5. Al-Ma’idah (Hidangan) – المائدة

Surat Al-Ma’idah dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Ma’idah ( المائدة ) merupakan surah ke 5 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 120 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Madinah. Dengan demikian, Surah Al-Ma’idah tergolong Surat Madaniyah.

Menurut selurh bukti yang ada, surah ini merupakan salah satu bagian dari Al-Qur’an yang terakhir diwahyukan kepada Nabi. Pendapat ijmak menggolongkannya ke dalam periode Haji Wada’ (Haji Perpisahan) yang dilaksanakan Nabi pada 10 H. Nama surah ini diambil dari permintaan para pengikut Nabi Isa a.s. untuk mendapatkan “hidangan dari langit” (ayat 112) dan doa yang dipanjatkan Nabi Isa a.s. berkenaan dengan permintaan ini (ayat 114).

Surah ini dimulai dengan seruan kepada orang-orang beriman untuk memenuhi tanggung jawab spiritual dan sosial mereka, dan diakhiri dengan sebuah peringatan tentang kebergantungan mutlak manusia kepada Allah, yang memiliki, “kekuasaan terhadap lelangit dan bumi serta seluruh isinya”. Sebagai salah satu wahyu terakhir yang diturunkan kepada Nabi, surah ini memuat berbagai ketentuan yang berkaitan dengan sejumlah ritual keagamaan dan berbagai kewajiban sosial; tetapi, pada saat yang sama, ia mengingatkan para pengikut Al-Qur’an agar tidak memperluas lingkup peraturan Ilahi ini melalui pengambilan kesimpulan subjektif (ayat 101), karena hal ini dapat mempersulit mereka dalam menjalankan Hukum-Hukum Allah dan, pada akhirnya, menyebabkan mereka mengingkari kebenaran wahyu itu sendiri (ayat 102). Mereka juga diperingatkan agar tidak menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai “sekutu-sekutu” mereka, yaitu dalam pengertian moral kata ini, yakni: tidak meniru cara hidup dan konsep sosial mereka dengan mengorbankan prinsip-prinsip Islam (ayat 51 dan seterusnya). Munculnya peringatan yang disebutkan terakhir ini dituntut oleh fakta, yang ditegaskan berulang-ulang dalam surah ini, bahwa baik kaum Yahudi maupun Nasrani telah mengabaikan dan menyelewengkan kebenaran yang disampaikan oleh para nabi kepada mereka dan, karena itu, tidak lagi mengikuti pesan asli dan murni dari Alkitab (ayat 68). Secara lebih khusus, kaum Yahudi dicela karena “buta dan tuli [hatinya]” (ayat 70-71, dan juga dalam berbagai surah lainnya), sedangkan umat Nasrani dicela karena menuhankan Nabi Isa a.s. yang jelas bertentangan dengan ajaran-ajaran Ilahi yang diilhamkan kepadanya (ayat 72-77 dan 116-118).

Mengenai keanekaragaman komunitas agama, ayat 48 surah ini menyatakan bahwa: “Kepada masing-masing di antara kalian, telah Kami berikan aturan dan jalan hidup [yang berbeda-beda]. … Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan!” Dan, sekali lagi, semua orang-orang beriman sejati—dari golongan kepercayaan mana pun—diberi jaminan bahwa “semua yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal saleh, tidak perlu takut dan tidak pula akan bersedih hati” (ayat 69).

Puncak pernyataan dari seluruh surah ini ditemukan dalam ayat 3, yang diwahyukan kepada Nabi menjelang beliau wafat, yakni: “Pada hari ini, telah Kusempurnakan bagi kalian hukum agama kalian, dan telah Kulimpahkan kepada kalian nikmat-Ku sepenuhnya, dan telah Kutetapkan bahwa penyerahan diri pada-Ku (al-islam) menjadi agama kalian.”

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Ma’idah Ayat 1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

yā ayyuhallażīna āmanū aufụ bil-‘uqụd, uḥillat lakum bahīmatul-an’āmi illā mā yutlā ‘alaikum gaira muḥilliṣ-ṣaidi wa antum ḥurum, innallāha yaḥkumu mā yurīd

1. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Tepatilah akad-akad kalian!1

Dihalalkan bagi kalian [daging setiap] hewan pemakan tumbuhan, kecuali yang dibacakan kepada kalian [dalam ayat berikut2]: tetapi kalian tidak boleh berburu ketika sedang mengerjakan haji. Perhatikanlah, Allah menetapkan menurut kehendak-Nya.3


Surah Al-Ma’idah Ayat 2

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥillụ sya’ā`irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā`ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagụna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā, wa iżā ḥalaltum faṣṭādụ, wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin an ṣaddụkum ‘anil-masjidil-ḥarāmi an ta’tadụ, wa ta’āwanụ ‘alal-birri wat-taqwā wa lā ta’āwanụ ‘alal-iṡmi wal-‘udwāni wattaqullāh, innallāha syadīdul-‘iqāb

2. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Janganlah melanggar perlambang-perlambang yang telah ditetapkan Allah, bulan suci [haji], kurban yang dikalungi,4 atau orang-orang yang datang berduyun-duyun ke Masjid Al-Haram untuk mencari karunia Pemelihara mereka dan penerimaan yang baik (ridha) dari Allah; dan [hanya] setelah ibadah haji kalian selesai,5 kalian bebas berburu.

Dan, jangan pernah biarkan kebencian kalian kepada kaum yang telah menghalangi kalian dari Masjid Al-Haram menjerumuskan kalian ke dalam dosa agresi:6 alih-alih, tolong-menolonglah dalam menyuburkan kebajikan dan kesadaran akan Allah, dan janganlah tolong-menolong dalam menyuburkan kejahatan dan permusuhan; dan tetaplah sadar akan Allah: sebab, perhatikanlah, Allah amat keras dalam menghukum!


Surah Al-Ma’idah Ayat 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

ḥurrimat ‘alaikumul-maitatu wad-damu wa laḥmul-khinzīri wa mā uhilla ligairillāhi bihī wal-munkhaniqatu wal-mauqụżatu wal-mutaraddiyatu wan-naṭīḥatu wa mā akalas-sabu’u illā mā żakkaitum, wa mā żubiḥa ‘alan-nuṣubi wa an tastaqsimụ bil-azlām, żālikum fisq, al-yauma ya`isallażīna kafarụ min dīnikum fa lā takhsyauhum wakhsyaụn, al-yauma akmaltu lakum dīnakum wa atmamtu ‘alaikum ni’matī wa raḍītu lakumul-islāma dīnā, fa maniḍṭurra fī makhmaṣatin gaira mutajānifil li`iṡmin fa innallāha gafụrur raḥīm

3. DIHARAMKAN bagi kalian bangkai, darah, daging babi, (hewan) yang disembelih atas nama selain Allah,7 hewan yang tercekik, atau yang dipukul hingga mati, atau yang mati karena jatuh, atau yang ditanduk sampai mati, atau yang diterkam hewan buas, kecuali yang sempat kalian sembelih [sendiri] ketika ia masih (dalam keadaan) hidup; dan [diharamkan bagi kalian] semua yang disembelih di atas altar pemujaan berhala.8

Dan [kalian diharamkan] mencari-cari tahu, melalui ramalan-ramalan, mengenai apa yang mungkin akan menanti kalian di masa depan:9 ini adalah kefasikan.

Pada hari ini, orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran telah kehilangan seluruh harapan akan [berpalingnya kalian meninggalkan] agama kalian: maka, janganlah merasa gentar kepada mereka, tetapi merasa gentarlah kepada-Ku!

Pada hari ini, telah Kusempurnakan bagi kalian hukum agama kalian, dan telah Kulimpahkan kepada kalian nikmat-Ku sepenuhnya, dan telah Kutetapkan bahwa penyerahan diri pada-Ku (al-islam) menjadi agama kalian.10

Namun, barang siapa yang terpaksa [melakukan yang diharamkan] karena keadaan yang benar-benar darurat11 dan bukan karena kecenderungan berbuat dosa—perhatikanlah, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 4

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

yas`alụnaka māżā uḥilla lahum, qul uḥilla lakumuṭ-ṭayyibātu wa mā ‘allamtum minal-jawāriḥi mukallibīna tu’allimụnahunna mimmā ‘allamakumullāhu fa kulụ mimmā amsakna ‘alaikum ważkurusmallāhi ‘alaihi wattaqullāh, innallāha sarī’ul-ḥisāb

4. Mereka akan bertanya kepadamu tentang apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah: “Dihalalkan bagi kalian segala sesuatu yang baik-baik dalam hidup ini.”12

Adapun hewan pemburu13 yang kalian latih dengan mengajari mereka suatu dari pengetahuan yang telah Allah ajarkan kepada kalian—makanlah dari apa yang mereka tangkap untuk kalian, tetapi bacakanlah nama Allah terhadapnya, dan tetaplah sadar akan Allah: sungguh, Allah amat cepat dalam membuat perhitungan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 5

الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۖ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَهُمْ ۖ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلَا مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

al-yauma uḥilla lakumuṭ-ṭayyibāt, wa ṭa’āmullażīna ụtul-kitāba ḥillul lakum wa ṭa’āmukum ḥillul lahum wal-muḥṣanātu minal-mu`mināti wal-muḥṣanātu minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum iżā ātaitumụhunna ujụrahunna muḥṣinīna gaira musāfiḥīna wa lā muttakhiżī akhdān, wa may yakfur bil-īmāni fa qad ḥabiṭa ‘amaluhụ wa huwa fil-ākhirati minal-khāsirīn

5. Pada hari ini, segala sesuatu yang baik-baik dalam hidup ini dihalalkan bagi kalian. Dan, makanan orang-orang yang telah diberi wahyu terdahulu itu halal bagi kalian,14 dan makanan kalian halal bagi mereka. Dan, [dihalalkan bagi kalian,] dalam ikatan pernikahan, perempuan-perempuan dari kalangan orang-orang yang beriman [pada kitab Ilahi ini], dan, dalam ikatan pernikahan, perempuan-perempuan dari kalangan orang-orang yang telah diberi wahyu sebelum zaman kalian—dengan syarat kalian memberi mereka maharnya, mengambil mereka dalam ikatan pernikahan yang tulus, bukan dalam perzinaan, bukan pula sebagai kekasih-kekasih gelap.15

Namun, adapun orang yang menolak iman [pada Allah] akan sia-sialah seluruh perbuatannya: sebab, di akhirat nanti dia termasuk orang-orang yang merugi.16


Surah Al-Ma’idah Ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā qumtum ilaṣ-ṣalāti fagsilụ wujụhakum wa aidiyakum ilal-marāfiqi wamsaḥụ biru`ụsikum wa arjulakum ilal-ka’baīn, wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ, wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥarajiw wa lākiy yurīdu liyuṭahhirakum wa liyutimma ni’matahụ ‘alaikum la’allakum tasykurụn

6. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Apabila kalian hendak mengerjakan shalat, basuhlah muka kalian, tangan dan lengan kalian sampai siku, dan sapulah kepala kalian dengan tangan kalian [yang basah], dan [basuhlah] kaki kalian sampai pergelangannya. Dan, jika kalian dalam keadaan yang menuntut penyucian menyeluruh, bersihkanlah diri kalian.17 Namun, jika kalian sakit, atau dalam perjalanan, atau baru saja membuang hajat, atau telah bersanggama dengan perempuan, dan tidak dapat memperoleh air—bertayamumlah dengan debu yang bersih, dengan mengusapkannya secara lembut pada muka dan tangan kalian. Allah tidak hendak membebankan kesukaran apa pun pada kalian, tetapi hendak membuat kalian bersih, dan (hendak) menganugerahkan sepenuh nikmat-Nya kepada kalian, supaya kalian bersyukur.


Surah Al-Ma’idah Ayat 7

وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمِيثَاقَهُ الَّذِي وَاثَقَكُمْ بِهِ إِذْ قُلْتُمْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

ważkurụ ni’matallāhi ‘alaikum wa mīṡāqahullażī wāṡaqakum bihī iż qultum sami’nā wa aṭa’nā wattaqullāh, innallāha ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

7. Dan, ingatlah [selalu] nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, dan sumpah setia yang dengannya Dia ikat kalian pada-Nya18 saat kalian berkata, “Kami dengar dan kami taat.” Karena itu, tetaplah sadar akan Allah: sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati [manusia].


Surah Al-Ma’idah Ayat 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kụnụ qawwāmīna lillāhi syuhadā`a bil-qisṭi wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin ‘alā allā ta’dilụ, i’dilụ, huwa aqrabu lit-taqwā wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta’malụn

8. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Hendaklah kalian senantiasa teguh dalam pengabdian kepada Allah, menjadi saksi terhadap kebenaran dengan seadil-adilnya; dan jangan pernah biarkan kebencian terhadap siapa pun19 mendorong kalian ke dalam dosa penyimpangan dari keadilan. Berlaku adillah: ini yang paling mendekati kesadaran akan Allah. Dan, tetaplah sadar akan Allah: sungguh, Allah Maha Mengetahui segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 9

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ۙ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

wa’adallāhullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum magfiratuw wa ajrun ‘aẓīm

9. Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang telah meraih iman dan melakukan perbuatan-perbuatan baik [bahwa] mereka akan mendapat ampunan, dan pahala yang besar;


Surah Al-Ma’idah Ayat 10

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābul-jaḥīm

10. adapun orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran dan mendustakan pesan-pesan Kami—mereka itu ditetapkan di neraka yang berkobar.


Surah Al-Ma’idah Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ هَمَّ قَوْمٌ أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

yā ayyuhallażīna āmanużkurụ ni’matallāhi ‘alaikum iż hamma qaumun ay yabsuṭū ilaikum aidiyahum fa kaffa aidiyahum ‘angkum, wattaqullāh, wa ‘alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

11. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Ingatlah nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kalian tatkala orang-orang [yang memusuhi kalian] hendak menggerakkan tangan mereka ke atas kalian,20 dan Dia menahan tangan mereka dari (menyentuh) kalian. Maka, tetaplah sadar akan Allah: dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang beriman itu bersandar penuh percaya.


Surah Al-Ma’idah Ayat 12

وَلَقَدْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَبَعَثْنَا مِنْهُمُ اثْنَيْ عَشَرَ نَقِيبًا ۖ وَقَالَ اللَّهُ إِنِّي مَعَكُمْ ۖ لَئِنْ أَقَمْتُمُ الصَّلَاةَ وَآتَيْتُمُ الزَّكَاةَ وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي وَعَزَّرْتُمُوهُمْ وَأَقْرَضْتُمُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا لَأُكَفِّرَنَّ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَلَأُدْخِلَنَّكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۚ فَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

wa laqad akhażallāhu mīṡāqa banī isrā`īl, wa ba’aṡnā min-humuṡnai ‘asyara naqībā, wa qālallāhu innī ma’akum, la`in aqamtumuṣ-ṣalāta wa ātaitumuz-zakāta wa āmantum birusulī wa ‘azzartumụhum wa aqraḍtumullāha qarḍan ḥasanal la`ukaffiranna ‘angkum sayyi`ātikum wa la`udkhilannakum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, fa mang kafara ba’da żālika mingkum fa qad ḍalla sawā`as-sabīl

12. DAN,SUNGGUH, Allah telah menerima sumpah setia [yang serupa]21 dari Bani Israil ketika Kami jadikan dua belas pemimpin mereka diutus [ke Kanaan sebagai mata-mata].22 Dan, Allah berfirman, “Perhatikanlah, Aku akan beserta kalian! Jika kalian teguh mendirikan shalat, memberikan derma, beriman pada rasul-rasul-Ku dan membantu mereka, serta mempersembahkan kepada Allah pinjaman yang baik,23 tentu akan Kuhapus perbuatan-perbuatan buruk kalian dan Aku masukkan kalian ke dalam taman-taman yang dilalui aliran sungai-sungai. Namun, siapa saja di antara kalian yang, sesudah ini, mengingkari kebenaran, akan benar-benar tersesat dari jalan yang lurus!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 13

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

fa bimā naqḍihim mīṡāqahum la’annāhum wa ja’alnā qulụbahum qāsiyah, yuḥarrifụnal-kalima ‘am mawāḍi’ihī wa nasụ ḥaẓẓam mimmā żukkirụ bih, wa lā tazālu taṭṭali’u ‘alā khā`inatim min-hum illā qalīlam min-hum fa’fu ‘an-hum waṣfaḥ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn

13. Lalu, karena telah melanggar sumpah setia mereka,24 Kami tolak mereka dan Kami jadikan hati mereka mengeras!—[sehingga kini] mereka mengubah makna kata-kata [yang diwahyukan], dengan mengeluarkannya dari konteksnya;25 dan mereka telah melupakan banyak hal yang telah diperintahkan kepada mereka untuk dicamkan; dan engkau senantiasa akan mengalami pengkhianatan dari mereka semua, kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat). Akan tetapi, maafkanlah mereka dan tahanlah (dirimu): sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.


Surah Al-Ma’idah Ayat 14

وَمِنَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ أَخَذْنَا مِيثَاقَهُمْ فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

wa minallażīna qālū innā naṣārā akhażnā mīṡāqahum fa nasụ haẓẓam mimmā żukkirụ bihī fa agrainā bainahumul-‘adāwata wal-bagḍā`a ilā yaumil-qiyāmah, wa saufa yunabbi`uhumullāhu bimā kānụ yaṣna’ụn

14. Dan, [demikian pula] dari orang-orang yang berkata, “Perhatikanlah, kami adalah orang-orang Nasrani,”26 Kami telah menerima sumpah setia: dan mereka, juga, telah melupakan banyak hal yang telah diperintahkan kepada mereka untuk dicamkan—karena itu, Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian, [yang berlangsung] hingga Hari Kebangkitan:27 dan kelak, Allah akan menjadikan mereka memahami apa yang telah mereka perbuat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 15

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum kaṡīram mimmā kuntum tukhfụna minal-kitābi wa ya’fụ ‘ang kaṡīr, qad jā`akum minallāhi nụruw wa kitābum mubīn

15. Wahai, pengikut-pengikut Alkitab! Kini, telah datang kepada kalian Rasul Kami, untuk menjelaskan kepada kalian banyak hal dari Alkitab yang telah kalian sembunyikan [dari diri kalian sendiri],28 dan untuk memaafkan banyak (hal). Kini, telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab Ilahi yang jelas,


Surah Al-Ma’idah Ayat 16

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

yahdī bihillāhu manittaba’a riḍwānahụ subulas-salāmi wa yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụri bi`iżnihī wa yahdīhim ilā ṣirāṭim mustaqīm

16. yang dengannya Allah menunjukkan jalan-jalan menuju keselamatan29 kepada semua orang yang mencari ridha (penerimaan yang baik dari)-Nya dan, dengan rahmat-Nya, (Dia) mengeluarkan mereka dari pekatnya kegelapan kepada cahaya dan membimbing mereka ke jalan yang lurus.


Surah Al-Ma’idah Ayat 17

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ أَنْ يُهْلِكَ الْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

laqad kafarallażīna qālū innallāha huwal-masīḥubnu maryam, qul fa may yamliku minallāhi syai`an in arāda ay yuhlikal-masīḥabna maryama wa ummahụ wa man fil-arḍi jamī’ā, wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, yakhluqu mā yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

17. Sungguh, mengingkari kebenaranlah mereka yang berkata, “Perhatikanlah, Allah adalah Al-Masih, putra Maryam.” Katakanlah: “Dan, siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, dengan jalan apa pun, andai Dia hendak membinasakan Al-Masih, putra Maryam, beserta ibunya dan setiap orang yang berada di bumi—seluruhnya? Karena, milik Allah-lah kekuasaan atas seluruh lelangit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan yang Dia kehendaki: dan Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 18

وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ ۚ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ ۖ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ

wa qālatil-yahụdu wan-naṣārā naḥnu abnā`ullāhi wa aḥibbā`uh, qul fa lima yu’ażżibukum biżunụbikum, bal antum basyarum mim man khalaq, yagfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa ilaihil-maṣīr

18. Dan, orang Yahudi dan Nasrani [keduanya] berkata, “Kami adalah anak-anak Allah,30 dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka, mengapa Allah menjadikan kalian menderita karena dosa-dosa kalian? Bukan begitu, kalian tiada lain hanyalah manusia yang Dia ciptakan. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia jadikan menderita siapa saja yang Dia kehendaki: sebab, milik Allah-lah kekuasaan atas seluruh lelangit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dan pada-Nya-lah seluruh perjalanan berakhir.”


Surah Al-Ma’idah Ayat 19

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

yā ahlal-kitābi qad jā`akum rasụlunā yubayyinu lakum ‘alā fatratim minar-rusuli an taqụlụ mā jā`anā mim basyīriw wa lā nażīr, fa qad jā`akum basyīruw wa nażīr, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

19. Wahai, pengikut-pengikut Alkitab! Kini, setelah sekian lama tidak ada rasul yang muncul*, telah datang kepada kalian Rasul Kami [ini] untuk menjadikan [kebenaran] jelas bagi kalian, agar kalian tidak berkata, “Tiada seorang pun pembawa kabar-kabar gembira maupun pemberi peringatan yang datang kepada kami”: sebab, kini telah datang kepada kalian pembawa kabar-kabar gembira dan pemberi peringatan—sebab, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Surah Al-Ma’idah Ayat 20

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَعَلَ فِيكُمْ أَنْبِيَاءَ وَجَعَلَكُمْ مُلُوكًا وَآتَاكُمْ مَا لَمْ يُؤْتِ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumiżkurụ ni’matallāhi ‘alaikum iż ja’ala fīkum ambiyā`a wa ja’alakum mulụkaw wa ātākum mā lam yu`ti aḥadam minal-‘ālamīn

20. DAN, LIHAT, Musa berkata kepada kaumnya,31 “Wahai, kaumku! Ingatlah nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kalian ketika Dia mengangkat nabi-nabi di tengah-tengah kalian, dan menjadikan kalian penguasa atas diri kalian sendiri,32 dan menganugerahkan kepada kalian [karunia-karunia] yang belum pernah Dia anugerahkan kepada siapa pun di dunia.


Surah Al-Ma’idah Ayat 21

يَا قَوْمِ ادْخُلُوا الْأَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

yā qaumidkhulul-arḍal-muqaddasatallatī kataballāhu lakum wa lā tartaddụ ‘alā adbārikum fa tangqalibụ khāsirīn

21. Wahai, kaumku! Masukilah tanah suci yang telah Allah janjikan kepada kalian, tetapi janganlah berpaling ke belakang [dari keyakinan kalian], karena jika begitu, kalian akan merugi!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 22

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّ فِيهَا قَوْمًا جَبَّارِينَ وَإِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا حَتَّىٰ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا فَإِنَّا دَاخِلُونَ

qālụ yā mụsā inna fīhā qauman jabbārīna wa innā lan nadkhulahā ḥattā yakhrujụ min-hā, fa iy yakhrujụ min-hā fa innā dākhilụn

22. Mereka menjawab, “Wahai, Musa! Perhatikanlah, orang-orang yang ganas tinggal di negeri itu,33 dan kami betul-betul tidak akan memasukinya, kecuali mereka keluar dari sana; tetapi, jika mereka keluar dari sana, perhatikanlah, pasti kami akan memasukinya.”


Surah Al-Ma’idah Ayat 23

قَالَ رَجُلَانِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا ادْخُلُوا عَلَيْهِمُ الْبَابَ فَإِذَا دَخَلْتُمُوهُ فَإِنَّكُمْ غَالِبُونَ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

qāla rajulāni minallażīna yakhāfụna an’amallāhu ‘alaihimadkhulụ ‘alaihimul-bāb, fa iżā dakhaltumụhu fa innakum gālibụna wa ‘alallāhi fa tawakkalū ing kuntum mu`minīn

23. [Maka,] dua orang di antara orang-orang yang takut [kepada Allah, dan] yang telah Allah beri nikmat, berkata, “Masukilah (serbulah) mereka melalui pintu gerbangnya34—sebab, segera setelah kalian memasukinya, perhatikanlah, kalian akan berjaya! Dan, kepada Allah-lah hendaknya kalian bersandar penuh percaya, jika kalian [benar-benar] orang-orang yang beriman!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 24

قَالُوا يَا مُوسَىٰ إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا ۖ فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

qālụ yā mụsā innā lan nadkhulahā abadam mā dāmụ fīhā faż-hab anta wa rabbuka fa qātilā innā hāhunā qā’idụn

24. [Namun,] mereka berkata, “Wahai, Musa! Perhatikanlah, kami tidak akan pernah memasuki [negeri] itu selama mereka ada di dalamnya. Maka, pergilah engkau bersama Pemeliharamu, dan berperanglah, kalian berdua! Perhatikanlah, kami akan tetap di sini!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 25

قَالَ رَبِّ إِنِّي لَا أَمْلِكُ إِلَّا نَفْسِي وَأَخِي ۖ فَافْرُقْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

qāla rabbi innī lā amliku illā nafsī wa akhī fafruq bainanā wa bainal-qaumil-fāsiqīn

25. Berdoalah [Musa], “Wahai, Pemeliharaku! Tidak berkuasa aku, kecuali terhadap diriku sendiri dan saudaraku [Harun]: maka, buatkanlah garis pemisah antara kami dan orang-orang fasik ini!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 26

قَالَ فَإِنَّهَا مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ ۛ أَرْبَعِينَ سَنَةً ۛ يَتِيهُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ

qāla fa innahā muḥarramatun ‘alaihim arba’īna sanah, yatīhụna fil-arḍ, fa lā ta`sa ‘alal-qaumil-fāsiqīn

26. Dia (Allah) menjawab, “Maka, sungguh, [negeri] ini akan diharamkan bagi mereka selama empat puluh tahun, sementara mereka mengembara di bumi, ke sana kemari dalam kebingungan; dan janganlah engkau berdukacita atas orang-orang fasik ini.”


Surah Al-Ma’idah Ayat 27

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

watlu ‘alaihim naba`abnai ādama bil-ḥaqq, iż qarrabā qurbānan fa tuqubbila min aḥadihimā wa lam yutaqabbal minal-ākhar, qāla la`aqtulannak, qāla innamā yataqabbalullāhu minal-muttaqīn

27. DAN, SAMPAIKANLAH kepada mereka, dengan menyatakan kebenaran, kisah dua anak Adam35—bagaimana keduanya mempersembahkan kurban, dan kurban salah seorang dari mereka diterima, sedangkan kurban dari seorang yang lain tidak ditertma.

[Dan Qabil] berkata, “Aku pasti akan membunuhmu!”

[Habil) menjawab, “Perhatikanlah, Allah hanya menerima dari orang-orang yang sadar akan Dia.


Surah Al-Ma’idah Ayat 28

لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

la`im basatta ilayya yadaka litaqtulanī mā ana bibāsiṭiy yadiya ilaika li`aqtulak, innī akhāfullāha rabbal-‘ālamīn

28. Sekalipun engkau menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu: perhatikanlah, aku takut pada Allah, Pemelihara seluruh alam.


Surah Al-Ma’idah Ayat 29

إِنِّي أُرِيدُ أَنْ تَبُوءَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ

innī urīdu an tabū`a bi`iṡmī wa iṡmika fa takụna min aṣ-ḥābin-nār, wa żālika jazā`uẓ-ẓālimīn

29. Sungguh, aku ingin agar engkau memikul [beban] seluruh dosa yang pernah kuperbuat serta dosa yang pernah kau perbuat:36 [tetapi] kemudian engkau akan ditetapkan sebagai penghuni neraka, sebab itulah balasan bagi orang-orang zalim!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 30

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

fa ṭawwa’at lahụ nafsuhụ qatla akhīhi fa qatalahụ fa aṣbaḥa minal-khāsirīn

30. Namun, hawa nafsu37nya (Qabil) mendorong dia untuk membunuh saudaranya; dan dia pun membunuhnya: maka, dia menjadi salah seorang di antara orang-orang yang merugi.


Surah Al-Ma’idah Ayat 31

فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِي سَوْءَةَ أَخِيهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُونَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِي ۖ فَأَصْبَحَ مِنَ النَّادِمِينَ

fa ba’aṡallāhu gurābay yab-ḥaṡu fil-arḍi liyuriyahụ kaifa yuwārī sau`ata akhīh, qāla yā wailatā a ‘ajaztu an akụna miṡla hāżal-gurābi fa uwāriya sau`ata akhī, fa aṣbaḥa minan-nādimīn

31. Kemudian, Allah mengirimkan seekor burung gagak yang menggaruk-garuk tanah, untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana dia seharusnya menutupi aurat dari jasad saudaranya. [Dan Qabil] berteriak, “Oh, celaka aku! Terlalu lemahkah aku untuk melakukan apa yang dilakukan burung gagak ini,38 dan menutupi aurat dari jasad saudaraku ini?”—lalu setelah itu, dia merasa terpukul oleh penyesalan yang dalam.39


Surah Al-Ma’idah Ayat 32

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

min ajli żālika katabnā ‘alā banī isrā`īla annahụ mang qatala nafsam bigairi nafsin au fasādin fil-arḍi fa ka`annamā qatalan-nāsa jamī’ā, wa man aḥyāhā fa ka`annamā aḥyan-nāsa jamī’ā, wa laqad jā`at-hum rusulunā bil-bayyināti ṡumma inna kaṡīram min-hum ba’da żālika fil-arḍi lamusrifụn

32. Karena itu, Kami tetapkan bagi Bani Israil bahwa siapa saja yang membunuh seorang manusia—kecuali yang dilakukan [sebagai hukuman] atas pembunuhan atau atas penebaran kerusakan di muka bumi—seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya; sedangkan, siapa saja yang menyelamatkan kehidupan (seorang manusia), seolah-olah dia telah menyelamatkan kehidupan manusia seluruhnya.40

Dan, sungguh, telah datang kepada mereka41 rasul-rasul Kami dengan (membawa) seluruh bukti-bukti kebenaran: tetapi, perhatikanlah, terlepas dari ini semua, banyak di antara mereka terus saja melakukan berbagai tindakan yang melampaui batas di muka bumi.42


Surah Al-Ma’idah Ayat 33

إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

innamā jazā`ullażīna yuḥāribụnallāha wa rasụlahụ wa yas’auna fil-arḍi fasādan ay yuqattalū au yuṣallabū au tuqaṭṭa’a aidīhim wa arjuluhum min khilāfin au yunfau minal-arḍ, żālika lahum khizyun fid-dun-yā wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm

33. Adalah suatu balasan yang adil belaka bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya,43 dan yang berusaha keras menyebarkan kerusakan di muka bumi, bahwa mereka dibunuh secara besar-besaran*, atau disalib secara besar-besaran, atau—sebagai akibat pembangkangan mereka—dipotong tangan dan kaki mereka secara besar-besaran,44 atau dibuang [sama sekali] dari [muka] bumi: demikian itulah penistaan terhadap mereka di dunia ini.45 Akan tetapi, di akhirat, penderitaan yang [bahkan lebih] mengerikan menanti mereka—


Surah Al-Ma’idah Ayat 34

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ ۖ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

illallażīna tābụ ming qabli an taqdirụ ‘alaihim, fa’lamū annallāha gafụrur raḥīm

34. kecuali orang-orang [di antara mereka] yang bertobat sebelum kalian [wahai orang-orang yang beriman] menjadi lebih kuat daripada mereka:46 karena hendaknya kalian mengetahui bahwa Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wabtagū ilaihil-wasīlata wa jāhidụ fī sabīlihī la’allakum tufliḥụn

35. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Tetaplah sadar akan Allah, dan berupayalah untuk lebih dekat kepada-Nya, dan gigihlah berjuang di jalan-Nya, agar kalian meraih kebahagiaan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 36

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لِيَفْتَدُوا بِهِ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

innallażīna kafarụ lau anna lahum mā fil-arḍi jamī’aw wa miṡlahụ ma’ahụ liyaftadụ bihī min ‘ażābi yaumil-qiyāmati mā tuqubbila min-hum, wa lahum ‘ażābun alīm

36. Sungguh jika orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu memiliki segala sesuatu yang ada di bumi ini, dan dua kali lipat dari itu,47 untuk ditawarkan sebagai tebusan untuk menghindari penderitaan pada Hari Kebangkitan, niscaya tidak akan diterima dari mereka: sebab, penderitaan yang pedih menanti mereka.


Surah Al-Ma’idah Ayat 37

يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

yurīdụna ay yakhrujụ minan-nāri wa mā hum bikhārijīna min-hā wa lahum ‘ażābum muqīm

37. Mereka akan sangat ingin keluar dari neraka, tetapi mereka tidak akan dapat keluar dari sana; dan penderitaan yang berkepanjangan menanti mereka.


Surah Al-Ma’idah Ayat 38

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

was-sāriqu was-sāriqatu faqṭa’ū aidiyahumā jazā`am bimā kasabā nakālam minallāh, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

38. ADAPUN LAKl-LAKI yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai balasan atas apa yang telah mereka perbuat, sebagai pencegah yang ditentukan Allah:48 sebab, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Ma’idah Ayat 39

فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa man tāba mim ba’di ẓulmihī wa aṣlaḥa fa innallāha yatụbu ‘alaīh, innallāha gafụrur raḥīm

39. Akan tetapi, siapa saja yang bertobat sesudah melakukan kejahatan, dan melakukan perbaikan,49 perhatikanlah, Allah akan menerima tobatnya: sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 40

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

a lam ta’lam annallāha lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, yu’ażżibu may yasyā`u wa yagfiru limay yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

40. Tidakkah engkau mengetahui bahwa milik Allah-lah kekuasaan atas seluruh lelangit dan bumi? Dia menghukum siapa saja yang Dia kehendaki, dan mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki: sebab, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Surah Al-Ma’idah Ayat 41

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ لَا يَحْزُنْكَ الَّذِينَ يُسَارِعُونَ فِي الْكُفْرِ مِنَ الَّذِينَ قَالُوا آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ ۛ وَمِنَ الَّذِينَ هَادُوا ۛ سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ سَمَّاعُونَ لِقَوْمٍ آخَرِينَ لَمْ يَأْتُوكَ ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ مِنْ بَعْدِ مَوَاضِعِهِ ۖ يَقُولُونَ إِنْ أُوتِيتُمْ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِنْ لَمْ تُؤْتَوْهُ فَاحْذَرُوا ۚ وَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَنْ تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

yā ayyuhar-rasụlu lā yaḥzungkallażīna yusāri’ụna fil-kufri minallażīna qālū āmannā bi`afwāhihim wa lam tu`ming qulụbuhum, wa minallażīna hādụ sammā’ụna lil-każibi sammā’ụna liqaumin ākharīna lam ya`tụk, yuḥarrifụnal-kalima mim ba’di mawāḍi’ihī, yaqụlụna in ụtītum hāżā fa khużụhu wa il lam tu`tauhu faḥżarụ, wa may yuridillāhu fitnatahụ fa lan tamlika lahụ minallāhi syai`ā, ulā`ikallażīna lam yuridillāhu ay yuṭahhira qulụbahum, lahum fid-dun-yā khizyuw wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm

41. WAHAI, RASUL! Janganlah engkau disedihkan oleh orang-orang yang saling berlomba mengingkari kebenaran: seperti mereka50 yang berkata dengan mulut mereka, “Kami beriman,” padahal hati mereka tidak beriman; dan seperti orang-orang beragama Yahudi yang amat berhasrat mendengar berbagai kebohongan, dan amat berhasrat mendengar perkataan-perkataan kaum lain tanpa datang kepadamu [untuk mendapatkan pencerahan].51 Mereka mengubah makna kata-kata [yang diwahyukan], dengan mengeluarkannya dari konteksnya, seraya berkata [kepada diri mereka sendiri], “Jika disampaikan [ajaran] yang seperti ini kepada kalian, terimalah; tetapi jika (ajaran) itu tidak disampaikan kepada kalian, waspadalah!”52

[Janganlah engkau disedihkan oleh mereka—] sebab, jika Allah menghendaki siapa pun untuk tergoda kepada kejahatan, engkau sedikit pun tidak akan mampu membujuk Allah demi (membela) kepentingannya.53

Mereka itulah orang-orang yang hatinya tidak hendak Allah sucikan. Bagi mereka, kenistaan di dunia ini, dan derita yang dahsyat di akhirat—


Surah Al-Ma’idah Ayat 42

سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ ۚ فَإِنْ جَاءُوكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ ۖ وَإِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَضُرُّوكَ شَيْئًا ۖ وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

sammā’ụna lil-każibi akkālụna lis-suḥt, fa in jā`ụka faḥkum bainahum au a’riḍ ‘an-hum, wa in tu’riḍ ‘an-hum fa lay yaḍurrụka syai`ā, wa in ḥakamta faḥkum bainahum bil-qisṭ, innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn

42. mereka yang amat berhasrat mendengar kebohongan apa pun, menelan dengan rakus segala sesuatu yang buruk!54

Karena itu, jika mereka datang kepadamu [untuk meminta keputusan],55 engkau dapat memberi keputusan di antara mereka, atau membiarkan mereka: sebab, jika engkau biarkan mereka, mereka sama sekali tidak dapat membahayakanmu. Namun, jika engkau memutuskan, putuskanlah dengan adil di antara mereka:56 sungguh, Allah menyukai orang-orang yang bertindak adil.


Surah Al-Ma’idah Ayat 43

وَكَيْفَ يُحَكِّمُونَكَ وَعِنْدَهُمُ التَّوْرَاةُ فِيهَا حُكْمُ اللَّهِ ثُمَّ يَتَوَلَّوْنَ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا أُولَٰئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ

wa kaifa yuḥakkimụnaka wa ‘indahumut-taurātu fīhā ḥukmullāhi ṡumma yatawallauna mim ba’di żālik, wa mā ulā`ika bil-mu`minīn

43. Akan tetapi, bagaimana mungkin mereka memintamu untuk memberi keputusan—mengingat mereka memiliki taurat, yang berisi perintah-perintah Allah—kemudian berpaling [dari keputusanmu]? Maka, yang seperti ini bukanlah orang-orang yang [sungguh] beriman.57


Surah Al-Ma’idah Ayat 44

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ ۚ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

innā anzalnat-taurāta fīhā hudaw wa nụr, yaḥkumu bihan-nabiyyụnallażīna aslamụ lillażīna hādụ war-rabbāniyyụna wal-aḥbāru bimastuḥfiẓụ ming kitābillāhi wa kānụ ‘alaihi syuhadā`, fa lā takhsyawun-nāsa wakhsyauni wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlā, wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humul-kāfirụn

44. Sungguh, Kami-lah yang telah menurunkan Taurat, yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Berdasarkan Taurat itulah, nabi-nabi, yang telah menyerahkan diri mereka kepada Allah, memberi keputusan bagi orang-orang yang menganut iman Yahudi;58 demikian juga yang dilakukan oleh orang-orang rabbani [terdahulu] dan para rabi, sebab sebagian dari kitab Allah telah dipercayakan pemeliharaannya kepada mereka,59 dan mereka [semua] menjadi saksi atas kebenarannya (kitab itu).

Karena itu, [wahai Bani Israil,] janganlah merasa gentar pada manusia, tetapi merasa gentarlah pada-Ku; dan janganlah menukar ayat-ayat-Ku dengan keuntungan yang sepele:60 sebab, siapa pun yang tidak memutuskan menurut apa yang Allah turunkan, sungguh, merupakan pengingkar-pengingkar kebenaran!


Surah Al-Ma’idah Ayat 45

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

wa katabnā ‘alaihim fīhā annan-nafsa bin-nafsi wal-‘aina bil-‘aini wal-anfa bil-anfi wal-użuna bil-użuni was-sinna bis-sinni wal-jurụḥa qiṣāṣ, fa man taṣaddaqa bihī fa huwa kaffāratul lah, wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

45. Dan, telah Kami tetapkan bagi mereka di dalam [Taurat] itu: nyawa dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan balasan [yang serupa] terhadap luka-luka;61 tetapi, siapa saja yang melepaskan (hak membalas)-nya karena kemurahan hati, dengan cara demikian itu akan menebus sebagian dosa-dosanya yang lalu.62 Dan, mereka yang tidak memutuskan menurut apa yang telah Allah wahyukan—mereka, mereka itulah orang-orang yang zalim!


Surah Al-Ma’idah Ayat 46

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

wa qaffainā ‘alā āṡārihim bi’īsabni maryama muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa ātaināhul-injīla fīhi hudaw wa nụruw wa muṣaddiqal limā baina yadaihi minat-taurāti wa hudaw wa mau’iẓatal lil-muttaqīn

46. Dan, Kami jadikan Isa, putra Maryam, mengikuti langkah-langkah mereka [nabi-nabi terdahulu] itu, untuk menegaskan kebenaran apa pun yang masih ada63 di dalam Taurat; dan Kami berikan kepadanya Injil, yang di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya, untuk menegaskan kebenaran apa pun yang masih ada di dalam Taurat, dan sebagai petunjuk serta pengajaran bagi orang-orang yang sadar akan Allah.


Surah Al-Ma’idah Ayat 47

وَلْيَحْكُمْ أَهْلُ الْإِنْجِيلِ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فِيهِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

walyaḥkum ahlul-injīli bimā anzalallāhu fīh, wa mal lam yaḥkum bimā anzalallāhu fa ulā`ika humul-fāsiqụn

47. Maka, biarkanlah para pengikut Injil memutuskan menurut apa yang Allah wahyukan di dalamnya: sebab, mereka yang tidak memutuskan menurut apa yang telah Allah turunkan—mereka, mereka itulah orang-orang yang benar-benar fasik!


Surah Al-Ma’idah Ayat 48

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan ‘alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum ‘ammā jā`aka minal-ḥaqq, likullin ja’alnā mingkum syir’ataw wa min-hājā, walau syā`allāhu laja’alakum ummataw wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbi`ukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn

48. Dan, kepadamu, [wahai Nabi,] telah Kami berikan kitab Ilahi ini, dengan menyatakan kebenaran, untuk menegaskan kebenaran apa pun yang masih ada dari wahyu-wahyu terdahulu dan menentukan mana yang benar di dalamnya.64 Maka, putuskanlah di antara para penganut wahyu-wahyu terdahulu itu menurut apa yang telah Allah turunkan,65 dan janganlah mengikuti pandangan-pandangan sesat mereka, dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.

Kepada masing-masing di antara kalian, telah Kami berikan aturan dan jalan hidup66 [yang berbeda-beda]. Dan, andaikan Allah menghendaki, tentu Dia bisa saja menjadikan kalian semua sebagai satu umat tunggal: tetapi [Dia menghendaki sebaliknya] untuk menguji kalian melalui apa yang telah Dia berikan kepada kalian.67 Maka, berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan! Kepada Allah-lah kalian semua pasti kembali; lalu Dia akan menjadikan kalian benar-benar memahami segala yang biasa kalian perselisihkan itu.68


Surah Al-Ma’idah Ayat 49

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ

wa aniḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum waḥżar-hum ay yaftinụka ‘am ba’ḍi mā anzalallāhu ilaīk, fa in tawallau fa’lam annamā yurīdullāhu ay yuṣībahum biba’ḍi żunụbihim, wa inna kaṡīram minan-nāsi lafāsiqụn

49. Karena itu, putuskanlah di antara para penganut wahyu-wahyu terdahulu itu69 menurut apa yang telah Allah turunkan, dan janganlah mengikuti pandangan-pandangan sesat mereka; dan berhati-hatilah terhadap mereka, agar mereka tidak memalingkanmu dari apa pun yang telah Allah turunkan kepadamu. Dan, jika mereka berpaling [dari perintah-perintah-Nya], ketahuilah bahwa sudah menjadi ketetapan Allah-lah [untuk] menimpakan musibah pada mereka disebabkan sebagian dosa mereka:70 sebab, perhatikanlah, banyak orang yang benar-benar fasik.


Surah Al-Ma’idah Ayat 50

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

a fa ḥukmal-jāhiliyyati yabgụn, wa man aḥsanu minallāhi ḥukmal liqaumiy yụqinụn

50. Apakah mereka, mungkin, ingin [diatur oleh] hukum jahiliah?71 Namun, bagi orang-orang yang memiliki keteguhan batin, siapakah yang dapat menjadi penetap hukum yang lebih baik daripada Allah?


Surah Al-Ma’idah Ayat 51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżul-yahụda wan-naṣārā auliyā`, ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, wa may yatawallahum mingkum fa innahụ min-hum, innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

51. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Janganlah menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani itu sebagai sekutu-sekutu kalian: mereka tidak lain saling bersekutu72—dan siapa pun di antara kalian yang menyekutukan diri dengan mereka, sungguh, termasuk golongan mereka; perhatikanlah, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim seperti ini.73


Surah Al-Ma’idah Ayat 52

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

fa tarallażīna fī qulụbihim maraḍuy yusāri’ụna fīhim yaqụlụna nakhsyā an tuṣībanā dā`irah, fa ‘asallāhu ay ya`tiya bil-fat-ḥi au amrim min ‘indihī fa yuṣbiḥụ ‘alā mā asarrụ fī anfusihim nādimīn

52. Dan, sekalipun demikian, engkau dapat melihat betapa orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya saling berlomba untuk mengambil hati mereka,74 dengan berkata [pada diri mereka sendiri], “Kami takut kalau-kalau bencana menimpa kami.” Namun, boleh jadi, Allah akan mendatangkan keberuntungan [kepada orang-orang beriman] atau suatu peristiwa [lainnya] yang Dia rancang sendiri,75 lalu mereka [yang ragu-ragu itu] akan ditimpa penyesalan yang dalam akibat pikiran-pikiran yang telah mereka tanamkan dengan sembunyi-sembunyi dalam diri mereka—


Surah Al-Ma’idah Ayat 53

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

wa yaqụlullażīna āmanū a hā`ulā`illażīna aqsamụ billāhi jahda aimānihim innahum lama’akum, ḥabiṭat a’māluhum fa aṣbaḥụ khāsirīn

53. sedangkan, orang-orang yang telah meraih iman akan berkata [kepada satu sama lain], “Inikah orang-orang yang sama yang telah bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah bahwa mereka benar-benar beserta kalian? Sia-sialah segala perbuatan mereka, sebab kini mereka merugi!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ may yartadda mingkum ‘an dīnihī fa saufa ya`tillāhu biqaumiy yuḥibbuhum wa yuḥibbụnahū ażillatin ‘alal-mu`minīna a’izzatin ‘alal-kāfirīna yujāhidụna fī sabīlillāhi wa lā yakhāfụna laumata lā`im, żālika faḍlullāhi yu`tīhi may yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm

54. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Jika kalian sampai meninggalkan keyakinan kalian,76 kelak Allah akan mendatangkan [sebagai pengganti kalian] suatu kaum yang Dia cintai dan yang mencintai-Nya—(yang) rendah hati di hadapan orang-orang yang beriman dan bangga di hadapan semua orang yang mengingkari kebenaran: [yakni kaum] yang berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah, dan yang tidak takut dicela oleh siapa pun yang mungkin mencela mereka: itulah karunia Allah, yang Dia berikan kepada siapa pun yang Dia kehendaki. Dan, Allah Maha Tak Terhingga, Maha Mengetahui.


Surah Al-Ma’idah Ayat 55

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ

innamā waliyyukumullāhu wa rasụluhụ wallażīna āmanullażīna yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa yu`tụnaz-zakāta wa hum rāki’ụn

55. Perhatikanlah, penolong kalian hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang telah meraih iman—yang teguh mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tunduk rukuk [di hadapan Allah]:


Surah Al-Ma’idah Ayat 56

وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

wa may yatawallallāha wa rasụlahụ wallażīna āmanụ fa inna ḥizballāhi humul-gālibụn

56. sebab, siapa pun yang bersekutu dengan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang telah meraih iman—perhatikanlah, mereka, (yakni) pengikut Allah itulah, yang akan berjaya!


Surah Al-Ma’idah Ayat 57

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżullażīnattakhażụ dīnakum huzuwaw wa la’ibam minallażīna ụtul-kitāba ming qablikum wal-kuffāra auliyā`, wattaqullāha ing kuntum mu`minīn

57. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Janganlah menjadikan sebagai kawan-kawan dekat kalian orang-orang yang mengejek agama kalian dan mempermainkannya—baik mereka itu dari kalangan orang-orang yang telah diberi wahyu sebelum masa kalian, ataupun [dari kalangan] orang-orang yang mengingkari kebenaran [wahyu itu sendiri]—namun, tetap sadarlah akan Allah, jika kalian [benar-benar] orang-orang beriman:


Surah Al-Ma’idah Ayat 58

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ

wa iżā nādaitum ilaṣ-ṣalātittakhażụhā huzuwaw wa la’ibā, żālika bi`annahum qaumul lā ya’qilụn

58. sebab, jika kalian menyeru untuk shalat, mereka mengejeknya dan mempermainkannya—semata-mata karena mereka itu adalah kaum yang tidak mempergunakan akal mereka.


Surah Al-Ma’idah Ayat 59

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ هَلْ تَنْقِمُونَ مِنَّا إِلَّا أَنْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلُ وَأَنَّ أَكْثَرَكُمْ فَاسِقُونَ

qul yā ahlal-kitābi hal tangqimụna minnā illā an āmannā billāhi wa mā unzila ilainā wa mā unzila ming qablu wa anna akṡarakum fāsiqụn

59. Katakanlah: “Wahai, para penganut wahyu-wahyu terdahulu! Apakah kalian memandang kami salah semata-mata karena kami beriman pada Allah [saja], dan pada apa yang telah Dia turunkan kepada kami serta yang telah Dia turunkan sebelumnya?—atau apakah [hanya] karena sebagian besar dari kalian adalah orang-ornang yang fasik?”


Surah Al-Ma’idah Ayat 60

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

qul hal unabbi`ukum bisyarrim min żālika maṡụbatan ‘indallāh, mal la’anahullāhu wa gaḍiba ‘alaihi wa ja’ala min-humul-qiradata wal-khanāzīra wa ‘abadaṭ-ṭāgụt, ulā`ika syarrum makānaw wa aḍallu ‘an sawā`is-sabīl

60. Katakanlah: “Maukah kuceritakan pada kalian orang yang, dalam pandangan Allah, layak menerima balasan yang bahkan lebih buruk daripada ini? Mereka yang telah Allah tolak dan yang telah Dia kutuk, serta yang telah Dia ubah menjadi kera dan babi karena mereka menyembah kuasa-kuasa jahat:77 mereka inilah yang lebih buruk tingkatannya, dan tersesat lebih jauh dari jalan yang lurus [daripada orang-orang yang mengejek].”78


Surah Al-Ma’idah Ayat 61

وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَدْ دَخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ ۚ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ

wa iżā jā`ụkum qālū āmannā wa qad dakhalụ bil-kufri wa hum qad kharajụ bih, wallāhu a’lamu bimā kānụ yaktumụn

61. Karena, apabila mereka datang kepada kalian, mereka berkata, “Kami sungguh beriman”: padahal, kenyataannya, mereka datang dengan tekad untuk mengingkari kebenaran, dan pergi dalam keadaan yang sama.79 Namun, Allah Maha Mengetahui segala yang mereka sembunyikan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 62

وَتَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

wa tarā kaṡīram min-hum yusāri’ụna fil-iṡmi wal-‘udwāni wa aklihimus-suḥt, labi`sa mā kānụ ya’malụn

62. Dan, engkau dapat melihat banyak di antara mereka yang berlomba-lomba berbuat dosa dan berlaku tiranik serta menelan segala sesuatu yang buruk. Alangkah buruknya apa yang mereka perbuat!


Surah Al-Ma’idah Ayat 63

لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

lau lā yan-hāhumur-rabbāniyyụna wal-aḥbāru ‘ang qaulihimul-iṡma wa aklihimus-suḥt, labi`sa mā kānụ yaṣna’ụn

63. Mengapa orang-orang rabbani di antara mereka dan para rabi mereka80 tidak melarang mereka mengucapkan pernyataan-pernyataan penuh dosa dan menelan segala sesuatu yang buruk? Sungguh buruk apa yang telah mereka usahakan!


Surah Al-Ma’idah Ayat 64

وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ ۚ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۚ وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ كُلَّمَا أَوْقَدُوا نَارًا لِلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللَّهُ ۚ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا ۚ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

wa qālatil-yahụdu yadullāhi maglụlah, gullat aidīhim wa lu’inụ bimā qālụ, bal yadāhu mabsụṭatāni yunfiqu kaifa yasyā`, wa layazīdanna kaṡīram min-hum mā unzila ilaika mir rabbika ṭugyānaw wa kufrā, wa alqainā bainahumul-‘adāwata wal-bagḍā`a ilā yaumil-qiyāmah, kullamā auqadụ nāral lil-ḥarbi aṭfa`ahallāhu wa yas’auna fil-arḍi fasādā, wallāhu lā yuḥibbul-mufsidīn

64. Dan, orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu!” Tangan-tangan mereka sendirilah yang terbelenggu; dan mereka ditolak [oleh Allah] karena apa yang mereka katakan ini.81 Tidak demikian, tetapi tangan-Nya terbuka lebar-lebar: Dia menganugerahkan [karunia] sebagaimana yang Dia kehendaki. Namun, segala sesuatu yang diturunkan Pemeliharamu kepada engkau [wahai Nabi] pasti akan menjadikan kebanyakan di antara mereka semakin keras kepala dalam kesombongan mereka yang keterlaluan dan dalam pengingkaran mereka terhadap kebenaran.

Demikianlah, telah Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara pengikut-pengikut Alkitab,82 [yang berlangsung] hingga Hari Kebangkitan; setiap kali mereka menyulut api peperangan, Allah memadamkannya;83 dan mereka berusaha keras menyebarkan kerusakan di muka bumi: padahal Allah tidak menyukai orang-orang yang menyebarkan kerusakan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 65

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلَأَدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

walau anna ahlal-kitābi āmanụ wattaqau lakaffarnā ‘an-hum sayyi`ātihim wa la`adkhalnāhum jannātin-na’īm

65. Andai saja pengikut Alkitab meraih keimanan [yang sejati] dan kesadaran akan Allah, pasti akan Kami hapus perbuatan-perbuatan buruk mereka [yang lalu], dan pasti Kami masukkan mereka ke dalam taman-taman kebahagiaan;


Surah Al-Ma’idah Ayat 66

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ ۚ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ

walau annahum aqāmut-taurāta wal-injīla wa mā unzila ilaihim mir rabbihim la`akalụ min fauqihim wa min taḥti arjulihim, min-hum ummatum muqtaṣidah, wa kaṡīrum min-hum sā`a mā ya’malụn

66. dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan Taurat, Injil, dan seluruh [wahyu] yang diturunkan kepada mereka oleh Pemelihara mereka, mereka sungguh akan menikmati seluruh berkah langit dan bumi. Sebagian dari mereka memang mengikuti jalan yang benar; tetapi kebanyakan dari mereka—alangkah buruknya apa yang mereka perbuat!84


Surah Al-Ma’idah Ayat 67

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۖ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ ۚ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

yā ayyuhar-rasụlu ballig mā unzila ilaika mir rabbik, wa il lam taf’al fa mā ballagta risālatah, wallāhu ya’ṣimuka minan-nās, innallāha lā yahdil-qaumal-kāfirīn

67. WAHAI, RASUL! Sampaikanlah semua yang telah diturunkan kepada engkau oleh Pemeliharamu: sebab, jika engkau tidak melakukan hal ini sepenuhnya, berarti engkau tidak menyampaikan pesan-Nya [sama sekali]. Dan, Allah akan melindungimu dari manusia [yang tidak beriman]: perhatikanlah, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang menolak mengakui kebenaran.


Surah Al-Ma’idah Ayat 68

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَسْتُمْ عَلَىٰ شَيْءٍ حَتَّىٰ تُقِيمُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ طُغْيَانًا وَكُفْرًا ۖ فَلَا تَأْسَ عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

qul yā ahlal-kitābi lastum ‘alā syai`in ḥattā tuqīmut-taurāta wal-injīla wa mā unzila ilaikum mir rabbikum, wa layazīdanna kaṡīram min-hum mā unzila ilaika mir rabbika ṭugyānaw wa kufrā, fa lā ta`sa ‘alal-qaumil-kāfirīn

68. Katakanlah: “Wahai, pengikut Alkitab! Kalian tidak memiliki dasar keimanan yang benar, kecuali kalian [benar-benar] mematuhi Taurat, Injil, dan semua yang telah diturunkan Pemelihara kalian kepada kalian!”85

Sekalipun demikian, segala sesuatu yang diturunkan Pemeliharamu kepada engkau [wahai Nabi] pasti akan menjadikan kebanyakan di antara mereka semakin keras kepala dalam kesombongan mereka yang keterlaluan dan dalam pengingkaran mereka terhadap kebenaran. Namun, janganlah bersedih hati terhadap orang-orang yang mengingkari kebenaran itu:


Surah Al-Ma’idah Ayat 69

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

innallażīna āmanụ wallażīna hādụ waṣ-ṣābi`ụna wan-naṣārā man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa ‘amila ṣāliḥan fa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

69. sebab, sungguh, orang-orang yang telah meraih iman [pada kitab Ilahi ini], serta orang-orang yang menganut iman Yahudi, orang-orang Sabian,86 dan orang-orang Nasrani—semua yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta beramal saleh—tidak perlu takut dan tidak pula akan bersedih hati.


Surah Al-Ma’idah Ayat 70

لَقَدْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَأَرْسَلْنَا إِلَيْهِمْ رُسُلًا ۖ كُلَّمَا جَاءَهُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُهُمْ فَرِيقًا كَذَّبُوا وَفَرِيقًا يَقْتُلُونَ

laqad akhażnā mīṡāqa banī isrā`īla wa arsalnā ilaihim rusulā, kullamā jā`ahum rasụlum bimā lā tahwā anfusuhum farīqang każżabụ wa farīqay yaqtulụn

70. SUNGGUH, Kami telah menerima sumpah setia dari Bani Israil dan Kami utus rasul-rasul kepada mereka; [tetapi,] setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak mereka sukai, [mereka menentang:] sebagian rasul itu mereka dustakan, sedangkan sebagian lainnya mereka bunuh,87


Surah Al-Ma’idah Ayat 71

وَحَسِبُوا أَلَّا تَكُونَ فِتْنَةٌ فَعَمُوا وَصَمُّوا ثُمَّ تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوا وَصَمُّوا كَثِيرٌ مِنْهُمْ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

wa ḥasibū allā takụna fitnatun fa ‘amụ wa ṣammụ ṡumma tāballāhu ‘alaihim ṡumma ‘amụ wa ṣammụ kaṡīrum min-hum, wallāhu baṣīrum bimā ya’malụn

71. (mereka) mengira bahwa tiada suatu bencana pun yang akan menimpa mereka; maka, mereka menjadi buta dan tuli [hatinya]. Kemudian, Allah menerima tobat mereka: dan, lagi-lagi, kebanyakan dari mereka kembali jadi buta dan tuli. Akan tetapi, Allah Maha Melihat segala yang mereka kerjakan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 72

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

laqad kafarallażīna qālū innallāha huwal-masīḥubnu maryam, wa qālal-masīḥu yā banī isrā`īla’budullāha rabbī wa rabbakum, innahụ may yusyrik billāhi fa qad ḥarramallāhu ‘alaihil-jannata wa ma`wāhun-nār, wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār

72. Sungguh, mengingkari kebenaranlah mereka, yang berkata, “Perhatikanlah, Allah adalah Al-Masih, putra Maryam—padahal Al-Masih [sendiri] berkata, “Wahai, Bani Israil, sembahlah Allah [saja], Pemeliharaku dan Pemelihara kalian.”88 Perhatikanlah, siapa saja yang menisbahkan ketuhanan kepada wujud apa pun selain Allah, Allah mengharamkan surga baginya dan tempat tujuannya adalah neraka, dan tiada seorang pun yang akan menolong orang-orang zalim itu!


Surah Al-Ma’idah Ayat 73

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

laqad kafarallażīna qālū innallāha ṡāliṡu ṡalāṡah, wa mā min ilāhin illā ilāhuw wāḥid, wa il lam yantahụ ‘ammā yaqụlụna layamassannallażīna kafarụ min-hum ‘ażābun alīm

73. Sungguh, mengingkari kebenaranlah mereka yang berkata, “Perhatikanlah, Allah adalah yang ketiga dari tritunggal”—padahal sekali-kali tiada tuhan apa pun kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, penderitaan yang pedih pasti akan menimpa orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu.


Surah Al-Ma’idah Ayat 74

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

a fa lā yatụbụna ilallāhi wa yastagfirụnah, wallāhu gafụrur raḥīm

74. Maka, tidakkah mereka hendak kembali kepada Allah dalam tobat dan memohon ampunan-Nya? Karena, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 75

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

mal-masīḥubnu maryama illā rasụl, qad khalat ming qablihir-rusul, wa ummuhụ ṣiddīqah, kānā ya`kulāniṭ-ṭa’ām, unẓur kaifa nubayyinu lahumul-āyāti ṡummanẓur annā yu`fakụn

75. Al-Masih, putra Maryam, hanyalah seorang rasul: seluruh rasul [lain] telah berlalu sebelum dia; dan ibunya adalah seorang yang tidak pernah menyeleweng dari kebenaran; dan keduanya memakan makanan [sebagaimana manusia lainnya].89

Perhatikanlah, betapa jelasnya pesan-pesan ini Kami sampaikan kepada mereka: kemudian, perhatikanlah, betapa menyimpangnya pikiran mereka!90


Surah Al-Ma’idah Ayat 76

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

qul a ta’budụna min dụnillāhi mā lā yamliku lakum ḍarraw wa lā naf’ā, wallāhu huwas-samī’ul-‘alīm

76. Katakanlah: “Akankah kalian menyembah, di samping Allah, sesuatu yang tidak memiliki kekuatan untuk menimpakan bahaya atau memberi manfaat kepada kalian—padahal hanya Allah-lah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui?”


Surah Al-Ma’idah Ayat 77

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

qul yā ahlal-kitābi lā taglụ fī dīnikum gairal-ḥaqqi wa lā tattabi’ū ahwā`a qauming qad ḍallụ ming qablu wa aḍallụ kaṡīraw wa ḍallụ ‘an sawā`is-sabīl

77. Katakanlah: “Wahai, para pengikut Injil! Janganlah melampaui batas-batas [kebenaran] dalam keyakinan keagamaan kalian;91 dan janganlah mengikuti pandangan sesat (yang dianut) orang-orang yang telah tersesat pada masa lampau, yang telah menyesatkan banyak [manusia lainnya], dan masih tersesat dari jalan yang benar.”92


Surah Al-Ma’idah Ayat 78

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

lu’inallażīna kafarụ mim banī isrā`īla ‘alā lisāni dāwụda wa ‘īsabni maryam, żālika bimā ‘aṣaw wa kānụ ya’tadụn

78. ORANG-ORANG dari kalangan Bani lsrail yang berkukuh mengingkari kebenaran [telah] dilaknat dengan lisan Daud dan Isa, putra Maryam:93 ini, disebabkan mereka durhaka [terhadap Allah] dan terus-menerus melanggar batas-batas apa yang benar.


Surah Al-Ma’idah Ayat 79

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

kānụ lā yatanāhauna ‘am mungkarin fa’alụh, labi`sa mā kānụ yaf’alụn

79. Mereka tidak mencegah satu sama lain dari tindakan penuh kebencian yang mereka perbuat: alangkah buruknya hal-hal yang biasa mereka kerjakan itu!


Surah Al-Ma’idah Ayat 80

تَرَىٰ كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ

tarā kaṡīram min-hum yatawallaunallażīna kafarụ, labi`sa mā qaddamat lahum anfusuhum an sakhiṭallāhu ‘alaihim wa fil-‘ażābi hum khālidụn

80. [Dan kini,] engkau dapat melihat banyak di antara mereka bersekutu dengan orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran! [Maka,] betapa buruknya hal-hal yang diperintahkan oleh hawa nafsu mereka94 sehingga Allah mengutuk mereka; dan mereka akan berkediaman dalam penderitaan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 81

وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَٰكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

walau kānụ yu`minụna billāhi wan-nabiyyi wa mā unzila ilaihi mattakhażụhum auliyā`a wa lākinna kaṡīram min-hum fāsiqụn

81. Sebab, jika mereka [benar-benar] beriman pada Allah dan Nabi mereka,95 dan pada segala sesuatu yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang-orang [yang ingkar kepada kebenaran itu] sebagai sekutu-sekutu mereka: namun, kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.


Surah Al-Ma’idah Ayat 82

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا ۖ وَلَتَجِدَنَّ أَقْرَبَهُمْ مَوَدَّةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ قَالُوا إِنَّا نَصَارَىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيسِينَ وَرُهْبَانًا وَأَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

latajidanna asyaddan-nāsi ‘adāwatal lillażīna āmanul-yahụda wallażīna asyrakụ, wa latajidanna aqrabahum mawaddatal lillażīna āmanullażīna qālū innā naṣārā, żālika bi`anna min-hum qissīsīna wa ruhbānaw wa annahum lā yastakbirụn

82. Sungguh, akan kau dapati, dari seluruh kaum, yang paling keras permusuhannya terhadap oraang-orang yang beriman [pada kitab Ilahi ini] adalah orang-orang Yahudi serta orang-orang yang berkukuh menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah; dan sungguh, akan kau dapati, dari seluruh kaum,96 yang paling dekat rasa cintanya kepada orang-orang yang beriman [pada kitab Ilahi ini] adalah orang-orang yang berkata, “Perhatikanlah, kami orang-orang Nasrani”: yang demikian ini disebabkan di antara mereka terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, dan karena mereka tidak menyombongkan diri.97


Surah Al-Ma’idah Ayat 83

وَإِذَا سَمِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَى الرَّسُولِ تَرَىٰ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا مِنَ الْحَقِّ ۖ يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

wa iżā sami’ụ mā unzila ilar-rasụli tarā a’yunahum tafīḍu minad-dam’i mimmā ‘arafụ minal-ḥaqq, yaqụlụna rabbanā āmannā faktubnā ma’asy-syāhidīn

83. Sebab, ketika mereka menjadi paham akan apa yang diturunkan kepada Rasul ini, engkau dapat lihat mata mereka meluapkan air mata, karena mereka mengenali sesuatu dari kebenarannya;98 [dan] mereka berkata, “Wahai, Pemelihara kami! Kami sungguh beriman; maka, satukanlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi atas kebenaran.


Surah Al-Ma’idah Ayat 84

وَمَا لَنَا لَا نُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَمَا جَاءَنَا مِنَ الْحَقِّ وَنَطْمَعُ أَنْ يُدْخِلَنَا رَبُّنَا مَعَ الْقَوْمِ الصَّالِحِينَ

wa mā lanā lā nu`minu billāhi wa mā jā`anā minal-ḥaqqi wa naṭma’u ay yudkhilanā rabbunā ma’al-qaumiṣ-ṣāliḥīn

84. Dan, bagaimana kami tidak beriman pada Allah dan pada kebenaran apa pun yang datang kepada kami, padahal kami sangat ingin agar Pemelihara kami memasukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang saleh?”


Surah Al-Ma’idah Ayat 85

فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ

fa aṡābahumullāhu bimā qālụ jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, wa żālika jazā`ul-muḥsinīn

85. Dan, karena kepercayaan mereka ini,99 Allah akan memberi mereka imbalan berupa taman-taman yang dilalui aliran sungai-sungai, mereka berkediaman di dalamnya: sebab, itulah balasan bagi orang-orang yang berbuat baik;


Surah Al-Ma’idah Ayat 86

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābul-jaḥīm

86. sedangkan, orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran dan mendustakan pesan-pesan Kami—mereka ditetapkan di neraka yang berkobar.


Surah Al-Ma’idah Ayat 87

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tuḥarrimụ ṭayyibāti mā aḥallallāhu lakum wa lā ta’tadụ, innallāha lā yuḥibbul-mu’tadīn

87. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Janganlah mencabut hak kalian sendiri dari (menikmati) yang baik-baik dalam kehidupan, yang telah Allah halalkan bagi kalian,100 tetapi janganlah melanggar batas-batas apa yang benar: sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melanggar batas-batas apa yang benar.


Surah Al-Ma’idah Ayat 88

وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ

wa kulụ mimmā razaqakumullāhu ḥalālan ṭayyibaw wattaqullāhallażī antum bihī mu`minụn

88. Maka, nikmatilah hal-hal yang halal dan baik yang telah Allah berikan kepada kalian sebagai rezeki, dan sadarlah akan Allah, yang kepada-Nya kalian beriman.


Surah Al-Ma’idah Ayat 89

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا عَقَّدْتُمُ الْأَيْمَانَ ۖ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ ۖ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ۚ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ ۚ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā ‘aqqattumul-aimān, fa kaffāratuhū iṭ’āmu ‘asyarati masākīna min ausaṭi mā tuṭ’imụna ahlīkum au kiswatuhum au taḥrīru raqabah, fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyām, żālika kaffāratu aimānikum iżā ḥalaftum, waḥfaẓū aimānakum, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la’allakum tasykurụn

89. ALLAH tidak akan menghukum kalian karena sumpah-sumpah yang kalian ucapkan tanpa sadar,101 tetapi Dia akan menghukum kalian karena sumpah-sumpah yang kalian ikrarkan dengan sungguh-sungguh. Maka, pelanggaran sumpah itu haruslah di tebus dengan102 memberi makan sepuluh orang miskin dengan makanan yang kurang-lebih sama dengan yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian sendiri,103 atau dengan memberi mereka pakaian, atau dengan memerdekakan seorang dari perbudakan; dan siapa pun yang tidak sanggup, harus berpuasa selama tiga hari [sebagai gantinya]. Inilah tebusan sumpah-sumpah kalian apabila kalian bersumpah [dan melanggarnya]. Namun, jagalah sumpah-sumpah kalian!104

Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian pesan-pesan-Nya supaya kalian bersyukur.


Surah Al-Ma’idah Ayat 90

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū innamal-khamru wal-maisiru wal-anṣābu wal-azlāmu rijsum min ‘amalisy-syaiṭāni fajtanibụhu la’allakum tufliḥụn

90. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Minuman keras, judi, praktik-praktik kemusyrikan, dan ramalan masa depan adalah keburukan yang menjijikkan di antara perbuatan-perbuatan setan:105 maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian meraih kebahagiaan!


Surah Al-Ma’idah Ayat 91

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ

innamā yurīdusy-syaiṭānu ay yụqi’a bainakumul-‘adāwata wal-bagḍā`a fil-khamri wal-maisiri wa yaṣuddakum ‘an żikrillāhi wa ‘aniṣ-ṣalāti fa hal antum muntahụn

91. Dengan minuman keras dan judi, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kalian, serta memalingkan kalian dari mengingat Allah dan shalat. Maka, tidakkah kalian ingin berhenti?106


Surah Al-Ma’idah Ayat 92

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَاحْذَرُوا ۚ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَىٰ رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

wa aṭī’ullāha wa aṭī’ur-rasụla waḥżarụ, fa in tawallaitum fa’lamū annamā ‘alā rasụlinal-balāgul-mubīn

92. Karena itu, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan teruslah waspada [terhadap kejahatan]; dan jika kalian berpaling, ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan pesan dengan terang [yang dipercayakan kepadanya].107


Surah Al-Ma’idah Ayat 93

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

laisa ‘alallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti junāḥun fīmā ṭa’imū iżā mattaqaw wa āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ṡummattaqaw wa āmanụ ṡummattaqaw wa aḥsanụ, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn

93. Tidak ada dosa bagi orang-orang yang telah meraih iman dan mengerjakan amal saleh untuk menikmati apa pun yang dihalalkan,108 selama mereka sadar akan Allah dan [benar-benar] beriman, mengerjakan amal saleh, terus sadar akan Allah dan beriman, dan semakin bertambah109 sadar akan Allah dan tekun berbuat kebajikan: sebab, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 94

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللَّهُ بِشَيْءٍ مِنَ الصَّيْدِ تَنَالُهُ أَيْدِيكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَخَافُهُ بِالْغَيْبِ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ layabluwannakumullāhu bisyai`im minaṣ-ṣaidi tanāluhū aidīkum wa rimāḥukum liya’lamallāhu may yakhāfuhụ bil-gaīb, fa mani’tadā ba’da żālika fa lahụ ‘ażābun alīm

94. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Allah sungguh akan menguji kalian dengan hewan buruan, yang mudah dijangkau oleh tangan dan senjata kalian110 [ketika kalian sedang berhaji], supaya Allah dapat membedakan orang yang takut kepada-Nya, meskipun Dia berada di luar jangkauan persepsi manusia.111 Adapun orang yang, setelah ini, melanggar batas-batas apa yang benar—penderitaan yang pedih menantinya!


Surah Al-Ma’idah Ayat 95

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۚ وَمَنْ قَتَلَهُ مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ ۗ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ ۚ وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqtuluṣ-ṣaida wa antum ḥurum, wa mang qatalahụ mingkum muta’ammidan fa jazā`um miṡlu mā qatala minan-na’ami yaḥkumu bihī żawā ‘adlim mingkum hadyam bāligal-ka’bati au kaffāratun ṭa’āmu masākīna au ‘adlu żālika ṣiyāmal liyażụqa wa bāla amrih, ‘afallāhu ‘ammā salaf, wa man ‘āda fa yantaqimullāhu min-h, wallāhu ‘azīzun żuntiqām

95. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Janganlah membunuh hewan buruan ketika kalian sedang berhaji. Siapa pun di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja,112 [harus] membayar denda berupa hewan ternak yang seimbang dengan hewan yang dibunuhnya—menurut putusan dua orang yang adil di antara kalian—sebagai pengorbanan yang dibawa ke Ka’bah,113 atau dia dapat menebus dosanya dengan memberi makan orang miskin, atau dengan berpuasa yang setara dengannya:114 [hal ini] agar dia benar-benar merasakan betapa seriusnya perbuatan (pelanggaran yang) dia (lakukan), [sementara] Allah dapat menghapuskan yang telah lalu. Namun, siapa pun yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menimpakan balasan-Nya terhadapnya: sebab, Allah Mahaperkasa, Pembalas Kejahatan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 96

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ ۖ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُ الْبَرِّ مَا دُمْتُمْ حُرُمًا ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

uḥilla lakum ṣaidul-baḥri wa ṭa’āmuhụ matā’al lakum wa lis-sayyārah, wa ḥurrima ‘alaikum ṣaidul-barri mā dumtum ḥurumā, wattaqullāhallażī ilaihi tuḥsyarụn

96. Dihalalkan bagi kalian semua hewan yang hidup di air dan yang dihantarkan oleh laut,115 sebagai rezeki bagi kalian [yang bermukim] serta bagi orang-orang yang dalam perjalanan, meskipun kalian diharamkan berburu di daratan selama kalian sedang berhaji.116 Dan, sadarlah akan Allah; yang kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 97

جَعَلَ اللَّهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيَامًا لِلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَائِدَ ۚ ذَٰلِكَ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

ja’alallāhul-ka’batal-baital-ḥarāma qiyāmal lin-nāsi wasy-syahral-ḥarāma wal-hadya wal-qalā`id, żālika lita’lamū annallāha ya’lamu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍi wa annallāha bikulli syai`in ‘alīm

97. Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu, sebagai perlambang bagi seluruh manusia;117 dan [demikian juga] bulan suci [haji] dan kurban yang dikalungi [adalah perlambang] yang dimaksudkan untuk membuat kalian sadar118 bahwa Allah mengetahui segala sesuatu yang ada di lelangit dan segala sesuatu yang ada di bumi, dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Surah Al-Ma’idah Ayat 98

اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

i’lamū annallāha syadīdul-‘iqābi wa annallāha gafụrur raḥīm

98. Ketahuilah bahwa Allah amat keras dalam menghukum—dan bahwa Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Ma’idah Ayat 99

مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ

mā ‘alar-rasụli illal-balāg, wallāhu ya’lamu mā tubdụna wa mā taktumụn

99. Kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan pesan [yang diamanatkan kepadanya]: dan Allah mengetahui apa yang kalian nyatakan dan apa yang kalian sembunyikan.


Surah Al-Ma’idah Ayat 100

قُلْ لَا يَسْتَوِي الْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ وَلَوْ أَعْجَبَكَ كَثْرَةُ الْخَبِيثِ ۚ فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

qul lā yastawil-khabīṡu waṭ-ṭayyibu walau a’jabaka kaṡratul khabīṡ, fattaqullāha yā ulil-albābi la’allakum tufliḥụn

100. Katakanlah: “Tiada bandingannya antara yang buruk dan yang baik,119 meskipun teramat banyak hal-hal buruk itu yang, boleh jadi, sangat menyenangkanmu. Maka, sadarlah akan Allah, wahai orang-orang yang dianugerahi pengetahuan yang mendalam, agar kalian meraih kebahagiaan!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 101

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tas`alụ ‘an asy-yā`a in tubda lakum tasu`kum, wa in tas`alụ ‘an-hā ḥīna yunazzalul-qur`ānu tubda lakum, ‘afallāhu ‘an-hā, wallāhu gafụrun ḥalīm

101. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Janganlah menanyakan hal-hal yang jika diwujudkan bagi kalian [dalam bentuk hukum] menyebabkan kesulitan bagi kalian;120 karena, andai kalian menanyakan hal itu ketika Al-Quran sedang diwahyukan, niscaya akan [sungguh-sungguh] diwujudkan bagi kalian [sebagai hukum].121 Allah telah membebaskan [kalian dari kewajiban apa pun] dalam hal ini: sebab, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.122


Surah Al-Ma’idah Ayat 102

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ

qad sa`alahā qaumum ming qablikum ṡumma aṣbaḥụ bihā kāfirīn

102. Orang-orang sebelum kalian sungguh telah menanyakan hal-hal serupa itu—akibatnya, mereka mengingkari kebenaran.123


Surah Al-Ma’idah Ayat 103

مَا جَعَلَ اللَّهُ مِنْ بَحِيرَةٍ وَلَا سَائِبَةٍ وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

mā ja’alallāhu mim baḥīratiw wa lā sā`ibatiw wa lā waṣīlatiw wa lā hāmiw wa lākinnallażīna kafarụ yaftarụna ‘alallāhil-każib, wa akṡaruhum lā ya’qilụn

103. BUKANLAH termasuk perintah Allah bahwa jenis-jenis hewan ternak tertentu harus diberi tanda berdasarkan takhayul dan disisihkan agar tidak dimanfaatkan manusia;124 tetapi, orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran menisbahkan rekaan dusta mereka itu sendiri kepada Allah. Dan, kebanyakan mereka tidak pernah menggunakan akal mereka:


Surah Al-Ma’idah Ayat 104

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

wa iżā qīla lahum ta’ālau ilā mā anzalallāhu wa ilar-rasụli qālụ ḥasbunā mā wajadnā ‘alaihi ābā`anā, a walau kāna ābā`uhum lā ya’lamụna syai`aw wa lā yahtadụn

104. sebab, apabila dikatakan kepada mereka, “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”—mereka menjawab, “Cukuplah bagi kami hal-hal yang dipercayai dan yang dilakukan moyang kami.” Mengapa (begitu), meskipun moyang mereka itu tidak tahu apa-apa dan tidak mendapat petunjuk apa pun?


Surah Al-Ma’idah Ayat 105

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا عَلَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ ‘alaikum anfusakum, lā yaḍurrukum man ḍalla iżahtadaitum, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn

105. Wahai, kalian yang telah meraih iman! [Hanya] terhadap diri kalian sendirilah, kalian bertanggung jawab: orang-orang yang tersesat itu tidak akan dapat membahayakan diri kalian jika kalian [sendiri] berada pada jalan yang benar. Hanya kepada Allah, kalian pasti kembali: lalu Dia akan menjadikan kalian [benar-benar] mengerti tentang apa yang telah kalian kerjakan [di dunia].


Surah Al-Ma’idah Ayat 106

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ syahādatu bainikum iżā ḥaḍara aḥadakumul-mautu ḥīnal-waṣiyyatiṡnāni żawā ‘adlim mingkum au ākharāni min gairikum in antum ḍarabtum fil-arḍi fa aṣābatkum muṣībatul-maụt, taḥbisụnahumā mim ba’diṣ-ṣalāti fa yuqsimāni billāhi inirtabtum lā nasytarī bihī ṡamanaw walau kāna żā qurbā wa lā naktumu syahādatallāhi innā iżal laminal-āṡimīn

106. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Hendaklah ada saksi-saksi terhadap apa yang kalian lakukan ketika maut mendatangi kalian dan (ketika) kalian hendak berwasiat:125 (yakni) dua orang yang adil dari kalangan kalian sendiri atau—jika sakratulmaut mendatangi kalian ketika kalian sedang dalam perjalanan jauh dari kampung halaman126—dua orang lain dari [kalangan] selain kalian sendiri. Berpeganglah pada kedua saksi itu sesudah kalian shalat; dan jika kalian ragu-ragu, mintalah keduanya bersumpah dengan nama Allah, “Kami tidak akan menjual [kata-kata kami] ini dengan harga apa pun, walaupun [demi kepentingan] karib kerabat; dan tidak pula kami menyembunyikan apa pun yang telah kami saksikan di hadapan Allah127—kalau tidak, biarlah kami benar-benar digolongkan sebagai orang-orang yang penuh dosa.”


Surah Al-Ma’idah Ayat 107

فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

fa in ‘uṡira ‘alā annahumastaḥaqqā iṡman fa ākharāni yaqụmāni maqāmahumā minallażīnastaḥaqqa ‘alaihimul-aulayāni fa yuqsimāni billāhi lasyahādatunā aḥaqqu min syahādatihimā wa ma’tadainā innā iżal laminaẓ-ẓālimīn

107. Namun, jika kemudian diketahui bahwa kedua orang [saksi] itu bersalah karena dosa [besar ini], dua orang yang lain—dari kalangan yang telah dirampas haknya oleh kedua orang ini128—hendaknya menggantikan mereka dan bersumpah dengan nama Allah, “Sungguh, kesaksian kami lebih benar daripada kesaksian kedua saksi ini, dan kami tidak melanggar batas-batas apa yang benar—kalau tidak, biarlah kami benar-benar digolongkan sebagai orang-orang yang zalim!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 108

ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

żālika adnā ay ya`tụ bisy-syahādati ‘alā waj-hihā au yakhāfū an turadda aimānum ba’da aimānihim, wattaqullāha wasma’ụ, wallāhu lā yahdil-qaumal-fāsiqīn

108. Sehingga, ada kemungkinan yang lebih besar bahwa orang-orang akan mengemukakan kesaksiannya sesuai dengan kebenaran—kalau tidak, mereka akan [memiliki alasan untuk] merasa takut bahwa sumpah mereka akan ditolak oleh sumpah orang lain.129

Maka, sadarlah akan Allah dan dengarkanlah [Dia]: sebab, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Surah Al-Ma’idah Ayat 109

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ ۖ قَالُوا لَا عِلْمَ لَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

yauma yajma’ullāhur-rusula fa yaqụlu māżā ujibtum, qālụ lā ‘ilma lanā, innaka anta ‘allāmul-guyụb

109. PADA HARI ketika Allah mengumpulkan semua rasul, lalu bertanya, “Apa tanggapan yang kalian terima?”—mereka akan menjawab, “Kami tidak memiliki pengetahuan; sungguh, Engkau sajalah yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk.”130


Surah Al-Ma’idah Ayat 110

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ اذْكُرْ نِعْمَتِي عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَالِدَتِكَ إِذْ أَيَّدْتُكَ بِرُوحِ الْقُدُسِ تُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ بِإِذْنِي فَتَنْفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِي ۖ وَتُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ بِإِذْنِي ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَنْكَ إِذْ جِئْتَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ

iż qālallāhu yā ‘īsabna maryamażkur ni’matī ‘alaika wa ‘alā wālidatik, iż ayyattuka birụḥil-qudus, tukallimun-nāsa fil-mahdi wa kahlā, wa iż ‘allamtukal-kitāba wal-ḥikmata wat-taurāta wal-injīl, wa iż takhluqu minaṭ-ṭīni kahai`atiṭ-ṭairi bi`iżnī fa tanfukhu fīhā fa takụnu ṭairam bi`iżnī wa tubri`ul-akmaha wal-abraṣa bi`iżnī, wa iż tukhrijul-mautā bi`iżnī, wa iż kafaftu banī isrā`īla ‘angka iż ji`tahum bil-bayyināti fa qālallażīna kafarụ min-hum in hāżā illā siḥrum mubīn

110. Lihatlah!131 Allah akan berkata, “Wahai, Isa, putra Maryam! Ingatlah nikmat-nikmat yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan kepada ibumu—bagaimana Aku menguatkan engkau dengan ilham suci132 sehingga engkau dapat berbicara dengan manusia saat masih dalam buaianmu dan sesudah dewasa; dan bagaimana Aku ajarkan kepadamu wahyu dan hikmah, termasuk Taurat dan Injil;133 dan bagaimana dengan izin-Ku engkau telah menciptakan dari tanah, demikianlah kira-kira, bentuk nasib [pengikut-pengikutmu], kemudian engkau meniup ke dalamnya sehingga dengan seizin-Ku ia menjadi nasib [mereka];134 dan bagaimana engkau menyembuhkan orang buta dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku,135 dan bagaimana engkau membangkitkan orang mati dengan seizin-Ku; dan bagaimana Aku menghalangi Bani Israil dari menyakitimu tatkala engkau datang kepada mereka dengan mengemukakan seluruh bukti kebenaran, dan [ketika] orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran berkata, ‘Jelaslah bahwa ini hanyalah tipu muslihat!’”


Surah Al-Ma’idah Ayat 111

وَإِذْ أَوْحَيْتُ إِلَى الْحَوَارِيِّينَ أَنْ آمِنُوا بِي وَبِرَسُولِي قَالُوا آمَنَّا وَاشْهَدْ بِأَنَّنَا مُسْلِمُونَ

wa iż auḥaitu ilal-ḥawāriyyīna an āminụ bī wa birasụlī, qālū āmannā wasy-had bi`annanā muslimụn

111. DAN, [ingatlah saat] ketika Aku ilhamkan kepada orang-orang yang berjubah putih:136 “Berimanlah kepada-Ku dan kepada Rasul-Ku!”

Mereka menjawab, “Kami beriman dan saksikanlah bahwa kami telah menyerahkan diri [kepada-Mu].”


Surah Al-Ma’idah Ayat 112

إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

iż qālal-ḥawāriyyụna yā ‘īsabna maryama hal yastaṭī’u rabbuka ay yunazzila ‘alainā mā`idatam minas-samā`, qālattaqullāha ing kuntum mu`minīn

112. [Dan,] lihatlah, orang-orang yang berjubah putih berkata, “Wahai, Isa, putra Maryam! Bisakah Pemeliharamu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”137

[Isa] menjawab, “Sadarlah akan Allah jika kalian [benar-benar] orang yang beriman!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 113

قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ

qālụ nurīdu an na`kula min-hā wa taṭma`inna qulụbunā wa na’lama ang qad ṣadaqtanā wa nakụna ‘alaihā minasy-syāhidīn

113. Berkata mereka, “Kami ingin menikmatinya agar hati kami menjadi tenteram sepenuhnya, agar kami mengetahui bahwa engkau telah berkata benar kepada kami, dan agar kami dapat menjadi orang-orang yang menyaksikannya!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 114

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

qāla ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

114. Isa, putra Maryam, berkata, “Wahai, Allah, Pemelihara kami! Turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit: ia akan menjadi hari raya yang terus berulang-ulang bagi kami—bagi semua orang di antara kami—dan menjadi suatu tanda dari Engkau. Dan, anugerahkanlah rezeki kami karena Engkau-lah Pemberi Rezeki Yang Terbaik!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 115

قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

qālallāhu innī munazziluhā ‘alaikum, fa may yakfur ba’du mingkum fa innī u’ażżibuhụ ‘ażābal lā u’ażżibuhū aḥadam minal-‘ālamīn

115. Allah menjawab, “Sungguh, Aku [selalu] menurunkannya kepada kalian:138 maka, jika siapa pun di antara kalian sesudah itu mengingkari kebenaran [ini], perhatikanlah, kepadanya akan Kutimpakan penderitaan yang tidak pernah Aku timpakan [sebelumnya] kepada seorang pun di dunia!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 116

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

wa iż qālallāhu yā ‘īsabna maryama a anta qulta lin-nāsittakhiżụnī wa ummiya ilāhaini min dụnillāh, qāla sub-ḥānaka mā yakụnu lī an aqụla mā laisa lī biḥaqq, ing kuntu qultuhụ fa qad ‘alimtah, ta’lamu mā fī nafsī wa lā a’lamu mā fī nafsik, innaka anta ‘allāmul-guyụb

116. DAN, LIHATLAH! Allah berfirman,139 “Wahai, lsa, putra Maryam! Apakah engkau berkata kepada manusia, ‘Sembahlah aku dun ibuku sebagai tuhan di samping Allah’?”

[Isa] menjawab, “Maha Tak Terhingga Engkau dalam kemuliaan-Mu! Mustahil aku mengatakan apa yang bukan hakku [untuk mengatakannya]! Jika aku pernah mengatakannya, tentulah Engkau mengetahuinya! Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, sedangkan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri Engkau. Sungguh, Engkau saja yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk.


Surah Al-Ma’idah Ayat 117

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

mā qultu lahum illā mā amartanī bihī ani’budullāha rabbī wa rabbakum, wa kuntu ‘alaihim syahīdam mā dumtu fīhim, fa lammā tawaffaitanī kunta antar-raqība ‘alaihim, wa anta ‘alā kulli syai`in syahīd

117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku [untuk mengatakannya]: ‘Sembahlah Allah, [yang merupakan] Pemeliharaku dan Pemeliharamu.’ Dan, aku menjadi saksi terhadap apa yang mereka kerjakan selama aku berada di antara mereka. Namun, sejak Engkau mewafatkanku, Engkau sendirilah yang menjaga mereka:140 sebab, Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.


Surah Al-Ma’idah Ayat 118

إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

in tu’ażżib-hum fa innahum ‘ibāduk, wa in tagfir lahum fa innaka antal-‘azīzul-ḥakīm

118. Jika Engkau jadikan mereka terazab dengan derita—sungguh, mereka adalah hamba-hamba-Mu; dan jika Engkau mengampuni mereka—sungguh, Engkau-lah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana!”


Surah Al-Ma’idah Ayat 119

قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

qālallāhu hāżā yaumu yanfa’uṣ-ṣādiqīna ṣidquhum, lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā abadā, raḍiyallāhu ‘an-hum wa raḍụ ‘an-h, żālikal-fauzul-‘aẓīm

119. [DAN, pada Hari Pengadilan,] Allah akan berfirman,141 “Hari ini, kejujuran mereka akan bermanfaat bagi semua orang yang benar perkataannya: bagi mereka, taman-taman yang dilalui aliran sungai-sungai, berkediaman di dalamnya melampaui perhitungan waktu; Allah ridha terhadap mereka, dan mereka pun ridha terhadap-Nya: itulah kemenangan yang tertinggi.”


Surah Al-Ma’idah Ayat 120

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā fīhinn, wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr

120. Milik Allah-lah kekuasaan terhadap lelangit dan bumi serta seluruh isinya; dan Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top