17. Al-Isra’ (Perjalanan Malam) – الإسراء

Surat Al-Isra’ dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Isra’ ( الإسراء ) merupakan surah ke 17 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 111 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Al-Isra’ tergolong Surat Makkiyah.

Kisah perjalanan mistik Nabi Muhammad Saw pada waktu malam (Isra’) yang disebutkan pada ayat pertama menunjukkan bahwa surah ini diwahyukan pada tahun terakhir sebelum hijrah. Jadi, tidak mungkin surah ini diwahyukan sebelum masa itu. Secara kronologis, Suyuthi meletakkan surah ini di antara Surah Al-Qasas [28] dan kelompok Surah Yunus–Yusuf [10-12]. Beberapa mufasir berpendapat bahwa ayat-ayat tertentu dalam surah ini diwahyukan pada masa-masa yang lebih akhir, yakni pada periode Madinah. Namun, pendapat ini merupakan dugaan saja dan karena itu bisa diabaikan.

Karena Bani Israil disebutkan dalam ayat 2-8 dan ayat 101-104, beberapa Sahabat Nabi memberi nama surah ini Surah Bani Israil (“Anak-Cucu Israil”). Namun, mayoritas mufasir klasik lebih menyukai nama Al-Isra’.

Menurut ‘Aisyah, Nabi biasa membaca surah ini setiap malam dalam shalatnya (Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibn Hanbal).

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Isra’ Ayat 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

sub-ḥānallażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil-ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣallażī bāraknā ḥaulahụ linuriyahụ min āyātinā, innahụ huwas-samī’ul-baṣīr

1. MAHA TAK TERHINGGA Kemuliaan-Nya, yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjid Al-Haram [di Makkah] ke Masjid Al-Aqsha [di Yerusalem]—yang daerah sekitarnya telah Kami berkahi1—agar Kami perlihatkan kepadanya beberapa perlambang Kami: sebab, sungguh, Dia saja yang Maha Mendengar, Maha Melihat.2


Surah Al-Isra’ Ayat 2

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلًا

wa ātainā mụsal-kitāba wa ja’alnāhu hudal libanī isrā`īla allā tattakhiżụ min dụnī wakīlā

2. Dan [demikian pula,] Kami telah memberikan wahyu kepada Musa,3 dan menjadikannya suatu [sumber] petunjuk bagi Bani Israil, [memerintahkan mereka:] “Janganlah menisbahkan kepada siapa pun selain Aku kekuasaan untuk menentukan nasib kalian,4


Surah Al-Isra’ Ayat 3

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

żurriyyata man ḥamalnā ma’a nụḥ, innahụ kāna ‘abdan syakụrā

3. wahai keturunan orang-orang yang Kami jadikan terangkut [dalam bahtera] bersama Nuh! Perhatikanlah, dia adalah hamba [Kami] yang paling banyak bersyukur!”


Surah Al-Isra’ Ayat 4

وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

wa qaḍainā ilā banī isrā`īla fil-kitābi latufsidunna fil-arḍi marrataini wa lata’lunna ‘uluwwang kabīrā

4. Dan, Kami menjadikan [hal ini] diketahui Bani Israil melalui wahyu:5 “Sungguh, kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian pasti akan sangat menyombongkan diri!”6


Surah Al-Isra’ Ayat 5

فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا

fa iżā jā`a wa’du ụlāhumā ba’aṡnā ‘alaikum ‘ibādal lanā ulī ba`sin syadīdin fa jāsụ khilālad-diyār, wa kāna wa’dam maf’ụlā

5. Karena itu, ketika ramalan yang pertama dari dua [periode ketidak adilan] itu menjadi kenyataan, Kami mengutus kepada kalian sebagian dari hamba-hamba Kami yang gagah berani dalam peperangan, lalu mereka mendatangkan malapetaka di seluruh negeri: dan demikianlah ramalan itu digenapkan.7


Surah Al-Isra’ Ayat 6

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

ṡumma radadnā lakumul-karrata ‘alaihim wa amdadnākum bi`amwāliw wa banīna wa ja’alnākum akṡara nafīrā

6. Dan, setelah beberapa saat, Kami biarkan kalian mengungguli mereka sekali lagi,8 dan menolong kalian dengan kekayaan dan keturunan, serta melipatgandakan jumlah kalian [lebih banyak daripada sebelumnya].


Surah Al-Isra’ Ayat 7

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

in aḥsantum aḥsantum li`anfusikum, wa in asa`tum fa lahā, fa iżā jā`a wa’dul-ākhirati liyasū`ụ wujụhakum wa liyadkhulul-masjida kamā dakhalụhu awwala marratiw wa liyutabbirụ mā ‘alau tatbīrā

7. [Dan Kami berfirman,] “Jika kamu tekun melakukan kebaikan, kamu melakukan kebaikan untuk dirimu sendiri; dan jika kamu melakukan kejahatan, itu [dilakukan] untuk dirimu sendiri.”

Maka, ketika ramalan kedua [tentang periode ketidakadilan kalian] menjadi kenyataan, [Kami datangkan musuh-musuh baru yang menentang kalian dan membiarkan mereka] mempermalukan kalian habis-habisan,9 dan memasuki rumah ibadah, sebagaimana [para pendahulu mereka] telah memasuki sebelumnya, dan menghancurkan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.


Surah Al-Isra’ Ayat 8

عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا

‘asā rabbukum ay yar-ḥamakum, wa in ‘uttum ‘udnā, wa ja’alnā jahannama lil-kāfirīna ḥaṣīrā

8. Boleh jadi, Pemelihara kalian menunjukkan belas kasih kepada kalian; tetapi jika kalian kembali [berbuat dosa], Kami akan kembali [menimpakan derita kepada kalian]. Dan, [ingatlah ini:] Kami telah menetapkan bahwa [pada Hari Kiamat] neraka akan meliputi orang-orang yang mengingkari kebenaran.


Surah Al-Isra’ Ayat 9

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

inna hāżal-qur`āna yahdī lillatī hiya aqwamu wa yubasysyirul-mu`minīnallażīna ya’malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajrang kabīrā

9. SUNGGUH, Al-Quran ini memberikan jalan kepada sesuatu yang paling lurus10 dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang beriman yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar;


Surah Al-Isra’ Ayat 10

وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

wa annallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati a’tadnā lahum ‘ażāban alīmā

10. dan [Al-Quran memberitakan pula] bahwa Kami menyediakan derita yang pedih bagi orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat.


Surah Al-Isra’ Ayat 11

وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا

wa yad’ul-insānu bisy-syarri du’ā`ahụ bil-khaīr, wa kānal-insānu ‘ajụlā

11. Namun demikian,11 manusia [sering] berdoa untuk mengharapkan sesuatu yang buruk, sebagaimana dia berdoa untuk mengharapkan sesuatu yang baik:12 sebab, manusia cenderung tergesa-gesa [dalam membuat keputusan].


Surah Al-Isra’ Ayat 12

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا

wa ja’alnal-laila wan-nahāra āyataini fa maḥaunā āyatal-laili wa ja’alnā āyatan-nahāri mubṣiratal litabtagụ faḍlam mir rabbikum wa lita’lamụ ‘adadas-sinīna wal-ḥisāb, wa kulla syai`in faṣṣalnāhu tafṣīlā

12. Dan, Kami jadikan malam dan siang sebagai dua perlambang;13 kemudian, Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan [di tempatnya] tanda siang yang menyinari14 agar kalian dapat berusaha memperoleh karunia dari Pemeliharamu supaya kalian menyadari tahun-tahun yang telah berlalu15 dan perhitungan [yang pasti akan datang] karena segala sesuatunya telah Kami terangkan dengan amat jelas!16


Surah Al-Isra’ Ayat 13

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا

wa kulla insānin alzamnāhu ṭā`irahụ fī ‘unuqih, wa nukhriju lahụ yaumal-qiyāmati kitābay yalqāhu mansyụrā

13. Dan, nasib setiap manusia telah Kami ikatkan di lehernya;17 pada Hari Kebangkitan akan Kami keluarkan baginya sebuah catatan yang dijumpainya terbuka lebar;


Surah Al-Isra’ Ayat 14

اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

iqra` kitābak, kafā binafsikal-yauma ‘alaika ḥasībā

14. [dan akan dikatakan kepadanya:] “Bacalah catatanmu ini! Pada hari ini, cukuplah dirimu sendiri yang melakukan perhitungan atasmu!”18


Surah Al-Isra’ Ayat 15

مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

manihtadā fa innamā yahtadī linafsih, wa man ḍalla fa innamā yaḍillu ‘alaihā, wa lā taziru wāziratuw wizra ukhrā, wa mā kunnā mu’ażżibīna ḥattā nab’aṡa rasụlā

15. Siapa pun yang memilih mengikuti jalan yang lurus, dia melakukannya tidak lain untuk kebaikan dirinya sendiri; dan siapa pun yang tersesat, kesesatannya itu tidak lain hanyalah merugikan dirinya sendiri; dan tiada seorang pun penanggung beban akan dijadikan menanggung beban orang lain.19

Lagi pula, Kami tidak pernah menimpakan hukuman [kepada suatu masyarakat atas kesalahan yang mereka lakukan] sebelum Kami mengutus seorang rasul [kepada mereka].20


Surah Al-Isra’ Ayat 16

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

wa iżā aradnā an nuhlika qaryatan amarnā mutrafīhā fa fasaqụ fīhā fa ḥaqqa ‘alaihal-qaulu fa dammarnāhā tadmīrā

16. Namun, jika [ini telah dilakukan dan] Kami berkehendak membinasakan suatu masyarakat, Kami sampaikan peringatan terakhir Kami21 kepada orang-orang yang tenggelam dalam memburu kesenangan;22 dan [jika] mereka [terus] melakukan kedurhakaan, hukuman [berupa malapetaka] menimpa masyarakat itu dan Kami menghancurkannya dengan sehancur-hancurnya.


Surah Al-Isra’ Ayat 17

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

wa kam ahlaknā minal-qurụni mim ba’di nụḥ, wa kafā birabbika biżunụbi ‘ibādihī khabīram baṣīrā

17. [Karena itu,] betapa banyak generasi yang sudah Kami binasakan setelah [masa] Nuh!

Sebab, tiada satu pun yang menyerupai Pemeliharamu dalam pengetahuan dan penglihatan-Nya atas dosa-dosa makhluk-Nya.


Surah Al-Isra’ Ayat 18

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

mang kāna yurīdul-‘ājilata ‘ajjalnā lahụ fīhā mā nasyā`u liman nurīdu ṡumma ja’alnā lahụ jahannam, yaṣlāhā mażmụmam mad-ḥụrā

18. Kepada siapa pun yang [hanya] menginginkan [kenikmatan] kehidupan yang singkat ini, maka dengan mudah Kami berikan sebanyak yang Kami suka, [Kami berikan] kepada orang mana pun yang Kami kehendaki [untuk diberikan]; tetapi, akhirnya, Kami campakkan dia ke dalam [derita] neraka,23 yang harus dia pikul dalam keadaan tercela dan terusir!


Surah Al-Isra’ Ayat 19

وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

wa man arādal-ākhirata wa sa’ā lahā sa’yahā wa huwa mu`minun fa ulā`ika kāna sa’yuhum masykụrā

19. Namun, bagi mereka yang menginginkan [kebaikan] kehidupan akhirat dan berjuang memperolehnya dengan usaha yang sungguh-sungguh, dan dalam pada itu mereka [benar-benar] orang-orang yang beriman24—mereka itulah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik [oleh Allah]!


Surah Al-Isra’ Ayat 20

كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

kullan numiddu hā`ulā`i wa hā`ulā`i min ‘aṭā`i rabbik, wa mā kāna ‘aṭā`u rabbika maḥẓụrā

20. Semua [dari antara mereka]—yakni, orang-orang yang ini maupun yang itu—Kami anugerahkan pemberian dari Pemeliharamu dengan cuma-cuma, karena pemberian Pemeliharamu itu tidak pernah dibatasi [pada golongan tertentu saja].


Surah Al-Isra’ Ayat 21

انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

unẓur kaifa faḍḍalnā ba’ḍahum ‘alā ba’ḍ, wa lal-ākhiratu akbaru darajātiw wa akbaru tafḍīlā

21. Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan pemberian [di dunia] bagi sebagian dari mereka atas sebagian yang lain: tetapi, [ingatlah bahwa] kehidupan akhirat akan jauh lebih tinggi derajatnya dan jauh lebih besar balasan dan karunianya.25


Surah Al-Isra’ Ayat 22

لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا

lā taj’al ma’allāhi ilāhan ākhara fa taq’uda mażmụmam makhżụlā

22. JANGANLAH kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan:


Surah Al-Isra’ Ayat 23

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

wa qaḍā rabbuka allā ta’budū illā iyyāhu wa bil-wālidaini iḥsānā, immā yabluganna ‘indakal-kibara aḥaduhumā au kilāhumā fa lā taqul lahumā uffiw wa lā tan-har-humā wa qul lahumā qaulang karīmā

23. sebab, Pemeliharamu telah memerintahkan supaya kalian tidak menyembah apa pun kecuali Dia.

Dan, berbuat baiklah kepada ibu-bapak[mu].26 Jika salah seorang di antaranya atau keduanya berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah pernah mengatakan “cis”27 kepada mereka atau membentak mereka, tapi [senantiasalah] berbicara dengan mereka menggunakan perkataan yang santun,


Surah Al-Isra’ Ayat 24

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

wakhfiḍ lahumā janāḥaż-żulli minar-raḥmati wa qur rabbir-ḥam-humā kamā rabbayānī ṣagīrā

24. dan bentangkanlah sayap-sayap kelembutanmu kepada mereka dengan penuh kerendah-hatian,28 dan katakanlah: “Wahai, Pemeliharaku! Anugerahkanlah kepada mereka berdua kasih sayang-Mu, sebagaimana mereka berdua mengasihiku dan membesarkanku ketika aku kecil!”


Surah Al-Isra’ Ayat 25

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

rabbukum a’lamu bimā fī nufụsikum, in takụnụ ṣāliḥīna fa innahụ kāna lil-awwābīna gafụrā

25. Pemeliharamu Maha Mengetahui apa yang ada dalam hatimu. Jika kamu orang-orang yang baik, [Dia akan mengampuni dosa-dosamu]:29 sebab, perhatikanlah, Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang selalu kembali (bertobat) pada-Nya.


Surah Al-Isra’ Ayat 26

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

wa āti żal-qurbā ḥaqqahụ wal-miskīna wabnas-sabīli wa lā tubażżir tabżīrā

26. Dan, kepada keluarga yang dekat, berikanlah haknya,30 juga kepada orang miskin dan musafir,31 tetapi janganlah kamu memboroskan [hartamu] dengan sia-sia.32


Surah Al-Isra’ Ayat 27

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

innal-mubażżirīna kānū ikhwānasy-syayāṭīn, wa kānasy-syaiṭānu lirabbihī kafụrā

27. Perhatikanlah, pemboros-pemboros itu, benar-benar, serupa dengan setan—karena setan benar-benar telah terbukti sangat tidak tahu berterima kasih kepada Pemeliharanya.33


Surah Al-Isra’ Ayat 28

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا

wa immā tu’riḍanna ‘an-humubtigā`a raḥmatim mir rabbika tarjụhā fa qul lahum qaulam maisụrā

28. Dan, jika kamu [harus] berpaling dari mereka [yang membutuhkan karena kamu sendiri juga membutuhkan] untuk mencari dan mengharapkan rahmat dari Pemeliharamu,34 setidaknya berbicaralah dengan mereka menggunakan ucapan yang lemah lembut.


Surah Al-Isra’ Ayat 29

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

wa lā taj’al yadaka maglụlatan ilā ‘unuqika wa lā tabsuṭ-hā kullal-basṭi fa taq’uda malụmam maḥsụrā

29. Dan, janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu,35 dan jangan pula kamu terlalu mengulurkannya sampai habis [kemampuanmu] agar tidak dicela [oleh orang yang menjadi tanggunganmu] atau bahkan menjadi melarat.


Surah Al-Isra’ Ayat 30

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

inna rabbaka yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, innahụ kāna bi’ibādihī khabīram baṣīrā

30. Perhatikanlah, Pemeliharamu melapangkan rezeki atau menyempitkannya kepada siapa pun yang Dia kehendaki: sungguh, Dia Maha Mengetahui [kebutuhan] hamba-hamba-Nya, dan melihat mereka semua.


Surah Al-Isra’ Ayat 31

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

wa lā taqtulū aulādakum khasy-yata imlāq, naḥnu narzuquhum wa iyyākum, inna qatlahum kāna khiṭ`ang kabīrā

31. Karena itu, janganlah membunuh anak-anakmu karena takut miskin:36 Kami-lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sungguh, membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.


Surah Al-Isra’ Ayat 32

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

wa lā taqrabuz-zinā innahụ kāna fāḥisyah, wa sā`a sabīlā

32. Dan, janganlah berzina37—sebab, perhatikanlah, zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.


Surah Al-Isra’ Ayat 33

وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا

wa lā taqtulun-nafsallatī ḥarramallāhu illā bil-ḥaqq, wa mang qutila maẓlụman fa qad ja’alnā liwaliyyihī sulṭānan fa lā yusrif fil-qatl, innahụ kāna manṣụrā

33. Dan, janganlah mengambil nyawa manusia—[nyawa] yang dikehendaki Allah untuk disucikan—kecuali untuk [mencari] keadilan.38 Karena itu, siapa pun yang dibunuh secara zalim, Kami telah memberi kuasa kepada pembela haknya [untuk menuntut hukuman yang setimpal];39 tetapi meskipun begitu, janganlah dia melampaui batas keadilan dalam [hukuman] pembunuhan.40 [Sedangkan, mengenai dia yang dibunuh secara zalim—] perhatikanlah, dia pasti ditolong [Allah]!41


Surah Al-Isra’ Ayat 34

وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا

wa lā taqrabụ mālal-yatīmi illā billatī hiya aḥsanu ḥattā yabluga asyuddahụ wa aufụ bil-‘ahdi innal-‘ahda kāna mas`ụlā

34. Dan, janganlah menyentuh harta anak yatim, kecuali untuk mengembangkan harta itu, sebelum dia cukup umur.42

Dan, penuhilah setiap janji—sebab, sungguh, [pada Hari Pengadilan,] kamu akan mempertanggungjawabkan setiap janji yang kamu buat!43


Surah Al-Isra’ Ayat 35

وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

wa auful-kaila iżā kiltum wazinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm, żālika khairuw wa aḥsanu ta`wīlā

35. Dan, sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar dan timbanglah dengan timbangan yang benar:44 ini akan menjadi kebaikan [bagi diri kalian sendiri] dan paling baik akibatnya.


Surah Al-Isra’ Ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

wa lā taqfu mā laisa laka bihī ‘ilm, innas-sam’a wal-baṣara wal-fu`āda kullu ulā`ika kāna ‘an-hu mas`ụlā

36. Dan, janganlah menyibukkan dirimu dengan apa pun yang tidak kau ketahui:45 sungguh, pendengaran[mu], penglihatan[mu], dan hati[mu]—semuanya itu—akan dimintai pertanggungjawabannya [pada Hari Pengadilan]!


Surah Al-Isra’ Ayat 37

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

wa lā tamsyi fil-arḍi maraḥā, innaka lan takhriqal-arḍa wa lan tablugal-jibāla ṭụlā

37. Dan, janganlah berjalan di muka bumi dengan menyombongkan diri: sebab, sungguh, kamu tidak akan pernah mampu meluluhlantakkan bumi dan tidak pula mampu menjadi setinggi gunung!


Surah Al-Isra’ Ayat 38

كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

kullu żālika kāna sayyi`uhụ ‘inda rabbika makrụhā

38. Semua kejahatan ini amat dibenci dalam pandangan Pemeliharamu:46


Surah Al-Isra’ Ayat 39

ذَٰلِكَ مِمَّا أَوْحَىٰ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا

żālika mimmā auḥā ilaika rabbuka minal-ḥikmah, wa lā taj’al ma’allāhi ilāhan ākhara fa tulqā fī jahannama malụmam mad-ḥụrā

39. ini adalah sebagian dari pengetahuan tentang yang benar dan yang salah, yang diilhamkan Pemeliharamu kepadamu.47

Karena itu, janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah48 agar engkau tidak dilemparkan ke dalam neraka, (dalam keadaan) dicela [oleh dirimu sendiri] dan ditolak [oleh-Nya]!


Surah Al-Isra’ Ayat 40

أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا

a fa aṣfākum rabbukum bil-banīna wattakhaża minal-malā`ikati ināṡā, innakum lataqụlụna qaulan ‘aẓīmā

40. MAKA, APAKAH Pemeliharamu mengistimewakan kamu dengan [memberikan] anak laki-laki [kepadamu], dan mengambil untuk diri-Nya sendiri anak-anak perempuan dengan kedok malaikat?49 Sungguh, kamu mengucapkan perkataan yang amat buruk!


Surah Al-Isra’ Ayat 41

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

wa laqad ṣarrafnā fī hāżal-qur`āni liyażżakkarụ, wa mā yazīduhum illā nufụrā

41. Dan sungguh, telah Kami berikan banyak sisi [terhadap pesan-pesan Kami] dalam Al-Quran ini, agar mereka [yang mengingkari kebenaran] dapat merenungkannya dalam-dalam: tetapi, semua ini hanyalah menambah kebencian mereka.


Surah Al-Isra’ Ayat 42

قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا

qul lau kāna ma’ahū ālihatung kamā yaqụlụna iżal labtagau ilā żil-‘arsyi sabīlā

42. Katakanlah: “Jika ada—seperti yang dinyatakan orang-orang—tuhan-tuhan [yang lain] di samping-Nya, pastilah tuhan-tuhan itu [sendiri pun] harus berjuang mencari jalan kepada Dia yang bertakhta dalam kemahakuasaan-Nya.”50


Surah Al-Isra’ Ayat 43

سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا

sub-ḥānahụ wa ta’ālā ‘ammā yaqụlụna ‘uluwwang kabīrā

43. Maha Tak Terhingga Kemuliaan-Nya, dan tiada tara Keagungan-Nya melampaui apa pun yang dapat manusia katakan [tentang-Nya]!51


Surah Al-Isra’ Ayat 44

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

tusabbiḥu lahus-samāwātus-sab’u wal-arḍu wa man fīhinn, wa im min syai`in illā yusabbiḥu biḥamdihī wa lākil lā tafqahụna tasbīḥahum, innahụ kāna ḥalīman gafụrā

44. Langit yang tujuh,52 bumi, serta semua yang ada di dalamnya bertasbih (memuji) kemuliaan-Nya yang tak terhingga; dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih memuji kemuliaannya-Nya itu: tetapi kamu [wahai manusia] tidak memahami cara mereka memuliakan-Nya!53

Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun!


Surah Al-Isra’ Ayat 45

وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا

wa iżā qara`tal-qur`āna ja’alnā bainaka wa bainallażīna lā yu`minụna bil-ākhirati ḥijābam mastụrā

45. Tetapi, [demikianlah:]54 apabila engkau membaca Al-Quran, Kami letakkan dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat:


Surah Al-Isra’ Ayat 46

وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا

wa ja’alnā ‘alā qulụbihim akinnatan ay yafqahụhu wa fī āżānihim waqrā, wa iżā żakarta rabbaka fil-qur`āni waḥdahụ wallau ‘alā adbārihim nufụrā

46. karena, Kami telah letakkan selubung di atas hati mereka yang mencegah mereka memahami maksudnya dan ketulian ke dalam telinga mereka.55 Demikianlah, manakala engkau menyebut Pemeliharamu, ketika membaca Al-Quran, sebagai satu-satunya wujud Ilahi,56 mereka memalingkan punggung [membelakangimu] dengan rasa tidak suka.


Surah Al-Isra’ Ayat 47

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَىٰ إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا

naḥnu a’lamu bimā yastami’ụna bihī iż yastami’ụna ilaika wa iż hum najwā iż yaqụluẓ-ẓālimụna in tattabi’ụna illā rajulam mas-ḥụrā

47. Kami Maha Mengetahui tentang apa yang mereka dengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau:57 sebab, jika mereka berkumpul di antara mereka sendiri, lihatlah! orang-orang zalim ini berkata [satu sama lain], “Jika kamu mengikuti [Muhammad, kamu akan mengikuti] tidak lain kecuali seorang laki-laki yang kena sihir!”


Surah Al-Isra’ Ayat 48

انْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

unẓur kaifa ḍarabụ lakal-amṡāla fa ḍallụ fa lā yastaṭī’ụna sabīlā

48. Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu, [wahai Nabi, hanya] karena mereka sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan [menuju kebenaran]!


Surah Al-Isra’ Ayat 49

وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا

wa qālū a iżā kunnā ‘iẓāmaw wa rufātan a innā lamab’ụṡụna khalqan jadīdā

49. Dan, [demikian pula] mereka berkata, “Setelah kami menjadi tulang belulang dan debu, akankah kami benar-benar dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”


Surah Al-Isra’ Ayat 50

قُلْ كُونُوا حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا

qul kụnụ ḥijāratan au ḥadīdā

50. Katakanlah: “[Kamu akan dibangkitkan dari kematian meskipun] kamu sekalian batu atau besi


Surah Al-Isra’ Ayat 51

أَوْ خَلْقًا مِمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَنْ يُعِيدُنَا ۖ قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا

au khalqam mimmā yakburu fī ṣudụrikum, fa sayaqụlụna may yu’īdunā, qulillażī faṭarakum awwala marrah, fa sayun-giḍụna ilaika ru`ụsahum wa yaqụlụna matā huw, qul ‘asā ay yakụna qarībā

51. atau substansi apa pun yang dalam pikiranmu bahkan tampak lebih jauh [dari kehidupan]!”58

Dan, [jika] kemudian mereka bertanya, “Siapakah yang akan menjadikan kami [hidup] kembali?”—katakanlah: “Dia yang menciptakan kamu pada kali yang pertama.”

Dan, [jika] mereka menggelengkan kepala mereka kepadamu [karena tidak percaya] dan bertanya, “Kapan itu akan terjadi?”—katakanlah: “Boleh jadi dalam waktu dekat,


Surah Al-Isra’ Ayat 52

يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِ وَتَظُنُّونَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا

yauma yad’ụkum fa tastajībụna biḥamdihī wa taẓunnụna il labiṡtum illā qalīlā

52. di Hari ketika Dia memanggil kalian, dan kalian akan menjawab dengan memuji-Nya, seraya menyangka bahwa kalian hidup [di dunia] sebentar saja.”59


Surah Al-Isra’ Ayat 53

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

wa qul li’ibādī yaqụlullatī hiya aḥsan, innasy-syaiṭāna yanzagu bainahum, innasy-syaiṭāna kāna lil-insāni ‘aduwwam mubīnā

53. DAN, KATAKANLAH kepada hamba-hamba-Ku agar hendaknya mereka berbicara dengan cara yang sebaik-baiknya [kepada mereka yang berbeda kepercayaan]:60 sungguh, setan itu senantiasa siap sedia menimbulkan perselisihan di antara manusia61—sebab, sungguh, setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia!


Surah Al-Isra’ Ayat 54

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِنْ يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِنْ يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ ۚ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا

rabbukum a’lamu bikum iy yasya` yar-ḥamkum au iy yasya` yu’ażżibkum, wa mā arsalnāka ‘alaihim wakīlā

54. Pemeliharamu Maha Mengetahui tentang dirimu [dan apa yang layak bagimu]: jika Dia menghendaki, Dia akan mencurahkan rahmat[-Nya] kepadamu; dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengazabmu.

Karena itu, Kami tidak mengutusmu [kepada manusia, wahai Nabi,] dengan kekuasaan untuk menentukan nasib mereka62


Surah Al-Isra’ Ayat 55

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

wa rabbuka a’lamu biman fis-samāwāti wal-arḍ, wa laqad faḍḍalnā ba’ḍan-nabiyyīna ‘alā ba’ḍiw wa ātainā dāwụda zabụrā

55. karena Pemeliharamu Maha Mengetahui [apa yang ada dalam pikiran] semua makhluk yang ada di lelangit dan di bumi. Namun, sungguh, Kami utamakan sebagian nabi atas sebagian yang lain63—sebagaimana Kami berikan kitab yang berisi hikmah Ilahi kepada Daud [sebagai tanda rahmat Kami].64


Surah Al-Isra’ Ayat 56

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا

qulid’ullażīna za’amtum min dụnihī fa lā yamlikụna kasyfaḍ-ḍurri ‘angkum wa lā taḥwīlā

56. KATAKANLAH:65 “Serulah [makhluk-makhluk] yang kalian bayangkan [dianugerahi dengan kekuasaan Ilahi] di samping Dia66—dan [kalian akan menemukan bahwa] mereka tidak mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan penderitaan apa pun dari kalian, atau mengalihkannya [ke mana pun].”67


Surah Al-Isra’ Ayat 57

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

ulā`ikallażīna yad’ụna yabtagụna ilā rabbihimul-wasīlata ayyuhum aqrabu wa yarjụna raḥmatahụ wa yakhāfụna ‘ażābah, inna ‘ażāba rabbika kāna maḥżụrā

57. [Makhluk suci] yang mereka seru itu sendiri berjuang mendapatkan pertolongan Pemelihara mereka—[bahkan] juga mereka yang paling dekat [kepada Allah]68—mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan hukuman-Nya: sebab, sungguh, hukuman Pemeliharamu adalah suatu yang harus diwaspadai!


Surah Al-Isra’ Ayat 58

وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا

wa im ming qaryatin illā naḥnu muhlikụhā qabla yaumil-qiyāmati au mu’ażżibụhā ‘ażāban syadīdā, kāna żālika fil-kitābi masṭụrā

58. Dan, [ingatlah:] tiada suatu masyarakat pun yang tidak akan Kami binasakan sebelum Hari Kebangkitan69 atau Kami azab [bahkan lebih awal, jika terbukti berdosa] dengan derita yang sangat dahsyat: semua itu telah tercantum di dalam ketetapan Kami.70


Surah Al-Isra’ Ayat 59

وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

wa mā mana’anā an nursila bil-āyāti illā ang każżaba bihal-awwalụn, wa ātainā ṡamụdan-nāqata mubṣiratan fa ẓalamụ bihā, wa mā nursilu bil-āyāti illā takhwīfā

59. Dan, tiada yang menghalangi Kami untuk menyampaikan [pesan-pesan ini, seperti pesan-pesan yang terdahulu] dengan tanda-tanda yang ajaib [yang mengiringinya], melainkan [karena pengetahuan Kami] bahwa orang-orang terdahulu [terlalu sering] mendustakannya:71 demikianlah, Kami berikan kepada [kaum] Tsamud unta betina itu sebagai isyarat yang menerangi, lalu mereka menganiayanya.72 Dan, Kami tidak pernah memberikan tanda-tanda itu selain untuk memperingatkan.


Surah Al-Isra’ Ayat 60

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا

wa iż qulnā laka inna rabbaka aḥāṭa bin-nās, wa mā ja’alnar-ru`yallatī araināka illā fitnatal lin-nāsi wasy-syajaratal-mal’ụnata fil-qur`ān, wa nukhawwifuhum fa mā yazīduhum illā ṭugyānang kabīrā

60. Dan, lihatlah! Kami wahyukan kepadamu, [wahai Nabi:] “Perhatikanlah, Pemeliharamu meliputi segala manusia [dalam pengetahuan-Nya dan kekuasaan-Nya]: dan demikianlah Kami tetapkan bahwa penglihatan yang telah Kami tunjukkan kepadamu73—sebagaimana juga pohon [neraka] yang terkutuk dalam Al-Quran ini—akan menjadi ujian semata bagi manusia.74 Kini, [dengan bercerita tentang neraka,] Kami sampaikan peringatan kepada mereka: tetapi, [jika mereka berkukuh mengingkari kebenaran,] maka [peringatan] ini hanya menambah besar kesombongan mereka yang keterlaluan.”


Surah Al-Isra’ Ayat 61

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs, qāla a asjudu liman khalaqta ṭīnā

61. DAN, LIHATLAH! Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam”—kemudian mereka semuanya bersujud, kecuali iblis.75

Berkata dia, “Akankah aku bersujud kepada seseorang yang Engkau ciptakan dari tanah liat?”


Surah Al-Isra’ Ayat 62

قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا

qāla a ra`aitaka hāżallażī karramta ‘alayya la`in akhkhartani ilā yaumil-qiyāmati la`aḥtanikanna żurriyyatahū illā qalīlā

62. [Dan] dia menambahkan, “Katakanlah kepadaku, apakah [makhluk bodoh] ini yang Engkau muliakan melebihi diriku? Sungguh, jika Engkau berkehendak, berilah tangguh kepadaku sampai Hari Kebangkitan, aku benar-benar akan menjadikan keturunannya—semuanya, kecuali sedikit—menaatiku dengan membuta!”76


Surah Al-Isra’ Ayat 63

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا

qālaż-hab fa man tabi’aka min-hum fa inna jahannama jazā`ukum jazā`am maufụrā

63. [Allah] menjawab, “Pergilah [mengikuti jalan yang kamu pilih]! Tetapi, bagi mereka yang akan mengikutimu—perhatikanlah, neraka akan menjadi balasanmu [semua], suatu pembalasan yang sangat cukup!


Surah Al-Isra’ Ayat 64

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

wastafziz manistaṭa’ta min-hum biṣautika wa ajlib ‘alaihim bikhailika wa rajilika wa syārik-hum fil-amwāli wal-aulādi wa ‘id-hum, wa mā ya’iduhumusy-syaiṭānu illā gurụrā

64. Maka, godalah dengan suaramu mereka yang dapat kamu perdayakan dan kerahkanlah terhadap mereka seluruh kuda dan orang-orangmu,77 berserikatlah dengan mereka dalam [setiap dosa yang berkenaan dengan] kekayaan dunia dan anak~anak,78 dan berilah [segala macam) janji kepada mereka: dan [mereka tidak akan mengetahui bahwa] apa pun yang dijanjikan setan dimaksudkan hanya untuk memperdaya pikiran.79


Surah Al-Isra’ Ayat 65

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

inna ‘ibādī laisa laka ‘alaihim sulṭān, wa kafā birabbika wakīlā

65. “[Namun,] perhatikanlah, kamu tidak akan mempunyai kekuasaan terhadap hamba-hamba-Ku [yang bersandar penuh percaya, bertawakal kepada-Ku]:80 sebab, tiada yang layak dipercaya sebagaimana Pemeliharamu.”


Surah Al-Isra’ Ayat 66

رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

rabbukumullażī yuzjī lakumul-fulka fil-baḥri litabtagụ min faḍlih, innahụ kāna bikum raḥīmā

66. PEMELIHARAMU-LAH yang menjadikan kapal-kapal berlayar di lautan untukmu agar kamu dapat pergi mencari sebagian dari karunia-Nya: sungguh, Dia Sang Pemberi Rahmat terhadapmu.


Surah Al-Isra’ Ayat 67

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا

wa iżā massakumuḍ-ḍurru fil-baḥri ḍalla man tad’ụna illā iyyāh, fa lammā najjākum ilal-barri a’raḍtum, wa kānal-insānu kafụrā

67. Dan, apabila bahaya menimpa kamu di lautan, semua [kekuatan] yang biasa kamu seru meninggalkan kamu, [dan tiada yang tinggal bagimu] kecuali Dia: tetapi, tatkala Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu berpaling [dan melupakan-Nya] sebab, sungguh, manusia tidak tahu berterima kasih!


Surah Al-Isra’ Ayat 68

أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا

a fa amintum ay yakhsifa bikum jānibal-barri au yursila ‘alaikum ḥāṣiban ṡumma lā tajidụ lakum wakīlā

68. Maka, dapatkah kamu merasa aman bahwa Dia tidak akan menyebabkan sebidang tanah yang kering menelanmu sampai lumat atau membiarkan angin badai yang mematikan menyerangmu,81 kemudian kamu tidak mendapatkan seorang pun yang menjadi pelindungmu?


Surah Al-Isra’ Ayat 69

أَمْ أَمِنْتُمْ أَنْ يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِنَ الرِّيحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِ تَبِيعًا

am amintum ay yu’īdakum fīhi tāratan ukhrā fa yursila ‘alaikum qāṣifam minar-rīḥi fa yugriqakum bimā kafartum ṡumma lā tajidụ lakum ‘alainā bihī tabī’ā

69. Atau, dapatkah kamu sekali-kali merasa aman bahwa Dia tidak akan mengembalikanmu ke laut82 lagi, kemudian Dia membiarkan amukan topan menyerangmu dan menjadikanmu tenggelam sebagai balasan atas tiadanya rasa terima kasihmu—kemudian, kamu tidak mendapatkan seorang pun yang membelamu terhadap Kami?


Surah Al-Isra’ Ayat 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

wa laqad karramnā banī ādama wa ḥamalnāhum fil-barri wal-baḥri wa razaqnāhum minaṭ-ṭayyibāti wa faḍḍalnāhum ‘alā kaṡīrim mim man khalaqnā tafḍīlā

70. KINI, SUNGGUH, Kami telah muliakan anak-anak Adam,83 Kami angkut mereka di daratan dan lautan, dan Kami berikan kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dalam kehidupan, dan Kami lebihkan mereka jauh di atas kebanyakan makhluk Kami:


Surah Al-Isra’ Ayat 71

يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

yauma nad’ụ kulla unāsim bi`imāmihim, fa man ụtiya kitābahụ biyamīnihī fa ulā`ika yaqra`ụna kitābahum wa lā yuẓlamụna fatīlā

71. [tetapi] suatu Hari akan Kami panggil setiap manusia [dan mengadili mereka] berdasarkan watak sadar] yang mengarahkan perbuatan mereka [dalam hidupnya]:84 kemudian, mereka yang catatannya diletakkan pada tangan kanan85—merekalah yang akan membaca catatannya [dengan bahagia]. Dan, tiada yang akan dianiaya walaupun selebar rambut:86


Surah Al-Isra’ Ayat 72

وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

wa mang kāna fī hāżihī a’mā fa huwa fil-ākhirati a’mā wa aḍallu sabīlā

72. sebab, siapa pun yang buta [hatinya] di [dunia] ini akan menjadi buta [pula] di akhirat, dan lebih tersesat dari jalan [kebenaran].87


Surah Al-Isra’ Ayat 73

وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ ۖ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا

wa ing kādụ layaftinụnaka ‘anillażī auḥainā ilaika litaftariya ‘alainā gairahụ wa iżal lattakhażụka khalīlā

73. DAN, perhatikanlah, mereka [yang tersesat itu] berusaha untuk menggodamu agar berpaling dari segala [kebenaran] yang Kami ilhamkan kepadamu (wahai Nabi) agar kamu membuat-buat sesuatu yang lain atas nama Kami—jika demikian halnya, pasti mereka akan menjadikanmu sahabat sejati mereka!88


Surah Al-Isra’ Ayat 74

وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا

walau lā an ṡabbatnāka laqad kitta tarkanu ilaihim syai`ang qalīlā

74. Dan, andai Kami tidak memperkuat [keimanan]mu, boleh jadi, kamu akan condong sedikit kepada mereka89


Surah Al-Isra’ Ayat 75

إِذًا لَأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا

iżal la`ażaqnāka ḍi’fal-ḥayāti wa ḍi’fal-mamāti ṡumma lā tajidu laka ‘alainā naṣīrā

75. jika demikian halnya, Kami pasti akan merasakan kepadamu [derita] yang berlipat ganda di dunia dan [derita] yang berlipat ganda sesudah mati,90 dan kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun terhadap Kami!


Surah Al-Isra’ Ayat 76

وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا

wa ing kādụ layastafizzụnaka minal-arḍi liyukhrijụka min-hā wa iżal lā yalbaṡụna khilāfaka illā qalīlā

76. Dan [karena mereka melihat bahwa mereka tidak dapat membujukmu], mereka berusaha untuk mengasingkanmu dari tanah [kelahiranmu]91 dengan tujuan untuk mengusirmu darinya—tetapi kemudian, setelah kamu meninggalkannya,92 mereka sendiri tidak akan tinggal [di sana] melainkan sebentar saja:93


Surah Al-Isra’ Ayat 77

سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا

sunnata mang qad arsalnā qablaka mir rusulinā wa lā tajidu lisunnatinā taḥwīlā

77. [yang demikian itu adalah] ketetapan [Kami] terhadap semua rasul Kami yang Kami utus sebelum masamu;94 dan kamu tidak akan mendapatkan perubahan dalam ketetapan Kami.


Surah Al-Isra’ Ayat 78

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

aqimiṣ-ṣalāta lidulụkisy-syamsi ilā gasaqil-laili wa qur`ānal-fajr, inna qur`ānal-fajri kāna masy-hụdā

78. BERTEGUHLAH mendirikan shalat[mu], sejak tergelincirnya matahari dari titik puncaknya sampai gelapnya malam, dan [tetaplah memperhatikan] bacaan[nya] pada waktu fajar:95 sebab, perhatikanlah, bacaan [shalat] pada waktu fajar itu benar-benar disaksikan [oleh semua yang suci].96


Surah Al-Isra’ Ayat 79

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

wa minal-laili fa taḥajjad bihī nāfilatal laka ‘asā ay yab’aṡaka rabbuka maqāmam maḥmụdā

79. Dan, bangkitlah dari tidurmu dan bershalatlah pada sebagian malam [pula], sebagai persembahan sukarela darimu,97 dan mudah-mudahan Pemeliharamu mengangkatmu ke tempat yang terpuji [di akhirat].


Surah Al-Isra’ Ayat 80

وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا

wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj’al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā

80. Dan, ucapkanlah [dalam shalatmu]: “Wahai, Pemeliharaku! Masukkanlah aku [dalam apa pun yang aku lakukan] dengan cara yang benar dan tulus, keluarkanlah aku [darinya] dengan cara yang benar dan tulus, dan berikanlah kepadaku dari rahmat-Mu kekuatan yang mendukung!”


Surah Al-Isra’ Ayat 81

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

wa qul jā`al-ḥaqqu wa zahaqal-bāṭilu innal-bāṭila kāna zahụqā

81. Dan katakanlah: “Kebenaran kini telah datang [bersinar] dan kebatilan telah lenyap: sebab, perhatikanlah, semua kebatilan pasti akan lenyap!”


Surah Al-Isra’ Ayat 82

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā

82. JADI, secara bertahap Kami turunkan melalui Al-Quran ini segala yang menyehatkan [jiwa] dan merupakan rahmat bagi orang-orang yang beriman [kepada Kami], sedangkan ia hanya menambah kehancuran bagi orang-orang zalim:98


Surah Al-Isra’ Ayat 83

وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

wa iżā an’amnā ‘alal-insāni a’raḍa wa na`ā bijānibih, wa iżā massahusy-syarru kāna ya`ụsā

83. sebab, [sering terjadi bahwa] apabila Kami berikan nikmat Kami kepada manusia, dia berpaling dengan sombong [dari mengingat Kami]; dan apabila nasib buruk menimpanya, niscaya dia berputus asa.99


Surah Al-Isra’ Ayat 84

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

qul kulluy ya’malu ‘alā syākilatih, fa rabbukum a’lamu biman huwa ahdā sabīlā

84. Katakanlah: “Setiap orang bertindak menurut caranya masing-masing—dan Pemeliharamu Maha Mengetahui siapa orang yang telah memilih jalan yang terbaik.”100


Surah Al-Isra’ Ayat 85

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

wa yas`alụnaka ‘anir-rụḥ, qulir-rụḥu min amri rabbī wa mā ụtītum minal-‘ilmi illā qalīlā

85. DAN, MEREKA akan bertanya kepadamu tentang [hakikat] ilham Ilahi.101 Katakanlah: “Ilham ini [datang] karena perintah Pemeliharaku dan [kamu tidak dapat memahami hakikatnya, wahai manusia, karena] kamu diberi pengetahuan [sejati] yang amat sedikit.”


Surah Al-Isra’ Ayat 86

وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا

wa la`in syi`nā lanaż-habanna billażī auḥainā ilaika ṡumma lā tajidu laka bihī ‘alainā wakīlā

86. Dan, jika Kami menghendaki, sungguh Kami dapat saja melenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dalam [keadaan yang membutuhkan itu], kamu tidak akan mendapatkan seorang pun untuk membela kepentinganmu di hadapan Kami.102


Surah Al-Isra’ Ayat 87

إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّ فَضْلَهُ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيرًا

illā raḥmatam mir rabbik, inna faḍlahụ kāna ‘alaika kabīrā

87. [Kamu diselamatkan] dengan rahmat Pemeliharamu semata: perhatikanlah, karunia-Nya atasmu sungguh besar!


Surah Al-Isra’ Ayat 88

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

qul la`inijtama’atil-insu wal-jinnu ‘alā ay ya`tụ bimiṡli hāżal-qur`āni lā ya`tụna bimiṡlihī walau kāna ba’ḍuhum liba’ḍin ẓahīrā

88. Katakanlah: “Jika seluruh manusia dan makhluk yang tak terlihat103 berkumpul untuk membuat yang serupa dengan Al-Quran ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa, meskipun mereka mengerahkan segenap kekuatan mereka untuk membantu satu sama lain!”


Surah Al-Isra’ Ayat 89

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

wa laqad ṣarrafnā lin-nāsi fī hāżal-qur`āni ming kulli maṡalin fa abā akṡarun-nāsi illā kufụrā

89. Sebab, sungguh, telah Kami jadikan segala macam pelajaran di dalam Al-Quran ini memiliki banyak sisi, [yang dirancang] untuk [memberi manfaat bagi] umat manusia!104

Namun, kebanyakan manusia enggan menerima apa pun kecuali keingkaran105


Surah Al-Isra’ Ayat 90

وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًا

wa qālụ lan nu`mina laka ḥattā tafjura lanā minal-arḍi yambụ’ā

90. dan demikianlah mereka berkata, “[Wahai, Muhammad] kami tidak akan memercayaimu hingga engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,106


Surah Al-Isra’ Ayat 91

أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا

au takụna laka jannatum min nakhīliw wa ‘inabin fa tufajjiral-an-hāra khilālahā tafjīrā

91. atau engkau mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau mengalirkan sungai-sungai di celah-celahnya dengan tiba-tiba,107


Surah Al-Isra’ Ayat 92

أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا

au tusqiṭas-samā`a kamā za’amta ‘alainā kisafan au ta`tiya billāhi wal-malā`ikati qabīlā

92. atau engkau menjadikan lelangit jatuh menimpa kami dengan berkeping-keping, sebagaimana yang kau ancamkan,108 atau [sampai] engkau mendatangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami,


Surah Al-Isra’ Ayat 93

أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا

au yakụna laka baitum min zukhrufin au tarqā fis-samā`, wa lan nu`mina liruqiyyika ḥattā tunazzila ‘alainā kitāban naqra`uh, qul sub-ḥāna rabbī hal kuntu illā basyarar rasụlā

93. atau engkau mempunyai sebuah rumah [terbuat] dari emas, atau engkau naik ke langit—tetapi tidak, kami [bahkan] tidak akan memercayai kenaikanmu itu, kecuali engkau turunkan untuk kami sebuah tulisan [dari langit] yang dapat kami baca [sendiri]!”109

Katakanlah [wahai Nabi]: “Maha Tak Terhingga Kemuliaan Pemeliharaku!110 bukankah aku ini hanya seorang manusia, seorang rasul?”


Surah Al-Isra’ Ayat 94

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولًا

wa mā mana’an-nāsa ay yu`minū iż jā`ahumul-hudā illā ang qālū a ba’aṡallāhu basyarar rasụlā

94. Namun, setiap kali petunjuk [Allah] datang kepada mereka [melalui seorang nabi], tiada yang menghalangi manusia untuk beriman [kepadanya] kecuali keberatan mereka ini:111 “Akankah Allah mengutus seorang manusia [biasa saja] sebagai rasul-Nya?”


Surah Al-Isra’ Ayat 95

قُلْ لَوْ كَانَ فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ مَلَكًا رَسُولًا

qul lau kāna fil-arḍi malā`ikatuy yamsyụna muṭma`innīna lanazzalnā ‘alaihim minas-samā`i malakar rasụlā

95. Katakanlah: “Andaikan ada malaikat yang berjalan-jalan seperti penghuni di bumi, pasti Kami turunkan kepada mereka seorang malaikat dari langit sebagai rasul Kami.”


Surah Al-Isra’ Ayat 96

قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

qul kafā billāhi syahīdam bainī wa bainakum, innahụ kāna bi’ibādihī khabīram baṣīrā

96. Katakanlah: “Tiada yang dapat bersaksi antara aku dan kalian, sebagaimana yang dilakukan Allah: sungguh, Dia Maha Mengetahui makhluk-Nya dan Maha Melihat semua [yang ada di dalam hati mereka].”


Surah Al-Isra’ Ayat 97

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا

wa may yahdillāhu fa huwal-muhtad, wa may yuḍlil fa lan tajida lahum auliyā`a min dụnih, wa naḥsyuruhum yaumal-qiyāmati ‘alā wujụhihim ‘umyaw wa bukmaw wa ṣummā, ma`wāhum jahannam, kullamā khabat zidnāhum sa’īrā

97. Dan, siapa pun yang ditunjuki Allah, dia sajalah yang menemukan jalan yang benar; sedangkan, orang-orang yang dibiarkan-Nya sesat, kamu tidak akan pernah mendapatkan siapa pun untuk melindungi mereka dari-Nya: dan [demikianlah, ketika] Kami mengumpulkan mereka pada Hari Kebangkitan, [mereka akan berbaring] telungkup dengan muka mereka, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli dengan neraka sebagai tujuannya; [dan] setiap kali [nyala api itu] mereda, Kami akan tambahkan bagi mereka kobaran nyala[nya].112


Surah Al-Isra’ Ayat 98

ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا

żālika jazā`uhum bi`annahum kafarụ bi`āyātinā wa qālū a iżā kunnā ‘iẓāmaw wa rufātan a innā lamab’ụṡụna khalqan jadīdā

98. ltulah balasan bagi mereka karena menolak ayat-ayat Kami dan karena berkata, “Setelah kami menjadi tulang belulang dan debu, akankah kami benar-benar dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?”113


Surah Al-Isra’ Ayat 99

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُورًا

a wa lam yarau annallāhallażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa qādirun ‘alā ay yakhluqa miṡlahum wa ja’ala lahum ajalal lā raiba fīh, fa abaẓ-ẓālimụna illā kufụrā

99. Dan, apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah, yang telah menciptakan lelangit dan bumi, berkuasa menciptakan mereka kembali dengan bentuk yang serupa114 dan, tidak diragukan lagi, telah menciptakan waktu bagi kebangkitan mereka?115

Namun, semua orang zalim [itu] enggan menerima apa pun kecuali keingkaran!116


Surah Al-Isra’ Ayat 100

قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا

qul lau antum tamlikụna khazā`ina raḥmati rabbī iżal la`amsaktum khasy-yatal-infāq, wa kānal-insānu qatụrā

100. Katakanlah: “Seandainya kamu menguasai seluruh gudang perbendaharaan karunia Pemeliharaku,117 lihatlah! niscaya kamu tetap akan menahan [perbendaharaan itu] erat-erat karena takut membelanjakannya [terlalu banyak]: sebab, manusia itu selalu sangat kikir [sedangkan Allah memiliki karunia yang tidak terbatas].”118


Surah Al-Isra’ Ayat 101

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

wa laqad ātainā mụsā tis’a āyātim bayyinātin fas`al banī isrā`īla iż jā`ahum fa qāla lahụ fir’aunu innī la`aẓunnuka yā mụsā mas-ḥụrā

101. DAN, SUNGGUH, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan ayat yang nyata.119

Maka, tanyakanlah kepada Bani Israil120 [untuk mengatakan kepadamu apa yang terjadi] ketika dia datang kepada mereka [dan menyeru kepada Fir’aun121] dan Fir’aun berkata kepadanya, “Sungguh, wahai Musa, menurutku engkau penuh dengan sihir!”122


Surah Al-Isra’ Ayat 102

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

qāla laqad ‘alimta mā anzala hā`ulā`i illā rabbus-samāwāti wal-arḍi baṣā`ir, wa innī la`aẓunnuka yā fir’aunu maṡbụrā

102. [Musa] menjawab, “Sungguh, engkau telah mengetahui bahwa tiada seorang pun selain Sang Pemelihara lelangit dan bumi yang menurunkan [tanda-tanda mukjizat] itu sebagai sarana pengetahuan [bagimu];123 dan sungguh, wahai Fir’aun, [karena engkau telah memilih untuk menolak tanda-tanda itu,] menurutku engkau benar-benar telah sesat!”


Surah Al-Isra’ Ayat 103

فَأَرَادَ أَنْ يَسْتَفِزَّهُمْ مِنَ الْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ جَمِيعًا

fa arāda ay yastafizzahum minal-arḍi fa agraqnāhu wa mam ma’ahụ jamī’ā

103. Lalu, Fir’aun memutuskan untuk memusnahkan mereka [dari muka] bumi—namun kemudian, Kami tenggelamkan dia bersama semua orang yang menyertainya [ke dalam laut].124


Surah Al-Isra’ Ayat 104

وَقُلْنَا مِنْ بَعْدِهِ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ اسْكُنُوا الْأَرْضَ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا

wa qulnā mim ba’dihī libanī isrā`īlaskunul-arḍa fa iżā jā`a wa’dul-ākhirati ji`nā bikum lafīfā

104. Dan setelah itu, Kami berfirman kepada Bani Israil, “Kini hiduplah dengan aman di bumi—tetapi [ingatlah bahwa] apabila janji Hari Akhir telah datang, Kami akan datangkan kamu sebagai [bagian dari] kelompok yang campur baur!”125


Surah Al-Isra’ Ayat 105

وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

wa bil-ḥaqqi anzalnāhu wa bil-ḥaqqi nazal, wa mā arsalnāka illā mubasysyiraw wa nażīrā

105. DAN, Kami turunkan [wahyu] ini sebagai petunjuk kepada kebenaran126; dengan kebenaran [sejati] inilah ia diturunkan [kepadamu, wahai Nabi]:127 sebab, Kami mengutusmu sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,


Surah Al-Isra’ Ayat 106

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

wa qur`ānan faraqnāhu litaqra`ahụ ‘alan-nāsi ‘alā mukṡiw wa nazzalnāhu tanzīlā

106. [dengan membawa] bacaan yang Kami bentangkan dengan berangsur-angsur128 agar kamu membacakannya kepada manusia sedikit demi sedikit karena Kami menurunkannya secara bertahap sebagai [satu] wahyu.129


Surah Al-Isra’ Ayat 107

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

qul āminụ bihī au lā tu`minụ, innallażīna ụtul-‘ilma ming qablihī iżā yutlā ‘alaihim yakhirrụna lil-ażqāni sujjadā

107. Katakanlah: “Berimanlah kepadanya atau tidak usah beriman.”

Perhatikanlah, orang-orang yang telah130 dianugerahi pengetahuan [bawaan] menyungkurkan muka mereka sambil bersujud begitu [kitab Ilahi] ini dibacakan kepada mereka,


Surah Al-Isra’ Ayat 108

وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا

wa yaqụlụna sub-ḥāna rabbinā ing kāna wa’du rabbinā lamaf’ụlā

108. dan berkata, “Maha Tak Terbatas Kemuliaan Pemelihara kami! Sungguh, janji Pemelihara kami telah dipenuhi!”131


Surah Al-Isra’ Ayat 109

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا

wa yakhirrụna lil-ażqāni yabkụna wa yazīduhum khusyụ’ā

109. Demikianlah, mereka menyungkurkan muka sambil menangis dan [kesadaran mereka terhadap rahmat Allah] menambah kerendah-hatian mereka.


Surah Al-Isra’ Ayat 110

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

qulid’ullāha awid’ur-raḥmān, ayyam mā tad’ụ fa lahul-asmā`ul-ḥusnā, wa lā taj-har biṣalātika wa lā tukhāfit bihā wabtagi baina żālika sabīlā

110. Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Yang Maha Penyayang; dengan nama mana pun engkau menyeru-Nya, [Dia tetap saja Yang Maha Esa—sebab,] milik-Nya-lah segala sifat-sifat kesempurnaan.”132

Dan, [berdoalah kepada-Nya; namun,] janganlah engkau terlalu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula terlalu merendahkannya, tetapi carilah jalan pertengahannya;


Surah Al-Isra’ Ayat 111

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

wa qulil-ḥamdu lillāhillażī lam yattakhiż waladaw wa lam yakul lahụ syarīkun fil-mulki wa lam yakul lahụ waliyyum minaż-żulli wa kabbir-hu takbīrā

111. dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah, yang tidak mempunyai keturunan133 dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak memiliki kelemahan sehingga tidak memerlukan bantuan apa pun”134—dan [karena itu] agungkanlah Kebesaran-Nya yang Tak Terhingga.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top