23. Al-Mu’minun (Orang-Orang Beriman) – المؤمنون

Surat Al-Mu’minun dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Mu’minun ( المؤمنون ) merupakan surat ke 23 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 118 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Al-Mu’minun tergolong Surat Makkiyah.

Mayoritas mufasir klasik sepakat bahwa surah ini diwahyukan menjelang akhir periode Makkah. Bahkan, beberapa di antara mereka (sebagaimana dikutip Al-Suyuthi) berpendapat bahwa surah ini merupakan surah periode Makkah yang paling akhir diwahyukan. Namun, tentang pernyataan terakhir ini, kita tidak memiliki bukti yang meyakinkan.

Dari ayat pertama hingga terakhir, wacana surah ini—sebagaimana diindikasikan oleh judulnya—berpusat pada permasalahan keimanan yang sejati, bukti-bukti melimpah yang menunjuk pada keberadaan Pencipta Yang Mahakuasa, dan pada pertanggungjawaban akhir manusia di hadapan-Nya. Surah ini juga menekankan pada kenyataan bahwa petunjuk Ilahi terus-menerus diturunkan kepada nabi-nabi yang, secara silih berganti dari masa ke masa, mendapatkan wahyu Ilahi; dan karena mereka semua mengemukakan kebenaran yang sama dan satu, semua orang yang beriman kepada Allah diingatkan—sebagaimana dalam Surah Al-Anbiya’ [21]: 92-93—bahwa “umat kalian ini adalah umat yang satu” (ayat 52) dan bahwa kesatuan ini telah tercabik-cabik oleh egoisme manusia, ketamakan, dan perburuan kekuasaan (ayat 53 dan seterusnya).

Namun, tema utama surah ini adalah peringatan, yang diungkapkan melalui berbagai argumen, bahwa secara logis mustahil untuk beriman pada adanya Allah sebagai suatu Kekuatan Kreatif yang sadar tanpa dibarengi dengan beriman pada adanya kehidupan akhirat setelah mati.

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Mu’minun Ayat 1

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ

qad aflaḥal-mu`minụn

1. SUNGGUH, orang-orang beriman akan meraih kebahagiaan:


Surah Al-Mu’minun Ayat 2

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

allażīna hum fī ṣalātihim khāsyi’ụn

2. (yaitu,) orang-orang yang merendahkan diri dalam shalat mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 3

وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

wallażīna hum ‘anil-lagwi mu’riḍụn

3. dan yang berpaling dari segala hal yang tidak berguna,


Surah Al-Mu’minun Ayat 4

وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ

wallażīna hum liz-zakāti fā’ilụn

4. dan yang bersungguh-sungguh demi kesucian batin;1


Surah Al-Mu’minun Ayat 5

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ

wallażīna hum lifurụjihim ḥāfiẓụn

5. dan yang berhati-hati memelihara kesucian mereka,2


Surah Al-Mu’minun Ayat 6

إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

illā ‘alā azwājihim au mā malakat aimānuhum fa innahum gairu malụmīn

6. [dengan tidak memberi jalan bagi hasrat-hasrat mereka,] kecuali dengan pasangan-pasangan mereka—yakni, yang mereka miliki secara sah [melalui ikatan perkawinan]—:3 sebab dengan begitu, perhatikanlah, mereka bebas dari segala cela,


Surah Al-Mu’minun Ayat 7

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

fa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-‘ādụn

7. sedangkan mereka yang mencari-cari di luar [batasan] itu benar-benar orang-orang yang melampaui batas;


Surah Al-Mu’minun Ayat 8

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

wallażīna hum li`amānātihim wa ‘ahdihim rā’ụn

8. dan yang setia terhadap amanat-amanat dan dengan janji-janji mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 9

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

wallażīna hum ‘alā ṣalawātihim yuḥāfiẓụn

9. dan yang memelihara shalat-shalat mereka [dari segala maksud duniawi].


Surah Al-Mu’minun Ayat 10

أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ

ulā`ika humul-wāriṡụn

10. Mereka, mereka itulah yang akan menjadi ahli-ahli waris


Surah Al-Mu’minun Ayat 11

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

allażīna yariṡụnal-firdaụs, hum fīhā khālidụn

11. yang akan mewarisi surga; [dan] di dalamnya mereka akan tinggal.


Surah Al-Mu’minun Ayat 12

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ

wa laqad khalaqnal-insāna min sulālatim min ṭīn

12. DAN, SESUNGGUHNYA, Kami menciptakan manusia dari sari pati tanah liat,4


Surah Al-Mu’minun Ayat 13

ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

ṡumma ja’alnāhu nuṭfatan fī qarārim makīn

13. dan kemudian Kami menjadikannya berdiam sebagai setetes mani dalam pemeliharaan yang kukuh [dalam rahim],


Surah Al-Mu’minun Ayat 14

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

ṡumma khalaqnan-nuṭfata ‘alaqatan fa khalaqnal-‘alaqata muḍgatan fa khalaqnal-muḍgata ‘iẓāman fa kasaunal-‘iẓāma laḥman ṡumma ansya`nāhu khalqan ākhar, fa tabārakallāhu aḥsanul-khāliqīn

14. dan kemudian Kami ciptakan dari tetesan mani itu suatu sel-benih, dan kemudian Kami ciptakan dari sel benih itu gumpalan janin, dan kemudian Kami ciptakan tulang-tulang dalam gumpalan janin tersebut, dan kemudian Kami bungkus tulang-tulang itu dengan daging—dan kemudian Kami jadikan [semua] ini mewujud sebagai sebuah makhluk yang baru:5 karena itu, Mahasuci Allah, yang terbaik di antara para pembuat karya!6


Surah Al-Mu’minun Ayat 15

ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ

ṡumma innakum ba’da żālika lamayyitụn

15. Dan kemudian, perhatikanlah! sesudah semua ini, kalian ditakdirkan mati;


Surah Al-Mu’minun Ayat 16

ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ

ṡumma innakum yaumal-qiyāmati tub’aṡụn

16. dan kemudian, perhatikanlah! kalian akan dibangkitkan dari kematian pada Hari Kebangkitan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 17

وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ

wa laqad khalaqnā fauqakum sab’a ṭarā`iqa wa mā kunnā ‘anil-khalqi gāfilīn

17. Dan, sesungguhnya, Kami telah menciptakan di atas kalian tujuh orbit [langit];7 dan Kami tidak pernah lengah terhadap [bagian apa pun dari] ciptaan [Kami].


Surah Al-Mu’minun Ayat 18

وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ

wa anzalnā minas-samā`i mā`am biqadarin fa askannāhu fil-arḍi wa innā ‘alā żahābim bihī laqādirụn

18. Dan, Kami turunkan air dari langit sesuai dengan ukuran [yang Kami tetapkan], lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi: namun, perhatikanlah, Kami sungguh mampu mencabut [nikmat] ini!


Surah Al-Mu’minun Ayat 19

فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

fa ansya`nā lakum bihī jannātim min nakhīliw wa a’nāb, lakum fīhā fawākihu kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn

19. Dan, dengan [air] ini, Kami tumbuhkan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur, yang di dalamnya kalian memiliki buah-buahan yang melimpah, dan yang kalian makan darinya,


Surah Al-Mu’minun Ayat 20

وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِلْآكِلِينَ

wa syajaratan takhruju min ṭụri sainā`a tambutu bid-duhni wa ṣibgil lil-ākilīn

20. serta sebatang pohon yang keluar dari [tanah yang berbatasan dengan] Gunung Sinai,8 yang menghasilkan minyak dan penyedap bagi semua orang untuk makan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 21

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

wa inna lakum fil-an’āmi la’ibrah, nusqīkum mimmā fī buṭụnihā wa lakum fīhā manāfi’u kaṡīratuw wa min-hā ta`kulụn

21. Dan, perhatikanlah, pada binatang-binatang ternak itu [pun] sungguh terdapat pelajaran bagi kalian: Kami memberi kalian minum dari [susu] yang ada dalam perut-perut mereka; dan kalian mengambil banyak manfaat [lainnya] dari mereka: sebab, kalian memakan daging binatang-binatang itu,9


Surah Al-Mu’minun Ayat 22

وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

wa ‘alaihā wa ‘alal-fulki tuḥmalụn

22. dan oleh mereka—seperti oleh kapal-kapal [di laut]—kalian diangkut [lewat darat].


Surah Al-Mu’minun Ayat 23

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

wa laqad arsalnā nụḥan ilā qaumihī fa qāla yā qaumi’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, a fa lā tattaqụn

23. DAN, SESUNGGUHNYA, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya,10 dan dia berkata, “Wahai, kaumku! Sembahlah Allah [saja]: kalian tidak punya tuhan selain Dia. Maka, tidakkah kalian menjadi sadar akan Dia?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 24

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

fa qālal-mala`ullażīna kafarụ ming qaumihī mā hāżā illā basyarum miṡlukum yurīdu ay yatafaḍḍala ‘alaikum, walau syā`allāhu la`anzala malā`ikatam mā sami’nā bihāżā fī ābā`inal-awwalīn

24. Tetapi, para pembesar di antara kaumnya, yang menolak untuk mengakui kebenaran, menjawab, “[Orang] ini tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kalian sendiri yang ingin membuat dirinya lebih unggul daripada kalian! Karena, seandainya Allah berkehendak [menyampaikan suatu pesan kepada kami], Dia pasti akan mengutus malaikat-malaikat; [di samping itu,] kami belum pernah mendengar [sesuatu pun yang seperti] ini dari nenek moyang kami dahulu!11


Surah Al-Mu’minun Ayat 25

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ

in huwa illā rajulum bihī jinnatun fa tarabbaṣụ bihī ḥattā ḥīn

25. Dia tak lain hanyalah seorang gila: maka, bersabarlah terhadapnya untuk sementara.”


Surah Al-Mu’minun Ayat 26

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ

qāla rabbinṣurnī bimā każżabụn

26. Berkata [Nuh], “Wahai, Pemeliharaku! Tolonglah aku terhadap tuduhan berdusta (yang dituduhkan) mereka!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 27

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

fa auḥainā ilaihi aniṣna’il-fulka bi`a’yuninā wa waḥyinā fa iżā jā`a amrunā wa fārat-tannụru fasluk fīhā ming kullin zaujainiṡnaini wa ahlaka illā man sabaqa ‘alaihil-qaulu min-hum, wa lā tukhāṭibnī fillażīna ẓalamụ, innahum mugraqụn

27. Maka, Kami mengilhamkan kepadanya begini: “Buatlah, di bawah pandangan Kami12 dan sesuai dengan ilham Kami, bahtera [yang akan menyelamatkanmu dan pengikut-pengikutmu].13 Dan, apabila keputusan Kami telah datang, dan air menyembur dengan semburan yang amat dahsyat di atas muka bumi, masukkanlah ke dalam [bahtera] ini sepasang dari masing-masing [jenis binatang] dari kedua jenis kelamin, serta keluargamu—dengan mengecualikan orang-orang yang telah ditetapkan hukuman atas mereka—; dan janganlah memohon kepada-Ku [lagi] untuk kepentingan orang-orang yang berkukuh berbuat zalim—sebab, perhatikanlah, mereka ditakdirkan untuk ditenggelamkan!


Surah Al-Mu’minun Ayat 28

فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

fa iżastawaita anta wa mam ma’aka ‘alal-fulki fa qulil-ḥamdu lillāhillażī najjānā minal-qaumiẓ-ẓālimīn

28. “Dan, begitu engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera, katakanlah: ‘Segala puji bagi Allah, yang telah menyelamatkan kami dari kaum yang zalim itu!’


Surah Al-Mu’minun Ayat 29

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

wa qur rabbi anzilnī munzalam mubārakaw wa anta khairul-munzilīn

29. “Dan katakanlah: ‘Wahai, Pemeliharaku! Jadikanlah aku mencapai tujuan yang diberkahi [oleh-Mu]14—karena Engkaulah yang terbaik menunjuki manusia bagaimana mencapai tujuan [sejati]-nya!’”15


ini, perhatikanlah, benar-benar terdapat pesan-pesan [bagi orang-orang yang berpikir]: sebab, sungguh, Kami selalu memberikan ujian [kepada manusia].


Surah Al-Mu’minun Ayat 31

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

ṡumma ansya`nā mim ba’dihim qarnan ākharīn

31. DAN, SETELAH [orang-orang dahulu] itu, Kami munculkan generasi-generasi baru;16


Surah Al-Mu’minun Ayat 32

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

fa arsalnā fīhim rasụlam min-hum ani’budullāha mā lakum min ilāhin gairuh, a fa lā tattaqụn

32. dan [setiap kali] Kami utus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, [dia berkata kepada mereka:] “Sembahlah Allah [saja]: kalian tidak punya tuhan selain Dia. Maka, tidakkah kalian menjadi sadar akan Dia?”17


Surah Al-Mu’minun Ayat 33

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ

wa qālal-mala`u ming qaumihillażīna kafarụ wa każżabụ biliqā`il-ākhirati wa atrafnāhum fil-ḥayātid-dun-yā mā hāżā illā basyarum miṡlukum ya`kulu mimmā ta`kulụna min-hu wa yasyrabu mimmā tasyrabụn

33. Dan, [setiap kali] para pembesar di antara kaumnya, yang menolak untuk mengakui kebenaran dan mendustakan pemberitaan tentang kehidupan akhirat—[hanya] karena Kami telah memberi mereka kesenangan dan kemakmuran dalam kehidupan duniawi [mereka], dan mereka telah menjadi rusak karenanya18—[setiap kali] mereka akan berkata, “[Orang] ini tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kalian sendiri, yang makan apa yang kalian makan, dan minum apa yang kalian minum:


Surah Al-Mu’minun Ayat 34

وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

wa la`in aṭa’tum basyaram miṡlakum innakum iżal lakhāsirụn

34. dan, sesungguhnya, jika kalian menaati manusia yang seperti kalian sendiri, niscaya kalian akan menjadi orang-orang yang rugi!


Surah Al-Mu’minun Ayat 35

أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًا أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ

a ya’idukum annakum iżā mittum wa kuntum turābaw wa ‘iẓāman annakum mukhrajụn

35. Apakah dia menjanjikan kepada kalian bahwa setelah kalian mati dan menjadi tanah dan tulang belulang [belaka], kalian akan dikeluarkan [menuju suatu kehidupan yang baru)?


Surah Al-Mu’minun Ayat 36

هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ

haihāta haihāta limā tụ’adụn

36. Jauh, sungguh jauh apa yang dijanjikan kepada kalian!


Surah Al-Mu’minun Ayat 37

إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

in hiya illā ḥayātunad-dun-yā namụtu wa naḥyā wa mā naḥnu bimab’ụṡīn

37. Tidak ada kehidupan di luar kehidupan kita di dunia ini: kita mati dan kita hidup [hanya sekali], dan kita tidak akan pernah dibangkitkan dari kematian!


Surah Al-Mu’minun Ayat 38

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُ بِمُؤْمِنِينَ

in huwa illā rajuluniftarā ‘alallāhi każibaw wa mā naḥnu lahụ bimu`minīn

38. Dia tidak lain hanyalah seorang yang menisbahkan rekaan-rekaan dustanya sendiri kepada Allah, dan kami tidak akan beriman kepadanya!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 39

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ

qāla rabbinṣurnī bimā każżabụn

39. [Maka, sang nabi] berkata, “Wahai, Pemeliharaku! Tolonglah aku terhadap tuduhan berdusta (yang dituduhkan) mereka!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 40

قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَيُصْبِحُنَّ نَادِمِينَ

qāla ‘ammā qalīlil layuṣbiḥunna nādimīn

40. Dan, [Allah] akan berfirman, “Setelah beberapa waktu, mereka pasti akan terpukul oleh penyesalan!”19


Surah Al-Mu’minun Ayat 41

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً ۚ فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

fa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu bil-ḥaqqi fa ja’alnāhum guṡā`ā, fa bu’dal lil-qaumiẓ-ẓālimīn

41. Dan kemudian, suara ledakan [hukuman Kami] menimpa mereka, secara adil dan tak dapat dielakkan,20 dan Kami buat mereka menjadi seperti daun-daun mati yang berguguran dan buih yang dibawa pada permukaan aliran yang deras: maka—enyahlah kaum yang zalim itu!


Surah Al-Mu’minun Ayat 42

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ

ṡumma ansya`nā mim ba’dihim qurụnan ākharīn

42. DAN, SETELAH mereka, Kami munculkan generasi-generasi yang baru:21


Surah Al-Mu’minun Ayat 43

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta`khirụn

43. [sebab,] tidak ada umat yang pernah dapat memperkirakan [akhir dari] batas-waktunya—dan tidak pula mereka dapat menunda [kedatangannya].22


Surah Al-Mu’minun Ayat 44

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ

ṡumma arsalnā rusulanā tatrā, kullamā jā`a ummatar rasụluhā każżabụhu fa atba’nā ba’ḍahum ba’ḍaw wa ja’alnāhum aḥādīṡ, fa bu’dal liqaumil lā yu`minụn

44. Dan, Kami utus rasul-rasul Kami, satu demi satu: [dan] setiap kali rasul mereka datang kepada suatu umat, mereka mendustakannya: maka, Kami jadikan mereka saling mengikuti [ke dalam kubur], dan membiarkan mereka menjadi [sekadar] cerita hikayat: maka—enyahlah kaum yang tidak beriman!


Surah Al-Mu’minun Ayat 45

ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ

ṡumma arsalnā mụsā wa akhāhu hārụna bi`āyātinā wa sulṭānim mubīn

45. DAN KEMUDIAN, Kami utus Musa dan saudaranya, Harun, dengan pesan-pesan Kami dan sebuah wewenang yang nyata* [dari Kami]


Surah Al-Mu’minun Ayat 46

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ

ilā fir’auna wa malā`ihī fastakbarụ wa kānụ qauman ‘ālīn

46. kepada Fir’aun dan pembesar-pembesarnya;23 tetapi, mereka ini berkelakuan sombong karena mereka adalah orang-orang yang terbiasa memuja diri mereka sendiri [saja].


Surah Al-Mu’minun Ayat 47

فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ

fa qālū a nu`minu libasyaraini miṡlinā wa qaumuhumā lanā ‘ābidụn

47. Maka, mereka berkata, “Akankah kami memercayai [mereka—] dua manusia biasa seperti kita sendiri—padahal kaum mereka adalah budak-budak kita?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 48

فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَ

fa każżabụhumā fa kānụ minal-muhlakīn

48. Lalu, mereka mendustakan keduanya, dan [dengan begitu,] memperoleh tempat mereka di antara orang-orang yang dibinasakan:24


Surah Al-Mu’minun Ayat 49

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

wa laqad ātainā mụsal-kitāba la’allahum yahtadụn

49. karena, sesungguhnya, Kami telah memberikan wahyu kepada Musa agar mereka dapat menemukan jalan yang benar.


Surah Al-Mu’minun Ayat 50

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ

wa ja’alnabna maryama wa ummahū āyataw wa āwaināhumā ilā rabwatin żāti qarāriw wa ma’īn

50. Dan, [sebagaimana Kami muliakan Musa, demikian pula] Kami jadikan putra Maryam dan ibunya suatu perlambang [rahmat Kami],25 dan menyediakan bagi keduanya suatu kediaman di sebuah tempat yang tinggi, yang penuh dengan ketenteraman abadi dan sumber-sumber mata air yang tak ternoda.26


Surah Al-Mu’minun Ayat 51

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

yā ayyuhar-rusulu kulụ minaṭ-ṭayyibāti wa’malụ ṣāliḥā, innī bimā ta’malụna ‘alīm

51. WAHAI, KALIAN PARA RASUL! Ikutlah ambil bagian dalam segala sesuatu yang baik-baik dalam kehidupan ini,27 dan kerjakanlah perbuatan-perbuatan kebajikan: sungguh, Aku Maha Mengetahui segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 52

وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ

wa inna hāżihī ummatukum ummataw wāḥidataw wa ana rabbukum fattaqụn

52. Dan, sungguh, umat kalian ini adalah umat yang satu karena Aku adalah Pemelihara kalian semua: maka, tetaplah sadar akan Aku!28


Surah Al-Mu’minun Ayat 53

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

fa taqaṭṭa’ū amrahum bainahum zuburā, kullu ḥizbim bimā ladaihim fariḥụn

53. Namun, mereka [yang menyatakan mengikuti kalian] telah mengoyak kesatuan mereka hingga tercerai-berai,29 pecahan demi pecahan, setiap kelompok merasa bangga [hanya] dengan [ajaran-ajaran] yang mereka miliki sendiri [saja].30


Surah Al-Mu’minun Ayat 54

فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ

fa żar-hum fī gamratihim ḥattā ḥīn

54. Namun, tinggalkanlah mereka sendiri, tenggelam dalam kebodohan mereka hingga suatu waktu [yang akan datang].31


Surah Al-Mu’minun Ayat 55

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ

a yaḥsabụna annamā numidduhum bihī mim māliw wa banīn

55. Apakah mereka mengira bahwa dengan semua kekayaan dan keturunan yang Kami berikan kepada mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 56

نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ

nusāri’u lahum fil-khairāt, bal lā yasy’urụn

56. Kami [hanya ingin] menjadikan mereka berlomba-lomba dalam mengerjakan [apa yang mereka anggap] perbuatan-perbuatan baik?32 Sekali-kali tidak, tetapi mereka tidak menyadari [kesalahan mereka]!


Surah Al-Mu’minun Ayat 57

إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ

innallażīna hum min khasy-yati rabbihim musyfiqụn

57. Sungguh, [hanya] orang-orang yang merasa gentar-terpukau penuh takzim pada Pemelihara mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 58

وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

wallażīna hum bi`āyāti rabbihim yu`minụn

58. dan yang beriman kepada pesan-pesan Pemelihara mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 59

وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

wallażīna hum birabbihim lā yusyrikụn

59. dan yang tidak menisbahkan ketuhanan kepada apa pun kecuali Pemelihara mereka,


Surah Al-Mu’minun Ayat 60

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ

wallażīna yu`tụna mā ātaw wa qulụbuhum wajilatun annahum ilā rabbihim rāji’ụn

60. dan yang memberikan apa pun yang [harus] mereka berikan33 seraya hati mereka bergetar karena mengetahui bahwa mereka pasti akan kembali kepada Pemelihara mereka:


Surah Al-Mu’minun Ayat 61

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

ulā`ika yusāri’ụna fil-khairāti wa hum lahā sābiqụn

61. mereka itulah yang berlomba-lomba dalam mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, dan mereka itulah yang mendahului [semua yang lainnya] dalam mencapainya!


Surah Al-Mu’minun Ayat 62

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

wa lā nukallifu nafsan illā wus’ahā waladainā kitābuy yanṭiqu bil-ḥaqqi wa hum lā yuẓlamụn

62. Dan [selain itu,] Kami tidak membebani seorang manusia pun melebihi kemampuannya: sebab, bersama Kami, ada sebuah catatan yang mengatakan kebenaran [tentang apa yang dikerjakan dan dapat dikerjakan manusia]; dan tiada seorang pun yang akan dizalimi.


Surah Al-Mu’minun Ayat 63

بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ

bal qulụbuhum fī gamratim min hāżā wa lahum a’mālum min dụni żālika hum lahā ‘āmilụn

63. SEKALI-KALI TIDAK, [adapun orang-orang yang telah mengoyak-ngoyak kesatuan keimanan—] hati mereka tenggelam dalam kebodohan tentang semua ini!34

Namun, terlepas dari [perpecahan kesatuan] itu, [dalam hati kecil mereka,] mereka [bahkan] mempunyai perbuatan-perbuatan [yang lebih buruk];35 dan mereka akan [terus] melakukannya


Surah Al-Mu’minun Ayat 64

حَتَّىٰ إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ

ḥattā iżā akhażnā mutrafīhim bil-‘ażābi iżā hum yaj`arụn

64. hingga—setelah Kami hukum, melalui penderitaan, orang-orang di antara mereka yang [kini] tenggelam dalam memburu kesenangan36—mereka memekik meminta pertolongan [yang sudah terlambat].


Surah Al-Mu’minun Ayat 65

لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّكُمْ مِنَّا لَا تُنْصَرُونَ

lā taj`arul-yauma innakum minnā lā tunṣarụn

65. [Namun, akan dikatakan kepada mereka:] “Janganlah memekik meminta pertolongan pada hari ini: sebab, perhatikanlah, kalian tidak akan ditolong oleh Kami!


Surah Al-Mu’minun Ayat 66

قَدْ كَانَتْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ

qad kānat āyātī tutlā ‘alaikum fakuntum ‘alā a’qābikum tangkiṣụn

66. Berkali-kali37 pesan-pesan-Ku disampaikan kepada kalian, tetapi kalian selalu berpaling ke belakang


Surah Al-Mu’minun Ayat 67

مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ

mustakbirīna bihī sāmiran tahjurụn

67. [dan,] didorong oleh keangkuhan kalian, kalian akan melakukan percakapan kosong hingga larut malam.”38


Surah Al-Mu’minun Ayat 68

أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ

a fa lam yaddabbarul-qaula am jā`ahum mā lam ya`ti ābā`ahumul-awwalīn

68. Maka, tidakkah mereka pernah mencoba memahami kalam [Allah] ini? Atau, apakah [kini] telah datang kepada mereka sesuatu yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?39


Surah Al-Mu’minun Ayat 69

أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ

am lam ya’rifụ rasụlahum fa hum lahụ mungkirụn

69. Ataukah, mungkin, mereka belum mengenal rasul mereka dan, karena itu, mereka memungkirinya?


Surah Al-Mu’minun Ayat 70

أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ ۚ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

am yaqụlụna bihī jinnah, bal jā`ahum bil-ḥaqqi wa akṡaruhum lil-ḥaqqi kārihụn

70. Atau, apakah mereka berkata, “Ada penyakit gila padanya?”

Sekali-kali tidak, dia telah membawakan kebenaran kepada mereka—dan kebenaran itulah yang dibenci oleh kebanyakan dari mereka!40


Surah Al-Mu’minun Ayat 71

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ

wa lawittaba’al-ḥaqqu ahwā`ahum lafasadatis-samāwātu wal-arḍu wa man fīhinn, bal ataināhum biżikrihim fa hum ‘an żikrihim mu’riḍụn

71. Namun, jika kebenaran itu41 menuruti hawa nafsu mereka sendiri, lelangit dan bumi pastilah telah runtuh, dan semua yang ada di dalamnya [pasti telah lama binasa]!42

Sekali-kali tidak, [dalam kitab Ilahi ini,] Kami telah menyampaikan kepada mereka segala sesuatu yang harus mereka ingat:43* dan dari peringatan untuk mereka ini, mereka berpaling [dengan tidak mengindahkan].


Surah Al-Mu’minun Ayat 72

أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

am tas`aluhum kharjan fa kharāju rabbika khairuw wa huwa khairur-rāziqīn

72. Atau, apakah engkau [wahai Muhammad] meminta suatu imbalan duniawi dari mereka? Namun, [mereka harus mengetahui bahwa] imbalan dari Pemeliharamu adalah yang paling baik karena Dia-lah sebaik-baik Pemberi Rezeki!44


Surah Al-Mu’minun Ayat 73

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

wa innaka latad’ụhum ilā ṣirāṭim mustaqīm

73. Dan, sungguh, engkau menyeru mereka ke jalan yang lurus—


Surah Al-Mu’minun Ayat 74

وَإِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ

wa innallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati ‘aniṣ-ṣirāṭi lanākibụn

74. tetapi, perhatikanlah, orang-orang yang tidak akan beriman kepada kehidupan akhirat pasti akan menyimpang dari jalan itu.


Surah Al-Mu’minun Ayat 75

وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

walau raḥimnāhum wa kasyafnā mā bihim min ḍurril lalajjụ fī ṭugyānihim ya’mahụn

75. Dan, bahkan seandainya Kami tunjukkan belas kasih kepada mereka dan hilangkan kesukaran apa pun yang mungkin menimpa mereka [dalam kehidupan ini],45 mereka akan tetap berkukuh dalam kesombongan mereka yang keterlaluan, tersandung ke sana kemari dalam keadaan buta.


Surah Al-Mu’minun Ayat 76

وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

wa laqad akhażnāhum bil-‘ażābi fa mastakānụ lirabbihim wa mā yataḍarra’ụn

76. Dan, sesungguhnya, Kami telah menguji mereka46 melalui penderitaan, tetapi mereka tidak menundukkan diri di hadapan Pemelihara mereka; dan mereka tidak akan pernah merendahkan diri mereka


Surah Al-Mu’minun Ayat 77

حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

ḥattā iżā fataḥnā ‘alaihim bāban żā ‘ażābin syadīdin iżā hum fīhi mublisụn

77. hingga Kami buka di hadapan mereka pintu gerbang derita yang [benar-benar] keras [dalam kehidupan akhirat]: dan kemudian, lihatlah! mereka akan patah semangat.47


Surah Al-Mu’minun Ayat 78

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

wa huwallażī ansya`a lakumus-sam’a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn

78. [WAHAI, MANUSIA! Taatilah pesan-pesan Allah,] karena Dia-lah yang telah menganugerahi kalian dengan pendengaran, penglihatan, dan pikiran: [namun,] betapa jarangnya kalian bersyukur!


Surah Al-Mu’minun Ayat 79

وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

wa huwallażī żara`akum fil-arḍi wa ilaihi tuḥsyarụn

79. Dan, Dia-lah yang telah menjadikan kalian berkembang biak di atas bumi; dan kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 80

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

wa huwallażī yuḥyī wa yumītu wa lahukhtilāful-laili wan-nahār, a fa lā ta’qilụn

80. Dan, Dia-lah yang menganugerahkan hidup dan menimpakan kematian; dan karena-Nya-lah pergantian malam dan siang.

Maka, tidakkah kalian menggunakan akal kalian?


Surah Al-Mu’minun Ayat 81

بَلْ قَالُوا مِثْلَ مَا قَالَ الْأَوَّلُونَ

bal qālụ miṡla mā qālal-awwalụn

81. Namun, sekali-kali tidak, mereka berkata sebagaimana perkataan orang-orang dahulu kala:


Surah Al-Mu’minun Ayat 82

قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

qālū a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a innā lamab’ụṡụn

82. mereka berkata, “Apa? Setelah kita mati dan hanya menjadi tanah dan tulang belulang, akankah kita benar-benar dibangkitkan dari kematian?


Surah Al-Mu’minun Ayat 83

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَٰذَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

laqad wu’idnā naḥnu wa ābā`unā hāżā ming qablu in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn

83. Sesungguhnya, [hal yang sama dengan yang] ini telah dijanjikan kepada kami—kami dan nenek moyang kami—jauh pada masa silam! Ini tiada lain hanyalah dongeng-dongeng masa lalu!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 84

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

qul limanil-arḍu wa man fīhā ing kuntum ta’lamụn

84. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi dan segala sesuatu yang hidup di atasnya?48 [Katakanlah kepadaku tentang ini] andaikan kalian mengetahui [jawabannya]!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 85

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tażakkarụn

85. [Dan,] mereka akan menjawab, “Kepunyaan Allah.”

Katakanlah: “Maka, tidakkah kalian ingat [tentang Dia]?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 86

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

qul mar rabbus-samāwātis-sab’i wa rabbul-‘arsyil-‘aẓīm

86. Katakanlah: “Siapakah yang memelihara tujuh langit dan yang bersinggasana dalam kemahakuasaan yang agung?”49


Surah Al-Mu’minun Ayat 87

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

sayaqụlụna lillāh, qul a fa lā tattaqụn

87. [Dan,] mereka akan menjawab, “[Seluruh kekuasaan ini milik] Allah.”

Katakanlah: “Maka, tidakkah kalian senantiasa sadar akan Dia?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 88

قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

qul mam biyadihī malakụtu kulli syai`iw wa huwa yujīru wa lā yujāru ‘alaihi ing kuntum ta’lamụn

88. Katakanlah: “Di tangan siapakah terletak kekuasaan yang besar terhadap segala sesuatu, dan siapakah yang melindungi, padahal tidak ada perlindungan terhadap Dia? [Katakanlah kepadaku tentang hal ini] andaikan kalian mengetahui [jawabannya]!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 89

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

sayaqụlụna lillāh, qul fa annā tus-ḥarụn

89. [Dan,] mereka akan menjawab, “[Seluruh kekuasaan ini milik] Allah.”

Katakanlah: “Maka, bagaimanakah kalian dapat sedemikian ditipu?”50


Surah Al-Mu’minun Ayat 90

بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

bal ataināhum bil-ḥaqqi wa innahum lakāżibụn

90. Sekali-kali tidak, Kami telah menyampaikan kebenaran kepada mereka: dan sungguhpun begitu, perhatikanlah, mereka sungguh-sungguh berdusta [kepada diri mereka sendiri]!51


Surah Al-Mu’minun Ayat 91

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

mattakhażallāhu miw waladiw wa mā kāna ma’ahụ min ilāhin iżal lażahaba kullu ilāhim bimā khalaqa wa la’alā ba’ḍuhum ‘alā ba’ḍ, sub-ḥānallāhi ‘ammā yaṣifụn

91. Allah sama sekali tidak pernah mengambil untuk diri-Nya sendiri keturunan apa pun,52 tidak pernah pula ada tuhan lain yang berdampingan dengan-Nya: [karena, seandainya ada,] lihatlah! masing-masing tuhan itu pasti akan berdiri terpisah-pisah [dari yang lainnya] mengenai segala hal yang telah ia ciptakan,53 dan mereka pasti akan [mencoba untuk] mengalahkan satu sama lain!

Maha Tak Terhingga Kemuliaan Allah, [jauh] melampaui apa pun yang dapat manusia hasilkan melalui cara definisi,54


Surah Al-Mu’minun Ayat 92

عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa ta’ālā ‘ammā yusyrikụn

92. Maha Mengetahui segala sesuatu yang berada di luar jangkauan pemahaman makhluk serta segala sesuatu yang dapat disaksikan oleh indra-indra atau pikiran makhluk55—dan, karenanya, Mahatinggi Dia melampaui segala sesuatu yang mungkin mereka persekutukan dengan-Nya!


Surah Al-Mu’minun Ayat 93

قُلْ رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ

qur rabbi immā turiyannī mā yụ’adụn

93. KATAKANLAH: “Wahai, Pemeliharaku! Jika merupakan kehendak-Mu untuk membiarkan aku menyaksikan56 [terjadinya] apa pun yang telah diancamkan kepada mereka [yang menghina-Mu]—


Surah Al-Mu’minun Ayat 94

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

rabbi fa lā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn

94. Wahai, Pemeliharaku, jangan biarkan aku termasuk di antara orang-orang zalim itu!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 95

وَإِنَّا عَلَىٰ أَنْ نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَادِرُونَ

wa innā ‘alā an nuriyaka mā na’iduhum laqādirụn

95. [Maka, berdoalah—] sebab, perhatikanlah, Kami benar-benar mampu membiarkanmu menyaksikan [terjadinya, bahkan di dunia ini,] apa pun yang Kami janjikan kepada mereka!


Surah Al-Mu’minun Ayat 96

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

idfa’ billatī hiya aḥsanus-sayyi`ah, naḥnu a’lamu bimā yaṣifụn

96. [Namun, apa pun yang mungkin mereka katakan atau lakukan,] tolaklah keburukan [yang mereka lakukan] dengan sesuatu yang lebih baik:57 Kami sepenuhnya mengetahui apa yang mereka sifatkan [kepada Kami].


Surah Al-Mu’minun Ayat 97

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn

97. Dan, katakanlah: “Wahai, Pemeliharaku! Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan segala dorongan-dorongan jahat;58


Surah Al-Mu’minun Ayat 98

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

wa a’ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

98. dan aku berlindung kepada-Mu, wahai Pemeliharaku, agar mereka tidak mendekat kepadaku!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 99

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

ḥattā iżā jā`a aḥadahumul-mautu qāla rabbirji’ụn

99. [ADAPUN MENGENAI orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mereka terus berdusta kepada diri mereka sendiri59] hingga, ketika kematian mendatangi siapa pun di antara mereka, dia berdoa, “Wahai, Pemeliharaku! Biarkanlah aku kembali, biarkanlah aku kembali60 [pada kehidupan],


Surah Al-Mu’minun Ayat 100

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

la’allī a’malu ṣāliḥan fīmā taraktu kallā, innahā kalimatun huwa qā`iluhā, wa miw warā`ihim barzakhun ilā yaumi yub’aṡụn

100. agar aku dapat bertindak secara saleh dalam apa pun yang telah aku lalaikan [pada masa lalu]!”61

Sekali-kali tidak, sesungguhnya itu tiada lain hanyalah kata-kata [kosong] yang dia ucapkan: sebab, di belakang orang-orang [yang meninggalkan dunia], ada suatu pembatas [berupa kematian] hingga Hari ketika semua akan dibangkitkan dari kematian!


Surah Al-Mu’minun Ayat 101

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri fa lā ansāba bainahum yauma`iżiw wa lā yatasā`alụn

101. Maka, apabila terompet [kebangkitan] ditiup, tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada Hari itu, dan tidak pula mereka akan bertanya satu sama lain.


Surah Al-Mu’minun Ayat 102

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

fa man ṡaqulat mawāzīnuhụ fa ulā`ika humul-mufliḥụn

102. Dan, orang-orang yang berat timbangan [kesalehan]-nya—mereka, mereka itulah orang-orang yang akan meraih kebahagiaan;


Surah Al-Mu’minun Ayat 103

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ

wa man khaffat mawāzīnuhụ fa ulā`ikallażīna khasirū anfusahum fī jahannama khālidụn

103. sedangkan, orang-orang yang ringan timbangannya—mereka itulah yang telah menyia-nyiakan diri mereka sendiri, [ditakdirkan] untuk tinggal di neraka:


Surah Al-Mu’minun Ayat 104

تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ

talfaḥu wujụhahumun-nāru wa hum fīhā kāliḥụn

104. api akan menghanguskan wajah-wajah mereka, dan mereka akan tinggal di sana seraya bibir mereka berubah bentuk karena kesakitan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 105

أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

a lam takun āyātī tutlā ‘alaikum fa kuntum bihā tukażżibụn

105. [Dan, Allah akan berfirman,] “Bukankah pesan-pesan-Ku telah disampaikan kepada kalian, dan bukankah kalian [biasa] mendustakannya?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 106

قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ

qālụ rabbanā galabat ‘alainā syiqwatunā wa kunnā qauman ḍāllīn

106. Mereka akan berseru, “Wahai, Pemelihara kami! Nasib malang kami telah menaklukkan kami, maka kami menjadi tersesat!62


Surah Al-Mu’minun Ayat 107

رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ

rabbanā akhrijnā min-hā fa in ‘udnā fa innā ẓālimụn

107. Wahai, Pemelihara kami! Jadikanlah kami keluar dari [penderitaan] ini—dan kemudian, jika kami benar-benar kembali [berdosa], biarlah kami benar-benar [dianggap] menjadi orang-orang yang zalim.”


Surah Al-Mu’minun Ayat 108

قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ

qālakhsa`ụ fīhā wa lā tukallimụn

108. [Namun,] Dia akan berkata, “Enyahlah kalian ke dalam [kenistaan] ini!63 Dan, janganlah berbicara lagi dengan-Ku!


Surah Al-Mu’minun Ayat 109

إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

innahụ kāna farīqum min ‘ibādī yaqụlụna rabbanā āmannā fagfir lanā war-ḥamnā wa anta khairur-rāḥimīn

109. “Perhatikanlah, ada di antara hamba-hamba-Ku yang berdoa, ‘Wahai, Pemelihara kami! Kami telah beriman [kepada-Mu]; maka, ampunilah dosa-dosa kami dan limpahkanlah belas kasih-Mu kepada kami: sebab, Engkau-lah Pelimpah Belas Kasih yang paling sejati!’64


Surah Al-Mu’minun Ayat 110

فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ

fattakhażtumụhum sikhriyyan ḥattā ansaukum żikrī wa kuntum min-hum taḍ-ḥakụn

110. —tetapi, kalian menjadikan mereka sasaran ejekan kalian sehingga hal itu membuat kalian melupakan65 segala ingatan akan Aku; dan kalian terus saja menertawakan mereka.


Surah Al-Mu’minun Ayat 111

إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ

innī jazaituhumul-yauma bimā ṣabarū annahum humul-fā`izụn

111. [Namun,] perhatikanlah, hari ini Aku telah membalas mereka karena kesabaran mereka dalam menghadapi kesusahan: sungguh, mereka, mereka itulah yang telah meraih kemenangan!”


Surah Al-Mu’minun Ayat 112

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ

qāla kam labiṡtum fil-arḍi ‘adada sinīn

112. [Dan] Dia akan bertanya [kepada orang-orang yang dihukum], “Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?”


Surah Al-Mu’minun Ayat 113

قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ

qālụ labiṡnā yauman au ba’ḍa yaumin fas`alil-‘āddīn

113. Mereka akan menjawab, “Kami tinggal di sana sehari atau sebagian hari; tetapi tanyakanlah kepada orang-orang yang [mampu] menghitung [waktu] …. “66


Surah Al-Mu’minun Ayat 114

قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

qāla il labiṡtum illā qalīlal lau annakum kuntum ta’lamụn

114. [Kemudian,] Dia akan berfirman, “Kalian tidak tinggal di sana melainkan sebentar saja: andaikan kalian mengetahui [alangkah singkatnya waktu itu]!


Surah Al-Mu’minun Ayat 115

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

a fa ḥasibtum annamā khalaqnākum ‘abaṡaw wa annakum ilainā lā turja’ụn

115. Maka, apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan main-main, dan bahwa kalian tidak harus kembali kepada Kami?”67


Surah Al-Mu’minun Ayat 116

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

fa ta’ālallāhul-malikul-ḥaqq, lā ilāha illā huw, rabbul-‘arsyil-karīm

116. MAKA, [ketahuilah, bahwa] Allah Mahatinggi, Penguasa Tertinggi, Kebenaran Tertinggi:68 tidak ada tuhan kecuali Dia, Sang Pemelihara, yang bersinggasana dalam kemahakuasaan yang mulia!69


Surah Al-Mu’minun Ayat 117

وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ

wa may yad’u ma’allāhi ilāhan ākhara lā bur-hāna lahụ bihī fa innamā ḥisābuhụ ‘inda rabbih, innahụ lā yufliḥul-kāfirụn

117. Karenanya, orang yang memohon kepada tuhan yang lain, di samping Allah, [—tuhan] yang dia tidak punya bukti akan keberadaannya—akan mendapati perhitungannya pada Pemeliharanya: [dan,] sungguh, orang-orang yang mengingkari kebenaran seperti itu tidak akan pernah meraih kebahagiaan.


Surah Al-Mu’minun Ayat 118

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

wa qur rabbigfir war-ḥam wa anta khairur-rāḥimīn

118. Karena itu, [wahai orang beriman,] katakanlah: “Wahai, Pemeliharaku! Berilah [kepadaku] ampunan dan limpahkanlah belas kasih-Mu [kepadaku]: sebab, Engkau-lah Pelimpah Belas Kasih yang paling sejati!”


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top