ بَنِي إِسْرَائِيلَ

wa tilka ni’matun tamunnuhā ‘alayya an ‘abbatta banī isrā`īl

22. Dan, [adapun mengenai] budi yang mengenainya engkau mengingatkanku dengan mencibir—[bukankah itu] k.arena engkau telah memperbudak Bani Israil?”12


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 23

قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعَالَمِينَ

qāla fir’aunu wa mā rabbul-‘ālamīn

23. Berkata Fir’aun, “Dan, apa [dan siapa] ‘Pemelihara seluruh alam’ itu?”13


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 24

قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ مُوقِنِينَ

qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, ing kuntum mụqinīn

25. [Musa] menjawab, “[Dia-lah] Pemelihara lelangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya: andaikan saja kalian [memperkenankan diri kalian untuk] menjadi yakin!”14


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 25

قَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ أَلَا تَسْتَمِعُونَ

qāla liman ḥaulahū alā tastami’ụn

25. Berkata [Fir’aun] kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kalian mendengar [apa yang dia katakan]?”15


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 26

قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ آبَائِكُمُ الْأَوَّلِينَ

qāla rabbukum wa rabbu ābā`ikumul-awwalīn

26. [Dan Musa] melanjutkan, “[Dia–lah] Pemelihara kalian, [juga,] serta Pemelihara nenek moyang kalian yang terdahulu!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 27

قَالَ إِنَّ رَسُولَكُمُ الَّذِي أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ لَمَجْنُونٌ

qāla inna rasụlakumullażī ursila ilaikum lamajnụn

28. [Fir’aun] berseru, “Perhatikanlah, ‘rasul’ kalian [ini] yang [mengaku bahwa dia] telah diutus kepada kalian benar-benar gila!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 28

قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, ing kuntum ta’qilụn

28. [Tetapi, Musa] meneruskan, “[Dia yang aku bicarakan adalah] Pemelihara timur dan barat dan segala yang ada di antara keduanya16—[sebagaimana kalian ketahui] jika kalian benar-benar mempergunakan akal kalian!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 29

قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ

qāla la`inittakhażta ilāhan gairī la`aj’alannaka minal-masjụnīn

29. Berkata [Fir’aun], “Sesungguhnya, jika engkau memilih untuk menyembah tuhan apa pun selain aku, aku pasti akan menjebloskanmu ke dalam penjara!”17


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 30

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُبِينٍ

qāla a walau ji`tuka bisyai`im mubīn

30. Berkata dia, “Walaupun sekiranya aku memunculkan di hadapanmu sesuatu yang menunjukkan kebenaran secara nyata?”18


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 31

قَالَ فَأْتِ بِهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

qāla fa`ti bihī ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

31. [Fir’aun] menjawab, “Maka, datangkanlah hal itu jika engkau seorang yang benar!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 32

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُبِينٌ

fa alqā ‘aṣāhu fa iżā hiya ṡu’bānum mubīn

32. Kemudian, [Musa] melemparkan tongkatnya—dan lihatlah! ia seekor ular yang tampak nyata;


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 33

وَنَزَعَ يَدَهُ فَإِذَا هِيَ بَيْضَاءُ لِلنَّاظِرِينَ

wa naza’a yadahụ fa iżā hiya baiḍā`u lin-nāẓirīn

33. dan dia menarik tangannya—dan lihatlah! tangan itu tampak putih [bersinar] bagi orang-orang yang memandang.19


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 34

قَالَ لِلْمَلَإِ حَوْلَهُ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ عَلِيمٌ

qāla lil-mala`i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun ‘alīm

34. Berkata [Fir’aun] kepada pembesar-pembesar di sekelilingnya, “Sungguh, ini benar-benar seorang ahli sihir yang amat pandai


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 35

يُرِيدُ أَنْ يُخْرِجَكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrihī fa māżā ta`murụn

35. yang bermaksud untuk mengeluarkan kalian dari negeri kalian dengan sihirnya.20 Lalu, apakah yang kalian anjurkan?”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 36

قَالُوا أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَابْعَثْ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

qālū arjih wa akhāhu wab’aṡ fil-madā`ini ḥāsyirīn

36. Mereka menjawab, “Biarkanlah dia dan saudaranya menunggu sebentar dan utuslah para penyampai pengumuman ke semua kota


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 37

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيمٍ

ya`tụka bikulli saḥḥārin ‘alīm

37. yang akan mengumpulkan ke hadapan engkau setiap ahli sihir yang amat pandai.”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 38

فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ

fa jumi’as-saḥaratu limīqāti yaumim ma’lụm

38. Maka, ahli-ahli sihir itu pun dikumpulkan pada suatu waktu yang diatur pada hari tertentu,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 39

وَقِيلَ لِلنَّاسِ هَلْ أَنْتُمْ مُجْتَمِعُونَ

wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami’ụn

39. dan ditanyakan kepada orang-orang, “Apakah kalian semua hadir


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 40

لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ إِنْ كَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ

la’allanā nattabi’us-saḥarata ing kānụ humul-gālibīn

40. agar kita dapat mengikuti [langkah-langkah] para ahli sihir jika mereka yang menang?”21


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 41

فَلَمَّا جَاءَ السَّحَرَةُ قَالُوا لِفِرْعَوْنَ أَئِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغَالِبِينَ

fa lammā jā`as-saḥaratu qālụ lifir’auna a inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn

41. Maka, tatkala para ahli sihir itu datang, mereka berkata kepada Fir’aun, “Sungguh, kami mesti mendapat imbalan yang besar jika kamilah yang menang.”22


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 42

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ

qāla na’am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn

42. [Fir’aun] menjawab, “Ya—dan, sungguh, kalau begitu, kalian akan menjadi orang-orang yang dekat kepadaku.”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 43

قَالَ لَهُمْ مُوسَىٰ أَلْقُوا مَا أَنْتُمْ مُلْقُونَ

qāla lahum mụsā alqụ mā antum mulqụn

43. [Dan,] Musa berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa pun yang akan kalian lemparkan!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 44

فَأَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ إِنَّا لَنَحْنُ الْغَالِبُونَ

fa alqau ḥibālahum wa ‘iṣiyyahum wa qālụ bi’izzati fir’auna innā lanaḥnul-gālibụn

44. Lalu, mereka melemparkan tali-tali [sihir] mereka dan tongkat-tongkat mereka, dan berkata, “Demi kekuasaan Fir’aun, perhatikanlah, kamilah sesungguhnya yang telah menang!”23


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 45

فَأَلْقَىٰ مُوسَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

fa alqā mụsā ‘aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya`fikụn

45. [Namun,] kemudian Musa melemparkan tongkatnya—dan lihatlah! tongkat itu menelan semua tipuan mereka.24


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 46

فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ

fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn

46. Dan, ahli-ahli sihir itu jatuh tersungkur sambil bersujud memuja,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 47

قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

qālū āmannā birabbil-‘ālamīn

47. [dan] berseru, “‘Akhirnya kami beriman pada Pemelihara seluruh alam,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 48

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

rabbi mụsā wa hārụn

48. Pemelihara Musa dan Harun!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 49

قَالَ آمَنْتُمْ لَهُ قَبْلَ أَنْ آذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُ لَكَبِيرُكُمُ الَّذِي عَلَّمَكُمُ السِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ مِنْ خِلَافٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum, innahụ lakabīrukumullażī ‘allamakumus-siḥr, fa lasaufa ta’lamụn, la`uqaṭṭi’anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la`uṣallibannakum ajma’īn

49. [Fir’aun] berkata, “Apakah kalian beriman kepadanya25 sebelum aku mengizinkan kalian? Sungguh, dia pastilah pemimpin kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian!26 Namun, pada waktunya, kalian akan mengetahui [pembalasanku]: aku pasti akan memotong tangan dan kaki kalian secara massal disebabkan pembangkangan [kalian], dan aku pasti akan menyalib kalian semua secara massal, semuanya bersama-sama!”27


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 50

قَالُوا لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا مُنْقَلِبُونَ

qālụ lā ḍaira innā ilā rabbinā mungqalibụn

50. Mereka menjawab, “Tiada kemudaratan [yang dapat kau timpakan terhadap kami]: sungguh, kepada Pemelihara kamilah, kami kembali!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 51

إِنَّا نَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَايَانَا أَنْ كُنَّا أَوَّلَ الْمُؤْمِنِينَ

innā naṭma’u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā ang kunnā awwalal-mu`minīn

51. Perhatikanlah, kami [hanyalah] amat menginginkan bahwa Pemelihara kami mengampuni kesalahan-kesalahan kami sebagai balasan karena kami menjadi yang terkemuka di antara orang-orang beriman!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 52

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ

wa auḥainā ilā mụsā an asri bi’ibādī innakum muttaba’ụn

52. DAN [datanglah suatu waktu28 ketika] Kami mengilhamkan kepada Musa demikian: “Pergilah bersama hamba-hamba-Ku pada malam hari: sebab, perhatikanlah, kalian akan dikejar!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 53

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ

fa arsala fir’aunu fil-madā`ini ḥāsyirīn

53. Dan, Fir’aun mengutus para penyampai pengumuman ke semua kota,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 54

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ

inna hā`ulā`i lasyirżimatung qalīlụn

54. [dengan memerintahkan kepada mereka untuk mengerahkan pasukannya dan mengumumkan:] “Perhatikanlah, [Bani lsrail] ini hanyalah suatu gerombolan yang hina;29


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 55

وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ

wa innahum lanā lagā`iẓụn

55. tetapi mereka benar-benar dipenuhi dengan kebencian kepada kita


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 56

وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ

wa innā lajamī’un ḥāżirụn

56. karena kita, sungguh, merupakan suatu bangsa yang bersatu, yang sepenuhnya siap siaga terhadap bahaya30


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 57

فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyụn

57. maka kita telah [sepantasnya] mengusir mereka dari taman-taman dan mata air-mata air [mereka],


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 58

وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ

wa kunụziw wa maqāming karīm

58. dan [mengeluarkan mereka dari] kedudukan mulia [mereka sebelumnya]!”31


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 59

كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ

każālik, wa auraṡnāhā banī isrā`īl

59. Demikianlah adanya: tetapi [seiring dengan jalannya waktu,] sedianya Kami menganugerahkan segala [sesuatu] ini sebagai suatu warisan kepada Bani Israil.32


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 60

فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ

fa atba’ụhum musyriqīn

60. Maka, [orang-orang Mesir itu], menyusul mereka tatkala matahari terbit;


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 61

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

fa lammā tarā`al-jam’āni qāla aṣ-ḥābu mụsā innā lamudrakụn

61. dan begitu kedua kelompok itu dapat melihat satu sama lain, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Perhatikanlah, kita benar-benar akan disusul [dan dikalahkan]!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 62

قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ

qāla kallā, inna ma’iya rabbī sayahdīn

62. Dia menjawab, “Sungguh tidak! Pemeliharaku besertaku, [dan] Dia akan memberi petunjuk kepadaku!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 63

فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ

fa auḥainā ilā mụsā aniḍrib bi’aṣākal-baḥr, fanfalaqa fa kāna kullu firqing kaṭ-ṭaudil-‘aẓīm

63. Kemudian, Kami mengilhamkan kepada Musa demikian, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu!”—lalu terbelahlah ia dan tiap-tiap belahan tampak seperti sebuah gunung yang amat besar.33


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 64

وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ

wa azlafnā ṡammal-ākharīn

64. Dan, Kami jadikan para pengejar itu34 mendekat ke tempat itu:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 65

وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ

wa anjainā mụsā wa mam ma’ahū ajma’īn

65. dan Kami selamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 66

ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ

ṡumma agraqnal-ākharīn

66. dan kemudian Kami jadikan yang lain itu tenggelam.35


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 67

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

67. Dalam [kisah] yang demikian ini, perhatikanlah, terdapat pesan [bagi semua manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 68

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

68. Dan, walaupun begitu, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!36


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 69

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ

watlu ‘alaihim naba`a ibrāhīm

69. DAN SAMPAIKANLAH kepada mereka37 kisah Ibrahim—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 70

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ

iż qāla li`abīhi wa qaumihī mā ta’budụn

70. [bagaimana yang terjadi] ketika dia bertanya kepada bapaknya dan kaumnya, ”Apakah yang kalian sembah?”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 71

قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ

qālụ na’budu aṣnāman fa naẓallu lahā ‘ākifīn

71. Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa mencurahkan diri kepada mereka.”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 72

قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ

qāla hal yasma’ụnakum iż tad’ụn

72. Berkata dia, “Apakah [kalian benar-benar mengira bahwa] mereka itu mendengar kalian sewaktu kalian memohon kepada mereka,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 73

أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ

au yanfa’ụnakum au yaḍurrụn

73. atau memberi manfaat kepada kalian atau memberi mudarat?”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 74

قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

qālụ bal wajadnā ābā`anā każālika yaf’alụn

74. Mereka berseru, “Tetapi, kami mendapati nenek moyang kami melakukan hal yang sama!”38


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 75

قَالَ أَفَرَأَيْتُمْ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ

qāla a fa ra`aitum mā kuntum ta’budụn

75. Berkata [Ibrahim], “Maka, apakah kalian telah memperhatikan, apa itu yang kalian sembah—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 76

أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمُ الْأَقْدَمُونَ

antum wa ābā`ukumul-aqdamụn

76. kalian dan nenek moyang kalian yang terdahulu?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 77

فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ

fa innahum ‘aduwwul lī illā rabbal-‘ālamīn

77. “Nah [akan halnya denganku, aku tahu bahwa,] sungguh, [tuhan-tuhan batil] ini adalah musuh-musuhku, [dan bahwa tiada siapa pun penolongku] kecuali Pemelihara seluruh alam,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 78

الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ

allażī khalaqanī fa huwa yahdīn

78. yang telah menciptakan aku, dan Dia-lah yang memberi petunjuk kepadaku,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 79

وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ

wallażī huwa yuṭ’imunī wa yasqīn

79. dan yang memberi makan dan minum kepadaku,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 80

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn

80. dan ketika aku jatuh sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 81

وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ

wallażī yumītunī ṡumma yuḥyīn

81. dan yang akan menjadikanku mati dan kemudian akan menghidupkanku kembali—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 82

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

wallażī aṭma’u ay yagfira lī khaṭī`atī yaumad-dīn

82. dan yang, kuharap, akan mengampuni kesalahan-kesalahanku pada Hari Pengadilan!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 83

رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

rabbi hab lī ḥukmaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

83. “Wahai, Pemeliharaku! Berikanlah kepadaku kemampuan untuk menilai [antara kebenaran dan kesalahan], dan jadikanlah aku bersama orang-orang saleh,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 84

وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي الْآخِرِينَ

waj’al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn

84. dan berilah aku kekuatan untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang yang akan datang sesudahku,39


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 85

وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ

waj’alnī miw waraṡati jannatin-na’īm

85. dan tempatkanlah aku di antara orang-orang yang akan mewarisi taman kenikmatan!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 86

وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَ مِنَ الضَّالِّينَ

wagfir li`abī innahụ kāna minaḍ-ḍāllīn

86. “Dan, ampunilah bapakku—sebab, sungguh, dia termasuk di antara orang-orang yang telah tersesat40


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 87

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

wa lā tukhzinī yauma yub’aṡụn

87. dan janganlah membuatku malu pada Hari ketika semua akan dibangkitkan dari kematian:41


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 88

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ

yauma lā yanfa’u māluw wa lā banụn

88. Hari yang padanya kekayaan tidak akan berguna sedikit pun, tidak pula anak-anak,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 89

إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

illā man atallāha biqalbin salīm

89. [dan ketika] hanya dia yang datang ke hadapan Allah dengan hati yang bebas dari keburukan [yang akan bahagia]!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 90

وَأُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِينَ

wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn

90. Karena, [pada Hari itu,] surga akan dibawa dalam jangkauan penglihatan orang-orang yang sadar akan Allah,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 91

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn

91. sedangkan neraka yang berkobar akan dibentangkan di hadapan mereka yang telah tenggelam dalam kesalahan yang besar;


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 92

وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُونَ

wa qīla lahum aina mā kuntum ta’budụn

92. dan mereka akan ditanya: “Di manakah kini semua yang biasa kalian sembah


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 93

مِنْ دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنْصُرُونَكُمْ أَوْ يَنْتَصِرُونَ

min dụnillāh, hal yanṣurụnakum au yantaṣirụn

93. selain Allah?42 Dapatkah [benda-benda dan makhluk-makhluk] ini menjadi penolong sedikit pun bagi kalian atau bagi diri mereka sendiri?”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 94

فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ

fakubkibụ fīhā hum wal-gāwụn

94. Kemudian mereka akan diempaskan ke dalam neraka43—mereka, serta semua [yang lain] yang telah tenggelam dalam kesalahan yang besar,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 95

وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ

wa junụdu iblīsa ajma’ụn

95. dan bala tentara iblis—semuanya bersama-sama.44


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 96

قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ

qālụ wa hum fīhā yakhtaṣimụn

96. Dan, seketika itu juga, dengan menyalahkan satu sama lain,45 mereka [yang telah melakukan dosa besar dalam kehidupan] akan berseru:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 97

تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

tallāhi ing kunnā lafī ḍalālim mubīn

97. “Demi Allah, kami jelas-jelas telah tersesat


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 98

إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ

iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn

98. ketika kami menganggap kalian [wahai tuhan-tuhan batil] setara dengan Pemelihara seluruh alam—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 99

وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ

wa mā aḍallanā illal-mujrimụn

99. namun, mereka yang telah menggoda kami [untuk beriman kepada kalian] itulah yang benar-benar bersalah!46


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 100

فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِينَ

fa mā lanā min syāfi’īn

100. Dan, kini kami tidak punya siapa pun yang akan menjadi perantara pemberi syafaat bagi kami,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 101

وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ

wa lā ṣadīqin ḥamīm

101. tidak pula kawan yang penuh-kasih.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 102

فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

falau anna lanā karratan fa nakụna minal-mu`minīn

102. Seandainya kami mempunyai suatu kesempatan kedua [dalam kehidupan]47 sehingga kami dapat termasuk di antara orang-orang yang beriman!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 103

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

103. Dalam semua ini, perhatikanlah, terdapat pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 104

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

104. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat.48


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 105

كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ

każżabat qaumu nụḥinil-mursalīn

105. KAUM NUH [juga] telah mendustakan [salah seorang dari] para rasul [Allah]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 106

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn

106. ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian hendak sadar akan Allah?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 107

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

innī lakum rasụlun amīn

107. Perhatikanlah, aku—adalah seorang rasul [yang diutus oleh-Nya] kepada kalian, [dan karena itu,] patut kalian percayai:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 108

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

108. maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 109

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa mā as`alukum ‘alaihi min ajr, in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

109. ”Dan, tiada upah apa pun yang kuminta dari kalian karenanya: upahku tidak lain hanyalah dari Pemelihara seluruh alam.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 110

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

110. Karena itu, sadarlah akan Allah senantiasa dan taatlah kepadaku!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 111

قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ

qālū a nu`minu laka wattaba’akal-arżalụn

111. Mereka menjawab, “Apakah kami harus beriman kepadamu sekalipun [hanya orang-orang] yang sangat hinalah yang mengikutimu?”49


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 112

قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

qāla wa mā ‘ilmī bimā kānụ ya’malụn

112. Berkata dia, “Dan, pengetahuan apakah yang mungkin kupunyai berkenaan dengan apa yang mereka kerjakan [sebelum mereka datang kepadaku]?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 113

إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّي ۖ لَوْ تَشْعُرُونَ

in ḥisābuhum illā ‘alā rabbī lau tasy’urụn

113. Perhitungan mereka tidak lain hanya ada pada Pemeliharaku: jika kalian memahami [ini]!50


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 114

وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ

wa mā ana biṭāridil-mu`minīn

114. Karenanya, aku tidak akan mengusir [siapa pun dari] orang-orang [yang mengaku sebagai kaum] yang beriman;


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 115

إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ

in ana illā nażīrum mubīn

115. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 116

قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ

qālụ la`il lam tantahi yā nụḥu latakụnanna minal-marjụmīn

116. Berkata mereka, “Sesungguhnya, jika engkau tidak berhenti, wahai Nuh, niscaya engkau akan dilempari batu hingga mati!”51


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 117

قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ

qāla rabbi inna qaumī każżabụn

117. [Kemudian] dia berdoa, “Wahai, Pemeliharaku! Perhatikanlah, kaumku telah mendustakan aku:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 118

فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

faftaḥ bainī wa bainahum fat-ḥaw wa najjinī wa mam ma’iya minal-mu`minīn

118. karenanya, singkapkanlah lebar-lebar kebenaran antara aku dan mereka,52 dan selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang besertaku!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 119

فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

fa anjaināhu wa mam ma’ahụ fil-fulkil-masy-ḥụn

119. Maka, Kami selamatkan dia dan orang-orang [yang berada] bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 120

ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ

ṡumma agraqnā ba’dul-bāqīn

120. dan kemudian Kami jadikan tenggelam orang-orang yang tinggal di belakang.53


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 121

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

121. Dalam [kisah] ini, perhatikanlah, terdapat pesan [bagi manusia]54 sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 122

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

122. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 123

كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ

każżabat ‘ādunil-mursalīn

123. [DAN, SUKU] ‘Ad telah mendustakan [salah seorang dari] rasul-rasul [Allah]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 124

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ

iż qāla lahum akhụhum hụdun alā tattaqụn

124. ketika saudara mereka, Hud,55 berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian hendak sadar akan Allah?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 125

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

innī lakum rasụlun amīn

125. Perhatikanlah, aku adalah seorang rasul [yang diutus oleh-Nya] kepada kalian, [dan oleh karena itu] patut kalian percayai:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 126

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

126. maka, sadarlah akan Allah dan taatilah aku!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 127

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa mā as`alukum ‘alaihi min ajr, in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

127. “Dan, tiada upah apa pun yang kuminta dari kalian karenanya: upahku tidak lain hanyalah dari Pemelihara seluruh alam.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 128

أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ

a tabnụna bikulli rī’in āyatan ta’baṡụn

128. “Apakah kalian, dalam kebodohan kalian yang amat sangat, membangun altar-altar [berhala] pada setiap ketinggian,56


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 129

وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ

wa tattakhiżụna maṣāni’a la’allakum takhludụn

129. dan membuat untuk diri kalian sendiri benteng-benteng yang kuat, [dengan harapan] agar kalian dapat menjadi kekal?57


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 130

وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn

130. Dan, apakah kalian, manakala kalian menangkap [orang lain], akan [selalu] menangkap [mereka] dengan kejam, tanpa kendali apa pun?58


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 131

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

131. “Maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 132

وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ

wattaqullażī amaddakum bimā ta’lamụn

132. dan [oleh karena itu,] sadarlah akan Dia yang telah [demikian] banyak menganugerahi kalian dengan segala [kebaikan] yang dapat kalian pikirkan59


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 133

أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ

amaddakum bi`an’āmiw wa banīn

133. menganugerahkan kepada kalian binatang-binatang ternak dan anak–anak yang banyak,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 134

وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

wa jannātiw wa ‘uyụn

134. dan kebun-kebun, serta mata air-mata air—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 135

إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm

135. sebab, sungguh, aku takut kalau-kalau penderitaan menimpa kalian pada suatu hari yang dahsyat!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 136

قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُنْ مِنَ الْوَاعِظِينَ

innī akhāfu ‘alaikum ‘ażāba yaumin ‘aẓīm

136. [Tetapi,] mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat [sesuatu yang baru] atau bukan termasuk orang-orang yang [suka] memberi nasihat.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 137

إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ

in hāżā illā khuluqul-awwalīn

137. [Agama kami] ini tidak lain dari apa yang dipegang teguh oleh nenek moyang kami,60


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 138

وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ

wa mā naḥnu bimu’ażżabīn

138. dan kami tidak akan dihukum [karena menganutnya]!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 139

فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

fa każżabụhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

139. Maka, mereka mendustakannya: dan lalu Kami menghancurkan mereka.

Dalam [kisah] ini, perhatikanlah, terdapat pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].61


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 140

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

140. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 141

كَذَّبَتْ ثَمُودُ الْمُرْسَلِينَ

każżabat ṡamụdul-mursalīn

141. [DAN, SUKU] Tsamud mendustakan [salah seorang dari] para rasul [Allah]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 142

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

iż qāla lahum akhụhum ṣāliḥun alā tattaqụn

142. ketika saudara mereka, Shaleh,62 berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian hendak sadar akan Allah?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 143

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

innī lakum rasụlun amīn

143. Perhatikanlah, aku adalah seorang rasul [yang diutus oleh-Nya] kepada kalian, [dan karena itu,] patut kalian percayai:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 144

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

144. maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 145

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa mā as`alukum ‘alaihi min ajr, in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

145. “Dan, tiada upah apa pun yang kuminta dari kalian karenanya: upahku tidak lain hanyalah dari Pemelihara seluruh alam.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 146

أَتُتْرَكُونَ فِي مَا هَاهُنَا آمِنِينَ

a tutrakụna fī mā hāhunā āminīn

146. “Apakah kalian mengira bahwa kalian akan dibiarkan aman [selamanya] di tengah-tengah apa yang kalian miliki di sini dan kini?63


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 147

فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

fī jannātiw wa ‘uyụn

147. di tengah-tengah kebun-kebun dan mata air-mata air [ini]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 148

وَزُرُوعٍ وَنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيمٌ

wa zurụ’iw wa nakhlin ṭal’uhā haḍīm

148. dan ladang-ladang, dan pohon-pohon kurma dengan mayang-mayang nan lembut [ini]?—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 149

وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ

wa tan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan fārihīn

149. dan bahwa kalian akan [selalu mampu] memahat tempat-tempat tinggal dari gunung-gunung dengan keterampilan yang hebat [yang sama]?64


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 150

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

150. “Maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 151

وَلَا تُطِيعُوا أَمْرَ الْمُسْرِفِينَ

wa lā tuṭī’ū amral-musrifīn

151. dan jangan taati nasihat orang-orang yang cenderung berlebih-lebihan—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 152

الَّذِينَ يُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ

allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn

152. orang-orang yang menebarkan kerusakan di muka bumi alih-alih melakukan perbaikan!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 153

قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ

qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn

153. Berkata mereka, “Engkau hanyalah salah seorang di antara orang-orang yang tersihir!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 154

مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

mā anta illā basyarum miṡlunā fa`ti bi`āyatin ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

154. Engkau tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami sendiri! Maka, datangkanlah suatu tanda [yang menunjukkan misimu]65 jika engkau adalah seorang yang benar!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 155

قَالَ هَٰذِهِ نَاقَةٌ لَهَا شِرْبٌ وَلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَعْلُومٍ

qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma’lụm

155. Menjawab dia, “Unta betina ini66 harus mendapat giliran untuk memperoleh air, dan kalian harus mendapat giliran untuk memperoleh air, pada hari-hari yang telah ditentukan [untuk itu];67


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 156

وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ

wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum ‘ażābu yaumin ‘aẓīm

156. dan janganlah mengganggunya agar penderitaan tidak menimpa kalian pada suatu hari yang dahsyat!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 157

فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ

fa ‘aqarụhā fa aṣbaḥụ nādimīn

157. Tetapi, mereka menyembelihnya dengan kejam—dan lalu mereka memiliki alasan untuk menyesalinya:68


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 158

فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

fa akhażahumul-‘ażāb, inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

158. sebab, penderitaan [yang diramalkan oleh Shaleh] menimpa mereka [seketika itu juga].

Dalam [kisah] ini, perhatikanlah, terdapat suatu pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].69


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 159

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

159. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 160

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍ الْمُرْسَلِينَ

każżabat qaumu lụṭinil-mursalīn

160. [DAN,] kaum Luth70 telah mendustakan [salah seorang dari] rasul-rasul [Allah]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 161

إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ أَلَا تَتَّقُونَ

iż qāla lahum akhụhum lụṭun alā tattaqụn

161. ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian hendak sadar akan Allah?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 162

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

innī lakum rasụlun amīn

162. Perhatikanlah, aku adalah seorang rasul [yang diutus oleh-Nya] kepada kalian, [dan karena itu,] patut kalian percayai:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 163

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

163. maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 164

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa mā as`alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

164. “Dan, tiada upah apa pun yang kuminta dari kalian karenanya: upahku tidak lain hanyalah dari Pemelihara seluruh alam.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 165

أَتَأْتُونَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعَالَمِينَ

a ta`tụnaż-żukrāna minal-‘ālamīn

165. “Haruskah kalian, di antara semua manusia, mendatangi laki-laki [dengan penuh berahi],


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 166

وَتَذَرُونَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُونَ

wa tażarụna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qaumun ‘ādụn

166. dengan menjauhkan diri kalian dari semua pasangan-hidup [yang halal] yang telah diciptakan Pemelihara kalian untuk kalian? Sekali-kali tidak, tetapi kalian adalah orang-orang yang melanggar semua batas apa yang benar!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 167

قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا لُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِينَ

qālụ la`il lam tantahi yā lụṭu latakụnanna minal-mukhrajīn

167. Berkata mereka, “Sesungguhnya, jika engkau tidak berhenti, wahai Luth, engkau pasti akan diusir [dari negeri [ini]!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 168

قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُمْ مِنَ الْقَالِينَ

qāla innī li’amalikum minal-qālīn

168. [Luth] berseru, “Perhatikanlah, aku termasuk di antara orang-orang yang sangat membenci perbuatan-perbuatan kalian!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 169

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهْلِي مِمَّا يَعْمَلُونَ

rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya’malụn

169. [Dan, kemudian dia berdoa,] “Wahai, Pemeliharaku! Selamatkanlah aku dan keluargaku dari segala yang mereka kerjakan!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 170

فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ

fa najjaināhu wa ahlahū ajma’īn

170. Lalu, Kami selamatkan dia dan semua anggota keluarganya—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 171

إِلَّا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ

illā ‘ajụzan fil-gābirīn

171. semua, kecuali seorang perempuan tua, yang termasuk di antara orang-orang yang tinggal di belakang;71


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 172

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْآخَرِينَ

ṡumma dammarnal-ākharīn

172. dan kemudian, Kami hancur-leburkan yang lain,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 173

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَسَاءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِينَ

wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā, fa sā`a maṭarul-munżarīn

173. dan menghujani mereka dengan hujan [kehancuran]:72 dan betapa buruknya hujan yang seperti itu atas semua orang yang membiarkan diri mereka diberi peringatan [namun disia-siakan]!73


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 174

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

174. Dalam [kisah] ini, perhatikanlah, terdapat suatu pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 175

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

175. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 176

كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ

każżaba aṣ-ḥābul-aikatil-mursalīn

176. [DAN,] penduduk lembah-lembah [Madyan] yang berhutan telah mendustakan [salah seorang dari] rasul-rasul [Allah]


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 177

إِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ أَلَا تَتَّقُونَ

iż qāla lahum syu’aibun alā tattaqụn

177. ketika saudara mereka, Syu’aib,74 berkata kepada mereka, “Tidakkah kalian hendak sadar akan Allah?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 178

إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ

innī lakum rasụlun amīn

178. Perhatikanlah, aku adalah seorang rasul [yang diutus oleh-Nya] kepada kalian, [dan karena itu,] layak kalian percayai:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 179

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ

fattaqullāha wa aṭī’ụn

179. maka, sadarlah akan Allah dan taatlah kepadaku!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 180

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa mā as`alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn

180. “Dan, tiada upah apa pun yang kuminta dari kalian karenanya: upahku tidak lain hanyalah dari Pemelihara seluruh alam.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 181

أَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُونُوا مِنَ الْمُخْسِرِينَ

auful-kaila wa lā takụnụ minal-mukhsirīn

181. “Sempurnakanlah takaran [selalu], dan janganlah termasuk di antara orang-orang yang [secara tidak adil] menyebabkan kerugian [kepada orang-orang lain];


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 182

وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ

wa zinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm

182. dan [dalam semua urusan kalian,] timbanglah dengan timbangan yang benar,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 183

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta’ṡau fil-arḍi mufsidīn

183. dan janganlah mengambil dari manusia apa-apa yang merupakan milik-sah mereka;75 dan janganlah bertindak jahat di muka bumi dengan menebarkan kerusakan,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 184

وَاتَّقُوا الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْأَوَّلِينَ

wattaqullażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn

184. tetapi sadarlah akan Dia yang telah menciptakan kalian, sebagaimana [Dia telah menciptakan] generasi-generasi terdahulu yang tak terhitung itu!”76*


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 185

قَالُوا إِنَّمَا أَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِينَ

qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn

185. Berkata mereka, ”Engkau hanyalah salah seorang di antara orang-orang yang tersihir,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 186

وَمَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا وَإِنْ نَظُنُّكَ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn

186. karena engkau tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami! Dan, perhatikanlah, menurut kami, engkau benar-benar seorang pembohong!77


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 187

فَأَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

fa asqiṭ ‘alainā kisafam minas-samā`i ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

187. Maka, jadikanlah kepingan-kepingan langit itu jatuh menimpa kami jika engkau seorang yang benar!”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 188

قَالَ رَبِّي أَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُونَ

qāla rabbī a’lamu bimā ta’malụn

188. Menjawab [Syu’aib], “Pemeliharaku mengetahui sepenuhnya apa yang kalian kerjakan.”


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 189

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

fa każżabụhu fa akhażahum ‘ażābu yaumiẓ-ẓullah, innahụ kāna ‘ażāba yaumin ‘aẓīm

189. Tetapi, mereka mendustakannya. Lalu, penderitaan menimpa mereka pada suatu hari yang gelap dengan bayang-bayang:78 dan, sungguh, itulah penderitaan suatu hari yang dahsyat!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 190

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ

inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn

190. Dalam [kisah] ini, perhatikanlah, terdapat suatu pesan [bagi manusia], sekalipun kebanyakan dari mereka tidak akan beriman [kepadanya].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 191

وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm

191. Namun, sungguh, Pemeliharamu—Dia sajalah—Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat!79


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 192

وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

wa innahụ latanzīlu rabbil-‘ālamīn

192. KINI, PERHATIKANLAH, [kitab Ilahi] ini benar-benar diturunkan oleh Pemelihara seluruh alam:80


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 193

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ

nazala bihir-rụḥul-amīn

193. ilham Ilahi yang tepercaya telah turun dengannya


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 194

عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ

‘alā qalbika litakụna minal-munżirīn

194. ke atas hatimu, [wahai Muhammad,]81 agar engkau dapat menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi nasihat


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 195

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ

bilisānin ‘arabiyyim mubīn

195. dalam bahasa Arab yang jelas.82


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 196

وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ

wa innahụ lafī zuburil-awwalīn

196. Dan, sungguh, [saripati wahyu] ini benar-benar ditemukan [juga] dalam kitab-kitab masa lalu (yang berisi) tentang hikmat-kebijaksanaan Ilahi.83


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 197

أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

a wa lam yakul lahum āyatan ay ya’lamahụ ‘ulamā`u banī isrā`īl

197. Bukankah cukup menjadi bukti bagi mereka84 bahwa [begitu banyak] orang-orang terpelajar dari kalangan Bani Israil telah mengakui ini [sebagai kebenaran]?85


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 198

وَلَوْ نَزَّلْنَاهُ عَلَىٰ بَعْضِ الْأَعْجَمِينَ

walau nazzalnāhu ‘alā ba’ḍil-a’jamīn

198. Namun, [bahkan] seandainya Kami menurunkannya kepada siapa pun di antara orang-orang non-Arab,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 199

فَقَرَأَهُ عَلَيْهِمْ مَا كَانُوا بِهِ مُؤْمِنِينَ

faqara`ahụ ‘alaihim mā kānụ bihī mu`minīn

199. dan seandainya dia membacakannya kepada mereka [dengan bahasa mereka sendiri], niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya.86


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 200

كَذَٰلِكَ سَلَكْنَاهُ فِي قُلُوبِ الْمُجْرِمِينَ

każālika salaknāhu fī qulụbil-mujrimīn

200. Demikianlah Kami jadikan [pesan] ini melintas [tanpa diperhatikan [ke dalam] hati orang-orang yang tenggelam dalam dosa:87


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 201

لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ

lā yu`minụna bihī ḥattā yarawul-‘ażābal-alīm

201. mereka tidak akan beriman kepadanya hingga mereka melihat derita yang pedih


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 202

فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

fa ya`tiyahum bagtataw wa hum lā yasy’urụn

202. yang akan datang kepada mereka [pada saat kebangkitan,] dengan mendadak, tanpa mereka sadari [kedatangannya];


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 203

فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ

fa yaqụlụ hal naḥnu munẓarụn

203. dan lalu mereka akan berseru, “Bisakah kami mendapat penangguhan?”88


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 204

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ

a fa bi’ażābinā yasta’jilụn

204. Maka, apakah mereka [benar-benar] menginginkan agar hukuman Kami disegerakan?89


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 205

أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ

a fa ra`aita im matta’nāhum sinīn

205. Namun, pernahkah engkau mempertimbangkan [ini]: Seandainya Kami bolehkan mereka menikmati [kehidupan ini] selama beberapa tahun,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 206

ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ

ṡumma jā`ahum mā kānụ yụ’adụn

206. dan kemudian [hukuman] yang dijanjikan kepada mereka menimpa mereka—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 207

مَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ

mā agnā ‘an-hum mā kānụ yumatta’ụn

207. apalah gunanya bagi mereka, semua kenikmatan mereka yang telah lalu?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 208

وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنْذِرُونَ

wa mā ahlaknā ming qaryatin illā lahā munżirụn

208. Dan selanjutnya, tidak pernah Kami menghancurkan suatu umat pun, kecuali umat itu telah diberi peringatan


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 209

ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ

żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn

209. dan diingatkan:90 sebab, tidak pernah Kami menzalimi [siapa pun].


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 210

وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ

wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn

210. Dan, [kitab Ilahi ini merupakan peringatan yang seperti itu:] tidak ada ruh-ruh jahat yang telah menurunkannya:91


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 211

وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ

wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī’ụn

211. karena ia tidaklah cocok dengan tujuan-tujuan mereka, dan tidak pula dalam kuasa mereka [untuk memberikannya kepada manusia]:


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 212

إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ

innahum ‘anis-sam’i lama’zụlụn

212. sungguh, [bahkan] untuk mendengarkannya, mereka sama sekali terhalang!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 213

فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

fa lā tad’u ma’allāhi ilāhan ākhara fa takụna minal-mu’ażżabīn

213. Karenanya, [wahai manusia,] janganlah menyeru tuhan lain mana pun di samping Allah agar engkau tidak mendapati dirimu sendiri di antara orang-orang yang dibuat menderita [pada Hari Pengadilan].92


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 214

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

wa anżir ‘asyīratakal-aqrabīn

214. Dan, berilah peringatan kepada [siapa pun yang dapat engkau jangkau, dimulai dari] kerabatmu,93


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 215

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

wakhfiḍ janāḥaka limanittaba’aka minal-mu`minīn

215. dan bentangkanlah sayap-sayap kelembutanmu di atas semua orang beriman yang mengikutimu;94


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 216

فَإِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

fa in ‘aṣauka fa qul innī barī`um mimmā ta’malụn

216. tetapi, jika mereka tidak menaatimu, katakanlah: “Aku tidak bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin kalian kerjakan!”—


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 217

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

wa tawakkal ‘alal-‘azīzir-raḥīm

217. dan bersandarlah penuh percaya kepada Yang Mahaperkasa, Sang Pemberi Rahmat,


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 218

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ

allażī yarāka ḥīna taqụm

218. yang melihatmu ketika engkau berdiri [sendirian],95


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 219

وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

wa taqallubaka fis-sājidīn

219. dan [melihat] perilakumu di antara orang-orang yang bersujud [di hadapan-Nya]:96


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 220

إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

innahụ huwas-samī’ul-‘alīm

220. sebab, sungguh, Dia sajalah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui!


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 221

هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَىٰ مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ

hal unabbi`ukum ‘alā man tanazzalusy-syayāṭīn

221. [Dan,] maukah kuberi tahu kalian, kepada siapakah ruh-ruh jahat itu turun?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 222

تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ

tanazzalu ‘alā kulli affākin aṡīm

222. Mereka turun kepada semua penipu-diri yang penuh dosa97


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 223

يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ

yulqụnas-sam’a wa akṡaruhum kāżibụn

223. yang dengan mudah mendengarkan [setiap kebatilan], dan kebanyakan dari mereka berdusta kepada orang lain pula.98


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 224

وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَ

wasy-syu’arā`u yattabi’uhumul-gāwụn

224. Dan adapun penyair-penyair itu99—[mereka pun cenderung menipu diri mereka sendiri: dengan demikian, hanya] orang-orang yang tenggelam dalam kesalahan yang besarlah yang akan mengikuti mereka.


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 225

أَلَمْ تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَ

a lam tara annahum fī kulli wādiy yahīmụn

225. Tidakkah engkau perhatikan bahwa mereka mengembara dalam kebingungan melewati semua lembah [kata-kata dan pemikiran],100


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 226

وَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ

wa annahum yaqụlụna mā lā yaf’alụn

226. dan bahwa mereka [begitu sering] mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan [atau rasakan]?


Surah Asy-Syu’ara’ Ayat 227

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَذَكَرُوا اللَّهَ كَثِيرًا وَانْتَصَرُوا مِنْ بَعْدِ مَا ظُلِمُوا ۗ وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ

illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarụ mim ba’di mā ẓulimụ, wa saya’lamullażīna ẓalamū ayya mungqalabiy yangqalibụn

227. [Kebanyakan dari mereka adalah seperti ini—] kecuali mereka yang telah meraih iman, dan mengerjakan perbuatan-perbuatan kebajikan, dan mengingat Allah tanpa henti, dan mempertahankan diri mereka sendiri [hanya] setelah dizalimi,101 dan [percaya pada janji Allah bahwa] orang-orang yang berkukuh berbuat zalim itu kelak akan mengetahui betapa takdir mereka pasti berbalik dengan amat buruk!102


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top