2. Al-Baqarah (Sapi Betina) – البقرة

Surat Al-Baqarah dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Baqarah ( البقرة ) merupakan surah ke 2 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Madinah. Dengan demikian, Surah Al-Baqarah tergolong Surat Madaniyah.

Nama surah ini diambil dari kisah yang diceritakan dalam ayat 67-73. Al-Baqarah merupakan surah yang pertama kali diwahyukan secara utuh setelah Nabi hijrah ke Madinah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada dua tahun pertama periode itu; namun, ayat 275-281 turun pada bulan-bulan terakhir sebelum Nabi wafat (ayat 281 diperkirakan sebagai wahyu terakhir yang diterimanya).

Diawali dengan pernyataan mengenai tujuan yang mendasari pewahyuan Al-Qur’an secara keseluruhan—yakni, sebagai petunjuk bagi manusia dalam segala urusan spiritual dan duniawi—Surah Al-Baqarah, seiring dengan penekanannya yang terus-menerus pada pentingnya kesadaran akan Allah (takwa), banyak menceritakan kesalehan yang dilakukan oleh umat penganut wahyu-wahyu terdahulu, khususnya Bani Israil. Pernyataan dalam ayat 106 tentang penggantian (nasakh) seluruh wahyu sebelumnya oleh wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sangatlah penting untuk memahami surah ini dengan benar, dan bahkan untuk memahami seluruh Al-Qur’an. Aturan-aturan hukum yang terdapat di dalam Al-Baqarah (khususnya pada bagian akhir surah)—yang menyinggung masalah etika, hubungan sosial (mu’amalah), peperangan, dan sebagainya—banyak yang merupakan akibat langsung dari pernyataan nasakh yang penting itu. Surah ini berulang-ulang menunjukkan bahwa aturan-aturan Al-Qur’an sejalan dengan kebutuhan hakiki fitrah manusia, dan tidak lain hanya merupakan kelanjutan dari petunjuk etis yang diberikan Allah kepada manusia sejak awal sejarah keberadaannya. Perhatian khusus diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s., bapak para nabi, yang pergulatan intensnya tentang gagasan keesaan Allah (tauhid) menjadi fondasi tiga agama monoteis besar; dan ditetapkannya rumah ibadah Ibrahim, Ka’bah, sebagai kiblat shalat bagi “orang-orang yang berserah diri kepada Allah” (yaitu makna dari kata muslimun, jamak dari muslim) menjadi lambang—begitulah kira-kira—identifikasi-diri secara sadar seluruh kaum yang benar-benar beriman dengan ajaran agama Ibrahim.

Keseluruhan surah ini mencakup lima doktrin Al-Qur’an, yaitu:

  1. bahwa hanya Allah yang menjadi Sumber serbacukup dari segala makhluk (Al-Qayyum, self-sufficient Fount of all being);
  2. bahwa bukti-bukti keberadaan-Nya, yang ditegaskan secara berulang-ulang oleh para nabi, dapat dijangkau oleh akal manusia;
  3. bahwa hidup yang saleh (bajik)—dan bukan sekedar percaya—merupakan konsekuensi niscaya dari persepsi intelektual tersebut;
  4. bahwa kematian jasad akan diikuti oleh kebangkitan dan pengadilan; dan
  5. bahwa semua orang yang benar-benar sadar akan tanggung jawabnya kepada Allah “tidak perlu merasa takut, dan tidak pula akan bersedih hati”.

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Baqarah Ayat 1

الم

alif lām mīm

1. Alif. Lam. Mim.1


Surah Al-Baqarah Ayat 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

2. KITAB ILAHI INI—yang tiada keraguan tentangnya—[dimaksudkan untuk menjadi] petunjuk bagi semua orang yang sadar akan Allah2*


Surah Al-Baqarah Ayat 3

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

3. yang beriman pada [adanya] hal-hal yang berada di luar jangkauan persepsi manusia,3 teguh mendirikan shalat,** dan menafkahkan untuk orang lain sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka;4


Surah Al-Baqarah Ayat 4

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn

4. dan yang beriman pada apa yang telah diturunkan kepadamu [wahai Nabi,] dan juga pada apa yang telah diturunkan sebelum zaman engkau:5 sebab, mereka itulah orang-orang yang dalam lubuk hatinya yakin akan kehidupan akhirat!


Surah Al-Baqarah Ayat 5

أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

ulā`ika ‘alā hudam mir rabbihim wa ulā`ika humul-mufliḥụn

5. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti petunjuk [yang datang] dari Pemelihara mereka; dan mereka, mereka itulah orang-orang yang akan meraih kebahagiaan!


Surah Al-Baqarah Ayat 6

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

innallażīna kafarụ sawā`un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn

6. PERHATIKANLAH, adapun orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran6—sama saja bagi mereka, baik engkau beri peringatan maupun tidak kau beri peringatan: mereka tidak akan beriman.


Surah Al-Baqarah Ayat 7

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm

7. Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, dan di mata mereka terdapat suatu tabir;7 dan derita yang dahsyat menanti mereka.


Surah Al-Baqarah Ayat 8

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn

8. Dan, ada manusia yang mengatakan, “Kami sungguh beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka itu tidak [benar-benar] beriman.


Surah Al-Baqarah Ayat 9

يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

yukhādi’ụnallāha wallażīna āmanụ, wa mā yakhda’ụna illā anfusahum wa mā yasy’urụn

9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang telah meraih iman—padahal mereka tidak menipu siapa pun, kecuali diri mereka sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.


Surah Al-Baqarah Ayat 10

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

fī qulụbihim maraḍun fa zādahumullāhu maraḍā, wa lahum ‘ażābun alīmum bimā kānụ yakżibụn

10. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah membiarkan penyakitnya itu bertambah; dan penderitaan yang pedih menanti mereka disebabkan dusta mereka yang terus-menerus.8


Surah Al-Baqarah Ayat 11

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

wa iżā qīla lahum lā tufsidụ fil arḍi qālū innamā naḥnu muṣliḥụn

11. Dan, apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kalian menyebarkan kerusakan di muka bumi,” mereka menjawab, “Kami tidak lain hanyalah mengadakan perbaikan!”


Surah Al-Baqarah Ayat 12

أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

alā innahum humul-mufsidụna wa lākil lā yasy’urụn

12. Oh, sungguh, mereka itulah orang-orang yang menyebarkan kerusakan—tetapi mereka tidak memahaminya!9


Surah Al-Baqarah Ayat 13

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ

wa iżā qīla lahum āminụ kamā āmanan-nāsu qālū a nu`minu kamā āmanas-sufahā`, alā innahum humus-sufahā`u wa lākil lā ya’lamụn

13. Dan, apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah sebagaimana orang lain telah beriman,” mereka menjawab, “Akankah kami beriman sebagaimana orang-orang yang lemah-akal itu beriman?” Oh, sungguh, mereka itulah orang-orang yang lemah-akal—tetapi mereka tidak mengetahuinya!


Surah Al-Baqarah Ayat 14

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَىٰ شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

wa iżā laqullażīna āmanụ qālū āmannā, wa iżā khalau ilā syayāṭīnihim qālū innā ma’akum innamā naḥnu mustahzi`ụn

14. Dan, apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang telah meraih iman, mereka menyatakan, “Kami beriman [seperti kalian beriman]”; tetapi ketika mereka sendirian bersama dorongan-dorongan jahat mereka10 saja, mereka berkata, “Sungguh, kami bersama kalian; kami hanyalah berolok-olok!”


Surah Al-Baqarah Ayat 15

اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

allāhu yastahzi`u bihim wa yamudduhum fī ṭugyānihim ya’mahụn

15. Allah akan memberikan balasan atas olok-olokan mereka11 dan akan membiarkan mereka sejenak dalam kesombongan mereka yang melampaui batas, tersandung ke sana kemari dalam keadaan buta:


Surah Al-Baqarah Ayat 16

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ وَمَا كَانُوا مُهْتَدِينَ

ulā`ikallażīnasytarawuḍ-ḍalālata bil-hudā fa mā rabiḥat tijāratuhum wa mā kānụ muhtadīn

16. [sebab,] mereka itulah orang-orang yang telah menukar petunjuk dengan kesesatan; dan tidaklah perniagaan itu membawa keuntungan bagi mereka, dan tidak pula mereka mendapat petunjuk [di tempat lain].


Surah Al-Baqarah Ayat 17

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ

maṡaluhum kamaṡalillażistauqada nārā, fa lammā aḍā`at mā ḥaulahụ żahaballāhu binụrihim wa tarakahum fī ẓulumātil lā yubṣirụn

17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang-orang yang menyulut api: namun, segera setelah api itu menerangi sekeliling mereka, Allah menghilangkan cahaya mereka dan membiarkan mereka dalam gelap gulita, yang di dalamnya mereka tidak dapat melihat:


Surah Al-Baqarah Ayat 18

صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ

ṣummum bukmun ‘umyun fa hum lā yarji’ụn

18. tuli, bisu, buta—dan mereka tidak dapat kembali.


Surah Al-Baqarah Ayat 19

أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ ۚ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ

au kaṣayyibim minas-samā`i fīhi ẓulumātuw wa ra’duw wa barq, yaj’alụna aṣābi’ahum fī āżānihim minaṣ-ṣawā’iqi ḥażaral-maụt, wallāhu muḥīṭum bil-kāfirīn

19. Atau seperti [perumparnaan] hujan lebat yang deras dari langit, disertai gelap gulita, guntur, dan halilintar: mereka menyumbat telinga dengan jari-jari mereka untuk menahan bunyi guntur karena takut mati; tetapi Allah meliputi [dengan kekuatan-Nya] semua orang yang mengingkari kebenaran.


Surah Al-Baqarah Ayat 20

يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ ۖ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

yakādul-barqu yakhṭafu abṣārahum, kullamā aḍā`a lahum masyau fīhi wa iżā aẓlama ‘alaihim qāmụ, walau syā`allāhu lażahaba bisam’ihim wa abṣārihim, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

20. Halilintar itu nyaris saja melenyapkan penglihatan mereka; setiap kali halilintar itu menyinari mereka, mereka berjalan menuju sinar itu, dan setiap kali kegelapan menimpa mereka, mereka berhenti.

Dan jika Allah menghendaki, Dia benar-benar dapat melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka:12 sebab, sungguh, Allah berkuasa menetapkan apa saja.


Surah Al-Baqarah Ayat 21

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yā ayyuhan-nāsu’budụ rabbakumullażī khalaqakum wallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

21. WAHAI, MANUSIA! Sembahlah Pemelihara kalian, yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang hidup sebelum kalian agar kalian senantiasa sadar kepada-Nya


Surah Al-Baqarah Ayat 22

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

allażī ja’ala lakumul-arḍa firāsyaw was-samā`a binā`aw wa anzala minas-samā`i mā`an fa akhraja bihī minaṡ-ṡamarāti rizqal lakum, fa lā taj’alụ lillāhi andādaw wa antum ta’lamụn

22. yang telah menjadikan bumi sebagai tempat istirahat bagi kalian dan langit sebagai atap, dan telah mencurahkan air dari langit sehingga menghasilkan buah-buahan sebagai rezeki kalian: maka, janganlah kalian menyatakan bahwa ada kekuatan lain yang dapat menandingi Allah,13 jika kalian mengetahui [bahwa Dia Maha Esa].


Surah Al-Baqarah Ayat 23

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa ing kuntum fī raibim mimmā nazzalnā ‘alā ‘abdinā fa`tụ bisụratim mim miṡlihī wad’ụ syuhadā`akum min dụnillāhi ing kuntum ṣādiqīn

23. Dan, jika kalian ragu terhadap bagian mana pun dari apa yang Kami turunkan secara bertahap kepada hamba Kami [Muhammad],14 buatlah sebuah surah yang setara nilainya dan panggillah siapa saja selain Allah sebagai saksi bagi kalian15—jika apa yang kalian katakan itu benar!


Surah Al-Baqarah Ayat 24

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

fa il lam taf’alụ wa lan taf’alụ fattaqun-nārallatī waqụduhan-nāsu wal-ḥijāratu u’iddat lil-kāfirīn

24. Dan, jika kalian tidak dapat melakukannya—dan pasti kalian tidak akan dapat melakukannya—sadarlah akan api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu16, yang menanti semua orang yang mengingkari kebenaran!


Surah Al-Baqarah Ayat 25

وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا ۙ قَالُوا هَٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

wa basysyirillażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti anna lahum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hār, kullamā ruziqụ min-hā min ṡamaratir rizqang qālụ hāżallażī ruziqnā ming qablu wa utụ bihī mutasyābihā, wa lahum fīhā azwājum muṭahharatuw wa hum fīhā khālidụn

25. Namun, kepada orang-orang yang telah meraih iman* dan berbuat kebajikan, sampaikanlah berita gembira bahwa bagi mereka taman-taman yang dilalui aliran sungai. Setiap kali mereka diberi buah-buahan dari taman itu sebagai rezeki mereka yang telah ditetapkan, mereka akan berkata, “Inilah yang dahulu diberikan kepada kami sebagai rezeki!”—sebab, mereka akan diberi sesuatu yang mengingatkan pada [masa lalu] itu.17 Di sana mereka akan memiliki pasangan yang suci dan di sana mereka akan hidup kekal.


Surah Al-Baqarah Ayat 26

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

innallāha lā yastaḥyī ay yaḍriba maṡalam mā ba’ụḍatan fa mā fauqahā, fa ammallażīna āmanụ fa ya’lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa ammallażīna kafarụ fa yaqụlụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, yuḍillu bihī kaṡīraw wa yahdī bihī kaṡīrā, wa mā yuḍillu bihī illal-fāsiqīn

26. Perhatikanlah, Allah tidak segan-segan mengemukakan sebuah perumpamaan seekor nyamuk atau perumpamaan sesuatu yang [bahkan] lebih rendah daripada itu.18 Adapun orang-orang yang telah meraih iman, mereka tahu bahwa (perumpamaan) itu adalah kebenaran dari Pemelihara mereka—sementara orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran berkata, “Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?”

Dengan cara ini, Dia menjadikan banyak orang tersesat, sebagaimana Dia menunjuki banyak orang ke (jalan yang) benar: namun, tiada seorang pun yang disesatkan-Nya melalui (perumpamaan) itu kecuali orang-orang yang fasik,


Surah Al-Baqarah Ayat 27

الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

allażīna yangquḍụna ‘ahdallāhi mim ba’di mīṡāqihī wa yaqṭa’ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍ, ulā`ika humul-khāsirụn

27. yang memutus ikatan mereka dengan Allah sesudah ikatan itu dibina [di dalam fitrah mereka]19 dan menceraikan apa yang telah Allah perintahkan agar dihubungkan, dan menyebarkan kerusakan di muka bumi: inilah orang-orang yang akan merugi.


Surah Al-Baqarah Ayat 28

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

kaifa takfurụna billāhi wa kuntum amwātan fa aḥyākum, ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum ṡumma ilaihi turja’ụn

28. Bagaimana kalian menyangkal Allah, padahal kalian tadinya mati, lalu Dia memberi kalian kehidupan; dan Dia akan menjadikan kalian mati, lalu kembali menghidupkan kalian, kemudian kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan?


Surah Al-Baqarah Ayat 29

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

huwallażī khalaqa lakum mā fil-arḍi jamī’an ṡummastawā ilas-samā`i fa sawwāhunna sab’a samāwāt, wa huwa bikulli syai`in ‘alīm

29. Dia-lah yang telah menciptakan untuk kalian segala yang ada di bumi, dan telah menerapkan rancangan-Nya di langit dan membentuknya menjadi tujuh langit;20 dan hanya Dia-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 30

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī jā’ilun fil-arḍi khalīfah, qālū a taj’alu fīhā may yufsidu fīhā wa yasfikud-dimā`, wa naḥnu nusabbiḥu biḥamdika wa nuqaddisu lak, qāla innī a’lamu mā lā ta’lamụn

30. DAN, LIHATLAH!21 Pemelihara kalian berkata kepada para malaikat, “Perhatikanlah, Aku hendak menjadikan seseorang di muka bumi yang akan mewarisinya.”22

Mereka berkata, “Akankah Engkau menempatkan di bumi itu (manusia) yang akan menyebarkan kerusakan di atasnya dan menumpahkan darah—padahal kami-lah yang senantiasa bertasbih memuji kemuliaan-Mu yang tiada terhingga, dan memuji Engkau, dan menguduskan nama-Mu?”

[Allah] menjawab, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”


Surah Al-Baqarah Ayat 31

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa ‘allama ādamal-asmā`a kullahā ṡumma ‘araḍahum ‘alal-malā`ikati fa qāla ambi`ụnī bi`asmā`i hā`ulā`i ing kuntum ṣādiqīn

31. Dan, Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama segala sesuatu;23 kemudian, Dia menanyakan pengetahuan para malaikat tentang nama-nama itu dan berkata, “Terangkanlah kepada-Ku nama-nama [segala sesuatu] ini, jika yang kalian katakan itu memang benar!”24


Surah Al-Baqarah Ayat 32

قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

qālụ sub-ḥānaka lā ‘ilma lanā illā mā ‘allamtanā, innaka antal-‘alīmul-ḥakīm

32. Mereka menjawab, “Maha Tak Terhingga Kemuliaan Engkau! Kami tidak memiliki pengetahuan, kecuali yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkau sajalah Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana.”


Surah Al-Baqarah Ayat 33

قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ ۖ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

qāla yā ādamu ambi`hum bi`asmā`ihim, fa lammā amba`ahum bi`asmā`ihim qāla a lam aqul lakum innī a’lamu gaibas-samāwāti wal-arḍi wa a’lamu mā tubdụna wa mā kuntum taktumụn

33. Berfirmanlah Dia, “Wahai, Adam, sampaikan kepada mereka nama-nama [segala sesuatu] ini.”

Dan, segera setelah [Adam] menyampaikan kepada mereka nama-nama itu, [Allah] berfirman, “Bukankah sudah Aku katakan kepada kalian, ‘Sungguh, hanya Aku-lah yang mengetahui realitas tersembunyi dari lelangit dan bumi, dan mengetahui semua yang kalian kemukakan dan semua yang kalian sembunyikan’?”


Surah Al-Baqarah Ayat 34

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

wa iż qulnā lil-malā`ikatisjudụ li`ādama fa sajadū illā iblīs, abā wastakbara wa kāna minal-kāfirīn

34. Dan, ketika Kami perintahkan kepada para malaikat, “Sujudlah kalian di hadapan Adam!”25—mereka semua pun bersujud, kecuali iblis yang menolak dan menyombongkan diri: dan karena itulah, dia termasuk di antara mereka yang mengingkari kebenaran.26


Surah Al-Baqarah Ayat 35

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

wa qulnā yā ādamuskun anta wa zaujukal-jannata wa kulā min-hā ragadan ḥaiṡu syi`tumā wa lā taqrabā hāżihisy-syajarata fa takụnā minaẓ-ẓālimīn

35. Dan, Kami berfirman, “Wahai, Adam, tinggallah engkau dan istrimu di taman ini,27 dan makanlah sebebas-bebasnya apa saja yang kalian kehendaki; tetapi janganlah kalian dekati pohon yang satu ini agar kalian tidak menjadi orang yang zalim.”28


Surah Al-Baqarah Ayat 36

فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

fa azallahumasy-syaiṭānu ‘an-hā fa akhrajahumā mimmā kānā fīhi wa qulnahbiṭụ ba’ḍukum liba’ḍin ‘aduww, wa lakum fil-arḍi mustaqarruw wa matā’un ilā ḥīn

36. Akan tetapi, setan menyebabkan mereka berdua tergelincir di dalamnya sehingga membuat mereka kehilangan kedudukan mereka yang semula.29 Lalu, Kami berfirman, “Turunlah kalian, [dan selanjutnya jadilah] musuh satu sama lain; dan di bumi, kalian akan memiliki tempat tinggal dan penghidupan untuk sementara!”30


Surah Al-Baqarah Ayat 37

فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

fa talaqqā ādamu mir rabbihī kalimātin fa tāba ‘alaīh, innahụ huwat-tawwābur-raḥīm

37. Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat [petunjuk] dari Pemeliharanya dan Dia menerima tobatnya: sebab, sungguh, Dia sajalah Sang Penerima Tobat, Sang Pemberi Karunia.


Surah Al-Baqarah Ayat 38

قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

qulnahbiṭụ min-hā jamī’ā, fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa man tabi’a hudāya fa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

38. [Karena walaupun] Kami berfirman, “Turunbh kalian semua dari [kedudukan] ini,” tetapi pasti akan datang kepada kalian petunjuk dari-Ku: dan orang-orang yang mengikuti petunjuk-Ku tidak perlu takut, dan tidak pula akan bersedih hati;


Surah Al-Baqarah Ayat 39

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

wallażīna kafarụ wa każżabụ bi`āyātinā ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

39. namun, orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran dan mendustakan ayat-ayat Kami—mereka ditetapkan di neraka, dan di dalamnyalah mereka akan berkediaman.


Surah Al-Baqarah Ayat 40

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa aufụ bi’ahdī ụfi bi’ahdikum, wa iyyāya far-habụn

40. WAHAl, BANI ISRAIL!31 Ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan penuhilah janji kalian kepada-Ku, [niscaya] akan Kupenuhi janji-Ku kepada kalian; dan kepada-Ku, kepada-Ku-lah kalian harus merasa gentar!


Surah Al-Baqarah Ayat 41

وَآمِنُوا بِمَا أَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ ۖ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

wa āminụ bimā anzaltu muṣaddiqal limā ma’akum wa lā takụnū awwala kāfirim bihī wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn

41. Dan, berimanlah pada apa yang [kini] Kuturunkan, yang mempertegas kebenaran yang telah kalian miliki, dan janganlah menjadi yang terdepan di antara orang-orang yang mengingkari kebenarannya; dan jangan pertukarkan ayat-ayat-Ku demi suatu keuntungan yang sepele;32 dan kepada-Ku, kepada-Ku-lah kalian hendaknya sadar!


Surah Al-Baqarah Ayat 42

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

wa lā talbisul-ḥaqqa bil-bāṭili wa taktumul-ḥaqqa wa antum ta’lamụn

42. Dan, janganlah membungkus kebenaran dengan kebatilan, dan janganlah dengan sengaja menyembunyikan kebenaran itu;33


Surah Al-Baqarah Ayat 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka’ụ ma’ar-rāki’īn

43. dan berteguhlah mendirikan shalat, berikanlah derma,34 dan tunduk rukuklah dalam shalat, bersama semua orang yang rukuk.


Surah Al-Baqarah Ayat 44

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

a ta`murụnan-nāsa bil-birri wa tansauna anfusakum wa antum tatlụnal-kitāb, a fa lā ta’qilụn

44. Apakah kalian menyuruh orang lain agar menjadi saleh, padahal kalian melupakan diri kalian sendiri—padahal kalian membaca kitab Ilahi? Tidakkah kalian hendak menggunakan akal kalian?


Surah Al-Baqarah Ayat 45

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

wasta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, wa innahā lakabīratun illā ‘alal-khāsyi’īn

45. Dan, mintalah pertolongan dalam kesabaran yang teguh dan shalat: dan sungguh, yang demikian itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang rendah hati,


Surah Al-Baqarah Ayat 46

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

allażīna yaẓunnụna annahum mulāqụ rabbihim wa annahum ilaihi rāji’ụn

46. yang yakin bahwa mereka akan bertemu Pemeliharanya, dan kepada-Nya-lah mereka akan kembali.


Surah Al-Baqarah Ayat 47

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa annī faḍḍaltukum ‘alal-‘ālamīn

47. Wahai, Bani lsrail! Ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan betapa Aku telah mengutamakan kalian di atas semua umat yang lain;


Surah Al-Baqarah Ayat 48

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun ‘an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā syafā’atuw wa lā yu`khażu min-hā ‘adluw wa lā hum yunṣarụn

48. dan sadarlah selalu [akan datangnya] suatu Hari ketika tak seorang pun akan berguna bagi yang lain sama sekali, juga syafaat* dari salah seorang di antara mereka dan tebusan dari mereka tidak akan diterima,35 dan tak seorang pun akan ditolong.


Surah Al-Baqarah Ayat 49

وَإِذْ نَجَّيْنَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ

wa iż najjainākum min āli fir’auna yasụmụnakum sū`al-‘ażābi yużabbiḥụna abnā`akum wa yastaḥyụna nisā`akum, wa fī żālikum balā`um mir rabbikum ‘aẓīm

49. Dan, [ingatlah saat] ketika Kami selamatkan kalian dari kaum Fir’aun yang menimpakan penderitaan yang kejam kepada kalian, (yakni) menyembelih anak-anak laki-Iaki kalian, dan [hanya] membiarkan hidup perempuan-perempuan kalian36—suatu cobaan yang dahsyat dari Pemelihara kalian;


Surah Al-Baqarah Ayat 50

وَإِذْ فَرَقْنَا بِكُمُ الْبَحْرَ فَأَنْجَيْنَاكُمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

wa iż faraqnā bikumul-baḥra fa anjainākum wa agraqnā āla fir’auna wa antum tanẓurụn

50. dan ketika Kami membelah laut di hadapan kalian sehingga menyelamatkan kalian dan menjadikan para pengikut Fir’aun tenggelam di depan mata kalian sendiri;


Surah Al-Baqarah Ayat 51

وَإِذْ وَاعَدْنَا مُوسَىٰ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

wa iż wā’adnā mụsā arba’īna lailatan ṡummattakhażtumul-‘ijla mim ba’dihī wa antum ẓālimụn

51. dan ketika Kami tetapkan bagi Musa empat puluh malam [di Gunung Sinai], dan selama ketidakhadirannya, kalian menyembah anak sapi [emas], sehingga kalian menjadi orang-orang zalim:**


Surah Al-Baqarah Ayat 52

ثُمَّ عَفَوْنَا عَنْكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ṡumma ‘afaunā ‘angkum mim ba’di żālika la’allakum tasykurụn

52. sekalipun begitu, bahkan setelah itu pun Kami hapuskan dosa kalian ini, supaya kalian bersyukur.37


Surah Al-Baqarah Ayat 53

وَإِذْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَالْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

wa iż ātainā mụsal-kitāba wal-furqāna la’allakum tahtadụn

53. Dan, [ingatlah suatu waktu] ketika Kami berikan kepada Musa kitab Ilahi—yang [kemudian] menjadi patokan untuk membedakan yang benar dari yang salah38—agar kalian mendapat petunjuk yang benar;


Surah Al-Baqarah Ayat 54

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

wa iż qāla mụsā liqaumihī yā qaumi innakum ẓalamtum anfusakum bittikhāżikumul-‘ijla fa tụbū ilā bāri`ikum faqtulū anfusakum, żālikum khairul lakum ‘inda bāri`ikum, fa tāba ‘alaikum, innahụ huwat-tawwābur-raḥīm

54. dan ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai, kaumku! Sungguh, kalian telah menganiaya diri sendiri dengan menyembah anak sapi; maka, bertobatlah kepada Pencipta kalian dan hinakanlah diri kalian sendiri;39 ini akan menjadi yang terbaik bagi kalian dalam pandangan Pencipta kalian.”

Dan kemudian, Dia menerima tobat kalian: sebab, perhatikanlah, hanya Dia Sang Penerima Tobat, Sang Pemberi Karunia.


Surah Al-Baqarah Ayat 55

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ نَرَى اللَّهَ جَهْرَةً فَأَخَذَتْكُمُ الصَّاعِقَةُ وَأَنْتُمْ تَنْظُرُونَ

wa iż qultum yā mụsā lan nu`mina laka ḥattā narallāha jahratan fa akhażatkumuṣ-ṣā’iqatu wa antum tanẓurụn

55. Dan, [ingatlah] ketika kalian berkata, “Hai, Musa, sungguh kami tidak akan beriman kepadamu hingga kami melihat Allah secara langsung!”—lalu petir hukuman40 menyambar kalian, sedangkan kalian menyaksikannya.


Surah Al-Baqarah Ayat 56

ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ṡumma ba’aṡnākum mim ba’di mautikum la’allakum tasykurụn

56. Namun, Kami bangkitkan kalian kembali setelah kalian menjadi bagaikan (orang) mati,41 supaya kalian bersyukur.


Surah Al-Baqarah Ayat 57

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَىٰ ۖ كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ۖ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

wa ẓallalnā ‘alaikumul-gamāma wa anzalnā ‘alaikumul-manna was-salwā, kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum, wa mā ẓalamụnā wa lāking kānū anfusahum yaẓlimụn

57. Dan, Kami jadikan awan memberi kenyamanan bagi kalian dengan bayangannya dan Kami turunkan kepada kalian hidangan dari langit dan burung puyuh, [seraya berkata,] “Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepada kalian.”

Dan, [dengan segala perbuatan dosa mereka,] mereka tidaklah menzalimi Kami—tetapi [semata-mata] menzalimi diri mereka sendiri.


Surah Al-Baqarah Ayat 58

وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ

wa iż qulnadkhulụ hāżihil-qaryata fa kulụ min-hā ḥaiṡu syi`tum ragadaw wadkhulul-bāba sujjadaw wa qụlụ ḥiṭṭatun nagfir lakum khaṭāyākum, wa sanazīdul-muḥsinīn

58. Dan, [ingatlah suatu masa] ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini,42 dan makanlah sebanyak-banyaknya dari hasil buminya sekehendak kalian; tetapi masukilah pintu gerbangnya dengan rendah hati dan ucapkanlah, ‘Bebaskanlah kami dari beban dosa-dosa kami’,43 [kemudian] Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan akan melipatgandakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan.”


Surah Al-Baqarah Ayat 59

فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

fa baddalallażīna ẓalamụ qaulan gairallażī qīla lahum fa anzalnā ‘alallażīna ẓalamụ rijzam minas-samā`i bimā kānụ yafsuqụn

59. Namun, orang-orang yang berkukuh berbuat zalim mengganti ucapan yang disampaikan kepada mereka dengan ucapan lain:44 maka, Kami timpakan atas orang-orang yang berbuat zalim itu wabah dari langit sebagai balasan atas kefasikan mereka.


Surah Al-Baqarah Ayat 60

وَإِذِ اسْتَسْقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ ۖ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُمْ ۖ كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

wa iżistasqā mụsā liqaumihī fa qulnaḍrib bi’aṣākal-ḥajar, fanfajarat min-huṡnatā ‘asyrata ‘ainā, qad ‘alima kullu unāsim masyrabahum, kulụ wasyrabụ mir rizqillāhi wa lā ta’ṡau fil-arḍi mufsidīn

60. Dan, [ingatlah] ketika Musa memohon air bagi kaumnya dan Kami jawab, “Pukullah batu itu dengan tongkatmu!”—lalu memancarlah darinya dua belas mata air sehingga semua kaum mengetahui sumber minumannya.45 [Dan, Musa berkata,] “Makan dan minumlah rezeki yang dianugerahkan Allah dan janganlah berbuat jahat di muka bumi dengan menyebarkan kerusakan.”


Surah Al-Baqarah Ayat 61

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَنْ نَصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ مِنْ بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُمْ مَا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

wa iż qultum yā mụsā lan naṣbira ‘alā ṭa’āmiw wāḥidin fad’u lanā rabbaka yukhrij lanā mimmā tumbitul-arḍu mim baqlihā wa qiṡṡā`ihā wa fụmihā wa ‘adasihā wa baṣalihā, qāla a tastabdilụnallażī huwa adnā billażī huwa khaīr, ihbiṭụ miṣran fa inna lakum mā sa`altum, wa ḍuribat ‘alaihimuż-żillatu wal-maskanatu wa bā`ụ bigaḍabim minallāh, żālika bi`annahum kānụ yakfurụna bi`āyātillāhi wa yaqtulụnan-nabiyyīna bigairil-ḥaqq, żālika bimā ‘aṣaw wa kānụ ya’tadụn

61. Dan, [ingatlah] ketika kalian berkata, “Wahai, Musa, sungguh kami tidak tahan hanya dengan satu jenis makanan; maka, mohonkanlah kepada Pemeliharamu agar Dia mendatangkan bagi kami apa saja yang tumbuh dari bumi—yaitu sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang-kacangan, dan bawang merah.”

Berkatalah [Musa], “Maukah kalian mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti sesuatu yang [jauh] lebih baik?46 Kembalilah ke Mesir dalam keadaan hina, pasti kalian dapat memperoleh apa yang kalian minta!”47

Lalu, kenistaan dan kehinaan meliputi mereka, dan mereka mendapat beban murka Allah: semua ini, karena mereka berkukuh mengingkari kebenaran pesan-pesan Allah dan membunuh para nabi dengan melanggar segala (nilai) kebenaran: semua ini, karena mereka membangkang [melawan Allah], dan berkukuh melanggar batas-batas apa yang benar.48


Surah Al-Baqarah Ayat 62

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

innallażīna āmanụ wallażīna hādụ wan-naṣārā waṣ-ṣābi`īna man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wa ‘amila ṣāliḥan fa lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

62. SUNGGUH, orang-orang yang telah meraih iman [kepada kitab Ilahi ini], juga orang-orang yang mengikuti iman Yahudi, dan orang-orang Nasrani, serta orang-orang Sabian49—semua yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta berbuat kebajikan—akan memperoleh pahala dari Pemelihara mereka; tidak perlu mereka takut, dan tidak pula mereka akan bersedih hati.50


Surah Al-Baqarah Ayat 63

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

wa iż akhażnā mīṡāqakum wa rafa’nā fauqakumuṭ-ṭụr, khużụ mā ātainākum biquwwatiw ważkurụ mā fīhi la’allakum tattaqụn

63. DAN, LIHATLAH! Telah Kami terima sumpah setia kalian, dengan menegakkan Gunung Sinai tinggi-tinggi di atas kalian,51 [dan berfirman,] “Berpegang teguhlah dengan [segala] kekuatan kalian pada apa yang Kami berikan kepada kalian dan ingatlah segala isinya agar kalian selalu sadar akan Allah!”


Surah Al-Baqarah Ayat 64

ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَكُنْتُمْ مِنَ الْخَاسِرِينَ

ṡumma tawallaitum mim ba’di żālika falau lā faḍlullāhi ‘alaikum wa raḥmatuhụ lakuntum minal-khāsirīn

64. Kemudian, kalian berpaling setelah itu! Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya terhadap kalian, niscaya kalian akan melihat diri kalian termasuk orang-orang yang merugi;


Surah Al-Baqarah Ayat 65

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِينَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِي السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

wa laqad ‘alimtumullażīna’tadau mingkum fis-sabti fa qulnā lahum kụnụ qiradatan khāsi`īn

65. karena kalian sebenarnya telah mengetahui orang-orang di antara kalian yang mencemari hari Sabtu yang suci (Sabat) lalu Kami berfirman kepada mereka, “Jadilah kalian seperti kera yang hina!”—


Surah Al-Baqarah Ayat 66

فَجَعَلْنَاهَا نَكَالًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهَا وَمَا خَلْفَهَا وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

fa ja’alnāhā nakālal limā baina yadaihā wa mā khalfahā wa mau’iẓatal lil-muttaqīn

66. dan Kami jadikan mereka sebagai contoh peringatan bagi orang-orang pada masa mereka dan bagi mereka yang datang kemudian, serta sebagai nasihat bagi semua orang yang sadar akan Allah.52


Surah Al-Baqarah Ayat 67

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تَذْبَحُوا بَقَرَةً ۖ قَالُوا أَتَتَّخِذُنَا هُزُوًا ۖ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

wa iż qāla mụsā liqaumihī innallāha ya`murukum an tażbaḥụ baqarah, qālū a tattakhiżunā huzuwā, qāla a’ụżu billāhi an akụna minal-jāhilīn

67. DAN, LIHATLAH! Musa berkata kepada kaumnya, “Perhatikanlah, Allah menyuruh kalian mengorbankan seekor sapi betina.”53

Mereka berkata, “Apakah engkau mengolok-olok kami?”

Musa menjawab, “Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi sebodoh itu!”54


Surah Al-Baqarah Ayat 68

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا فَارِضٌ وَلَا بِكْرٌ عَوَانٌ بَيْنَ ذَٰلِكَ ۖ فَافْعَلُوا مَا تُؤْمَرُونَ

qālud’u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiy, qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā fāriḍuw wa lā bikr, ‘awānum baina żālik, faf’alụ mā tu`marụn

68. Berkatalah mereka, “Mohonkanlah bagi kami kepada Pemeliharamu agar Dia menjelaskan kepada kami seperti apa sapi betina itu seharusnya.”

[Musa] menjawab, “Perhatikanlah, Dia berfirman bahwa sapi betina itu hendaknya yang tidak tua, juga tidak muda; tetapi berusia di antara keduanya. Maka, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian!”


Surah Al-Baqarah Ayat 69

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا لَوْنُهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاءُ فَاقِعٌ لَوْنُهَا تَسُرُّ النَّاظِرِينَ

qālud’u lanā rabbaka yubayyil lanā mā launuhā, qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratun ṣafrā`u fāqi’ul launuhā tasurrun-nāẓirīn

69. Berkatalah mereka, “Mohonkanlah bagi kami kepada Pemeliharamu agar Dia menjelaskan kepada kami warna sapi betina itu yang seharusnya.”

[Musa] menjawab, “Perhatikanlah, Dia berfirman bahwa sapi betina itu hendaknya yang kuning, berwarna cerah, serta menyenangkan orang-orang yang memandangnya.”


Surah Al-Baqarah Ayat 70

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ

qālud’u lanā rabbaka yubayyil lanā mā hiya innal-baqara tasyābaha ‘alainā, wa innā in syā`allāhu lamuhtadụn

70. Berkatalah mereka, “Mohonkanlah bagi kami kepada Pemeliharamu agar Dia menjelaskan kepada kami seperti apa sapi betina itu seharusnya karena bagi kami, semua sapi itu sama rupanya; sehingga, jika Allah menghendakinya, kami akan benar-benar memperoleh petunjuk!”


Surah Al-Baqarah Ayat 71

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا ۚ قَالُوا الْآنَ جِئْتَ بِالْحَقِّ ۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ

qāla innahụ yaqụlu innahā baqaratul lā żalụlun tuṡīrul-arḍa wa lā tasqil-ḥarṡ, musallamatul lā syiyata fīhā, qālul-āna ji`ta bil-ḥaqqi fa żabaḥụhā wa mā kādụ yaf’alụn

71. [Musa] menjawab, “Perhatikanlah, Dia berfirman bahwa sapi betina itu hendaknya belum pernah dipakai untuk membajak tanah atau mengairi tanaman, tidak memiliki cacat, juga tidak ada belangnya.”

Berkatalah mereka, “Akhirnya, engkau telah menunjukkan kebenaran!”—kemudian mereka mengorbankannya, meskipun mereka nyaris tidak melaksanakannya.55


Surah Al-Baqarah Ayat 72

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا ۖ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

wa iż qataltum nafsan faddāra’tum fīhā, wallāhu mukhrijum mā kuntum taktumụn

72. [Wahai, Bani Israil,] karena kalian telah membunuh seorang manusia, kemudian saling melempar kesalahan atas [kejahatan] itu—sekalipun Allah hendak menyingkapkan apa yang hendak kalian sembunyikan56


Surah Al-Baqarah Ayat 73

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا ۚ كَذَٰلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَىٰ وَيُرِيكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

fa qulnaḍribụhu biba’ḍihā, każālika yuḥyillāhul-mautā wa yurīkum āyātihī la’allakum ta’qilụn

73. Kami pun berfirman, “Terapkanlah [prinsip] ini pada sebagian dari [kasus-kasus pembunuhan yang tak terungkap] itu:57 beginilah Allah menyelamatkan kehidupan (manusia) dari kematian dan memperlihatkan kepada kalian kehendak-Nya, agar kalian dapat [belajar] menggunakan akal kalian.”58


Surah Al-Baqarah Ayat 74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

ṡumma qasat qulụbukum mim ba’di żālika fa hiya kal-ḥijārati au asyaddu qaswah, wa inna minal-ḥijārati lamā yatafajjaru min-hul-an-hār, wa inna min-hā lamā yasysyaqqaqu fa yakhruju min-hul-mā`, wa inna min-hā lamā yahbiṭu min khasy-yatillāh, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn

74. Namun, setelah semua ini, hati kalian menjadi keras dan menyerupai batu, atau bahkan lebih keras daripada itu: sebab, perhatikanlah, ada bebatuan yang memancarkan mata air; dan, perhatikanlah, ada bebatuan yang ketika dibelah mengalirkan air; dan, perhatikanlah, ada bebatuan yang meluncur jatuh karena gentar-terpukau kepada Allah.59 Dan, Allah sekali-kali tidak pernah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 75

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

a fa taṭma’ụna ay yu`minụ lakum wa qad kāna farīqum min-hum yasma’ụna kalāmallāhi ṡumma yuḥarrifụnahụ mim ba’di mā ‘aqalụhu wa hum ya’lamụn

75. LALU, mungkinkah kalian berharap bahwa mereka akan percaya pada apa yang kalian ajarkan60—mengingat bahwa banyak di antara mereka yang biasa mendengar firman Allah, lalu setelah memahaminya, menyelewengkannya dengan sengaja?61


Surah Al-Baqarah Ayat 76

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

wa iżā laqullażīna āmanụ qālū āmannā, wa iżā khalā ba’ḍuhum ilā ba’ḍing qālū a tuḥaddiṡụnahum bimā fataḥallāhu ‘alaikum liyuḥājjụkum bihī ‘inda rabbikum, a fa lā ta’qilụn

76. Sebab, apabila berjumpa dengan orang-orang yang telah meraih iman, mereka berkata, “Kami beriman [sebagaimana kalian beriman)”—tetapi, apabila mereka mendapati diri mereka (berkumpul) dengan sesama mereka saja, mereka berkata, “Apakah kalian ceritakan kepada mereka apa yang telah disingkapkan Allah kepada kalian sehingga mereka dapat menggunakannya sebagai alasan melawan kalian, dengan mengutip kata-kata Pemelihara kalian?62 Lantas, tidakkah kalian menggunakan akal?”


Surah Al-Baqarah Ayat 77

أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

a wa lā ya’lamụna annallāha ya’lamu mā yusirrụna wa mā yu’linụn

77. Maka, tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan maupun segala yang mereka nyatakan?


Surah Al-Baqarah Ayat 78

وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

wa min-hum ummiyyụna lā ya’lamụnal-kitāba illā amāniyya wa in hum illā yaẓunnụn

78. Dan, di antara mereka ada orang yang buta aksara, yang tidak mengetahui sama sekali kitab Ilahi,63 dan hanya [mengikuti] angan-angan dan bergantung pada dugaan saja.


Surah Al-Baqarah Ayat 79

فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ

fa wailul lillażīna yaktubụnal-kitāba bi`aidīhim ṡumma yaqụlụna hāżā min ‘indillāhi liyasytarụ bihī ṡamanang qalīlā, fa wailul lahum mimmā katabat aidīhim wa wailul lahum mimmā yaksibụn

79. Maka, celakalah orang-orang yang menulis, dengan tangan mereka sendiri, [sesuatu yang mereka nyatakan sebagai] kitab Ilahi, lalu berkata, “Ini dari Allah,” untuk memperoleh keuntungan sepele karenanya;64 maka, celakalah mereka akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan celakalah mereka disebabkan segala yang mereka hasilkan!


Surah Al-Baqarah Ayat 80

وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً ۚ قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ ۖ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

wa qālụ lan tamassanan-nāru illā ayyāmam ma’dụdah, qul attakhażtum ‘indallāhi ‘ahdan fa lay yukhlifallāhu ‘ahdahū am taqụlụna ‘alallāhi mā lā ta’lamụn

80. Dan, mereka berkata, “Api neraka itu pasti tidak akan menyentuh kami, kecuali selama beberapa hari tertentu saja.”65 Katakanlah [kepada mereka]: “Sudahkah kalian menerima janji dari Allah—karena Allah tidak pernah memungkiri janji-Nya ataukah kalian menisbahkan kepada Allah sesuatu yang tidak dapat kalian ketahui?”


Surah Al-Baqarah Ayat 81

بَلَىٰ مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

balā mang kasaba sayyi`ataw wa `aḥāṭat bihī khaṭī`atuhụ fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

81. Sungguh! Orang yang melakukan kejahatan dan diliputi oleh dosanya—mereka ditetapkan di neraka dan berkediaman di dalamnya;


Surah Al-Baqarah Ayat 82

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

wallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ulā`ika aṣ-ḥābul-jannah, hum fīhā khālidụn

82. adapun orang-orang yang telah meraih iman dan berbuat kebajikan—mereka ditetapkan di surga dan berkediaman di dalamnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ

wa iż akhażnā mīṡāqa banī isrā`īla lā ta’budụna illallāha wa bil-wālidaini iḥsānaw wa żil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wa qụlụ lin-nāsi ḥusnaw wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh, ṡumma tawallaitum illā qalīlam mingkum wa antum mu’riḍụn

83. DAN, LIHATLAH! Kami telah mengambil sumpah setia dari [kalian,] Bani Israil:66 “Bahwa kalian tidak akan menyembah selain Allah—dan berbuat baik kepada ibu, bapak, dan kaum kerabat kalian, anak-anak yatim dan orang-orang miskin; dan kalian harus berbicara kepada semua manusia dengan cara yang baik dan harus teguh mendirikan shalat; serta memberikan derma.”67

Akan tetapi, kalian berpaling—kecuali sebagian kecil di antara kalian—: sebab, kalian adalah kaum yang degil!68


Surah Al-Baqarah Ayat 84

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لَا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلَا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ

wa iż akhażnā mīṡāqakum lā tasfikụna dimā`akum wa lā tukhrijụna anfusakum min diyārikum ṡumma aqrartum wa antum tasy-hadụn

84. Dan, lihatlah! Kami telah mengambil sumpah setia kalian bahwa kalian tidak akan saling menumpahkan darah dan tidak akan saling mengusir dari kampung halaman kalian—lalu kalian mengikrarkannya; dan [bahkan sekarang] kalian pun menyaksikannya.


Surah Al-Baqarah Ayat 85

ثُمَّ أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

ṡumma antum hā`ulā`i taqtulụna anfusakum wa tukhrijụna farīqam mingkum min diyārihim taẓāharụna ‘alaihim bil-iṡmi wal-‘udwān, wa iy ya`tụkum usārā tufādụhum wa huwa muḥarramun ‘alaikum ikhrājuhum, a fa tu`minụna biba’ḍil-kitābi wa takfurụna biba’ḍ, fa mā jazā`u may yaf’alu żālika mingkum illā khizyun fil-ḥayātid-dun-yā, wa yaumal-qiyāmati yuraddụna ilā asyaddil-‘ażāb, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn

85. Namun, kalianlah yang saling membunuh dan mengusir sebagian masyarakat kalian sendiri dari kampung halamannya, sambil saling membantu melawan mereka dalam perbuatan dosa dan kebencian; tetapi jika mereka datang kepada kalian sebagai tawanan, kalian tebus mereka—padahal [tindakan] mengusir mereka terlarang bagi kalian.69

Maka, apakah kalian beriman pada sebagian kitab Ilahi dan mengingkari kebenaran bagian lainnya? Lalu, balasan apa bagi orang-orang di antara kalian yang berbuat demikian selain kenistaan dalam kehidupan di dunia ini dan, pada Hari Kebangkitan, hukuman berupa penderitaan yang sangat pedih? Karena, Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian perbuat.


Surah Al-Baqarah Ayat 86

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۖ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

ulā`ikallażīnasytarawul-ḥayātad-dun-yā bil-ākhirati fa lā yukhaffafu ‘an-humul-‘ażābu wa lā hum yunṣarụn

86. Orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat—penderitaannya tidak akan diringankan dan juga tidak akan ditolong!


Surah Al-Baqarah Ayat 87

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لَا تَهْوَىٰ أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

wa laqad ātainā mụsal-kitāba wa qaffainā mim ba’dihī bir-rusuli wa ātainā ‘īsabna maryamal-bayyināti wa ayyadnāhu birụḥil-qudus, a fa kullamā jā`akum rasụlum bimā lā tahwā anfusukumustakbartum, fa farīqang każżabtum wa farīqan taqtulụn

87. Karena, sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa kitab Ilahi dan mengutus rasul demi rasul sesudahnya;70 dan Kami telah memberikan kepada Isa, putra Maryam, semua bukti kebenaran dan meneguhkannya dengan ilham suci.71 [Namun,] bukankah setiap datang seorang rasul kepada kalian membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kalian, kalian menyombongkan diri, dan mendustakan sebagian mereka, dan membunuh sebagian lainnya?72


Surah Al-Baqarah Ayat 88

وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلًا مَا يُؤْمِنُونَ

wa qālụ qulụbunā gulf, bal la’anahumullāhu bikufrihim fa qalīlam mā yu`minụn

88. Akan tetapi, mereka berkata, “Hati kami telah penuh dengan pengetahuan.”73 Tidak, tetapi Allah menolak mereka karena keengganan mereka mengakui kebenaran: sebab, sedikit sekali hal-hal yang mereka imani.74


Surah Al-Baqarah Ayat 89

وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ ۚ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ

wa lammā jā`ahum kitābum min ‘indillāhi muṣaddiqul limā ma’ahum wa kānụ ming qablu yastaftiḥụna ‘alallażīna kafarụ, fa lammā jā`ahum mā ‘arafụ kafarụ bihī fa la’natullāhi ‘alal-kāfirīn

89. Dan, setiap kali datang kepada mereka suatu wahyu [baru] dari Allah, yang mempertegas kebenaran yang telah ada pada mereka—dan [ingatlah bahwa] dahulu mereka memohon kemenangan atas orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran: —setiap kali sesuatu yang mereka kenali [sebagai kebenaran] datang kepada mereka, mereka mengingkarinya. Dan, penolakan Allah merupakan balasan bagi semua orang yang mengingkari kebenaran.


Surah Al-Baqarah Ayat 90

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَىٰ غَضَبٍ ۚ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ

bi`samasytarau bihī anfusahum ay yakfurụ bimā anzalallāhu bagyan ay yunazzilallāhu min faḍlihī ‘alā may yasyā`u min ‘ibādih, fa bā`ụ bigaḍabin ‘alā gaḍab, wa lil-kāfirīna ‘ażābum muhīn

90. Betapa buruknya [keangkuhan semu] itu, yang membuat mereka menjual diri mereka sendiri dengan mengingkari kebenaran apa yang telah diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya:75 sebab, mereka mendapat beban murka Allah, terus-menerus. Dan, bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran, tersedia penderitaan yang hina.


Surah Al-Baqarah Ayat 91

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

wa iżā qīla lahum āminụ bimā anzalallāhu qālụ nu`minu bimā unzila ‘alainā wa yakfurụna bimā warā`ahụ wa huwal-ḥaqqu muṣaddiqal limā ma’ahum, qul fa lima taqtulụna ambiyā`allāhi ming qablu ing kuntum mu`minīn

91. Karena ketika mereka diperintahkan, “Berimanlah pada apa yang diturunkan Allah,” mereka menjawab, “Kami beriman [hanya] pada apa yang dirurunkan kepada kami”—dan mereka mengingkari kebenaran mana pun lainnya, meskipun kebenaran itu mempertegas kebenaran yang sudah mereka miliki.

Katakanlah, “Lalu, mengapa kalian dahulu membunuh para nabi Allah jika kalian [benar-benar] orang-orang yang beriman?”76


Surah Al-Baqarah Ayat 92

وَلَقَدْ جَاءَكُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ

wa laqad jā`akum mụsā bil-bayyināti ṡummattakhażtumul-‘ijla mim ba’dihī wa antum ẓālimụn

92. Dan sungguh, telah datang kepada kalian Musa dengan membawa semua bukti kebenaran—dan kemudian, ketika dia pergi, kalian mulai menyembah anak sapi [emas] dan bertindak zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 93

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّورَ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُمْ بِقُوَّةٍ وَاسْمَعُوا ۖ قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ ۚ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

wa iż akhażnā mīṡāqakum wa rafa’nā fauqakumuṭ-ṭụr, khużụ mā ātainākum biquwwatiw wasma’ụ, qālụ sami’nā wa ‘aṣainā wa usyribụ fī qulụbihimul-‘ijla bikufrihim, qul bi`samā ya`murukum bihī īmānukum ing kuntum mu`minīn

93. Dan, lihatlah, ketika Kami mengambil sumpah setia kalian, dengan mengangkat tinggi-tinggi Gunung Sinai di atas kalian, [seraya berfirman,] “Berpegang teguhlah dengan [segala] kekuatan kalian pada apa yang Kami berikan kepada kalian dan dengarkanlah!”

[Namun,] mereka berkata, “Kami telah dengar, tetapi kami tidak taat”77—karena hati mereka telah dipenuhi cinta nan meluap kepada anak sapi [emas] itu akibat keengganan mereka mengakui kebenaran.78

Katakanlah, “Betapa buruk apa yang diperintahkan keyakinan kalian [yang batil] itu kepada kalian—jika kalian benar-benar orang-orang beriman!”


Surah Al-Baqarah Ayat 94

قُلْ إِنْ كَانَتْ لَكُمُ الدَّارُ الْآخِرَةُ عِنْدَ اللَّهِ خَالِصَةً مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

qul ing kānat lakumud-dārul-ākhiratu ‘indallāhi khāliṣatam min dụnin-nāsi fa tamannawul-mauta ing kuntum ṣādiqīn

94. Katakanlah: “Jika kehidupan akhirat bersama Allah itu hanya untuk kalian, bukan untuk orang lain,79 seharusnya kalian merindukan kematian—jika apa yang kalian katakan itu memang benar!”


Surah Al-Baqarah Ayat 95

وَلَنْ يَتَمَنَّوْهُ أَبَدًا بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

wa lay yatamannauhu abadam bimā qaddamat aidīhim, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn

95. Akan tetapi, mereka tidak akan pernah merindukan kematian itu karena [mereka sadar] akan perbuatan tangan mereka di dunia ini: dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 96

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ

wa latajidannahum aḥraṣan-nāsi ‘alā ḥayāh, wa minallażīna asyrakụ yawaddu aḥaduhum lau yu’ammaru alfa sanah, wa mā huwa bimuzaḥziḥihī minal-‘ażābi ay yu’ammar, wallāhu baṣīrum bimā ya’malụn

96. Dan, engkau pasti akan mendapati bahwa mereka terikat kepada kehidupan dengan lebih hebat ketimbang manusia mana pun, bahkan melebihi orang-orang yang berkukuh menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah: masing-masing di antara mereka itu ingin hidup seribu tahun, meskipun pemberian hidup yang lama itu tidak akan dapat menyelamatkannya dari penderitaan [di akhirat]: karena Allah Maha Mengetahui semua yang mereka kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 97

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

qul mang kāna ‘aduwwal lijibrīla fa innahụ nazzalahụ ‘alā qalbika bi`iżnillāhi muṣaddiqal limā baina yadaihi wa hudaw wa busyrā lil-mu`minīn

97. KATAKANLAH [wahai Nabi]: “Siapa saja yang menjadi musuh Jibril”—yang, sungguh, dengan izin Allah telah menurunkan ke atas hatimu [kitab Ilahi] ini, yang mempertegas kebenaran apa pun yang masih ada [dari wahyu-wahyu terdahulu], dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman—:


Surah Al-Baqarah Ayat 98

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

mang kāna ‘aduwwal lillāhi wa malā`ikatihī wa rusulihī wa jibrīla wa mīkāla fa innallāha ‘aduwwul lil-kāfirīn

98. “siapa saja yang menjadi musuh Allah, para malaikat-Nya, dan rasul-Nya, termasuk Jibril dan Mikail, [hendaknya mengetahui bahwa,] sungguh, Allah adalah musuh semua orang yang mengingkari kebenaran.”80


Surah Al-Baqarah Ayat 99

وَلَقَدْ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ وَمَا يَكْفُرُ بِهَا إِلَّا الْفَاسِقُونَ

wa laqad anzalnā ilaika āyātim bayyināt, wa mā yakfuru bihā illal-fāsiqụn

99. Karena, sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tiada yang mengingkari kebenarannya kecuali orang-orang yang fasik.


Surah Al-Baqarah Ayat 100

أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا نَبَذَهُ فَرِيقٌ مِنْهُمْ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

a wa kullamā ‘āhadụ ‘ahdan nabażahụ farīqum min-hum, bal akṡaruhum lā yu`minụn

100. Bukankah setiap kali mereka mengikat janji [dengan Allah], sebagian mereka menolaknya? Tidak, sungguh: kebanyakan dari mereka tidaklah beriman.


Surah Al-Baqarah Ayat 101

وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

wa lammā jā`ahum rasụlum min ‘indillāhi muṣaddiqul limā ma’ahum nabaża farīqum minallażīna ụtul-kitāba kitāballāhi warā`a ẓuhụrihim ka`annahum lā ya’lamụn

101. Dan [bahkan kini,] ketika datang kepada mereka seorang rasul Allah, yang mempertegas kebenaran yang telah mereka miliki, sebagian orang yang sebelumnya telah diberi wahyu memunggungi kitab Ilahi itu, seolah-olah mereka tidak memahami [apa yang dikatakannya],81


Surah Al-Baqarah Ayat 102

وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَانَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ ۚ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

wattaba’ụ mā tatlusy-syayāṭīnu ‘alā mulki sulaimān, wa mā kafara sulaimānu wa lākinnasy-syayāṭīna kafarụ yu’allimụnan-nāsas-siḥra wa mā unzila ‘alal-malakaini bibābila hārụta wa mārụt, wa mā yu’allimāni min aḥadin ḥattā yaqụlā innamā naḥnu fitnatun fa lā takfur, fa yata’allamụna min-humā mā yufarriqụna bihī bainal-mar’i wa zaujih, wa mā hum biḍārrīna bihī min aḥadin illā bi`iżnillāh, wa yata’allamụna mā yaḍurruhum wa lā yanfa’uhum, wa laqad ‘alimụ lamanisytarāhu mā lahụ fil-ākhirati min khalāq, wa labi`sa mā syarau bihī anfusahum, lau kānụ ya’lamụn

102. dan [malah] mengikuti apa yang biasa dilakukan oleh yang jahat-jahat pada masa kerajaan Sulaiman—karena bukan Sulaiman-lah yang mengingkari kebenaran, melainkan yang jahat-jahat itulah yang mengingkarinya dengan mengajarkan sihir kepada manusia82—; dan [mereka mengikuti] apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia, Harut dan Marut—meskipun keduanya ini tidak pernah mengajarkannya kepada orang lain kecuali terlebih dahulu berkata, “Kami tidak lain hanyalah godaan untuk (melakukan) kejahatan: maka, janganlah kalian mengingkari kebenaran [dari Allah]!”83 Dan, mereka belajar dari keduanya ini bagaimana menciptakan perselisihan di antara seorang suami dan istrinya; namun, mengingat mereka tidak bisa membahayakan siapa pun dengannya kecuali dengan izin Allah, mereka tidak lain mempelajari pengetahuan yang hanya membahayakan diri mereka sendiri dan tidak memberi manfaat kepada mereka—padahal mereka sungguh tahu bahwa siapa saja yang mempelajari [pengetahuan] ini tidak akan mendapat bagian kebaikan dalam kehidupan akhirat.84 Sebab, sungguh buruk [kemampuan] itu, yang deminya mereka menjual diri—andai mereka mengetahuinya!


Surah Al-Baqarah Ayat 103

وَلَوْ أَنَّهُمْ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَمَثُوبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ خَيْرٌ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

walau annahum āmanụ wattaqau lamaṡụbatum min ‘indillāhi khaīr, lau kānụ ya’lamụn

103. Dan, andaikan mereka beriman dan sadar kepada-Nya, ganjaran dari Allah pasti akan membawa kebaikan bagi mereka—andai mereka mengetahuinya!


Surah Al-Baqarah Ayat 104

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقُولُوا رَاعِنَا وَقُولُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوا ۗ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā taqụlụ rā’inā wa qụlunẓurnā wasma’ụ wa lil-kāfirīna ‘ażābun alīm

104. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Janganlah kalian berkata [kepada Nabi], “Dengarkanlah kami,” alih-alih katakanlah, “Bersabarlah terhadap kami,” dan dengarkanlah [dia] karena penderitaan yang pedih menanti orang-orang yang mengingkari kebenaran.85


Surah Al-Baqarah Ayat 105

مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

mā yawaddullażīna kafarụ min ahlil-kitābi wa lal-musyrikīna ay yunazzala ‘alaikum min khairim mir rabbikum, wallāhu yakhtaṣṣu biraḥmatihī may yasyā`, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm

105. Baik para penganut wahyu terdahulu yang berkukuh mengingkari kebenaran, maupun orang-orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah, sama sekali tidak ingin melihat kebaikan apa pun86 diturunkan Pemelihara kalian kepada kalian; tetapi Allah mengkhususkan rahmat-Nya bagi siapa saja yang Dia kehendaki—sebab, Allah memiliki karunia yang melimpah tak terhingga.


Surah Al-Baqarah Ayat 106

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا ۗ أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

mā nansakh min āyatin au nunsihā na`ti bikhairim min-hā au miṡlihā, a lam ta’lam annallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

106. Risalah mana saja yang Karmi hapuskan atau yang Kami jadikan ia terlupakan, Kami ganti dengan risalah yang lebih baik atau yang serupa dengannya.87

Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah berkuasa menerapkan segala sesuatu?


Surah Al-Baqarah Ayat 107

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

a lam ta’lam annallāha lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍ, wa mā lakum min dụnillāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr

107. Tidakkah engkau mengetahui bahwa milik Allah-lah kekuasaan atas lelangit dan bumi, dan bahwa kalian tidak memiliki pelindung atau penolong selain Allah?


Surah Al-Baqarah Ayat 108

أَمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَسْأَلُوا رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوسَىٰ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ

am turīdụna an tas`alụ rasụlakum kamā su`ila mụsā ming qabl, wa may yatabaddalil-kufra bil-īmāni fa qad ḍalla sawā`as-sabīl

108. Apakah kalian, mungkin, meminta kepada Rasul yang telah diutus kepada kalian sesuatu yang pada zaman dahulu juga dimintakan kepada Musa? Akan tetapi, siapa saja yang memilih untuk menolak [bukti] kebenaran, dan bukannya mengimani kebenaran itu,88 telah tersesat dari jalan yang benar.


Surah Al-Baqarah Ayat 109

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

wadda kaṡīrum min ahlil-kitābi lau yaruddụnakum mim ba’di īmānikum kuffārā, ḥasadam min ‘indi anfusihim mim ba’di mā tabayyana lahumul-ḥaqq, fa’fụ waṣfaḥụ ḥattā ya`tiyallāhu bi`amrih, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

109. Karena kedengkian egois mereka, banyak di antara para penganut wahyu-wahyu terdahulu* ingin mengajak kalian kembali mengingkari kebenaran setelah kalian meraih iman—[bahkan] setelah kebenaran itu jelas bagi mereka. Meskipun demikian, maafkanlah dan berlapang dadalah hingga Allah mewujudkan ketetapan-Nya: perhatikanlah, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 110

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāh, wa mā tuqaddimụ li`anfusikum min khairin tajidụhu ‘indallāh, innallāha bimā ta’malụna baṣīr

110. Dan, berteguhlah dalam mendirikan shalat, dan tunaikanlah zakat; sebab, perbuatan baik apa pun yang kalian lakukan bagi diri kalian, kalian akan menemukannya di sisi Allah: perhatikanlah, Allah melihat semua yang kalian lakukan.


Surah Al-Baqarah Ayat 111

وَقَالُوا لَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ كَانَ هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ تِلْكَ أَمَانِيُّهُمْ ۗ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

wa qālụ lay yadkhulal-jannata illā mang kāna hụdan au naṣārā, tilka amāniyyuhum, qul hātụ bur-hānakum ing kuntum ṣādiqīn

111. DAN, MEREKA mendaku,89 “Tak seorang pun akan masuk surga, kecuali orang Yahudi”—atau “orang Nasrani”. Demikianlah khayalan mereka. Katakanlah: “Tunjukkanlah suatu bukti atas pernyataan kalian itu,90 jika yang kalian katakan itu benar!”


Surah Al-Baqarah Ayat 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِنْدَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

balā man aslama waj-hahụ lillāhi wa huwa muḥsinun fa lahū ajruhụ ‘inda rabbihī wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

112. Tidak, sungguh: siapa pun yang menyerahkan sepenuh dirinya kepada Allah,91 dan juga berbuat baik, akan memperoleh ganjaran di sisi Pemeliharanya; orang-orang seperti ini tidak perlu takut, dan tidak pula akan bersedih hati.92


Surah Al-Baqarah Ayat 113

وَقَالَتِ الْيَهُودُ لَيْسَتِ النَّصَارَىٰ عَلَىٰ شَيْءٍ وَقَالَتِ النَّصَارَىٰ لَيْسَتِ الْيَهُودُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۚ فَاللَّهُ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

wa qālatil-yahụdu laisatin-naṣārā ‘alā syai`iw wa qālatin-naṣārā laisatil-yahụdu ‘alā syai`iw wa hum yatlụnal-kitāb, każālika qālallażīna lā ya’lamụna miṡla qaulihim, fallāhu yaḥkumu bainahum yaumal-qiyāmati fīmā kānụ fīhi yakhtalifụn

113. Lebih lanjut, orang-orang Yahudi menegaskan, “Orang-orang Nasrani itu sama sekali tidak mempunyai landasan yang benar bagi keimanan mereka,” sementara orang-orang Nasrani berkata, “Orang-orang Yahudi itu sama sekali tidak mempunyai landasan yang benar bagi keimanan mereka”—dan keduanya saling mengutip kitab Ilahi! Demikianlah, orang-orang yang tak berpengetahuan pun [selalu] mengatakan seperti yang mereka katakan;93 tetapi Allah-lah yang akan memberi keputusan di antara mereka pada Hari Kebangkitan tentang segala yang biasa mereka perselisihkan.94


Surah Al-Baqarah Ayat 114

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

wa man aẓlamu mim mam mana’a masājidallāhi ay yużkara fīhasmuhụ wa sa’ā fī kharābihā, ulā`ika mā kāna lahum ay yadkhulụhā illā khā`ifīn, lahum fid-dun-yā khizyuw wa lahum fil-ākhirati ‘ażābun ‘aẓīm

114. Karena itu, adakah yang lebih zalim selain dari orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah di rumah-rumah ibadah-Nya [yang mana pun] dan berusaha keras merobohkannya, [padahal] mereka itu tidak berhak masuk ke dalamnya kecuali dengan rasa takut [kepada Allah]?95 Bagi mereka disediakan kenistaan di dunia ini; dan bagi mereka disediakan penderitaan yang mengerikan di akhirat.


Surah Al-Baqarah Ayat 115

وَلِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

wa lillāhil-masyriqu wal-magribu fa ainamā tuwallụ fa ṡamma waj-hullāh, innallāha wāsi’un ‘alīm

115. Dan, kepunyaan Allah-lah timur dan barat: dan ke mana pun kalian berpaling, di sanalah wajah Allah. Perhatikanlah, Allah Maha Tak Terhingga dan Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 116

وَقَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۖ بَلْ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ كُلٌّ لَهُ قَانِتُونَ

wa qāluttakhażallāhu waladan sub-ḥānah, bal lahụ mā fis-samāwāti wal-arḍ, kullul lahụ qānitụn

116. Dan, sungguhpun begitu, sebagian orang menyatakan, “Allah telah mengambil untuk diri-Nya sendiri seorang anak laki-laki!” Maha Tak Terhingga Kemuliaan-Nya!96

Tidak! Akan tetapi, kepunyaan-Nya-lah segala yang ada di lelangit dan di bumi; seluruhnya tunduk kepada kehendak-Nya dengan tulus.


Surah Al-Baqarah Ayat 117

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

badī’us-samāwāti wal-arḍ, wa iżā qaḍā amran fa innamā yaqụlu lahụ kun fa yakụn

117. Dia-lah Yang Memulai Penciptaan lelangit dan bumi: dan manakala Dia menetapkan untuk menjadikan sesuatu, Dia hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah”—maka, terjadilah ia!


Surah Al-Baqarah Ayat 118

وَقَالَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ لَوْلَا يُكَلِّمُنَا اللَّهُ أَوْ تَأْتِينَا آيَةٌ ۗ كَذَٰلِكَ قَالَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِثْلَ قَوْلِهِمْ ۘ تَشَابَهَتْ قُلُوبُهُمْ ۗ قَدْ بَيَّنَّا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

wa qālallażīna lā ya’lamụna lau lā yukallimunallāhu au ta`tīnā āyah, każālika qālallażīna ming qablihim miṡla qaulihim, tasyābahat qulụbuhum, qad bayyannal-āyāti liqaumiy yụqinụn

118. DAN, [hanya] orang-orang yang tak berpengetahuan[lah yang] berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara kepada kami dan tidak pula ada suatu tanda [yang menakjubkan] ditunjukkan kepada kami?” Demikianlah, orang-orang yang hidup sebelum zaman mereka97 pun mengatakan seperti yang mereka katakan: hati mereka serupa. Sungguh, Kami telah menjadikan semua tanda-tanda tampak jelas bagi orang-orang yang dianugerahi keyakinan batin yang mendalam.


Surah Al-Baqarah Ayat 119

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا ۖ وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ

innā arsalnāka bil-ḥaqqi basyīraw wa nażīraw wa lā tus`alu ‘an aṣ-ḥābil-jaḥīm

119. Sungguh, Kami telah mengutus engkau [wahai Nabi] dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan: dan engkau tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas orang-orang yang ditetapkan di neraka yang berkobar.


Surah Al-Baqarah Ayat 120

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

wa lan tarḍā ‘angkal-yahụdu wa lan-naṣārā ḥattā tattabi’a millatahum, qul inna hudallāhi huwal-hudā, wa la`inittaba’ta ahwā`ahum ba’dallażī jā`aka minal-‘ilmi mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā naṣīr

120. Karena, orang-orang Yahudi itu tidak akan pernah senang kepadamu, demikian pula orang-orang Nasrani, kecuali engkau mengikuti keyakinan mereka. Katakanlah: “Perhatikan, hanya petunjuk Allah-lah yang benar.”

Dan sungguh, jika engkau mengikuti pandangan sesat mereka setelah semua pengetahuan datang kepadamu, engkau tidak akan memiliki siapa pun yang akan melindungimu dari Allah, juga tidak memiliki siapa pun yang akan memberi pertolongan.


Surah Al-Baqarah Ayat 121

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

allażīna ātaināhumul-kitāba yatlụnahụ ḥaqqa tilāwatih, ulā`ika yu`minụna bih, wa may yakfur bihī fa ulā`ika humul-khāsirụn

121. Orang-orang yang telah Kami beri kitab Ilahi [dan yang] mengikutinya sebagaimana seharusnya ia diikuti98—mereka itulah yang [benar-benar] beriman kepadanya; sedangkan semua yang memilih mengingkari kebenarannya—mereka itulah orang-orang yang merugi!


Surah Al-Baqarah Ayat 122

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَنِّي فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ

yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa annī faḍḍaltukum ‘alal-‘ālamīn

122. WAHAI, BANI ISRAIL! ingatlah nikmat-nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepada kalian, dan betapa Aku telah mengutamakan kalian di atas semua umat yang lain;


Surah Al-Baqarah Ayat 123

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

wattaqụ yaumal lā tajzī nafsun ‘an nafsin syai`aw wa lā yuqbalu min-hā ‘adluw wa lā tanfa’uhā syafā’atuw wa lā hum yunṣarụn

123. dan sadarlah selalu akan [datangnya] suatu Hari ketika tak seorang manusia pun dapat berguna bagi yang lain, dan tidak pula akan diterima tebusan dari siapa pun di antara mereka, dan tidak pula berguna syafaat bagi mereka, dan tak satu pun dari mereka akan ditolong.99


Surah Al-Baqarah Ayat 124

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

wa iżibtalā ibrāhīma rabbuhụ bikalimātin fa atammahunn, qāla innī jā’iluka lin-nāsi imāmā, qāla wa min żurriyyatī, qāla lā yanālu ‘ahdiẓ-ẓālimīn

124. Dan, [ingatlah ini:] tatkala Ibrahim diuji Pemeliharanya dengan beberapa perintah[-Nya] dan Ibrahim memenuhinya,100 Dia berfirman, “Perhatikanlah, Aku akan menjadikanmu seorang pemimpin bagi manusia.”

Ibrahim bertanya, “Dan, [akankah Engkau menjadikan] para keturunanku juga [sebagai pemimpin]?”

[Allah] menjawab, “Janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang yang zalim.”101


Surah Al-Baqarah Ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

wa iż ja’alnal-baita maṡābatal lin-nāsi wa amnā, wattakhiżụ mim maqāmi ibrāhīma muṣallā, wa ‘ahidnā ilā ibrāhīma wa ismā’īla an ṭahhirā baitiya liṭ-ṭā`ifīna wal-‘ākifīna war-rukka’is-sujụd

125. DAN, LIHATLAH! Kami jadikan bangunan suci itu sebagai tujuan bagi manusia sehingga dapat selalu melakukan perbaikan, dan (sebagai) tempat perlindungan:102 maka, jadikanlah tempat, di mana Ibrahim pernah berdiri, itu sebagai tempat shalat kalian.103

Dan demikianlah, Kami perintahkan Ibrahim dan Isma’il: “Sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang akan melakukan tawaf104 bagi orang-orang yang akan tinggal di dekatnya untuk beriktikaf,* dan bagi orang-orang yang rukuk dan sujud [dalam shalat].”


Surah Al-Baqarah Ayat 126

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wa iż qāla ibrāhīmu rabbij’al hāżā baladan āminaw warzuq ahlahụ minaṡ-ṡamarāti man āmana min-hum billāhi wal-yaumil-ākhir, qāla wa mang kafara fa umatti’uhụ qalīlan ṡumma aḍṭarruhū ilā ‘ażābin-nār, wa bi`sal-maṣīr

126. Dan lihatlah, Ibrahim berdoa, “Wahai, Pemeliharaku! Jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan anugerahkanlah rezeki yang melimpah** kepada penduduknya—di antara mereka yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.”

[Allah] menjawab, “Dan, siapa saja yang mengingkari kebenaran, akan Aku biarkan dia bersenang-senang sesaat—tetapi akhirnya Aku akan menggiringnya ke derita neraka: suatu akhir perjalanan yang amat buruk!”


Surah Al-Baqarah Ayat 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

wa iż yarfa’u ibrāhīmul-qawā’ida minal-baiti wa ismā’īl, rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī’ul-‘alīm

127. Dan, ketika Ibrahim dan Isma’il menegakkan fondasi bangunan suci itu, [mereka berdoa,] “Wahai, Pemelihara kami! Terimalah ini dari kami: sebab, sungguh, Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui!


Surah Al-Baqarah Ayat 128

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

rabbanā waj’alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal laka wa arinā manāsikanā wa tub ‘alainā, innaka antat-tawwābur-raḥīm

128. “Wahai, Pemelihara kami! Jadikanlah kami orang yang pasrah kepada-Mu, jadikanlah keturunan kami105 umat yang pasrah kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara beribadah kami, dan terimalah tobat kami: sebab, sungguh, hanya Engkau-lah Sang Penerima Tobat, Sang Pemberi Rahmat!


Surah Al-Baqarah Ayat 129

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

rabbanā wab’aṡ fīhim rasụlam min-hum yatlụ ‘alaihim āyātika wa yu’allimuhumul-kitāba wal-ḥikmata wa yuzakkīhim, innaka antal-‘azīzul-ḥakīm

129. “Wahai, Pemelihara kami! Bangkitkanlah di antara keturunan kami106 seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan menyampaikan kepada mereka pesan-pesan-Mu, dan mengajarkan kepada mereka wahyu dan hikmah, serta menyebabkan mereka tumbuh dalam kesucian: sebab, sungguh, hanya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana!”


Surah Al-Baqarah Ayat 130

وَمَنْ يَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ

wa may yargabu ‘am millati ibrāhīma illā man safiha nafsah, wa laqadiṣṭafaināhu fid-dun-yā, wa innahụ fil-ākhirati laminaṣ-ṣāliḥīn

130. Dan, siapakah yang akan meninggalkan keyakinan Ibrahim, kecuali orang yang lemah-akal, mengingat bahwa Kami benar-benar telah memuliakannya di dunia ini dan bahwa, sungguh, dia di akhirat benar-benar termasuk orang yang saleh?


Surah Al-Baqarah Ayat 131

إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ

iż qāla lahụ rabbuhū aslim qāla aslamtu lirabbil-‘ālamīn

131. Ketika Pemeliharanya berfirman kepadanya, “Berserah dirilah kepada-Ku!”—dia menjawab, “Aku telah berserah diri kepada[-Mu], Pemelihara seluruh alam.”


Surah Al-Baqarah Ayat 132

وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

wa waṣṣā bihā ibrāhīmu banīhi wa ya’qụb, yā baniyya innallāhaṣṭafā lakumud-dīna fa lā tamụtunna illā wa antum muslimụn

132. Dan, memang hal inilah yang telah diwasiatkan oleh Ibrahim kepada anak-anaknya dan [juga diwasiatkan] oleh Ya’qub: “Wahai, anak-anakku! Perhatikanlah, Allah telah menganugerahkan kepada kalian agama yang paling murni; maka, jangan biarkan kematian merenggut kalian, kecuali kalian telah berserah diri kepada-Nya.”


Surah Al-Baqarah Ayat 133

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

am kuntum syuhadā`a iż ḥaḍara ya’qụbal-mautu iż qāla libanīhi mā ta’budụna mim ba’dī, qālụ na’budu ilāhaka wa ilāha ābā`ika ibrāhīma wa ismā’īla wa is-ḥāqa ilāhaw wāḥidā, wa naḥnu lahụ muslimụn

133. Tidak, tetapi kalian [sendiri, wahai Bani Israil,] menyaksikan107 bahwa ketika maut menghampiri Ya’qub, dia berkata kepada anak-anaknya, “Siapa yang akan kalian sembah sepeninggalku?”

Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il,108 dan Ishaq; Tuhan Yang Maha Esa; dan kepada-Nya kami akan berserah diri.”


Surah Al-Baqarah Ayat 134

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

tilka ummatung qad khalat, lahā mā kasabat wa lakum mā kasabtum, wa lā tus`alụna ‘ammā kānụ ya’malụn

134. Kini, umat itu telah berlalu; terhadap mereka akan diperhitungkan apa yang telah mereka usahakan dan terhadap kalian apa yang telah kalian usahakan; dan kalian tidak akan dihakimi berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan.109


Surah Al-Baqarah Ayat 135

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ تَهْتَدُوا ۗ قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

wa qālụ kụnụ hụdan au naṣārā tahtadụ, qul bal millata ibrāhīma ḥanīfā, wa mā kāna minal-musyrikīn

135. DAN, MEREKA berkata, “Jadilah Yahudi”—atau “Nasrani”—“niscaya kalian akan berada di jalan yang benar.” Katakanlah: “Tidak, tetapi [jalan kami] adalah keyakinan Ibrahim, yang berpaling dari semua yang batil,110 dan dia bukanlah termasuk orang yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah.”


Surah Al-Baqarah Ayat 136

قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

qụlū āmannā billāhi wa mā unzila ilainā wa mā unzila ilā ibrāhīma wa ismā’īla wa is-ḥāqa wa ya’qụba wal-asbāṭi wa mā ụtiya mụsā wa ‘īsā wa mā ụtiyan-nabiyyụna mir rabbihim, lā nufarriqu baina aḥadim min-hum wa naḥnu lahụ muslimụn

136. atakanlah: “Kami beriman pada Allah dan pada apa yangtelah diturunkan kepada kami, serta pada apa yang di turunkan kepada lbrahim, Isma’il, lshaq, Ya’qub, dan keturunan mereka,111 dan pada apa yang telah disampaikan kepada Musa dan lsa, serta pada apa yang disampaikan kepada semua nabi [lain] oleh Pemelihara mereka: kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka.112 Dan, kepada-Nya-lah kami berserah diri.”


Surah Al-Baqarah Ayat 137

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا ۖ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

fa in āmanụ bimiṡli mā āmantum bihī fa qadihtadau, wa in tawallau fa innamā hum fī syiqāq, fa sayakfīkahumullāh, wa huwas-samī’ul-‘alīm

137. Dan, jika [orang lain] akhirnya beriman seperti kalian beriman, mereka pasti akan menemukan diri mereka berada pada jalan yang lurus; dan jika mereka berpaling, mereka sendirilah yang akan terbenam dalam kesalahan, dan Allah akan melindungi kalian dari mereka: sebab, hanya Dia-lah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 138

صِبْغَةَ اللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً ۖ وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ

ṣibgatallāh, wa man aḥsanu minallāhi ṣibgataw wa naḥnu lahụ ‘ābidụn

138. [Katakanlah: “Hidup kami mendapatkan] corak[nya] dari Allah! Dan, siapakah yang dapat memberikan corak [pada kehidupan] lebih baik daripada Allah, jika kita benar-benar menyembah-Nya?”


Surah Al-Baqarah Ayat 139

قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ

qul a tuḥājjụnanā fillāhi wa huwa rabbunā wa rabbukum, wa lanā a’mālunā wa lakum a’mālukum, wa naḥnu lahụ mukhliṣụn

139. Katakanlah [kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani]: “Apakah kalian berdebat dengan kami tentang Allah?113 Padahal, Dia-lah Pemelihara kami dan Pemelihara kalian—terhadap kamilah, perbuatan kami akan diperhitungkan dan terhadap kalianlah, perbuatan kalian; dan hanya kepada-Nya-lah kami membaktikan diri.”


Surah Al-Baqarah Ayat 140

أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

am taqụlụna inna ibrāhīma wa ismā’īla wa is-ḥāqa wa ya’qụba wal-asbāṭa kānụ hụdan au naṣārā, qul a antum a’lamu amillāh, wa man aẓlamu mim mang katama syahādatan ‘indahụ minallāh, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn

140. “Apakah kalian menyatakan bahwa Ibrahim, lsma’il, Ishaq, Ya’qub, dan keturunannya itu ‘orang-orang Yahudi’ atau ‘Nasrani’?”114 Katakanlah: “Apakah kalian yang lebih mengetahui daripada Allah? Dan, siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian yang telah diberikan Allah kepadanya?”115 Namun, Allah sama sekali tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 141

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

tilka ummatung qad khalat, lahā mā kasabat wa lakum mā kasabtum, wa lā tus`alụna ‘ammā kānụ ya’malụn

141. “Itulah umat yang telah lalu; terhadap mereka akan diperhitungkan apa yang telah mereka usahakan dan terhadap kalian apa yang telah kalian usahakan; dan kalian tidak akan dihakimi berdasarkan apa yang telah mereka kerjakan.”


Surah Al-Baqarah Ayat 142

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

sayaqụlus-sufahā`u minan-nāsi mā wallāhum ‘ang qiblatihimullatī kānụ ‘alaihā, qul lillāhil-masyriqu wal-magrib, yahdī may yasyā`u ilā ṣirāṭim mustaqīm

142. ORANG-ORANG yang lemah-akal di antara manusia akan berkata, “Apa yang membuat mereka berpaling dari arah shalat yang selama ini mereka jalani?”116

Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”117


Surah Al-Baqarah Ayat 143

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

wa każālika ja’alnākum ummataw wasaṭal litakụnụ syuhadā`a ‘alan-nāsi wa yakụnar-rasụlu ‘alaikum syahīdā, wa mā ja’alnal-qiblatallatī kunta ‘alaihā illā lina’lama may yattabi’ur-rasụla mim may yangqalibu ‘alā ‘aqibaīh, wa ing kānat lakabīratan illā ‘alallażīna hadallāh, wa mā kānallāhu liyuḍī’a īmānakum, innallāha bin-nāsi lara`ụfur raḥīm

143. Dan karena itu, Kami telah menetapkan kalian menjadi umat pertengahan,118 agar [melalui kehidupan kalian,] kalian dapat menjadi saksi terhadap kebenaran di hadapan seluruh manusia dan agar Rasul dapat menjadi saksi terhadap hal itu di hadapan kalian.119

Dan, tidaklah Kami tetapkan [bagi umat ini] kiblat yang sebelumnya telah menjadi kiblatmu [wahai Nabi], melainkan semata-mata agar Kami dapat membuat pembedaan yang jelas antara mereka yang mengikuti Rasul dan mereka yang tiba-tiba berpaling itu: sebab, (pemindahan kiblat) ini benar-benar merupakan suatu ujian yang berat bagi semua, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk dengan benar oleh Allah.120 Namun, Allah pasti tidak akan lengah terhadap iman kalian sebab, perhatikanlah, Allah Maha Melimpahkan Kasih terhadap manusia, Maha Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 144

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

qad narā taqalluba waj-hika fis-samā`, fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām, wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrah, wa innallażīna ụtul-kitāba laya’lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ya’malụn

144. Kami telah melihatmu [wahai Nabi] sering menengadah ke langit [memohon petunjuk]: dan sekarang, Kami sungguh akan memalingkan engkau ke kiblat yang akan memuaskan keinginanmu. Maka, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjid Al-Haram; dan di mana pun kalian berada, hadapkanlah wajah-wajah kalian ke arahnya [dalam shalat].

Dan sungguh, orang-orang yang dahulu telah diberi wahyu amat mengetahui bahwa [perintah] ini datang dengan sebenarnya dari Pemelihara mereka; dan Allah sama sekali tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 145

وَلَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَا تَبِعُوا قِبْلَتَكَ ۚ وَمَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ ۚ وَمَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ

wa la`in ataitallażīna ụtul-kitāba bikulli āyatim mā tabi’ụ qiblatak, wa mā anta bitābi’ing qiblatahum, wa mā ba’ḍuhum bitābi’ing qiblata ba’ḍ, wa la`inittaba’ta ahwā`ahum mim ba’di mā jā`aka minal-‘ilmi innaka iżal laminaẓ-ẓālimīn

145. Namun, kalaupun engkau mendatangkan semua bukti121 di hadapan orang-orang yang telah diberi wahyu terdahulu, mereka tidak akan mengikuti kiblatmu; dan engkau pun tidak boleh mengikuti kiblat mereka, bahkan mereka pun tidak akan saling mengikuti kiblat di antara mereka sendiri. Dan, jika engkau mengikuti pandangan sesat mereka setelah semua pengetahuan datang kepadamu, niscaya engkau termasuk orang-orang yang zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 146

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

allażīna ātaināhumul-kitāba ya’rifụnahụ kamā ya’rifụna abnā`ahum, wa inna farīqam min-hum layaktumụnal-ḥaqqa wa hum ya’lamụn

146. Orang-orang yang dahulu telah Kami beri wahyu mengenalinya, sebagaimana mereka mengenali anak-anak mereka sendiri: tetapi, perhatikanlah, sebagian di antara mereka sengaja menyembunyikan kebenaran—


Surah Al-Baqarah Ayat 147

الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

al-ḥaqqu mir rabbika fa lā takụnanna minal-mumtarīn

147. kebenaran dari Pemeliharamu!122

Maka, janganlah sekali-kali kalian termasuk orang-orang yang ragu:


Surah Al-Baqarah Ayat 148

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

wa likulliw wij-hatun huwa muwallīhā fastabiqul-khairāt, aina mā takụnụ ya`ti bikumullāhu jamī’ā, innallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

148. sebab, setiap umat menghadap ke arahnya masing-masing, dengan Dia sebagai titik pusatnya.123 Karena itu, berlomba-lombalah kalian dalam berbuat kebaikan. Di mana saja kalian berada, Allah akan mengumpulkan kalian semua kepada-Nya: sebab, sungguh, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 149

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۖ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

wa min ḥaiṡu kharajta fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām, wa innahụ lal-ḥaqqu mir rabbik, wa mallāhu bigāfilin ‘ammā ta’malụn

149. Jadi, dari mana saja engkau keluar, hadapkanlah wajahmu [dalam shalat] ke arah Masjid Al-Haram—sebab, perhatikanlah, [perintah] ini datang sebagai kebenaran dari Pemeliharamu; dan Allah sama sekali tidak lengah terhadap apa yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 150

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

wa min ḥaiṡu kharajta fa walli waj-haka syaṭral-masjidil-ḥarām, wa ḥaiṡu mā kuntum fa wallụ wujụhakum syaṭrahụ li`allā yakụna lin-nāsi ‘alaikum ḥujjatun illallażīna ẓalamụ min-hum fa lā takhsyauhum wakhsyaunī wa li`utimma ni’matī ‘alaikum wa la’allakum tahtadụn

150. Karena itu, dari mana saja engkau keluar, hadapkanlah wajahmu [dalam shalat] ke arah Masjid Al-Haram; dan di mana saja kalian semua berada, hadapkanlah wajah kalian ke arahnya sehingga manusia tidak memiliki alasan untuk menentang kalian, kecuali mereka berkukuh berbuat zalim.124 Dan, janganlah kalian merasa gentar-terpukau kepada mereka, tetapi gentar-terpukaulah kepada-Ku, dan [patuhilah Aku,] agar Aku anugerahkan nikmat-nikmat-Ku kepada kalian dengan sempurna, dan agar kalian mengikuti jalan yang benar.


Surah Al-Baqarah Ayat 151

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

kamā arsalnā fīkum rasụlam mingkum yatlụ ‘alaikum āyātinā wa yuzakkīkum wa yu’allimukumul-kitāba wal-ḥikmata wa yu’allimukum mā lam takụnụ ta’lamụn

151. Sebagaimana Kami telah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan sendiri agar menyampaikan kepada kalian pesan-pesan Kami, dan menyebabkan kalian tumbuh dalam kesucian, dan mengajarkan kepada kalian wahyu dan hikmah, serta mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui:


Surah Al-Baqarah Ayat 152

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

fażkurụnī ażkurkum wasykurụ lī wa lā takfurụn

152. maka, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepada kaJian; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan jangan ingkari Aku.


Surah Al-Baqarah Ayat 153

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

yā ayyuhallażīna āmanusta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma’aṣ-ṣābirīn

153. WAHAI, kalian yang telah meraih iman! Mintalah pertolongan dalam kesabaran yang teguh dan shalat: sebab, perhatikanlah, Allah bersama orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesusahan.


Surah Al-Baqarah Ayat 154

وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِنْ لَا تَشْعُرُونَ

wa lā taqụlụ limay yuqtalu fī sabīlillāhi amwāt, bal aḥyā`uw wa lākil lā tasy’urụn

154. Dan, janganlah kalian mengatakan tentang orang-orang yang dibunuh di jalan Allah, “Mereka mati”: tidak, mereka hidup, tetapi kalian tidak menyadarinya.


Surah Al-Baqarah Ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

wa lanabluwannakum bisyai`im minal-khaufi wal-jụ’i wa naqṣim minal-amwāli wal-anfusi waṡ-ṡamarāt, wa basysyiriṣ-ṣābirīn

155. Dan, pasti Kami akan menguji kalian melalui125 ketakutan, kelaparan, kehilangan harta, jiwa, dan buah-buah [usaha]. Namun, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesusahan—


Surah Al-Baqarah Ayat 156

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

allażīna iżā aṣābat-hum muṣībah, qālū innā lillāhi wa innā ilaihi rāji’ụn

156. orang-orang yang apabila ditimpa musibah berkata, “Sungguh, kami milik Allah dan, sungguh, kepada-Nya-lah kami akan kembali.”


Surah Al-Baqarah Ayat 157

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

ulā`ika ‘alaihim ṣalawātum mir rabbihim wa raḥmah, wa ulā`ika humul-muhtadụn

157. Mereka itulah orang-orang yang mendapat karunia dan rahmat dari Pemelihara mereka, dan mereka itulah orang-orang yang berada di jalan yang benar!


Surah Al-Baqarah Ayat 158

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya’ā`irillāh, fa man ḥajjal-baita awi’tamara fa lā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa’a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm

158. [Karena itu,] perhatikanlah, Al-Shafa dan Al-Marwah adalah di antara perlambang-perlambang yang di tetapkan Allah;126 maka, tiada salahnya orang yang, ketika berkunjung ke Baitullah untuk berhaji atau berumrah, berjalan cepat hilir-mudik antara kedua (tempat) ini:127 sebab, jika seseorang melakukan kebajikan melebihi yang diwajibkan kepadanya—perhatikanlah, Allah selalu menyambut rasa syukur, Maha Mengetahui.128


Surah Al-Baqarah Ayat 159

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

innallażīna yaktumụna mā anzalnā minal-bayyināti wal-hudā mim ba’di mā bayyannāhu lin-nāsi fil-kitābi ulā`ika yal’anuhumullāhu wa yal’anuhumul-lā’inụn

159. PERHATIKANLAH, orang-orang yang menyembunyikan bukti apa pun tentang kebenaran dan petunjuk yang telah Kami turunkan, setelah Kami menjelaskannya kepada manusia melalui kitab Ilahi—mereka inilah orang-orang yang akan ditolak oleh Allah, dan ditolak oleh semua yang dapat menilai.129


Surah Al-Baqarah Ayat 160

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

illallażīna tābụ wa aṣlaḥụ wa bayyanụ fa ulā`ika atụbu ‘alaihim, wa anat-tawwābur-raḥīm

160. Namun, orang-orang yang bertobat, memperbaiki diri, dan menjelaskan kebenaran akan dikecualikan: mereka itulah orang-orang yang Aku terima tobatnya—sebab, Aku sajalah Sang Penerima Tohat, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 161

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

innallażīna kafarụ wa mātụ wa hum kuffārun ulā`ika ‘alaihim la’natullāhi wal-malā`ikati wan-nāsi ajma’īn

161. Perhatikanlah, adapun orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran dan mati sebagai pengingkar kebenaran—balasan untuk mereka adalah penolakan Allah, para malaikat, dan semua orang [yang saleh].


Surah Al-Baqarah Ayat 162

خَالِدِينَ فِيهَا ۖ لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنْظَرُونَ

khālidīna fīhā, lā yukhaffafu ‘an-humul-‘ażābu wa lā hum yunẓarụn

162. Dalam keadaan inilah, mereka akan hidup; [dan] penderitaan mereka tidak akan diringankan dan tidak pula ditangguhkan.


Surah Al-Baqarah Ayat 163

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

wa ilāhukum ilāhuw wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm

163. DAN, TUHAN KALIAN adalah Tuhan Yang Maha Esa: tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha Pengasih, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 164

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri wal-fulkillatī tajrī fil-baḥri bimā yanfa’un-nāsa wa mā anzalallāhu minas-samā`i mim mā`in fa aḥyā bihil-arḍa ba’da mautihā wa baṡṡa fīhā ming kulli dābbatiw wa taṣrīfir-riyāḥi was-saḥābil-musakhkhari bainas-samā`i wal-arḍi la`āyātil liqaumiy ya’qilụn

164. Sungguh, dalam penciptaan lelangit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang: dan dalam bahtera-bahtera yang berlayar membelah lautan dengan (membawa) apa-apa yang berguna bagi manusia: dan dalam air yang Allah turunkan dari langit, yang dengannya hiduplah sang bumi setelah sebelumnya mati, dan menyebabkan segala makhluk hidup berkembang biak di atasnya: dan dalam perkisaran angin, dan awan yang bergerak pada jalurnya yang telah ditentukan antara langit dan bumi: [dalam semua hal ini] sungguh terdapat pesan-pesan bagi kaum yang menggunakan akal-pikirannya.130


Surah Al-Baqarah Ayat 165

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

wa minan-nāsi may yattakhiżu min dụnillāhi andāday yuḥibbụnahum kaḥubbillāh, wallażīna āmanū asyaddu ḥubbal lillāhi walau yarallażīna ẓalamū iż yaraunal-‘ażāba annal-quwwata lillāhi jamī’aw wa annallāha syadīdul-‘ażāb

165. Dan, sekalipun demikian, ada manusia yang memilih untuk percaya kepada makhluk-makhluk yang diduga dapat menandingi Allah,131 dengan mencintai mereka sebagaimana mencintai Allah [semata]: sementara, orang-orang yang telah meraih iman mencintai Allah melebihi segala sesuatu.

Dan, andaikan saja orang-orang yang berkukuh melakukan kezaliman itu dapat melihat—sebagaimana mereka pasti akan melihat ketika mereka dibuat menderita132 [pada Hari Kebangkitan]—bahwa semua kekuatan itu milik Allah semata, dan bahwa Allah amat berat dalam [memberi] hukuman!


Surah Al-Baqarah Ayat 166

إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

iż tabarra`allażīnattubi’ụ minallażīnattaba’ụ wa ra`awul-‘ażāba wa taqaṭṭa’at bihimul-asbāb

166. [Pada hari itu] akan terjadi bahwa mereka yang [dengan keliru] telah dipuja-puja itu133 akan memungkiri pengikut mereka, dan para pengikut ini akan melihat penderitaan [yang menanti mereka], dengan segala harapan mereka134 terputus sama sekali!


Surah Al-Baqarah Ayat 167

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا ۗ كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ ۖ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

wa qālallażīnattaba’ụ lau anna lanā karratan fa natabarra`a min-hum, kamā tabarra`ụ minnā, każālika yurīhimullāhu a’mālahum ḥasarātin ‘alaihim, wa mā hum bikhārijīna minan-nār

167. Kemudian, para pengikut itu akan berkata, “Mungkinkah kami memperoleh kesempatan kedua [dalam hidup]135 sehingga kami dapat memungkiri mereka, sebagaimana mereka telah memungkiri kami!”

Demikianlah Allah akan memperlihatkan kepada mereka perbuatan-perbuatan mereka [dengan cara yang membuat mereka] semakin menyesal; tetapi mereka tidak akan keluar dari api neraka.136


Surah Al-Baqarah Ayat 168

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

yā ayyuhan-nāsu kulụ mimmā fil-arḍi ḥalālan ṭayyibaw wa lā tattabi’ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn

168. WAHAI, MANUSIA! Makanlah yang halal dan baik di muka bumi dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan: sebab, sungguh, setan itu adalah musuh kalian yang nyata,


Surah Al-Baqarah Ayat 169

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

innamā ya`murukum bis-sū`i wal-faḥsyā`i wa an taqụlụ ‘alallāhi mā lā ta’lamụn

169. dan hanya menyuruh kalian berbuat jahat dan melakukan perbuatan keji, dan menisbahkan kepada Allah sesuatu yang tidak kalian ketahui.137


Surah Al-Baqarah Ayat 170

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ

wa iżā qīla lahumuttabi’ụ mā anzalallāhu qālụ bal nattabi’u mā alfainā ‘alaihi ābā`anā, a walau kāna ābā`uhum lā ya’qilụna syai`aw wa lā yahtadụn

170. Namun, ketika mereka diperintah, “lkutilah apa yang telah diturunkan Allah,” sebagian menjawab, “Tidak, kami [hanya] akan mengikuti apa yang telah diyakini dan dilakukan nenek moyang kami.” Mengapa begitu, bahkan jika nenek moyang mereka tidak menggunakan pikiran mereka sama sekali, dan tidak mendapat petunjuk?


Surah Al-Baqarah Ayat 171

وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

wa maṡalullażīna kafarụ kamaṡalillażī yan’iqu bimā lā yasma’u illā du’ā`aw wa nidā`ā, ṣummum bukmun ‘umyun fa hum lā ya’qilụn

171. Dan demikianlah, perumpamaan orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran adalah seperti binatang yang mendengar seruan penggembala, dan tidak mendengar dalam seruan itu, kecuali bunyi suara dan seruan saja.138 Mereka tuli, bisu, dan buta: sebab, mereka tidak menggunakan akalnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 172

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kulụ min ṭayyibāti mā razaqnākum wasykurụ lillāhi ing kuntum iyyāhu ta’budụn

172. Wahai, orang-orang yang telah meraih iman! Makanlah yang baik yang telah Kami sediakan bagi kalian sebagai rezeki, dan bersyukurlah kepada Allah jika [memang benar] Dia-lah yang kalian sembah.


Surah Al-Baqarah Ayat 173

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ۖ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

innamā ḥarrama ‘alaikumul-maitata wad-dama wa laḥmal-khinzīri wa mā uhilla bihī ligairillāh, fa maniḍṭurra gaira bāgiw wa lā ‘ādin fa lā iṡma ‘alaīh, innallāha gafụrur raḥīm

173. Dia hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan apa pun yang disembelih atas nama selain Allah;139 tetapi jika seseorang dalam keadaan terpaksa—tanpa menginginkannya dan tidak melebihi kebutuhannya saat itu tidak ada dosa baginya: sebab, perhatikanlah, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 174

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

innallażīna yaktumụna mā anzalallāhu minal-kitābi wa yasytarụna bihī ṡamanang qalīlan ulā`ika mā ya`kulụna fī buṭụnihim illan-nāra wa lā yukallimuhumullāhu yaumal-qiyāmati wa lā yuzakkīhim, wa lahum ‘ażābun alīm

174. SUNGGUH, orang-orang yang menyembunyikan wahyu apa pun140 yang telah diturunkan Allah dan menukarnya demi keuntungan yang sepele—mereka itu hanyalah memenuhi perut mereka dengan api. Dan, Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kebangkitan, tidak pula menyucikan mereka [dari dosa-dosa mereka]; dan penderitaan yang pedih menanti mereka.


Surah Al-Baqarah Ayat 175

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

ulā`ikallażīnasytarawuḍ-ḍalālata bil-hudā wal-‘ażāba bil-magfirah, fa mā aṣbarahum ‘alan-nār

175. Mereka itulah orang-orang yang menukar petunjuk dengan kesesatan dan menukar ampunan dengan derita: sekalipun demikian, betapa sedikit tampaknya rasa takut mereka terhadap neraka!


Surah Al-Baqarah Ayat 176

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

żālika bi`annallāha nazzalal-kitāba bil-ḥaqq, wa innallażīnakhtalafụ fil-kitābi lafī syiqāqim ba’īd

176. Demikianlah: karena Allah-lah yang menurunkan141 kitab Ilahi, yang menyatakan kebenaran, semua orang yang menyusun pandangan mereka sendiri bertentangan dengan kitab Ilahi itu142 benar-benar berada dalam kesalahan yang amat besar.


Surah Al-Baqarah Ayat 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn, wa ātal-māla ‘alā ḥubbihī żawil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīna wabnas-sabīli was-sā`ilīna wa fir-riqāb, wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāh, wal-mụfụna bi’ahdihim iżā ‘āhadụ, waṣ-ṣābirīna fil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i wa ḥīnal-ba`s, ulā`ikallażīna ṣadaqụ, wa ulā`ika humul-muttaqụn

177. Kesalahan sejati diraih bukan karena meughadapkan wajah kalian ke arah timur atau barat143—akan tetapi, yang benar-benar saleh adalah orang yang beriman kepada Allah, Hari Akhir, para malaikat, wahyu,144 dan para nabi; dan memberikan hartanya—betapapun dia mcncintainya—kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir,145 orang yang meminta-minta, dan untuk membebaskan manusia dari perbudakan;146 berteguh mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan [yang benar-benar saleh adalah] orang-orang yang menepati janjinya apabila berjanji, dan yang sabar dalam kemalangan, kesukaran, dan pada saat-saat bahaya: mereka itulah yang telah membuktikan diri mereka benar dan mereka itulah yang sadar akan Allah.


Surah Al-Baqarah Ayat 178

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ۖ الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالْأُنْثَىٰ بِالْأُنْثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ اعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumul-qiṣāṣu fil-qatlā, al-ḥurru bil-ḥurri wal-‘abdu bil-‘abdi wal-unṡā bil-unṡā, fa man ‘ufiya lahụ min akhīhi syai`un fattibā’um bil-ma’rụfi wa adā`un ilaihi bi`iḥsān, żālika takhfīfum mir rabbikum wa raḥmah, fa mani’tadā ba’da żālika fa lahụ ‘ażābun alīm

178. WAHAI, orang-orang yang telah meraih iman! Hukum balasan yang setimpal diwajibkan atas kalian dalam kasus pembunuhan: orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan perempuan dengan perempuan.147 Dan, jika suatu [kesalahan] dari orang yang bersalah dimaafkan oleh saudaranya,148 [pemaafan] ini hendaklah ditaati dengan adil, dan pembayaran ganti rugi kepada sesamanya (yang memberi maaf) hendaklah dilakukan dengan cara yang baik.149

Inilah suatu keringanan dari Pemelihara kalian dan sebagai rahmat-Nya. Dan bagi orang yang, walau demikian,150 (tetap) sengaja melanggar batas-batas apa yang benar, tersedia derita yang pedih:


Surah Al-Baqarah Ayat 179

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

wa lakum fil-qiṣāṣi ḥayātuy yā ulil-albābi la’allakum tattaqụn

179. sebab, dalam [hukum] balasan yang setimpal itu terdapat kehidupan bagi kalian, wahai orang-orang yang dianugerahi pengetahuan mendalam, agar kalian senantiasa sadar akan Allah!151


Surah Al-Baqarah Ayat 180

كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

kutiba ‘alaikum iżā ḥaḍara aḥadakumul-mautu in taraka khairanil-waṣiyyatu lil-wālidaini wal-aqrabīna bil-ma’rụf, ḥaqqan ‘alal-muttaqīn

180. DIWAJIBKAN atas kalian—apabila kematian mendekati seseorang di antara kalian dan dia meninggalkan harta yang banyak—berwasiat untuk kedua orangtua dan kerabat dekatnya [yang lain] secara adil:152 ini merupakan kewajiban bagi semua orang yang sadar akan Allah.


Surah Al-Baqarah Ayat 181

فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

fa mam baddalahụ ba’da mā sami’ahụ fa innamā iṡmuhụ ‘alallażīna yubaddilụnah, innallāha samī’un ‘alīm

181. Dan, apabila seseorang mengubah ketentuan itu setelah dia mengetahuinya, dosa tindakan semacam itu hanya akan menimpa orang-orang yang mengubahnya.153 Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 182

فَمَنْ خَافَ مِنْ مُوصٍ جَنَفًا أَوْ إِثْمًا فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa man khāfa mim mụṣin janafan au iṡman fa aṣlaḥa bainahum fa lā iṡma ‘alaīh, innallāha gafụrur raḥīm

182. Namun, jika seseorang khawatir bahwa orang yang berwasiat itu melakukan suatu kesalahan atau ketidakadilan [yang disengaja], kemudian memberikan penyelesaian di antara para ahli warisnya,154 tidaklah dia berdosa [karenanya]. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

183. WAHAl, orang-orang yang telah meraih iman! Puasa diwajibkan atas kalian, sebagaimana ia diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian senantiasa sadar akan Allah:


Surah Al-Baqarah Ayat 184

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

184. [yaitu puasa] selama beberapa hari tertentu.155 Akan tetapi, siapa saja di antara kalian yang sakit, atau dalam perjalanan, [wajiblah berpuasa selama hari yang ditinggalkannya] pada hari-hari yang lain; dan [dalam hal seperti itu,] wajib bagi yang mampu melakukannya agar berkorban dengan memberi makan seorang miskin.156

Dan, siapa saja yang mengerjakan kebaikan melebihi daripada yang diperintahkan kepadanya,157 dengan demikian melakukan kebaikan bagi dirinya sendiri; sebab, berpuasa adalah berbuat baik bagi diri kalian sendiri—andai kalian mengetahuinya.


Surah Al-Baqarah Ayat 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur`ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān, fa man syahida mingkumusy-syahra falyaṣum-h, wa mang kāna marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullāha ‘alā mā hadākum wa la’allakum tasykurụn

185. Pada bulan Ramadhan-lah Al-Quran [pertama kali] diturunkan sebagai sebuah petunjuk bagi manusia dan sebuah bukti yang swa-jelas bagi petunjuk itu, dan sebagai ukuran untuk membedakan yang benar dari yang salah. Karena itu, siapa saja di antara kalian yang sempat melihat158 bulan ini hendaknya berpuasa selama bulan itu, terapi yang sedang sakit atau dalam perjalanan, [wajiblah berpuasa selama hari yang ditinggalkannya] pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki agar kalian memperoleh kemudahan dan tidak menghendaki kalian menderita kesukaran; tetapi [Dia menghendaki] agar kalian menyempurnakan jumlah [hari yang ditetapkan], mengagungkan Allah karena Dia telah membimbing kalian ke jalan yang benar, dan bersyukur [kepada-Nya].


Surah Al-Baqarah Ayat 186

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

wa iżā sa`alaka ‘ibādī ‘annī fa innī qarīb, ujību da’watad-dā’i iżā da’āni falyastajībụ lī walyu`minụ bī la’allahum yarsyudụn

186. DAN, JIKA hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku—perhatikanlah, Aku dekat; Aku menjawab permohonan orang yang berdoa, kapan pun dia berdoa kepada-Ku: maka, hendaklah mereka memenuhi seruan-Ku, dan beriman kepada-Ku, agar mereka dapat mengikuti jalan yang benar.


Surah Al-Baqarah Ayat 187

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, ‘alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba ‘alaikum wa ‘afā ‘angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum ‘ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la’allahum yattaqụn

187. DIHALALKAN bagi kalian mendatangi istri-istri kalian selama malam sebelum puasa [hari itu]: mereka itu bagaikan pakaian bagi kalian dan kalian pun bagaikan pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kalian kehilangan hak ini,159 karena itu, Allah kembali kepada kalian dalam belas kasih-Nya dan menghilangkan kesulitan ini dari kalian. Maka kini, kalian boleh bersirapat dengan mereka dan ambillah manfaat dari apa yang diperintahkan Allah bagi kalian,160 dan makan serta minumlah hingga kalian dapat melihat semburat fajar putih dalam kelamnya malam,161 lalu lanjutkanlah berpuasa hingga matahari terbenam; tetapi, janganlah kalian bersirapat dengan mereka ketika kalian akan beriktikaf di rumah-rumah ibadah.162

Itulah batas-batas yang ditetapba Allah: maka, janganlah kalian melanggarnya—[sebab,] demikianlah Allah menjelaskan pesan-pesan-Nya kepada manusia, agar mereka senantiasa sadar akan Dia.


Surah Al-Baqarah Ayat 188

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

wa lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili wa tudlụ bihā ilal-ḥukkāmi lita`kulụ farīqam min amwālin-nāsi bil-iṡmi wa antum ta’lamụn

188. DAN, JANGANLAH saling memakan harta secara batil, dan jangan pula mempergunakan kelicikan hukum163 dengan tujuan agar kalian dapat memakan—dengan dosa dan dengan sengaja—apa pun yang sebenarnya merupakan hak orang lain.164


Surah Al-Baqarah Ayat 189

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ الْبِرُّ بِأَنْ تَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ ظُهُورِهَا وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

yas`alụnaka ‘anil-ahillah, qul hiya mawāqītu lin-nāsi wal-ḥajj, wa laisal-birru bi`an ta`tul-buyụta min ẓuhụrihā wa lākinnal-birra manittaqā, wa`tul-buyụta min abwābihā wattaqullāha la’allakum tufliḥụn

189. MEREKA AKAN BERTANYA kepadamu tentang bulan baru. Katakanlah: “Bulan baru itu menunjukkan waktu bagi [berbagai kegiatan] manusia, termasuk haji.”165

Namun, kesalehan sejati diraih bukan karena memasuki rumah dari arah belakang, [demikianlah kira-kira,] akan tetapi, orang yang benar-benar saleh ialah yang sadar akan Allah. Karena itu, masukilah rumah-rumah melalui pintunya, dan sadarlah akan Allah166 senantiasa, agar kalian meraih kebahagiaan.


Surah Al-Baqarah Ayat 190

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

wa qātilụ fī sabīlillāhillażīna yuqātilụnakum wa lā ta’tadụ, innallāha lā yuḥibbul-mu’tadīn

190. DAN, PERANGILAH di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian, tetapi janganlah melancarkan agresi—sebab, sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melancarkan agresi.167


Surah Al-Baqarah Ayat 191

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

waqtulụhum ḥaiṡu ṡaqiftumụhum wa akhrijụhum min ḥaiṡu akhrajụkum wal-fitnatu asyaddu minal-qatl, wa lā tuqātilụhum ‘indal-masjidil-ḥarāmi ḥattā yuqātilụkum fīh, fa ing qātalụkum faqtulụhum, każālika jazā`ul-kāfirīn

191. Dan, bunuhlah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian—sebab, penindasan itu bahkan lebih buruk daripada pembunuhan.168 Dan, janganlah kalian memerangi mereka dekat Masjid Al-Haram, kecuali mereka memerangi kalian terlebih dahulu;169 tetapi jika mereka memerangi kalian, bunuhlah mereka: yang demikian itu akan menjadi balasan bagi orang-orang yang mengingkari kebenaran.


Surah Al-Baqarah Ayat 192

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa inintahau fa innallāha gafụrur raḥīm

192. Akan tetapi, jika mereka berhenti—perhatikanlah, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 193

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu lillāh, fa inintahau fa lā ‘udwāna illā ‘alaẓ-ẓālimīn

193. Karena itu, perangilah mereka hingga tiada lagi penindasan dan seluruh peribadatan dipersembahkan hanya untuk Allah;170 tetapi jika mereka berhenti, seluruh permusuhan harus berakhir, kecuali terhadap mereka yang [sengaja] berbuat zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 194

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

asy-syahrul-ḥarāmu bisy-syahril-ḥarāmi wal-ḥurumātu qiṣāṣ, fa mani’tadā ‘alaikum fa’tadụ ‘alaihi bimiṡli ma’tadā ‘alaikum wattaqullāha wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn

194. Berperanglah pada bulan-bulan suci jika kalian diserang:171 sebab, pelanggaran terhadap kesucian [harus dikenai hukum] balasan yang setimpal. Oleh sebab itu, siapa saja yang melancarkan agresi terhadap kalian, maka seranglah dia sebagaimana dia telah menyerang kalian—namun, tetap sadarlah akan Allah, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang sadar kepada-Nya.172


Surah Al-Baqarah Ayat 195

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn

195. Dan, nafkahkanlah [dengan lapang hati] di jalan Allah dan jangan biarkan tangan kalian sendiri melemparkan kalian ke dalam kerusakan;173 dan gigihlah dalam berbuat baik: perhatikanlah, Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan.


Surah Al-Baqarah Ayat 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

wa atimmul-ḥajja wal-‘umrata lillāh, fa in uḥṣirtum fa mastaisara minal-hady, wa lā taḥliqụ ru`ụsakum ḥattā yablugal-hadyu maḥillah, fa mang kāna mingkum marīḍan au bihī ażam mir ra`sihī fa fidyatum min ṣiyāmin au ṣadaqatin au nusuk, fa iżā amintum, fa man tamatta’a bil-‘umrati ilal-ḥajji fa mastaisara minal-hady, fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyāmin fil-ḥajji wa sab’atin iżā raja’tum, tilka ‘asyaratung kāmilah, żālika limal lam yakun ahluhụ ḥāḍiril-masjidil-ḥarām, wattaqullāha wa’lamū annallāha syadīdul-‘iqāb

196. DAN, LAKSANAKANLAH ibadah haji dan umrah [ke Makkah]174 untuk mengagungkan Allah; dan jika kalian terhalang, sebagai gantinya, berikanlah persembahan apa saja yang mudah kalian peroleh. Dan, janganlah mencukur kepala kalian sebelum persembahan itu dikorbankan;175 tetapi, siapa saja di antara kalian yang sakit atau ditimpa gangguan di kepalanya, wajib menebusnya dengan berpuasa, atau sedekah, atau tindakan ibadah [lainnya]. Dan, apabila kalian telah sehat dan aman,176 orang yang memanfaatkan umrah sebelum [waktu] haji harus memberikan persembahan apa saja yang mudah dia dapat;177 sedangkan, orang yang tidak dapat memenuhinya wajib berpuasa tiga hari selama ibadah haji dan tujuh hari setelah kalian kembali pulang: itulah sepuluh [hari] yang sempurna. Semua itu berkenaan dengan orang yang tidak tinggal di sekitar Musjid Al-Haram.178

Dan, tetaplah sadar akan Allah, dan ketahuilah bahhwa Allah amat keras dalam menghukum.179


Surah Al-Baqarah Ayat 197

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

al-ḥajju asy-hurum ma’lụmāt, fa man faraḍa fīhinnal-ḥajja fa lā rafaṡa wa lā fusụqa wa lā jidāla fil-ḥajj, wa mā taf’alụ min khairiy ya’lam-hullāh, wa tazawwadụ fa inna khairaz-zādit-taqwā wattaqụni yā ulil-albāb

197. Haji itu harus berlangsung pada bulan-bulan yang ditetapkan.180 Dan, siapa saja yang melaksanakan haji pada [bulan-bulan] itu, maka, selama haji, hendaklah dia menjauhkan diri dari kata-kata kotor, perilaku jahat, dan pertengkaran; dan kebaikan apa pun yang kalian lakukan, Allah pasti mengetahuinya.

Dan, sediakanlah bekal bagi diri kalian—tetapi sungguh, sebaik-baik bekal adalah kesadaran akan Allah: maka, sadarlah kepada-Ku senantiasa, wahai orang-orang yang dianugerahi pengetahuan yang mendalam!


Surah Al-Baqarah Ayat 198

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

laisa ‘alaikum junāḥun an tabtagụ faḍlam mir rabbikum, fa iżā afaḍtum min ‘arafātin fażkurullāha ‘indal-masy’aril-ḥarāmi ważkurụhu kamā hadākum, wa ing kuntum ming qablihī laminaḍ-ḍāllīn

198. [Namun,] tidaklah berdosa jika [selama haji] kalian ingin memperoleh karunia apa pun dari Pemelihara kalian.181

Dan, apabila kalian telah turun dengan berbondong-bondong dari ‘Arafah,182 ingatlah Allah di tempat suci itu, dan ingatlah Dia sebagai yang telah memberi petunjuk kepada kalian, setelah kalian benar-benar tersesat di jalan kalian;183


Surah Al-Baqarah Ayat 199

ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

ṡumma afīḍụ min ḥaiṡu afāḍan-nāsu wastagfirullāh, innallāha gafụrur raḥīm

199. dan naiklah dengan berbondong-bondong bersama semua orang lain yang juga naik,184 dan mohonlah ampun kepada Allah atas dosa-dosa kalian: sebab, sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 200

فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

fa iżā qaḍaitum manasikakum fażkurullāha każikrikum ābā`akum au asyadda żikrā, fa minan-nāsi may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā wa mā lahụ fil-ākhirati min khalāq

200. Dan, apabila kalian telah melaksanakan ibadah (haji), ingatlah Allah [selalu] sebagaimana kalian mengingat nenek moyang kalian—bahkan dengan ingatan yang lebih tajam!185 Karena ada manusia yang [sekadar] berdoa, “Wahai, Pemelihara kami! Berilah kami di dunia ini”—dan orang seperti itu tidak akan memperoleh bagian keuntungan kehidupan akhirat.


Surah Al-Baqarah Ayat 201

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

wa min-hum may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

201. Namun, di antara mereka ada orang yang berdoa demikian, “Wahai, Pemelihara kami! Berilah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari derita neraka”:


Surah Al-Baqarah Ayat 202

أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا ۚ وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

ulā`ika lahum naṣībum mimmā kasabụ, wallāhu sarī’ul-ḥisāb

202. mereka inilah yang akan memperoleh bagian [kebahagiaan] sebagai balasan atas apa yang telah mereka usahakan. Dan, Allah amat cepat dalam membuat perhitungan.


Surah Al-Baqarah Ayat 203

وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

ważkurullāha fī ayyāmim ma’dụdāt, fa man ta’ajjala fī yaumaini fa lā iṡma ‘alaīh, wa man ta`akhkhara fa lā iṡma ‘alaihi limanittaqā, wattaqullāha wa’lamū annakum ilaihi tuḥsyarụn

203. Dan, ingatlah Allah selama hari-hari yang ditentukan;186 tetapi orang yang ingin bergegas berangkat dalam dua hari tidaklah berdosa dan orang yang ingin menangguhkan lebih lama lagi juga tidak berdosa, selama dia sadar akan Allah. Karena itu, sadarlah kepada Allah senantiasa, dan ketahuilah bahwa kepada-Nya-lah kalian akan dikumpulkan.


Surah Al-Baqarah Ayat 204

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

wa minan-nāsi may yu’jibuka qauluhụ fil-ḥayātid-dun-yā wa yusy-hidullāha ‘alā mā fī qalbihī wa huwa aladdul-khiṣām

204. LALU, ada segolongan manusia187 yang pandangannya tentang kehidupan dunia ini sangat menyenangkan hatimu, dan [bahkan lebih dari itu] dia menjadikan Allah sebagai saksi atas isi hatinya, dan dia juga sangat terampil berdebat.188


Surah Al-Baqarah Ayat 205

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

wa iżā tawallā sa’ā fil-arḍi liyufsida fīhā wa yuhlikal-ḥarṡa wan-nasl, wallāhu lā yuḥibbul-fasād

205. Akan tetapi, ketika dia berjaya, dia bergerak menjelajahi bumi menyebarkan kerusakan dan menghancurkan ladang serta keturunan [manusia]:189 dan Allah tidak menyukai kerusakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 206

وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ

wa iżā qīla lahuttaqillāha akhażat-hul-‘izzatu bil-iṡmi fa ḥasbuhụ jahannam, wa labi`sal-mihād

206. Dan, apabila dikatakan kepadanya, “Sadarlah kepada Allah,” keangkuhan semu pun mendorongnya berbuat dosa: karena itu, nerakalah yang akan menjadi tempat baginya—betapa buruknya tempat peristirahatan itu!


Surah Al-Baqarah Ayat 207

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

wa minan-nāsi may yasyrī nafsahubtigā`a marḍātillāh, wallāhu ra`ụfum bil-‘ibād

207. Namun, ada [pula] segolongan manusia yang dengan sukarela menjual dirinya untuk mencari ridha Allah:190 dan Allah Mahawelas Asih terhadap hamba-hamba-Nya.


Surah Al-Baqarah Ayat 208

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

yā ayyuhallażīna āmanudkhulụ fis-silmi kāffataw wa lā tattabi’ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum ‘aduwwum mubīn

208. Wahai, orang-orang yang telah meraih iman! Serahkanlah diri kalian seutuhnya kepada Allah,191 dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan karena, sungguh, setan itu adalah musuh kalian yang nyata.


Surah Al-Baqarah Ayat 209

فَإِنْ زَلَلْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْكُمُ الْبَيِّنَاتُ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

fa in zalaltum mim ba’di mā jā`atkumul-bayyinātu fa’lamū annallāha ‘azīzun ḥakīm

209. Dan, jika kalian tergelincir setelah semua bukti kebenaran datang kepada kalian, ketahuilah bahwa, sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Baqarah Ayat 210

هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

hal yanẓurụna illā ay ya`tiyahumullāhu fī ẓulalim minal-gamāmi wal-malā`ikatu wa quḍiyal-amr, wa ilallāhi turja’ul-umụr

210. Apakah orang-orang ini,192 mungkin, masih menunggu-nunggu Allah menampakkan diri-Nya kepada mereka dalam naungan awan bersama malaikat—meskipun [pada saat terjadinya hal ini,] semuanya akan telah tuntas diputuskan, dan kepada Allah-lah segala sesuatu akan dikembalikan?193


Surah Al-Baqarah Ayat 211

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

sal banī isrā`īla kam ātaināhum min āyatim bayyinah, wa may yubaddil ni’matallāhi mim ba’di mā jā`at-hu fa innallāha syadīdul-‘iqāb

211. Tanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak pesan yang jelas telah Kami berikan kepada mereka! Dan, jika seseorang mengubah pesan yang diberkati Allah,194 setelah pesan itu sampai kepadanya—sungguh, Allah amat keras dalam menghukum!


Surah Al-Baqarah Ayat 212

زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

zuyyina lillażīna kafarul-ḥayātud-dun-yā wa yaskharụna minallażīna āmanụ, wallażīnattaqau fauqahum yaumal-qiyāmah, wallāhu yarzuqu may yasyā`u bigairi ḥisāb

212. Bagi orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran, [hanya] kehidupan dunia inilah yang tampak bagus;195 karena itu, mereka memandang hina orang-orang yang telah meraih iman: tetapi pada Hari Kebangkitan, orang-orang yang sadar akan Allah itu lebih mulia daripada mereka.

Dan, Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, melampaui segala perhitungan.196


Surah Al-Baqarah Ayat 213

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ ۚ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ ۗ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

kānan-nāsu ummataw wāḥidah, fa ba’aṡallāhun-nabiyyīna mubasysyirīna wa munżirīna wa anzala ma’ahumul-kitāba bil-ḥaqqi liyaḥkuma bainan-nāsi fīmakhtalafụ fīh, wa makhtalafa fīhi illallażīna ụtụhu mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinātu bagyam bainahum, fa hadallāhullażīna āmanụ limakhtalafụ fīhi minal-ḥaqqi bi`iżnih, wallāhu yahdī may yasyā`u ilā ṣirāṭim mustaqīm

213. SELURUH MANUSIA dahulunya adalah umat yang tunggal; [kemudian mereka mulai berselisih—] lalu Allah mengutus para nabi sebagai penyampai berita gembira dan pemberi peringatan dan melalui mereka menurunkan wahyu, yang menyatakan kebenaran, sehingga (kebenaran itu) dapat memutuskan semua perkara yang diperselisihkan di antara manusia.197 Namun, justru orang-orang yang telah dianugerahi [wahyu] inilah yang mulai, karena saling dengki, berselisih mengenai maknanya setelah semua bukti kebenaran sampai kepada mereka. Namun, Allah membimbing orang-orang Mukmin kepada kebenaran, dengan seizin-Nya, terhadap perkara yang mereka perselisihkan itu: sebab, Allah memberi petunjuk ke jalan yang lurus siapa saja yang ingin [diberi petunjuk].198


Surah Al-Baqarah Ayat 214

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

am ḥasibtum an tadkhulul-jannata wa lammā ya`tikum maṡalullażīna khalau ming qablikum, massat-humul-ba`sā`u waḍ-ḍarrā`u wa zulzilụ ḥattā yaqụlar-rasụlu wallażīna āmanụ ma’ahụ matā naṣrullāh, alā inna naṣrallāhi qarīb

214. [Akan tetapi,] apakah kalian menyangka bahwa kalian akan masuk surga tanpa mendapat penderitaan sebagaimana halnya orang-orang [beriman] yang berlalu sebelum kalian?199 Kemalangan dan kesukaran menimpa mereka, dan begitu terguncangnya mereka sehingga rasul dan orang-orang beriman yang bersamanya berseru, “Bilakah pertolongan Allah akan datang?”200

Oh, sungguh, pertolongan Allah itu [selalu] dekat!


Surah Al-Baqarah Ayat 215

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

yas`alụnaka māżā yunfiqụn, qul mā anfaqtum ming kairin fa lil-wālidaini wal-aqrabīna wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīl, wa mā taf’alụ min khairin fa innallāha bihī ‘alīm

215. MEREKA AKAN BERTANYA kepadamu tentang apa yang harus mereka nafkahkan kepada orang lain. Katakanlah: “Apa saja kekayaan yang kalian nafkahkan hendaklah [pertama-tama] diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan musafir; dan kebaikan apa pun yang kalian kerjakan, sungguh, Allah pasti mengetahuinya.”


Surah Al-Baqarah Ayat 216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

kutiba ‘alaikumul-qitālu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asā an takrahụ syai`aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asā an tuḥibbụ syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallāhu ya’lamu wa antum lā ta’lamụn

216. PERANG diwajibkan atas kalian, meskipun kalian membencinya; akan tetapi, boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal ia baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal ia buruk bagi kalian: dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.201


Surah Al-Baqarah Ayat 217

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

yas`alụnaka ‘anisy-syahril-ḥarāmi qitālin fīh, qul qitālun fīhi kabīr, wa ṣaddun ‘an sabīlillāhi wa kufrum bihī wal-masjidil-ḥarāmi wa ikhrāju ahlihī min-hu akbaru ‘indallāh, wal-fitnatu akbaru minal-qatl, wa lā yazālụna yuqātilụnakum ḥattā yaruddụkum ‘an dīnikum inistaṭā’ụ, wa may yartadid mingkum ‘an dīnihī fa yamut wa huwa kāfirun fa ulā`ika ḥabiṭat a’māluhum fid-dun-yā wal-ākhirah, wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

217. Mereka akan bertanya kepadamu tentang perang pada bulan suci.202 Katakanlah: “Perang pada bulan itu adalah suatu yang dahsyat; tetapi menghalangi orang dari jalan Allah, mengingkari-Nya, [menghalangi mereka masuk] Masjid Al-Haram, dan mengusir penduduk dari sekitarnya—[semua itu] lebih dahsyat dalam pandangan Allah, sebab penindasan lebih dahsyat daripada pembunuhan.”

[Musuh-musuh kalian] tidak akan pernah berhenti memerangi kalian hingga mereka berhasil memalingkan kalian dari agama kalian, seandainya mereka sanggup. Akan tetapi, siapa saja yang berpaling dari agamanya dan mati sebagai pengingkar kebenaran—mereka itulah orang-orang yang perbuatannya sia-sia di dunia ini dan di akhirat; dan mereka inilah orang-orang yang ditetapkan di neraka, berkediaman di dalamnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 218

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

innallażīna āmanụ wallażīna hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi ulā`ika yarjụna raḥmatallāh, wallāhu gafụrur raḥīm

218. Sungguh, orang-orang yang telah meraih iman, yang telah hijrah meninggalkan ranah kejahatan203 dan berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah—mereka itulah yang boleh mengharapkan rahmat Allah: sebab, Allah Maha Pengampun, Sang Pemheri Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 219

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

yas`alụnaka ‘anil-khamri wal-maisir, qul fīhimā iṡmung kabīruw wa manafi’u lin-nāsi wa iṡmuhumā akbaru min-naf’ihimā, wa yas`alụnaka māżā yunfiqụn, qulil-‘afw, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la’allakum tatafakkarụn

219. MEREKA AKAN BERTANYA kepadamu tentang minuman keras dan judi. Katakanlah: “Dalam keduanya terdapat keburukan yang besar,204 dan juga sejumlah manfaat bagi manusia; tetapi keburukan yang ditimbulkannya lebih besar daripada manfaat yang dihasilkannya.”205

Dan, mereka akan bertanya kepadamu tentang apa yang harus mereka nafkahkan [di jalan Allah]. Katakanlah: “Apa saja yang dapat kalian sisihkan.”

Demikianlah, Allah menjelaskan pesan-pesan-Nya kepada kalian agar kalian berpikir


Surah Al-Baqarah Ayat 220

فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۗ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

fid-dun-yā wal-ākhirah, wa yas`alụnaka ‘anil-yatāmā, qul iṣlāḥul lahum khaīr, wa in tukhāliṭụhum fa ikhwānukum, wallāhu ya’lamul-mufsida minal-muṣliḥ, walau syā`allāhu la`a’natakum, innallāha ‘azīzun ḥakīm

220. tentang dunia ini dan akhirat.

Dan, mereka akan bertanya kepadamu tentang [bagaimana memperlakukan] anak yatim. Katakanlah: “Memperbaiki keadaan mereka adalah yang terbaik.” Dan, jika kalian hidup bersama-sama dengan mereka, [ingatlah bahwa] mereka itu adalah saudara kalian:206 sebab, Allah membedakan siapa yang merusak dengan siapa yang memperbaiki. Dan, jika Allah menghendaki, Dia benar-benar dapat membebani kalian dengan kesukaran yang tak sanggup kalian pikul:207 [tetapi,] perhatikanlah, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Baqarah Ayat 221

وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

wa lā tangkiḥul-musyrikāti ḥattā yu`minn, wa la`amatum mu`minatun khairum mim musyrikatiw walau a’jabatkum, wa lā tungkiḥul-musyrikīna ḥattā yu`minụ, wa la’abdum mu`minun khairum mim musyrikiw walau a’jabakum, ulā`ika yad’ụna ilan-nāri wallāhu yad’ū ilal-jannati wal-magfirati bi`iżnih, wa yubayyinu āyātihī lin-nāsi la’allahum yatażakkarụn

221. DAN, JANGANLAH menikahi perempuan-perempuan yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah sebelum mereka meraih iman [yang sejati]: sebab, setiap hamba perempuan yang beriman [kepada Allah]208 pasti lebih baik daripada perempuan yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah, meskipun dia sangat menyenangkan kalian. Dan, janganlah menikahkan perempuan-perempuan kalian dengan lelaki yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah sebelum mereka meraih iman [yang sejati]: sebab, setiap budak laki-laki yang beriman [kepada Allah] pasti lebih baik daripada laki-laki yang menisbahkan ketuhanan kepada apa pun selain Allah, meskipun dia sangat menyenangkan kalian. [Yang seperti] ini mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan [diraihnya] ampunan dengan izin-Nya; dan Dia menjelaskan pesan-pesan-Nya kepada manusia supaya mereka mengingatnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 222

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

wa yas`alụnaka ‘anil-maḥīḍ, qul huwa ażan fa’tazilun-nisā`a fil-maḥīḍi wa lā taqrabụhunna ḥattā yaṭ-hurn, fa iżā taṭahharna fa`tụhunna min ḥaiṡu amarakumullāh, innallāha yuḥibbut-tawwābīna wa yuḥibbul-mutaṭahhirīn

222. DAN, MEREKA akan bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Itu adalah suatu keadaan yang rentan. Oleh sebab itu, jauhilah perempuan selama mereka haid dan janganlah mendekati mereka hingga mereka suci; dan jika mereka telah suci, datangilah mereka sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada kalian.209

Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berpaling kepada-Nya dalam tobat210 dan mencintai orang-orang yang selalu menyucikan diri.


Surah Al-Baqarah Ayat 223

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

nisā`ukum ḥarṡul lakum fa`tụ ḥarṡakum annā syi`tum wa qaddimụ li`anfusikum, wattaqullāha wa’lamū annakum mulāqụh, wa basysyiril-mu`minīn

223. Istri-istri kalian adalah ladang kalian; maka, datangilah ladang kalian itu sekehendak kalian, tetapi pertama-tama persiapkanlah sesuatu bagi jiwa kalian,211 dan tetaplah sadar akan Allah, dan ketahuilah bahwa kalian ditakdirkan menemui-Nya. Dan, berikanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman.


Surah Al-Baqarah Ayat 224

وَلَا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لِأَيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

wa lā taj’alullāha ‘urḍatal li`aimānikum an tabarrụ wa tattaqụ wa tuṣliḥụ bainan-nās, wallāhu samī’un ‘alīm

224. DAN, JANGAN biarkan sumpah kalian atas nama Allah menjadi penghalang kebajikan, kesadaran akan Allah, dan penciptaan perdamaian di antara manusia:212 sebab, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 225

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā kasabat qulụbukum, wallāhu gafụrun ḥalīm

225. Allah tidak akan menghukum kalian karena sumpah-sumpah yang kalian ucapkan tanpa sadar, tetapi [hanya] akan menghukum kalian atas apa yang diniatkan oleh hati kalian [dengan sungguh-sungguh]: sebab, Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.


Surah Al-Baqarah Ayat 226

لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

lillażīna yu`lụna min nisā`ihim tarabbuṣu arba’ati asy-hur, fa in fā`ụ fa innallāha gafụrur raḥīm

226. Orang-orang yang bersumpah tidak akan mendekati istrinya mendapatkan kelonggaran waktu empat bulan; dan jika mereka kembali [pada sumpah mereka]213—perhatikanlah, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Baqarah Ayat 227

وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

wa in ‘azamuṭ-ṭalāqa fa innallāha samī’un ‘alīm

227. Namun, jika mereka memutuskan untuk bercerai—perhatikanlah, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 228

وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ ۚ وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ إِنْ كُنَّ يُؤْمِنَّ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wal-muṭallaqātu yatarabbaṣna bi`anfusihinna ṡalāṡata qurū`, wa lā yaḥillu lahunna ay yaktumna mā khalaqallāhu fī ar-ḥāmihinna ing kunna yu`minna billāhi wal-yaumil-ākhir, wa bu’ụlatuhunna aḥaqqu biraddihinna fī żālika in arādū iṣlāḥā, wa lahunna miṡlullażī ‘alaihinna bil-ma’rụfi wa lir-rijāli ‘alaihinna darajah, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

228. Dan, perempuan yang diceraikan hendaklah menjalani, tanpa menikah kembali,214 masa menunggu selama tiga kali haid: sebab, tidak halal bagi mereka menyembunyikan apa yang mungkin telah Allah ciptakan dalam rahim mereka,215 jika mereka beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Dan, selama masa ini, para suami berhak sepenuhnya untuk kembali mengambil mereka (sebagai istri) jika mereka menghendaki rukun; akan tetapi, sesuai dengan keadilan, hak para istri [terhadap suami mereka] setara dengan hak [para suami] terhadap mereka, meskipun lelaki memiliki keutamaan terhadap mereka [dalam hal ini].216 Dan, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Baqarah Ayat 229

الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ ۖ فَإِمْسَاكٌ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحٌ بِإِحْسَانٍ ۗ وَلَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا إِلَّا أَنْ يَخَافَا أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَعْتَدُوهَا ۚ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

aṭ-ṭalāqu marratāni fa imsākum bima’rụfin au tasrīḥum bi`iḥsān, wa lā yaḥillu lakum an ta`khużụ mimmā ātaitumụhunna syai`an illā ay yakhāfā allā yuqīmā ḥudụdallāh, fa in khiftum allā yuqīmā ḥudụdallāhi fa lā junāḥa ‘alaihimā fīmaftadat bih, tilka ḥudụdullāhi fa lā ta’tadụhā, wa may yata’adda ḥudụdallāhi fa ulā`ika humuẓ-ẓālimụn

229. Suatu perceraian dapat [dibatalkan] dua kali, setelah itu pernikahan harus dilanjutkan lagi secara adil atau diputuskan secara baik-baik.217

Dan, tidak halal bagi kalian mengambil kembali apa saja yang telah kalian berikan kepada istri—istri kalian, kecuali jika kedua [pihak] khawatir bahwa mereka tidak dapat menaati batas-batas yang telah ditetapkan Allah: karena itu, jika kalian khawatir bahwa keduanya tidak mampu menaati b atas-batas yang telah ditetapkan Allah, tiada dosa bagi keduanya sehubungan dengan apa yang dapat diserahkan istri [kepada suaminya] untuk membebaskan dirinya (dari ikatan pernikahan).218

Inilah batas-batas yang telah ditetapkan Allah, maka, janganlah melanggarnya, sebab, orang-orang yang melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah—mereka, mereka itulah orang-orang yang zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 230

فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا تَحِلُّ لَهُ مِنْ بَعْدُ حَتَّىٰ تَنْكِحَ زَوْجًا غَيْرَهُ ۗ فَإِنْ طَلَّقَهَا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا أَنْ يَتَرَاجَعَا إِنْ ظَنَّا أَنْ يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ ۗ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

fa in ṭallaqahā fa lā taḥillu lahụ mim ba’du ḥattā tangkiḥa zaujan gairah, fa in ṭallaqahā fa lā junāḥa ‘alaihimā ay yatarāja’ā in ẓannā ay yuqīmā ḥudụdallāh, wa tilka ḥudụdullāhi yubayyinuhā liqaumiy ya’lamụn

230. Dan, jika dia [akhirnya] menceraikannya, perempuan tersebut mulai saat itu tidak halal lagi baginya, kecuali dia menikah1 lelaki lain terlebih dahulu; kemudian, jika suami yang terakhir ini menceraikannya, tiada dosa bagi keduanya apabila mereka bersatu kembali—asalkan keduanya merasa bahwa mereka akan mampu menaati batas-batas yang telah ditetapkan Allah: sebab, inilah batas-batas (ketentuan) Allah, yang Dia jeIaskan kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan [bawaan].


Surah Al-Baqarah Ayat 231

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ ۚ وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ ۚ وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

wa iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa balagna ajalahunna fa amsikụhunna bima’rụfin au sarriḥụhunna bima’rụf, wa lā tumsikụhunna ḍirāral lita’tadụ, wa may yaf’al żālika fa qad ẓalama nafsah, wa lā tattakhiżū āyātillāhi huzuwaw ważkurụ ni’matallāhi ‘alaikum wa mā anzala ‘alaikum minal-kitābi wal-ḥikmati ya’iẓukum bih, wattaqullāha wa’lamū annallāha bikulli syai`in ‘alīm

231. Begitu juga, apabila kalian menceraikan perempuan ketika mereka mendekati akhir masa penantiannya, pertahankanlah mereka dengan cara yang baik atau biarkanlah mereka pergi dengan cara yang baik. Akan tetapi, janganlah mempertahankan mereka bertentangan dengan keinginan mereka dengan tujuan menyakiti [mereka]: sebab, siapa pun yang bertindak demikian, sungguh dia menganiaya dirinya sendiri.

Dan, janganlah menganggap ringan pesan Allah [ini]; dan ingatlah nikmat-nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kalian, dan semua wahyu serta hikmah yang telah Dia turunkan kepada kalian dalam rangka memberi kalian peringatan; dan sadarlah kepada Allah senantiasa, serta ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 232

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ ذَٰلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۗ ذَٰلِكُمْ أَزْكَىٰ لَكُمْ وَأَطْهَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

wa iżā ṭallaqtumun-nisā`a fa balagna ajalahunna fa lā ta’ḍulụhunna ay yangkiḥna azwājahunna iżā tarāḍau bainahum bil-ma’rụf, żālika yụ’aẓu bihī mang kāna mingkum yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, żālikum azkā lakum wa aṭ-har, wallāhu ya’lamu wa antum lā ta’lamụn

232. Dan, apabila kalian menceraikan perempuan, sedangkan mereka telah sampai pada akhir rnasa penantiannya, jangan halangi mereka menikah lagi dengan laki-laki lain, jika keduanya telah bersepakat dengan cara yang baik. lnilah peringatan bagi siapa saja di antara kalian yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir; inilah [jalan] yang paling suci bagi kalian dan paling bersih. Dan, Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 233

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wal-wālidātu yurḍi’na aulādahunna ḥaulaini kāmilaini liman arāda ay yutimmar-raḍā’ah, wa ‘alal-maulụdi lahụ rizquhunna wa kiswatuhunna bil-ma’rụf, lā tukallafu nafsun illā wus’ahā, lā tuḍārra wālidatum biwaladihā wa lā maulụdul lahụ biwaladihī wa ‘alal-wāriṡi miṡlu żālik, fa in arādā fiṣālan ‘an tarāḍim min-humā wa tasyāwurin fa lā junāḥa ‘alaihimā, wa in arattum an tastarḍi’ū aulādakum fa lā junāḥa ‘alaikum iżā sallamtum mā ātaitum bil-ma’rụf, wattaqullāha wa’lamū annallāha bimā ta’malụna baṣīr

233. Dan, ibu-ibu [yang diceraikan] boleh menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, jika mereka ingin menyempurnakan masa menyusuinya; dan laki-laki* yang telah mempunyai anak wajib memberi makan dan pakaian kepada mereka dengan cara yang baik. Hendaknya tiada seorang manusia pun dibebani melebihi kemampuannya: hendaknya seorang ibu pun tidak menjadi menderita karena anaknya, dan tidak pula seorang ayah menderita karena anaknya. Dan, kewajiban yang sama berlaku bagi sang ahli waris [ayahnya].

Dan, jika keduanya [ayah dan ibu] memutuskan – dengan persetujuan dan musyawarah—pemisahan [ibu dari anak],219 mereka tidak berdosa [karenanya]; dan jika kalian memutuskan untuk memercayakan anak-anak kalian kepada ibu-asuh, tiada dosa bagi kalian, asal kalian menjamin—dengan cara yang baik—keselamatan anak yang kalian serahkan.220 Namun, sadarlah akan Allah senantiasa, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 234

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا ۖ فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

wallażīna yutawaffauna mingkum wa yażarụna azwājay yatarabbaṣna bi`anfusihinna arba’ata asy-huriw wa ‘asyrā, fa iżā balagna ajalahunna fa lā junāḥa ‘alaikum fīmā fa’alna fī anfusihinna bil-ma’rụf, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

234. Dan, jika salah seorang di antara kalian wafat dan meninggalkan istri-istri, mereka harus menjalani, tanpa menikah dulu,221 masa penantian selama empat bulan sepuluh hari; kemudian, jika mereka telah sampai pada akhir masa penantiannya, tiada dosa222 dalam hal apa pun yang mungkin mereka lakukan dengan orang lain secara halal. Dan, Allah Maha Mengetahui segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 235

وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ ۚ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَٰكِنْ لَا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلَّا أَنْ تَقُولُوا قَوْلًا مَعْرُوفًا ۚ وَلَا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

wa lā junāḥa ‘alaikum fīmā ‘arraḍtum bihī min khiṭbatin-nisā`i au aknantum fī anfusikum, ‘alimallāhu annakum satażkurụnahunna wa lākil lā tuwā’idụhunna sirran illā an taqụlụ qaulam ma’rụfā, wa lā ta’zimụ ‘uqdatan-nikāḥi ḥattā yablugal-kitābu ajalah, wa’lamū annallāha ya’lamu mā fī anfusikum faḥżarụh, wa’lamū annallāha gafụrun ḥalīm

235. Namun, tiada dosa bagi kalian sekiranya kalian memberi isyarat [untuk berniat] meminang kepada [siapa pun di antara] perempuan-perempuan itu atau jika kalian memendam niat tersebut tanpa menyatakannya: [sebab] Allah mengetahui bahwa kalian ingin menikahi mereka.223 Namun, janganlah mengucapkan janji nikah dengan mereka secara rahasia, tetapi bicaralah hanya dengan cara yang layak; dan janganlah menjalin ikatan-nikah sebelum [masa penantian] yang telah ditetapkan itu berakhir. Dan, ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam pikiran kalian; karena itu, sadarlah kepada-Nya senantiasa dan ketahuilah pula bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.


Surah Al-Baqarah Ayat 236

لَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِنْ طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ أَوْ تَفْرِضُوا لَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَمَتِّعُوهُنَّ عَلَى الْمُوسِعِ قَدَرُهُ وَعَلَى الْمُقْتِرِ قَدَرُهُ مَتَاعًا بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُحْسِنِينَ

lā junāḥa ‘alaikum in ṭallaqtumun-nisā`a mā lam tamassụhunna au tafriḍụ lahunna farīḍataw wa matti’ụhunna ‘alal-mụsi’i qadaruhụ wa ‘alal-muqtiri qadaruh, matā’am bil-ma’rụf, ḥaqqan ‘alal-muḥsinīn

236. Kalian tiada berdosa apabila menceraikan istri-istri kalian, sementara kalian belum menyentuh mereka dan belum menentukan mahar bagi mereka;224 tetapi [dalam kasus seperti itu pun,] berikanlah bekal kepada mereka—bagi yang berkelimpahan menurut kemampuannya dan bagi yang berkekurangan menurut kemampuannya—suatu bekal (yang diberikan) dengan adil: inilah kewajiban bagi semua orang yang berniat melakukan kebajikan.225


Surah Al-Baqarah Ayat 237

وَإِنْ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ إِلَّا أَنْ يَعْفُونَ أَوْ يَعْفُوَ الَّذِي بِيَدِهِ عُقْدَةُ النِّكَاحِ ۚ وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۚ وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa in ṭallaqtumụhunna ming qabli an tamassụhunna wa qad faraḍtum lahunna farīḍatan fa niṣfu mā faraḍtum illā ay ya’fụna au ya’fuwallażī biyadihī ‘uqdatun-nikāḥ, wa an ta’fū aqrabu lit-taqwā, wa lā tansawul-faḍla bainakum, innallāha bimā ta’malụna baṣīr

237. Dan, jika kalian menceraikan mereka sebelum menyentuhnya, tetapi setelah menentukan mahar bagi mereka, [berilah mereka] setengah dari (mahar) yang telah kalian tentukan itu—kecuali jika mereka melepaskan hak mereka atau dia yang memegang ikatan nikah226 melepaskan haknya [terhadap setengah dari mahar itu]: dan melepaskan apa yang menjadi hak kalian itu lebih sesuai dengan kesadaran akan Allah. Dan, janganlah lupa [bahwa hendaklah kalian bertindak penuh] kasih sayang terhadap satu sama lain: sungguh, Allah Maha Melihat segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

ḥāfiẓụ ‘alaṣ-ṣalawāti waṣ-ṣalātil-wusṭā wa qụmụ lillāhi qānitīn

238. SENANTIASALAH memperhatikan seluruh shalat, dan bershalatlah dengan cara yang terbaik;227 dan berdirilah di hadapan Allah dengan ketaatan yang tulus.


Surah Al-Baqarah Ayat 239

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا ۖ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

fa in khiftum fa rijālan au rukbānā, fa iżā amintum fażkurullāha kamā ‘allamakum mā lam takụnụ ta’lamụn

239. Namun, jika kalian dalam keadaan bahaya, [bershalatlah] sambil berjalan atau berkendaraan;228 dan apabila kalian telah aman kembali, ingatlah Allah—sebab, Dia-lah yang telah mengajarkan kalian apa yang sebelumnya tidak kalian ketahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 240

وَالَّذِينَ يُتَوَفَّوْنَ مِنْكُمْ وَيَذَرُونَ أَزْوَاجًا وَصِيَّةً لِأَزْوَاجِهِمْ مَتَاعًا إِلَى الْحَوْلِ غَيْرَ إِخْرَاجٍ ۚ فَإِنْ خَرَجْنَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِي مَا فَعَلْنَ فِي أَنْفُسِهِنَّ مِنْ مَعْرُوفٍ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wallażīna yutawaffauna mingkum wa yażarụna azwājaw waṣiyyatal li`azwājihim matā’an ilal-ḥauli gaira ikhrāj, fa in kharajna fa lā junāḥa ‘alaikum fī mā fa’alna fī anfusihinna mim ma’rụf, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

240. DAN, JIKA salah seorang di antara kalian wafat dan meninggalkan istri-istri, mereka mewariskan kepada janda-janda mereka [hak atas] biaya hidup selama setahun tanpa harus diperintahkan untuk meninggalkan [rumah almarhum suaminya].229 Namun, jika mereka meninggalkan (rumah itu) [karena kemuan sendiri], tiada dosa atas apa yang mereka lakukan tahadap diri mereka dengan cara yang halal.230 Dan, Allah Mabaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Baqarah Ayat 241

وَلِلْمُطَلَّقَاتِ مَتَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ ۖ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ

wa lil-muṭallaqāti matā’um bil-ma’rụf, ḥaqqan ‘alal-muttaqīn

241. Begitu pula, perempuan-perempuan yang dicerai hendaklah mendapat [hak atas] biaya hidup dengan cara yang makruf:231 ini adalah kewajiban bagi semua yang sadar akan Allah.


Surah Al-Baqarah Ayat 242

كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la’allakum ta’qilụn

242. Demikianlah, Allah menjelaskan kepada kalian pesan-pesan-Nya agar kalian dapat [belajar] menggunakan akal.


Surah Al-Baqarah Ayat 243

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

a lam tara ilallażīna kharajụ min diyārihim wa hum ulụfun ḥażaral-mauti fa qāla lahumullāhu mụtụ, ṡumma aḥyāhum, innallāha lażụ faḍlin ‘alan-nāsi wa lākinna akṡaran-nāsi lā yasykurụn

243. TIDAKKAH ENGKAU perhatikan orang-orang yang meninggalkan tanah air mereka dengan berbondong-bondong karena takut mati—lalu Allah berkata kepada mereka, “Matilah,” dan kemudian menghidupkan mereka kembali?232

Perhatikanlah, sungguh, Allah tiada terhingga dalam karunia-Nya kepada manusia—tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.


Surah Al-Baqarah Ayat 244

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

wa qātilụ fī sabīlillāhi wa’lamū annallāha samī’un ‘alīm

244. Maka, berperanglah di jalan Allah233 dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 245

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

man żallażī yuqriḍullāha qarḍan ḥasanan fa yuḍā’ifahụ lahū aḍ’āfang kaṡīrah, wallāhu yaqbiḍu wa yabṣuṭu wa ilaihi turja’ụn

245. Siapakah yang mau mempersembahkan kepada Allah pinjaman yang baik,234 yang akan dilunasi-Nya dengan berlipat ganda? Karena Allah mengambil dan Dia memberikan secara berlimpah ruah; dan kepada-Nya-lah kalian akan dikembalikan.


Surah Al-Baqarah Ayat 246

أَلَمْ تَرَ إِلَى الْمَلَإِ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ بَعْدِ مُوسَىٰ إِذْ قَالُوا لِنَبِيٍّ لَهُمُ ابْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ أَلَّا تُقَاتِلُوا ۖ قَالُوا وَمَا لَنَا أَلَّا نُقَاتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِنْ دِيَارِنَا وَأَبْنَائِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ تَوَلَّوْا إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ

a lam tara ilal-mala`i mim banī isrā`īla mim ba’di mụsā, iż qālụ linabiyyil lahumub’aṡ lanā malikan-nuqātil fī sabīlillāh, qāla hal ‘asaitum ing kutiba ‘alaikumul-qitālu allā tuqātilụ, qālụ wa mā lanā allā nuqātila fī sabīlillāhi wa qad ukhrijnā min diyārinā wa abnā`inā, fa lammā kutiba ‘alaihimul-qitālu tawallau illā qalīlam min-hum, wallāhu ‘alīmum biẓ-ẓālimīn

246. Tidakkah kalian perhatikan para pemuka Bani Israil, setelah masa Nabi Musa, bagaimana mereka berkata kepada seorang nabi mereka,235 “Angkatlah seorang raja untuk kami [dan] kami akan berperang di jalan Allah”?

Berkatalah dia, “Akankah kalian, mungkin, mengurungkan diri dari berperang jika perang diwajibkan kepada kalian?”

Mereka menjawab, “Dan, mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami dan anak-anak kami telah diusir dari negeri-negeri kampung halaman kami?”236

Namun, tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun benar-benar berpaling, kecuali beberapa orang di antara mereka; tetapi Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.


Surah Al-Baqarah Ayat 247

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

wa qāla lahum nabiyyuhum innallāha qad ba’aṡa lakum ṭālụta malikā, qālū annā yakụnu lahul-mulku ‘alainā wa naḥnu aḥaqqu bil-mulki min-hu wa lam yu`ta sa’atam minal-māl, qāla innallāhaṣṭafāhu ‘alaikum wa zādahụ basṭatan fil ‘ilmi wal-jism, wallāhu yu`tī mulkahụ may yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm

247. Dan, nabi mereka berkata kepada para pemuka itu,237 “Perhatikanlah, Allah kini telah mengangkat Thalut sebagai raja kalian.”

Mereka berkata, “Bagaimana dia bisa memiliki kekuasaan atas kami, padahal kami lebih berhak atas kekuasaan daripadanya dan dia [bahkan] tidak diberi kekayaan yang banyak?”

[Nabi itu] menjawab, “Perhatikanlah, Allah telah mengutamakannya di atas kalian dan menganugerahinya ilmu yang luas dan kesempurnaan jasmani.” Dan, Allah memberikan kekuasaan-Nya238 kepada siapa saja yang Dia kehendaki: sebab, Allah Maha Tak Terhingga, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 248

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَىٰ وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

wa qāla lahum nabiyyuhum inna āyata mulkihī ay ya`tiyakumut-tābụtu fīhi sakīnatum mir rabbikum wa baqiyyatum mimmā taraka ālu mụsā wa ālu hārụna taḥmiluhul-malā`ikah, inna fī żālika la`āyatal lakum ing kuntum mu`minīn

248. Dan, nabi mereka berkata kepada mereka, “Perhatikanlah, tanda bagi kekuasaannya [yang sah] adalah bahwa kalian akan dianugerahi hati239 yang oleh Pemelihara kalian dipenuhi dengan ketenangan batin dan segala yang tersisa dalam ‘warisan yang dibawa malaikat’ yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan Harun.240 Perhatikanlah, di sini benar-benar terdapat suatu tanda bagi kalian jika kalian [benar-benar] beriman.”


Surah Al-Baqarah Ayat 249

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ مُبْتَلِيكُمْ بِنَهَرٍ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَنْ لَمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلَاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

fa lammā faṣala ṭālụtu bil-junụdi qāla innallāha mubtalīkum binahar, fa man syariba min-hu fa laisa minnī, wa mal lam yaṭ’am-hu fa innahụ minnī illā manigtarafa gurfatam biyadih, fa syaribụ min-hu illā qalīlam min-hum, fa lammā jāwazahụ huwa wallażīna āmanụ ma’ahụ qālụ lā ṭāqata lanal-yauma bijālụta wa junụdih, qālallażīna yaẓunnụna annahum mulāqullāhi kam min fi`ating qalīlatin galabat fi`atang kaṡīratam bi`iżnillāh, wallāhu ma’aṣ-ṣābirīn

249. Dan, tatkala Thalut keluar bersama tentaranya, dia berkata, “Perhatikanlah, kini Allah akan menguji kalian dengan sebuah sungai: siapa pun yang minum darinya tidak termasuk pengikutku, sernentara yang menahan untuk tidak mencicipinya—dia benar-benar termasuk pengikutku; tetapi orang yang hanya menciduk segenggam tangan, dia akan dimaafkan.”241

Namun, kecuali segelintir orang di antara mereka, kebanyakan mereka pun meminumnya [sepuas-puasnya].

Dan, segera setelah Thalut dan orang-orang yang tetap beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, yang lain berkata, “Tiada daya yang kita miliki hari ini [untuk bangkit] melawan Jalut dan tentaranya!”

[Namun,] orang-orang yang yakin bahwa mereka ditakdirkan akan bertemu Allah menjawab, “Betapa sering terjadi, suatu golongan yang kecil dapat mengalahkan golongan yang besar dengan izin Allah! Sebab, Allah beserta orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesusahan.”


Surah Al-Baqarah Ayat 250

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

wa lammā barazụ lijālụta wa junụdihī qālụ rabbanā afrig ‘alainā ṣabraw wa ṡabbit aqdāmanā wanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

250. Dan, tatkala mereka berhadap-hadapan dengan Jalut dan tentaranya, mereka pun berdoa, “Wahai, Pemelihara kami! Curahkanlah kesabaran kepada kami dalam (menghadapi) kesusahan, teguhkanlah langkah kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang mengingkari kebenaran.”


Surah Al-Baqarah Ayat 251

فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ

fa hazamụhum bi`iżnillāh, wa qatala dāwụdu jālụta wa ātāhullāhul-mulka wal-ḥikmata wa ‘allamahụ mimmā yasyā`, walau lā daf’ullāhin-nāsa ba’ḍahum biba’ḍil lafasadatil-arḍu wa lākinnallāha żụ faḍlin ‘alal-‘ālamīn

251. Dan kemudian, dengan izin Allah, mereka mengalahkan tentara Jalut. Dan, Daud membunuh Jalut; lalu Allah memberikan kepadanya kekuasaan dan hikmah, serta mengajarkan kepadanya segala pengetahuan yang Dia kehendaki.

Dan, andai Allah tidak memberikan kemampuan kepada manusia untuk mempertahankan diri mereka terhadap satu sama lainnya,242 kerusakan pasti akan meliputi bumi: tetapi Allah tiada terhingga dalam karunia-Nya terhadap semesta alam.


Surah Al-Baqarah Ayat 252

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۚ وَإِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

tilka āyātullāhi natlụhā ‘alaika bil-ḥaqq, wa innaka laminal-mursalīn

252. INILAH ayat-ayat Allah: Kami menyampaikannya kepada engkau [wahai Nabi] untuk menyatakan kebenaran—sebab, sungguh, engkau termasuk di antara orang-orang yang diamanati risalah.


Surah Al-Baqarah Ayat 253

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ ۗ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ كَفَرَ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ

tilkar-rusulu faḍḍalnā ba’ḍahum ‘alā ba’ḍ, min-hum mang kallamallāhu wa rafa’a ba’ḍahum darajāt, wa ātainā ‘īsabna maryamal-bayyināti wa ayyadnāhu birụḥil-qudus, walau syā`allāhu maqtatalallażīna mim ba’dihim mim ba’di mā jā`at-humul-bayyinātu wa lākinikhtalafụ fa min-hum man āmana wa min-hum mang kafar, walau syā`allāhu maqtatalụ, wa lākinnallāha yaf’alu mā yurīd

253. Sebagian rasul-rasul ini telah Kami anugerahi lebih banyak daripada sebagian lainnya: di antara mereka ada yang diajak bicara oleh Allah [secam langsung], dan sebagian bahkan diangkat-Nya lebih tinggi.243 Dan, Kami telah memberikan kepada Isa, putra Maryam, semua bukti kebenaran dan memperkuatnya dengan ilham suci.244

Dan, seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang yang datang setelah mereka [rasul-rasull itu tidak akan menentang satu sama lain setelah menerima semua bukti kebenaran; akan tetapi [ternyata,] mereka benar-benar menganut pandangan yang beragam dan sebagian dari mereka meraih iman, sedangkan sebagian mengingkari kebenaran. Namun, jika Allah memang menghendaki, mereka pasti tidak saling berperang: tetapi Allah berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya.245


Surah Al-Baqarah Ayat 254

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ mimmā razaqnākum ming qabli ay ya`tiya yaumul lā bai’un fīhi wa lā khullatuw wa lā syafā’ah, wal-kāfirụna humuẓ-ẓālimụn

254. WAHAI, orang-orang yang telah meraih iman! Nafkahkanlah [di jalan Kami] apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebagai rezeki, sebelum datang suatu Hari246 ketika tiada lagi tawar-menawar, persahabatan, maupun syafaat*. Dan, mereka yang mengingkari kebenaran—mereka itulah orang-orang yang zalim!


Surah Al-Baqarah Ayat 255

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

255. ALLAH—tiada tuhan kecuali Dia, Yang Hidup Kekal, Sumber Swamandiri dari Segala Wujud.

Tiada mengantuk maupun tidur. Kepunyaan-Nya-lah segala yang ada di lelangit dan segala yang ada di muka bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat bersama-Nya, kecuali dengan izin-Nya?

Dia mengetahui segala yang terbentang di hadapan manusia dan segala yang tersembunyi dari mereka,247 sedangkan mereka tidak mampu meraih apa pun dari ilmu-Nya kecuali yang Dia kehendaki [untuk mereka raih].

Kekuasaan-Nya yang abadi248 meliputi lelangit dan bumi, dan pemeliharaan terhadap keduanya tiada melelahkan-Nya. Dan, hanya Dia Yang Mahatinggi, Mahaagung.


Surah Al-Baqarah Ayat 256

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

lā ikrāha fid-dīn, qat tabayyanar-rusydu minal-gayy, fa may yakfur biṭ-ṭāgụti wa yu`mim billāhi fa qadistamsaka bil-‘urwatil-wuṡqā lanfiṣāma lahā, wallāhu samī’un ‘alīm

256. TIDAK BOLEH ADA paksaan dalam urusan keyakinan.249

Kini, telah jelas jalan yang benar dari [jalan] yang sesat: karena itu, orang yang menolak kuasa-kuasa jahat:250 dan beriman kepada Allah, sungguh, telah berpegang erat kepada sandaran yang amat kukuh, yang tidak akan pernah roboh: sebab, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 257

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُمْ مِنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ ۗ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

allāhu waliyyullażīna āmanụ yukhrijuhum minaẓ-ẓulumāti ilan-nụr, wallażīna kafarū auliyā`uhumuṭ-ṭāgụtu yukhrijụnahum minan-nụri ilaẓ-ẓulumāt, ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

257. Allah dekat dengan orang-orang yang beriman, (Dia) mengeluarkan mereka dari pekatnya kegelapan kepada cahaya—sementara orang-orang yang mengingkari kebenaran dekat dengan kuasa-kuasa jahat, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada pekatnya kegelapan: mereka itulah orang-orang yang ditetapkan di neraka, berkediarnan di dalamnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 258

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي وَأُمِيتُ ۖ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

a lam tara ilallażī ḥājja ibrāhīma fī rabbihī an ātāhullāhul-mulk, iż qāla ibrāhīmu rabbiyallażī yuḥyī wa yumītu qāla ana uḥyī wa umīt, qāla ibrāhīmu fa innallāha ya`tī bisy-syamsi minal-masyriqi fa`ti bihā minal-magribi fa buhitallażī kafar, wallāhu lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

258. TIDAKKAH ENGKAU perhatikan [raja] yang berdebat dengan Ibrahim tentang Pemeliharanya, [hanya] karena Allah telah memberikan kepadanya kerajaan?

Lihatlah! Ibrahim berkata, “Pemeliharaku adalah Dia yang menganugerahkan hidup dan menimpakan kematian.”

[Raja itu] menjawab, “Aku [juga] menganugerahkan hidup dan menimpakan kematian.”

Berkatalah Ibrahim, “Sungguh, Allah menjadikan matahari terbit di timur; maka jadikanlah ia terbit di barat!”

Kemudian, orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu terdiam: sebab, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang [sengaja] berbuat zalim.251


Surah Al-Baqarah Ayat 259

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

au kallażī marra ‘alā qaryatiw wa hiya khāwiyatun ‘alā ‘urụsyihā, qāla annā yuḥyī hāżihillāhu ba’da mautihā, fa amātahullāhu mi`ata ‘āmin ṡumma ba’aṡah, qāla kam labiṡt, qāla labiṡtu yauman au ba’ḍa yaụm, qāla bal labiṡta mi`ata ‘āmin fanẓur ilā ṭa’āmika wa syarābika lam yatasannah, wanẓur ilā ḥimārik, wa linaj’alaka āyatal lin-nāsi wanẓur ilal-‘iẓāmi kaifa nunsyizuhā ṡumma naksụhā laḥmā, fa lammā tabayyana lahụ qāla a’lamu annallāha ‘alā kulli syai`ing qadīr

259. Ataukah [engkau, wahai manusia, berpikiran sama] seperti orang252 yang melewati suatu kota yang telah ditinggalkan penduduknya, dengan atapnya yang sudah ambruk, [dan] berkata, “Bagaimana Allah bisa menghidupkan kembali semua ini setelah kematiannya?”253

Lalu, Allah menjadikan orang itu mati selama seratus tahun; dan kemudian Dia menghidupkannya kembali [dan] berkata, “Berapa lamakah engkau tinggal dalam keadaan seperti ini?”

Dia menjawab. “Aku tinggal dalam keadaan ini selama sehari atau setengnh hari.”

Berfirmanlah [Allah], “Tidak, tetapi engkau telah tinggal dalam keadaan seperti ini selama seratus tahun! Akan tetapi, lihatlah makanan dan minumanmu—yang tidak rusak dengan berlalunya waktu bertahun-tahun—dan lihatlah keledaimu!254 Dan, [Kami melakukan semua ini] agar Kami dapat menjadikan engkau sebagai tanda bagi manusia. Dan, lihatlah tulang belulang [binatang dan manusia] itu—bagaimana Kami menyatukannya, kemudian membalutnya dengan daging!”255

Maka, tatkala [semua ini] telah jelas baginya, dia pun berkata, “Aku tahu [sekarang] bahwa Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu!”


Surah Al-Baqarah Ayat 260

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wa iż qāla ibrāhīmu rabbi arinī kaifa tuḥyil-mautā, qāla a wa lam tu`min, qāla balā wa lākil liyaṭma`inna qalbī, qāla fakhuż arba’atam minaṭ-ṭairi fa ṣur-hunna ilaika ṡummaj’al ‘alā kulli jabalim min-hunna juz`an ṡummad’uhunna ya`tīnaka sa’yā, wa’lam annallāha ‘azīzun ḥakīm

260. Dan lihatlah, Ibrahim berkata, “Wahai, Pemeliharaku! Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan yang mati!”

Berfirmanlah Dia, “Tidakkah engkau memiliki iman?”

[Ibrahim] menjawab, “Bukan, tetapi [biarlah aku melihatnya] agar hatiku tenteram sepenuhnya.”

Berfirmanlah Dia, “Maka, ambillah empat ekor burung dan ajarilah mereka menaatimu;256 lalu tempatkanlah mereka secara terpisah di atas setiap bukit [di sekelilingmu]; kemudian panggillah mereka: mereka akan datang dengan terbang kepadamu. Dan, ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”257


Surah Al-Baqarah Ayat 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

maṡalullażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi kamaṡali ḥabbatin ambatat sab’a sanābila fī kulli sumbulatim mi`atu ḥabbah, wallāhu yuḍā’ifu limay yasyā`, wallāhu wāsi’un ‘alīm

261. PERUMPAMAAN orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dalam setiap bulir terdapat seratus benih: sebab, Allah memberikan tambahan yang berlipat ganda bagi siapa saja yang Dia kehendaki; dan Allah Maha Tak Terhingga, Maha Mengetahui.


Surah Al-Baqarah Ayat 262

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى ۙ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

allażīna yunfiqụna amwālahum fī sabīlillāhi ṡumma lā yutbi’ụna mā anfaqụ mannaw wa lā ażal lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

262. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah dan lalu tidak merusak258 pemberiannya itu dengan menonjolkan kebajikannya sendiri dan menyakiti [perasaan fakir-miskin] akan memperoleh pahala di sisi Pemelihara mereka, dan mereka tidak perlu takut, dan tidak pula akan bersedih hati.


Surah Al-Baqarah Ayat 263

قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

qaulum ma’rụfuw wa magfiratun khairum min ṣadaqatiy yatba’uhā ażā, wallāhu ganiyyun ḥalīm

263. Perkataan yang baik dan penyembunyian kebutuhan orang lain259 lebih baik daripada sedekah yang diikuti dengan sesuatu yang menyakitkan; dan Allah Mahacukup, Maha Penyantun.


Surah Al-Baqarah Ayat 264

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنْفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِمَّا كَسَبُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā tubṭilụ ṣadaqātikum bil-manni wal-ażā kallażī yunfiqu mālahụ ri`ā`an-nāsi wa lā yu`minu billāhi wal-yaumil-ākhir, fa maṡaluhụ kamaṡali ṣafwānin ‘alaihi turābun fa aṣābahụ wābilun fa tarakahụ ṣaldā, lā yaqdirụna ‘alā syai`im mimmā kasabụ, wallāhu lā yahdil-qaumal-kāfirīn

264. Wahai, orang-orang yang telah meraih iman! Janganlah menghilangkan nilai sedekah kalian dengan menonjolkan kebajikan kalian sendiri dan menyakiti [perasaan fakir-miskin], seperti orang yang menafkahkan hartanya hanya agar dilihat dan dipuji oleh manusia, dan tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir: sebab, perumpamaan baginya adalah seperti batu licin dengan [sedikit] tanah di atasnya—kemudian hujan lebat menimpanya dan membuatnya keras dan gundul. Orang-orang seperti ini tidak akan memperoleh hasil apa pun dari semua pekerjaan [baik] mereka: sebab, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang menolak mengakui kebenaran.


Surah Al-Baqarah Ayat 265

وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِنْ لَمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa maṡalullażīna yunfiqụna amwālahumubtigā`a marḍātillāhi wa taṡbītam min anfusihim kamaṡali jannatim birabwatin aṣābahā wābilun fa ātat ukulahā ḍi’faīn, fa il lam yuṣib-hā wābilun fa ṭall, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr

265. Dan, perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya karena kerinduan akan ridha Allah dan karena keteguhan batinnya adalah seperti sebuah kebun di dataran yang tinggi dan subur: hujan lebat menimpanya, lalu kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat; dan jika bukan hujan lebat yang menimpanya, hujan gerimis [tercurah ke atasnya]. Dan, Allah Maha Melihat segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 266

أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

a yawaddu aḥadukum an takụna lahụ jannatum min nakhīliw wa a’nābin tajrī min taḥtihal-an-hāru lahụ fīhā ming kulliṡ-ṡamarāti wa aṣābahul-kibaru wa lahụ żurriyyatun ḍu’afā`, fa aṣābahā i’ṣārun fīhi nārun faḥtaraqat, każālika yubayyinullāhu lakumul-āyāti la’allakum tatafakkarụn

266. Adakah di antara kalian yang ingjn mempunyai kebun kurma dan anggur, yang dilalui aliran sungai-sungai, dan mempunyai segaJa macam buah-buahan di dalamnya—kemudian usia tua menimpa, sedangkan dia hanya mempunyai anak-anak yang lemah untuk [menjaga]nya—dan kemudian [melihat] kebun itu dihantam oleh angin keras yang mengandung api dan benar-benar terbakar?

Demikianlah Allah menjelaskan pesan-pesan-Nya kepada kalian agar kalian berpikir.


Surah Al-Baqarah Ayat 267

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

yā ayyuhallażīna āmanū anfiqụ min ṭayyibāti mā kasabtum wa mimmā akhrajnā lakum minal-arḍ, wa lā tayammamul-khabīṡa min-hu tunfiqụna wa lastum bi`ākhiżīhi illā an tugmiḍụ fīh, wa’lamū annallāha ganiyyun ḥamīd

267. Wahai, orang-orang yang telah meraih iman! Nafkahkanlah untuk orang lain yang baik-baik yang telah kalian peroleh dan yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian; dan janganlah memilih yang buruk-buruk untuk kalian nafkahkan, yang kalian sendiri tidak mau menerimanya kecuali dengan memalingkan mata karena jijik. Dan, ketahuilah bahwa Allah Mahacukup, Maha Terpuji.


Surah Al-Baqarah Ayat 268

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

asy-syaiṭānu ya’idukumul-faqra wa ya`murukum bil-faḥsyā`, wallāhu ya’idukum magfiratam min-hu wa faḍlā, wallāhu wāsi’un ‘alīm

268. Setan mengancam kalian dengan kemungkinan menjadi miskin dan mengajak kalian menjadi kikir, sedangkan Allah menjanjikan kepada kalian ampunan dan karunia-Nya; dan Allah Maha Tak Terhingga, Maha Mengetahui,


Surah Al-Baqarah Ayat 269

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

yu`til-ḥikmata may yasyā`, wa may yu`tal-ḥikmata fa qad ụtiya khairang kaṡīrā, wa mā yażżakkaru illā ulul-albāb

269. (Dia) memberikan hikmah kepada siapa saja yang Dia kehendaki: dan siapa saja yang diberi hikmah, sungguh telah diberi kekayaan yang melimpah. Namun, tak seorang pun mengingatnya, kecuali orang-orang yang dianugerahi pengetahuan yang mendalam.


Surah Al-Baqarah Ayat 270

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ نَفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُمْ مِنْ نَذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ ۗ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

wa mā anfaqtum min nafaqatin au nażartum min nażrin fa innallāha ya’lamuh, wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār

270. Karena, apa pun yang kalian nafkahkan kepada orang lain atau apa pun yang kalian nazarkan [untuk dinafkahkan], sungguh, Allah mengetahuinya; dan orang-orang yang berbuat zalim [dengan menolak bersedekah] tiada mempunyai seorang penolong pun.


Surah Al-Baqarah Ayat 271

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

in tubduṣ-ṣadaqāti fa ni’immā hiy, wa in tukhfụhā wa tu`tụhal-fuqarā`a fa huwa khairul lakum, wa yukaffiru ‘angkum min sayyi`ātikum, wallāhu bimā ta’malụna khabīr

271. Jika kalian bersedekah secara terbuka, hal itu baik; tetapi jika kalian memberikannya kepada orang miskin secara rahasia, hal itu bahkan lebih baik bagi kalian dan akan menghapus sebagian perbuatan buruk kalian. Dan, Allah mengetahui apa yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 272

لَيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

laisa ‘alaika hudāhum wa lākinnallāha yahdī may yasyā`, wa mā tunfiqụ min khairin fa li`anfusikum, wa mā tunfiqụna illabtigā`a waj-hillāh, wa mā tunfiqụ min khairiy yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn

272. Bukanlah kewajibanmu [wahai Nabi] membuat orang mengikuti jalan yang benar,260 karena [hanya] Allah-lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Dan, apa pun yang baik yang kalian nafkahkan kepada orang lain adalah untuk diri kalian sendiri, asalkan kalian menafkahkannya karena merindukan wajah Allah: sebab, apa pun yang baik yang kalian nafkahkan akan dikemhalikan lagi kepada kalian sepenuhnya, dan kalian tidak akan dizalimi.


Surah Al-Baqarah Ayat 273

لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا ۗ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

lil-fuqarā`illażīna uḥṣirụ fī sabīlillāhi lā yastaṭī’ụna ḍarban fil-arḍi yaḥsabuhumul-jāhilu agniyā`a minat-ta’affuf, ta’rifuhum bisīmāhum, lā yas`alụnan-nāsa il-ḥāfā, wa mā tunfiqụ min khairin fa innallāha bihī ‘alīm

273. [Dan, berikanlah] kepada [orang-orang] fakfr yang, karena terikat sepenuhnya di jalan Allah, tidak dapat melakukan perjalanan di muka bumi [untuk mencari penghidupan].261 Orang yang tidak tahu [keadaan mereka] mungkin menyangka bahwa mereka itu kaya karena mereka menahan diri [dari meminta-minta]; [tetapi] engkau dapat mengenali mereka dari ciri khasnya: mereka tidak meminta kepada orang dengan mendesak-desak. Dan, apa pun yang baik yang kalian nafkahkan [kepada mereka], sungguh, Allah Maha Mengetahuinya.


Surah Al-Baqarah Ayat 274

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

allażīna yunfiqụna amwālahum bil-laili wan-nahāri sirraw wa ‘alāniyatan fa lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

274. Orang-orang yang menafkahkan hartanya [demi Allah] pada malam maupun siang hari, secara rahasia maupun terang-terangan, akan mendapat pahala di sisi Pemelihara mereka; mereka tidak perlu takut, dan tidak pula akan bersedih hati.


Surah Al-Baqarah Ayat 275

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

allażīna ya`kulụnar-ribā lā yaqụmụna illā kamā yaqụmullażī yatakhabbaṭuhusy-syaiṭānu minal-mass, żālika bi`annahum qālū innamal-bai’u miṡlur-ribā, wa aḥallallāhul-bai’a wa ḥarramar-ribā, fa man jā`ahụ mau’iẓatum mir rabbihī fantahā fa lahụ mā salaf, wa amruhū ilallāh, wa man ‘āda fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

275. ORANG-ORANG yang memenuhi perut mereka dengan riba262 hanyalah berperilaku seperti orang yang dirasuki setan dengan sentuhannya; karena mereka berkata, “Jual beli itu sejenis263 riba”—padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Karena itu, siapa saja yang menyadari peringatan Pemeliharanya,264 kemudian berhenti [dari riba], boleh menyimpan perolehannya pada masa lalu, dan Allah-lah yang akan menilainya; adapun orang yang kembali mengulanginya—mereka ditetapkan di neraka, berkediaman di dalamnya.


Surah Al-Baqarah Ayat 276

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

yam-ḥaqullāhur-ribā wa yurbiṣ-ṣadaqāt, wallāhu lā yuḥibbu kulla kaffārin aṡīm

276. Allah mencabut segala berkah dari harta riba, sedangkan Dia memberkati sedekah dengan tambahan yang berlipat ganda.265 Dan, Allah tidak menyukai siapa saja yang tak bersyukur dan tetap berada di jalan dosa.


Surah Al-Baqarah Ayat 277

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta lahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanụn

277. Sungguh, orang-orang yang telah meraih iman, berbuat kebajikan, teguh mendirikan shalat, dan memberikan derma mereka akan mendapat pahala di sisi Pemeliharanya, mereka tidak perlu takut, dan tidak pula akan bersedih hati.


Surah Al-Baqarah Ayat 278

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa żarụ mā baqiya minar-ribā ing kuntum mu`minīn

278. Wahai, orang-orang yang telah meraih iman! Sadarlah akan Allah senantiasa dan tinggalkan semua sisa perolehan riba jika kalian [benar-benar] orang beriman;266


Surah Al-Baqarah Ayat 279

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

fa il lam taf’alụ fa`żanụ biḥarbim minallāhi wa rasụlih, wa in tubtum fa lakum ru`ụsu amwālikum, lā taẓlimụna wa lā tuẓlamụn

279. karena jika kalian tidak mengerjakannya, ketahuilah bahwa kalian (akan) berperang melawan Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, jika kalian bertobat, kalian berhak atas [kembalinya] modal pokok kalian:267 (sehingga) kalian tidak berbuat zalim dan tidak pula dizalimi.


Surah Al-Baqarah Ayat 280

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

wa ing kāna żụ ‘usratin fa naẓiratun ilā maisarah, wa an taṣaddaqụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn

280. Namun, jika [orang yang berutang] dalam kesukaran, [berikanlah kepadanya] penangguhan hingga (dia berada dalam) kondisi lapang; dan menghapus [utang itu seluruhnya] dengan menyedekahkannya akan menjadi kebaikan bagi diri kalian sendiri—jika kalian mengetahuinya.


Surah Al-Baqarah Ayat 281

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

wattaqụ yauman turja’ụna fīhi ilallāh, ṡumma tuwaffā kullu nafsim mā kasabat wa hum lā yuẓlamụn

281. Dan, sadarlah akan Hari saat kalian dikembalikan kepada Allah, kemudian setiap orang akan diberi balasan penuh atas apa yang telah dia usahakan, dan tak seorang pun akan dizalimi.268


Surah Al-Baqarah Ayat 282

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ وَلْيَكْتُبْ بَيْنَكُمْ كَاتِبٌ بِالْعَدْلِ ۚ وَلَا يَأْبَ كَاتِبٌ أَنْ يَكْتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ اللَّهُ ۚ فَلْيَكْتُبْ وَلْيُمْلِلِ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ وَلَا يَبْخَسْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ فَإِنْ كَانَ الَّذِي عَلَيْهِ الْحَقُّ سَفِيهًا أَوْ ضَعِيفًا أَوْ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يُمِلَّ هُوَ فَلْيُمْلِلْ وَلِيُّهُ بِالْعَدْلِ ۚ وَاسْتَشْهِدُوا شَهِيدَيْنِ مِنْ رِجَالِكُمْ ۖ فَإِنْ لَمْ يَكُونَا رَجُلَيْنِ فَرَجُلٌ وَامْرَأَتَانِ مِمَّنْ تَرْضَوْنَ مِنَ الشُّهَدَاءِ أَنْ تَضِلَّ إِحْدَاهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحْدَاهُمَا الْأُخْرَىٰ ۚ وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا ۚ وَلَا تَسْأَمُوا أَنْ تَكْتُبُوهُ صَغِيرًا أَوْ كَبِيرًا إِلَىٰ أَجَلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ وَأَقْوَمُ لِلشَّهَادَةِ وَأَدْنَىٰ أَلَّا تَرْتَابُوا ۖ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً حَاضِرَةً تُدِيرُونَهَا بَيْنَكُمْ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَلَّا تَكْتُبُوهَا ۗ وَأَشْهِدُوا إِذَا تَبَايَعْتُمْ ۚ وَلَا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلَا شَهِيدٌ ۚ وَإِنْ تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ فُسُوقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ ۗ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā tadāyantum bidainin ilā ajalim musamman faktubụh, walyaktub bainakum kātibum bil-‘adli wa lā ya`ba kātibun ay yaktuba kamā ‘allamahullāhu falyaktub, walyumlilillażī ‘alaihil-ḥaqqu walyattaqillāha rabbahụ wa lā yabkhas min-hu syai`ā, fa ing kānallażī ‘alaihil-ḥaqqu safīhan au ḍa’īfan au lā yastaṭī’u ay yumilla huwa falyumlil waliyyuhụ bil-‘adl, wastasy-hidụ syahīdaini mir rijālikum, fa il lam yakụnā rajulaini fa rajuluw wamra`atāni mim man tarḍauna minasy-syuhadā`i an taḍilla iḥdāhumā fa tużakkira iḥdāhumal-ukhrā, wa lā ya`basy-syuhadā`u iżā mā du’ụ, wa lā tas`amū an taktubụhu ṣagīran au kabīran ilā ajalih, żālikum aqsaṭu ‘indallāhi wa aqwamu lisy-syahādati wa adnā allā tartābū illā an takụna tijāratan ḥāḍiratan tudīrụnahā bainakum fa laisa ‘alaikum junāḥun allā taktubụhā, wa asy-hidū iżā tabāya’tum wa lā yuḍārra kātibuw wa lā syahīd, wa in taf’alụ fa innahụ fusụqum bikum, wattaqullāh, wa yu’allimukumullāh, wallāhu bikulli syai`in ‘alīm

282. WAHAI, orang-orang yang telah meraih iman! Jika kalian berpiutang atau berutang269 untuk jangka waktu tertentu, catatlah secara tertulis. Dan, hendaklah seorang pencatat menuliskannya dengan adil di antara kalian; dan janganlah pencatat enggan menuliskannya, sebagaimana Allah telah mengajarkannya:270 maka hendaklah dia menulis.Dan, hendakah orang yang berutang itu mengimlakan; dan hendaklah dia sadar kepada Allah, Pemeliharanya, dan tidak mengurangi utangnya sedikit pun.271 Dan, jika yang berutang itu lemah akal atau lemah jasmaninya, atau tidak mampu mengimlakannya sendiri,272 hendaklah orang yang bertindak sebagai walinya mengimlakan dengan adil. Dan, panggillah dua orang lelaki dari pihak kalian sebagai saksi; dan jika tidak ada dua orang lelaki, maka seorang lelaki dan dua orang perempuan di antara orang-orang yang dapat kalian terima sebagai saksi, sehingga jika salah seorang di antara mereka melakukan kesalahan, yang lain dapat mengingatkannya.273 Dan, para saksi tidak boleh menolak [memberi kesaksian] ketika mereka dipanggil.

Dan, janganlah enggan menulis setiap ketentuan akad,274 baik yang kecil maupun yang besar, termasuk batas jatuh tempo; yang demikian itu lebih adil di sisi Allah, lebih dipercaya sebagai bukti, dan lebih mungkin menjauhkan kalian dari keraguan [di kemudian hari]. Namun, jika [transaksi] itu berkaitan dengan barang dagangan tunai yang kalian serah terimakan secara langsung, tiada dosa bagi kalian jika tidak menuliskannya.

Dan, datangkanlah saksi bilamana kalian saling berjual beli, tetapi baik pencatat maupun saksi jangan sampai menderita kerugian;275 sebab, jika kalian melakukannya [merugikan mereka], perhatikanlah, hal itu suatu dosa bagi kalian. Dan, sadarlah kepada Allah senantiasa, sebab Allah-lah yang mengajari kalian [demikian]—dan, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 283

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَىٰ سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ ۖ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللَّهَ رَبَّهُ ۗ وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ ۚ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آثِمٌ قَلْبُهُ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

wa ing kuntum ‘alā safariw wa lam tajidụ kātiban fa rihānum maqbụḍah, fa in amina ba’ḍukum ba’ḍan falyu`addillażi`tumina amānatahụ walyattaqillāha rabbah, wa lā taktumusy-syahādah, wa may yaktum-hā fa innahū āṡimung qalbuh, wallāhu bimā ta’malụna ‘alīm

283. Dan, jika kalian dalam perjalanan dan tidak dapat menemukan seorang pencatat, barang jaminan yang dipegang [dapat diambil]: tetapi, jika kalian saling percaya, hendaklah orang yang dipercaya menunaikan amanatnya, dan hendaklah dia sadar akan Allah, Pemeliharanya.

Dan, janganlah menyembunyikan apa yang telah kalian saksikan276—sebab, sungguh, orang yang menyembunyikannya telah berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui segala yang kalian kerjakan.


Surah Al-Baqarah Ayat 284

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, wa in tubdụ mā fī anfusikum au tukhfụhu yuḥāsibkum bihillāh, fa yagfiru limay yasyā`u wa yu’ażżibu may yasyā`, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

284. Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di lelangit dan di bumi. Dan, apabila kalian mengemukakan apa yang ada dalam pikiran kalian atau menyembunyikannya, Allah pasti akan meminta kalian untuk mempertanggungjawabkannya; lalu Dia akan mengampuni siapa yang Dia kehendaki, dan akan menghukum siapa yang Dia kehendaki: sebab, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.


Surah Al-Baqarah Ayat 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami’nā wa aṭa’nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

285. RASUL, dan orang-orang beriman yang bersamanya, beriman kepada apa yang telah di turunkan kepada mereka dari Pemeliharanya: mereka semua beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, wahyu-wahyu-Nya, dan rasul-rasul-Nya tanpa membeda-bedakan siapa pun di antara para rasul-Nya;277 dan mereka berkata,

“Kami dengar dan kami taat. Anugerahilah kami ampunan-Mu, wahai Pemelihara kami, sebab bersama Engkau-lah akhir seluruh perjalanan!”


Surah Al-Baqarah Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ ‘alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa’fu ‘annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal-qaumil-kāfirīn

286. Allah tidak membebani seorang manusia pun melebihi kemampuannya: baginya (manfaat dari) kebaikan apa pun yang dia lakukan, dan terhadapnya (menimpa kerugian akibat) keburukan apa pun yang dia lakukan.

“Wahai, Pemelihara kami! Jangan hukum kami jika kami lupa atau tidak sengaja berbuat salah!

“Wahai, Pemelihara kami! Jangan pikulkan kepada kami beban sebagaimana yang telah Kau pikulkan kepada orang-orang sebelum kami!278 Wahai, Pemelihara kami! Jangan pikulkan kepada kami beban yang tiada sanggup kami pikul!

“Hapuskanlah dosa-dosa kami, anugerahilah kami ampunan, dan limpahkanlah kepada kami belas kasih-Mu. Engkau-lah Penguasa kami Yang Mahatinggi: maka, tolonglah kami terhadap orang-orang yang mengingkari kebenaran.”


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top