101. Al-Qori’ah (Malapetaka yang Tiba-Tiba) – القارعة

Surat Al-Qori'ah dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Qori’ah ( القارعة ) merupakan surat ke 101 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 11 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Al-Qari’ah tergolong Surat Makkiyah.

Nama surat ini diambil dari kata al-qori’ah (“Malapetaka yang Tiba-Tiba”) yang terdapat pada ayat pertamanya. Surah Al-Qari’ah termasuk dalam surah periode Makkah awal dan kemungkinan besar diwahyukan setelah Surah At-Tin [95].

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Qori’ah Ayat 1

الْقَارِعَةُ

al-qāri’ah

1. Oh, malapetaka yang tiba-tiba itu!1


1 Yakni, tibanya Saat Terakhir, yang akan menimbulkan suatu perubahan dunia secara mendasar dan mengerikan (lihat catatan no. 63 dalam Surah Ibrahim [14]: 48 dan catatan no. 90 dalam Surah Ta’Ha’ [20]: 105-107).


Surah Al-Qori’ah Ayat 2

مَا الْقَارِعَةُ

mal-qāri’ah

2. Betapa mengerikan malapetaka yang tiba-tiba itu!


Surah Al-Qori’ah Ayat 3

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ

wa mā adrāka mal-qāri’ah

3. Dan, apa yang dapat membuatmu bisa membayangkan, akan seperti apakah malapetaka yang tiba-tiba itu?


Surah Al-Qori’ah Ayat 4

يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ

yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ

4. [Malapetaka itu akan terjadi] pada Hari ketika manusia akan menjadi seperti rayap-rayap yang bertebaran dalam kekacauan,


Surah Al-Qori’ah Ayat 5

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy

5. dan gunung-gunung akan menjadi seperti gumpalan-gumpalan halus bulu wol …


Surah Al-Qori’ah Ayat 6

فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ

fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh

6. Dan kemudian, orang-orang yang bobot timbangan [perbuatan baik]-nya berat


Surah Al-Qori’ah Ayat 7

فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ

fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah

7. akan mendapati dirinya dalam kehidupan yang bahagia;


Surah Al-Qori’ah Ayat 8

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ

wa ammā man khaffat mawāzīnuh

8. sedangkan orang yang bobot timbangannya ringan


Surah Al-Qori’ah Ayat 9

فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ

fa ummuhụ hāwiyah

9. akan tertelan ke dalam jurang nan teramat dalam.2


2 Lit., “ibunya [yakni, tempat kembalinya] adalah jurang nan teramat dalam”, yakni, secara tersirat, [jurang] penderitaan dan kesengsaraan. Istilah “ibu” (umm) digunakan secara idiomatik untuk menunjukkan sesuatu yang memeluk atau mendekap.


Surah Al-Qori’ah Ayat 10

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ

wa mā adrāka mā hiyah

10. Dan, apa yang dapat membuatmu bisa membayangkan, akan seperti apakah [jurang nan teramat dalam] itu?


Surah Al-Qori’ah Ayat 11

نَارٌ حَامِيَةٌ

nārun ḥāmiyah

11. Api yang membakar dengan panas!3


3 Lit., “api yang panas”; kata sifat “panas” dimaksudkan untuk menekankan kualitas dasar dari api. Perlu diingat bahwa seluruh penggambaran Al-Quran tentang penderitaan orang-orang yang berdosa di akhirat merupakan metafora atau alegori yang merujuk kepada situasi dan kondisi yang hanya dapat dipahami melalui perbandingan dengan fenomena fisik yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia (lihat artikel Simbolisme dan Alegori dalam Al-Quran).


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top