109. Al-Kafirun (Orang-Orang yang Mengingkari Kebenaran) – الكافرون

Surat Al-Kafirun dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Kafirun ( الكافرون ) merupakan surat ke 109 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 6 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Al-Kafirun tergolong Surat Makkiyah.

Nama surat ini diambil dari sebutan “Orang-Orang yang Mengingkari Kebenaran” (al-kafirun) yang disebut dalam ayat pertama. Menurut para ahli, surah ini diwahyukan tidak lama setelah Surah Al-Ma’un [107].

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Kafirun Ayat 1

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

qul yā ayyuhal-kāfirụn

1. KATAKANLAH: “Wahai, kalian yang mengingkari kebenaran!


Surah Al-Kafirun Ayat 2

لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

lā a’budu mā ta’budụn

2. “Aku tidak menyembah apa yang kalian sembah.


Surah Al-Kafirun Ayat 3

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

3. dan kalian tidak pula menyembah apa yang aku sembah.1


1 Dalam terjemahan di atas, partikel ma (“apa”) pada satu sisi mengacu kepada semua konsep positif dan nilai etis—seperti, beriman kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya dan, pada sisi lainnya, juga mengacu kepada objek-objek sembahan batil dan nilai-nilai yang salah, seperti kepercayaan manusia yang menyangka bahwa dia “serbacukup” (bdk. Surah Al-‘Alaq [96]: 6-7), atau mengacu kepada “keserakahan untuk selalu memperoleh lebih banyak lagi” (Surah At-Takatsur [102]) yang begitu menguasai—dan nyaris mengobsesi—jiwa manusia.


Surah Al-Kafirun Ayat 4

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

wa lā ana ‘ābidum mā ‘abattum

4. “Dan aku tidak akan menyembah apa yang [senantiasa] kalian sembah,


Surah Al-Kafirun Ayat 5

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

wa lā antum ‘ābidụna mā a’bud

5. dan kalian tidak pula akan [pernah] menyembah apa yang aku sembah.2


2 Yakni, “sepanjang kalian tidak bersedia meninggalkan nilai-nilai batil yang menyebabkan kalian mengingkari kebenaran”.


Surah Al-Kafirun Ayat 6

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

lakum dīnukum wa liya dīn

6. “Untuk kalian, hukum moral kalian, dan untukku, hukum moralku!”3


3 Makna pokok din adalah “kepatuhan”; khususnya kepatuhan pada hukum atau pada apa yang dipahami sebagai sebuah sistem norma yang mapan—dan, karenanya, mengikat—yakni, sesuatu yang disokong dengan otoritas moral: jadi, “agama”, “kepercayaan”, atau “hukum keagamaan” dalam pengertiannya yang terluas (bdk. bagian awal catatan no. 249 dalam Surah Al-Baqarah [2]: 256); atau cukup “hukum moral” saja, sebagaimana disebutkan di atas dan juga pada Surah Asy-Syura [42]: 21, Surah At-Tin [95]: 7, Surah Al-Bayyinah [98]: 5, atau Surah Al-Ma’un [107]: 1.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top