8. Al-Anfal (Harta Rampasan Perang) – الأنفال

Surat Al-Anfal dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-Anfal ( الأنفال ) merupakan surah ke 8 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 75 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Madinah. Dengan demikian, Surah Al-Anfal tergolong Surat Madaniyah.

Nama surah ini diambil dari istilah “harta rampasan perang” yang ada dalam ayat pertamanya. Sebagian besar ayat Surah Al-Anfal diwahyukan pada saat, dan tak lama seusai, berlangsungnya Perang Badar (Arab: Badr) pada 2 H; tetapi beberapa ayatnya, khususnya yang ada di bagian penutup, dianggap diturunkan lebih terkemudian. Karena hampir seluruh bagian surah ini berkaitan dengan peristiwa Perang Badar serta pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dari peristiwa tersebut, suatu survei historis perlu dilakukan agar diperoleh pemahaman yang tepat tentang surah ini.

Pada bulan Sya’ban 2 H, kaum Muslim di Madinah mengetahui bahwa sekelompok besar kafilah dagang dari Makkah, yang berangkat ke Suriah beberapa bulan sebelumnya di bawah kepemimpinan Abu Sufyan, telah bersiap untuk perjalanan pulang menuju selatan dan akan melintasi Madinah dalam waktu beberapa minggu kemudian. Mengingat kenyataan bahwa sejak umat Islam berhijrah dari Makkah ke Madinah telah berlangsung perang terbuka antara umat Islam dan kaum Quraisy di Makkah, Nabi Muhammad Saw memberitahukan para pengikutnya bahwa beliau bermaksud menyerang kafilah dagang itu segera setelah mereka mendekati Madinah; dan desas-desus mengenai rencana ini telah sampai kepada Abu Sufyan ketika dia dan kafilahnya masih berada di Suriah. Karena sebelum mencapai daerah berbahaya itu masih tersedia waktu beberapa minggu, Abu Sufyan berkesempatan mengutus seorang kurir penunggang kuda cepat ke Makkah guna menyampaikan permohonan penting untuk meminta bantuan (kafilah itu sendiri, yang terdiri atas sekitar seribu unta yang dimuati dengan barang dagangan berharga, hanya dikawal oleh sekitar empat puluh orang bersenjata). Setelah menerima pesan dari Abu Sufyan, kaum Quraisy mengumpulkan pasukan yang kuat di bawah komando Abu Jahl, seorang musuh Nabi yang paling sengit, dan kemudian pasukan itu berangkat menuju utara guna memberikan pertolongan kepada kafilah tersebut. Sementara itu, kafilah dagang itu sendiri telah mengubah rute perjalanan yang biasa ditempuh dengan berbelok ke arah dataran rendah pesisir demi menjaga jarak sejauh mungkin antara Makkah dan Madinah.

Bertentangan dengan kebiasaannya, pada peristiwa ini Nabi Muhammad Saw membiarkan rencana serangannya sudah diketahui jauh sebelum rencana itu dilaksanakan. Fakta ini memberi kesan bahwa maksud serangan terhadap kafilah itu tidak lebih hanya sebagai gertakan, sedangkan tujuan utamanya adalah pertempuran dengan pasukan Quraisy. Seperti telah disebutkan, keadaan perang telah berlangsung antara kaum Quraisy di Makkah dan umat islam di Madinah: Namun, sejauh ini, belum pernah terjadi pertempuran yang menentukan, sementara kaum Muslim terus-menerus hidup di bawah ancaman invasi kaum Quraisy. Kemungkinan Nabi ingin mengakhiri kondisi ini dan, jika mungkin, menciptakan kekalahan telak di pihak Quraisy sehingga, dengan demikian, memberikan keamanan bagi umatnya yang masih lemah. Andaikan Nabi benar-benar bermaksud menyerang dan merampas kafilah Abu Sufyan, beliau dapat dengan mudah melakukannya dengan cara menunggu hingga kafilah dagang itu mendekati daerah Madinah, lalu menyergapnya; maka, Abu Sufyan tidak mempunyai waktu untuk meminta bantuan dari Makkah. Namun, kenyataannya, berminggu-minggu sebelumnya Nabi telah mengumumkan rencana serangannya sehingga memberi Abu Sufyan kesempatan untuk mengirimkan tanda bahaya kepada sekutunya di Makkah, dan meminta mereka untuk mengirim pasukan dalam jumlah besar ke Madinah.

Sementara kafilah Abu Sufyan bergerak menuju selatan dengan menyusuri daerah pesisir, dan dengan demikian berada di luar jangkauan kaum Muslim, pasukan Quraisy—yang terdiri atas seribu prajurit berpakaian perang, tujuh ratus unta, dan lebih dari seratus kuda—tiba di lembah Badar, kira-kira 160 kilometer di sebelah barat daya Madinah dan berharap dapat bertemu dengan Abu Sufyan di sana, sementara mereka tidak menyadari bahwa saat itu Abu Sufyan menempuh rute pesisir. Pada waktu bersamaan, Nabi bergerak keluar dari Madinah dengan memimpin tiga ratus orang lebih sedikit, yang semuanya tidak dilengkapi persenjataan memadai, serta hanya membawa tujuh puluh unta dan dua kuda. Pada saat itu, para pengikut Nabi sendiri mengira bahwa mereka akan menyerang kafilah dengan Abu Sufyan dan pasukan pengawalnya yang lemah; dan tatkala, pada tanggal 17 (atau menurut pendapat beberapa mufasir, pada tanggal 19 atau 21) Ramadhan, kaum Muslim berhadapan dengan pasukan Quraisy yang berkekuatan lebih dari tiga kali jumlah pasukan mereka, kaum Muslim segera mengadakan rapat perang untuk membahas masalh tersebut. Beberapa kalangan Muslim berpendapat bahwa pasukan musuh terlalu kuat bagi mereka dan mereka harus mundur kembali ke Madinah. Namun, mayoritas kalangan, yang dipimpin oleh Abu Bakr dan ‘Umar, lebih berpendapat untuk melancarkan serangan tiba-tiba, dan semangat mereka yang menggelora telah memengaruhi kaum Muslim lainnya untuk turut bersama mereka; maka, Nabi pun kemudian melancarkan serangan kepada pasukan Quraisy. Setelah diawali dengan pertempuran satu lawan satu—yang dilakukan dalam rangka menghormati tradisi Arab yang berlaku—pertempuran pun kemudian berubah menjadi perang terbuka; pasukan Makkah sepenuhnya ditaklukkan dan beberapa kepala suku mereka yang terkemuka, antara lain Abu Jahl, terbunuh.

Peristiwa itu merupakan perang terbuka pertama antara kaum pagan (penyembah berhala) Quraisy dan masyarakat Muslim di Madinah yang belum lama terbentuk; dan hasil perang itu membuat kaum Quraisy sadar bahwa gerakan yang dicanangkan oleh Muhammad bukan sekedar mimpi yang tidak akan bertahan lama, melainkan merupakan permulaan dari suatu kekuatan politik baru dan suatu era baru yang berbeda dengan yang pernah dikenal oleh bangsa Arab pada masa lampau. Kecemasan penduduk Makkah, yang telah muncul sejak peristiwa hijrah Nabi dan para pengikutnya ke Madinah, memperoleh penegasan yang mengguncangkan pada hari terjadinya Perang Badar. Meskipun kekuatan paganisme Arab belum sepenuhnya ambruk hingga beberapa tahun kemudian, tanda-tanda keruntuhannya telah menjadi jelas dengan terjadinya peristiwa bersejarah itu. Pun, bagi kaum Muslim, peristiwa Badar telah menjadi tonggak peralihan. Mungkin tidak keliru untuk beranggapan bahwa, hingga saat itu, hanya sedikit Sahabat Nabi yang memahami sepenuhnya implikasi-implikasi politik tatanan baru Islam. Bagi kebanyakan mereka, hijrahnya mereka ke Madinah pada masa sebelumnya berarti tidak lebih dari sekedar menyelamatkan diri dari penganiayaan-penganiayaan yang sebelumnya harus mereka alami di Makkah: namun, setelah Perang Badar, bahkan orang-orang berpikiran paling sederhana di antara mereka pun mulai menyadari bahwa mereka sedang menuju suatu tatanan masyarakat baru. Semangat pengorbanan pasif, yang menjadi ciri utama mereka pada masa lalu, memperoleh pelengkapnya di dalam gagasan tentang pengorbanan melalui tindakan. Doktrin Tindakan sebagai unsur paling fundamental dan kreatif dari kehidupan, mungkin untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, diwujudkan secara sadar tidak hanya oleh segelintir individu terpilih, tetapi juga oleh umat secara keseluruhan; dan aktivisme yang menggebu-gebu yang menjadi ciri khas sejarah Muslim pada beberapa dasawarsa dan abad selanjutnya merupakan akibat langsung dari Perang Badar.

Daftar Isi

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Al-Anfal Ayat 1

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَنْفَالِ ۖ قُلِ الْأَنْفَالُ لِلَّهِ وَالرَّسُولِ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

yas`alụnaka ‘anil-anfāl, qulil-anfālu lillāhi war-rasụl, fattaqullāha wa aṣliḥụ żāta bainikum wa aṭī’ullāha wa rasụlahū ing kuntum mu`minīn

1. MEREKA AKAN BERTANYA kepadamu tentang harta rampasan perang. Katakanlah: “Semua harta rampasan perang adalah kepunyaan Allah dan Rasul.”1

Maka, senantiasalah sadar akan Allah dan hidupkanlah terus tali persaudaraan di antara kalian,2 dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian [benar-benar] orang beriman!


Surah Al-Anfal Ayat 2

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

innamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat ‘alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānaw wa ‘alā rabbihim yatawakkalụn

2. Orang-orang beriman hanyalah mereka yang hatinya bergetar dengan rasa gentar-terpukau manakala nama Allah disebut, dan yang keimanannya bertambah kuat ketika pesan-pesan-Nya disampaikan kepada mereka,3 dan yang bersandar penuh percaya pada Pemelihara mereka*


Surah Al-Anfal Ayat 3

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

allażīna yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

3. mereka yang teguh mendirikan shalat dan menafkahkan untuk orang lain sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka:4


Surah Al-Anfal Ayat 4

أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum darajātun ‘inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqung karīm

4. mereka, mereka itulah orang yang benar-benar beriman! Bagi mereka martabat yang tinggi dalam pandangan Allah, dan ampunan atas dosa, serta rezeki yang paling mulia.5


Surah Al-Anfal Ayat 5

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

kamā akhrajaka rabbuka mim baitika bil-ḥaqqi wa inna farīqam minal-mu`minīna lakārihụn

5. SAMA SEPERTI KETIKA Pemeliharamu membawamu keluar dari rumahmu [untuk berjuang] demi kebenaran, kendati sebagian orang beriman tidak menyukainya,


Surah Al-Anfal Ayat 6

يُجَادِلُونَكَ فِي الْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى الْمَوْتِ وَهُمْ يَنْظُرُونَ

yujādilụnaka fil-ḥaqqi ba’da mā tabayyana ka`annamā yusāqụna ilal-mauti wa hum yanẓurụn

6. [demikian pula] mereka akan menyanggahmu menyangkut kebenaran [itu sendiri] setelah kebenaran itu menjadi nyata6—seolah-olah mereka sedang digiring menuju kematian dan menyaksikan kematian itu dengan mata kepala mereka sendiri.


Surah Al-Anfal Ayat 7

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

wa iż ya’idukumullāhu iḥdaṭ-ṭā`ifataini annahā lakum wa tawaddụna anna gaira żātisy-syaukati takụnu lakum wa yurīdullāhu ay yuḥiqqal-ḥaqqa bikalimātihī wa yaqṭa’a dābiral-kāfirīn

7. Dan, lihatlah, Allah telah menjanjikan kepada kalian bahwa salah satu dari dua kelompok [musuh] akan takluk kepada kalian: dan kalian berkeinginan untuk menaklukkan yang lebih lemah,7 sementara Allah hendak membuktikan bahwa yang benar adalah benar sesuai dengan kalam-kalam-Nya, dan untuk menyapu bersih sisa-sisa orang yang mengingkari kebenaran8


Surah Al-Anfal Ayat 8

لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

liyuḥiqqal-ḥaqqa wa yubṭilal-bāṭila walau karihal-mujrimụn

8. agar Dia dapat membuktikan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, betapapun hal ini mungkin amat dibenci oleh orang-orang yang tenggelam dalam dosa.9


Surah Al-Anfal Ayat 9

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ

iż tastagīṡụna rabbakum fastajāba lakum annī mumiddukum bi`alfim minal-malā`ikati murdifīn

9. Lihatlah! Kalian berdoa memohon pertolongan kepada Pemelihara kalian, lalu Dia menanggapi kalian: “Sungguh, Aku akan menolong kalian dengan seribu malaikat yang datang susul-menyusul!”


Surah Al-Anfal Ayat 10

وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wa mā ja’alahullāhu illā busyrā wa litaṭma`inna bihī qulụbukum, wa man-naṣru illā min ‘indillāh, innallāha ‘azīzun ḥakīm

10. Dan, Alllah menetapkan hal yang demikian itu semata-mata sebagai kabar gembira dan agar hati kalian hendaknya menjadi tenteram karenanya—karena tiada pertolongan datang kecuali dari Allah: sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksa!10


Surah Al-Anfal Ayat 11

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

iż yugasysyīkumun-nu’āsa amanatam min-hu wa yunazzilu ‘alaikum minas-samā`i mā`al liyuṭahhirakum bihī wa yuż-hiba ‘angkum rijzasy-syaiṭāni wa liyarbiṭa ‘alā qulụbikum wa yuṡabbita bihil-aqdām

11. [Ingatlah bagaimana keadaannya] tatkala Dia menjadikan ketenangan batin menyelimuti kalian,11 sebagai suatu penenteraman dari-Nya, dan menurunkan kepada kalian air dari langit agar Dia dapat menyucikan kalian dengan air itu dan membebaskan kalian dari bisikan kotor setan12 dan menguatkan hati kalian serta meneguhkan langkah kalian.


Surah Al-Anfal Ayat 12

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا ۚ سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

iż yụḥī rabbuka ilal-malā`ikati annī ma’akum fa ṡabbitullażīna āmanụ, sa`ulqī fī qulụbillażīna kafarur-ru’ba faḍribụ fauqal-a’nāqi waḍribụ min-hum kulla banān

12. Lihatlah! Pemeliharamu mewahyukan kepada malaikat [untuk menyampaikan pesan-Nya ini kepada orang beriman]: “Aku bersama kalian!”13

[Dan, Dia memerintahkan malaikat:] “Dan, berikanlah keteguhan kepada mereka yang telah meraih iman [dengan kata-kata-Ku ini]:14 ‘Aku akan menanamkan rasa takut ke dalam hati orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran; maka tebaslah, [wahai orang beriman,] dan tebaslah tiap-tiap ujung jari tangan mereka!’”15


Surah Al-Anfal Ayat 13

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ وَمَنْ يُشَاقِقِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

żālika bi`annahum syāqqullāha wa rasụlah, wa may yusyāqiqillāha wa rasụlahụ fa innallāha syadīdul-‘iqāb

13. Yang demikian itu, karena mereka telah memutus diri mereka dari Allah dan Rasul-Nya: dan untuk orang yang memutus dirinya sendiri16 dari Allah dan Rasul-Nya—sungguh, Allah amat keras dalam menghukum.


Surah Al-Anfal Ayat 14

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابَ النَّارِ

żālikum fa żụqụhu wa anna lil-kāfirīna ‘ażāban-nār

14. Itulah [untuk kalian, wahai musuh-musuh Allah]! Maka, rasakanlah [dan ketahuilah] bahwa derita api neraka menanti orang-orang yang mengingkari kebenaran!


Surah Al-Anfal Ayat 15

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītumullażīna kafarụ zaḥfan fa lā tuwallụhumul-adbār

15. WAHAI, KALIAN yang telah meraih iman! Ketika dalam pertempuran kalian bertemu dengan orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran, yang maju dengan kekuatan besar, janganlah kalian membelakangi mereka:17


Surah Al-Anfal Ayat 16

وَمَنْ يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللَّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

wa may yuwallihim yauma`iżin duburahū illā mutaḥarrifal liqitālin au mutaḥayyizan ilā fi`atin fa qad bā`a bigaḍabim minallāhi wa ma`wāhu jahannam, wa bi`sal-maṣīr

16. sebab, siapa pun yang pada hari itu berpaling dari mereka—jika bukan dalam rangka melakukan siasat atau dalam rangka bergabung dengan pasukan [orang beriman] lainnya—maka dia benar-benar akan menanggung beban murka Allah, dan tempat kembalinya adalah neraka: dan betapa buruknya akhir perjalanan itu!


Surah Al-Anfal Ayat 17

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

fa lam taqtulụhum wa lākinnallāha qatalahum wa mā ramaita iż ramaita wa lākinnallāha ramā, wa liyubliyal-mu`minīna min-hu balā`an ḥasanā, innallāha samī’un ‘alīm

17. Akan tetapi; [wahai orang-orang yang beriman,] bukanlah kalian yang telah membunuh musuh itu,18 melainkan Allah-lah yang membunuh mereka; dan bukanlah engkau yang melontarkan [rasa takut ke dalam hati mereka, wahai Muhammad,] ketika engkau melontarkannya, melainkan Allah-lah yang melontarkannya:19 dan [Dia melakukan semua ini] agar Dia dapat menguji orang-orang beriman dengan cobaan yang baik dari ketentuan-Nya sendiri.20 Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui!


Surah Al-Anfal Ayat 18

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

żālikum wa annallāha mụhinu kaidil-kāfirīn

18. Demikianlah [maksud Allah]—dan juga [untuk memperlihatkan] bahwa Allah menjadikan sia-sia tipu daya orang-orang yang mengingkari kebenaran.


Surah Al-Anfal Ayat 19

إِنْ تَسْتَفْتِحُوا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ ۖ وَإِنْ تَنْتَهُوا فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَإِنْ تَعُودُوا نَعُدْ وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ

in tastaftiḥụ fa qad jā`akumul-fat-ḥ, wa in tantahụ fa huwa khairul lakum, wa in ta’ụdụ na’ud, wa lan tugniya ‘angkum fi`atukum syai`aw walau kaṡurat wa annallāha ma’al-mu`minīn

19. Apabila kalian selama ini berdoa agar memperoleh kemenangan [wahai orang-orang yang beriman]—kini kemenangan itu benar-benar telah datang kepada kalian. Dan, jika kalian menahan diri [dari berbuat dosa], hal itu adalah demi kebaikan kalian sendiri; tetapi, jika kalian kembali kepadanya (berbuat dosa), Kami akan menarik kembali [janji pertolongan Kami] dan kaum kalian tidak akan pernah bisa memberi manfaat apa pun bagi kalian, sebesar apa pun jumlah mereka: sebab, perhatikanlah, Allah [hanyalah] bersama orang-orang yang beriman!21


Surah Al-Anfal Ayat 20

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū aṭī’ullāha wa rasụlahụ wa lā tawallau ‘an-hu wa antum tasma’ụn

20. [Karena itu,] wahai kalian yang telah meraih iman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah berpaling dari-Nya, padahal kalian mendengar [pesan-Nya];


Surah Al-Anfal Ayat 21

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

wa lā takụnụ kallażīna qālụ sami’nā wa hum lā yasma’ụn

21. dan janganlah menjadi seperti orang-orang yang berkata, “Kami telah mendengar,” padahal mereka tidak memperhatikan.22


Surah Al-Anfal Ayat 22

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

inna syarrad-dawābbi ‘indallāhiṣ-ṣummul-bukmullażīna lā ya’qilụn

22. Sungguh, seburuk-buruk makhluk23 dalam pandangan Allah adalah mereka yang tuli, bisu, yang tidak menggunakan akal mereka.


Surah Al-Anfal Ayat 23

وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ

walau ‘alimallāhu fīhim khairal la`asma’ahum, walau asma’ahum latawallaw wa hum mu’riḍụn

23. Sebab, sekiranya Allah melihat ada sesuatu yang baik pada diri mereka, niscaya Dia akan menjadikan mereka mendengar: tetapi [begitulah,] bahkan jikapun Dia menjadikan mereka mendengar, mereka pasti akan berpaling karena keras kepala.


Surah Al-Anfal Ayat 24

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

yā ayyuhallażīna āmanustajībụ lillāhi wa lir-rasụli iżā da’ākum limā yuḥyīkum, wa’lamū annallāha yaḥụlu bainal-mar`i wa qalbihī wa annahū ilaihi tuḥsyarụn

24. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Jawablah seruan Allah dan Rasul tatkala dia menyeru kalian menuju apa yang akan memberi kalian kehidupan; dan ketahuilah bahwa Allah berada di antara manusia dan [hasrat] hatinya,24 dan kepada Dia-lah kalian akan dikumpulkan.


Surah Al-Anfal Ayat 25

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

wattaqụ fitnatal lā tuṣībannallażīna ẓalamụ mingkum khāṣṣah, wa’lamū annallāha syadīdul-‘iqāb

25. Dan, berhati-hatilah terhadap godaan untuk (melakukan) kejahatan yang tidak hanya menimpa orang-orang di antara kalian yang berkukuh mengingkari kebenaran;25 dan ketahuilah bahwa Allah amat keras dalam menghukum.


Surah Al-Anfal Ayat 26

وَاذْكُرُوا إِذْ أَنْتُمْ قَلِيلٌ مُسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَنْ يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُمْ بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

ważkurū iż antum qalīlum mustaḍ’afụna fil-arḍi takhāfụna ay yatakhaṭṭafakumun-nāsu fa āwākum wa ayyadakum binaṣrihī wa razaqakum minaṭ-ṭayyibāti la’allakum tasykurụn

26. Dan, ingatlah masa ketika kalian masih sedikit [dan] tak berdaya di muka bumi dan merasa takut bahwa orang akan membinasakan kalian26—lalu Allah menyediakan tempat penampungan bagi kalian, memperkuat kalian dengan pertolongan-Nya, dan menganugerahi kalian rezeki dari hal-hal yang baik dalam kehidupan supaya kalian bersyukur.


Surah Al-Anfal Ayat 27

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

yā ayyuhallażīna āmanụ lā takhụnullāha war-rasụla wa takhụnū amānātikum wa antum ta’lamụn

27. [Karena itu,] wahai kalian yang telah meraih iman, janganlah berkhianat kepada Allah dan Rasul, dan janganlah secara sengaja* mengkhianati amanah yang telah diberikan kepada kalian;27


Surah Al-Anfal Ayat 28

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

wa’lamū annamā amwālukum wa aulādukum fitnatuw wa annallāha ‘indahū ajrun ‘aẓīm

28. dan ketahuilah bahwa harta duniawi kalian dan anak-anak kalian tidak lain hanyalah cobaan dan godaan, dan bahwa di sisi Allah terdapat balasan yang amat besar.28


Surah Al-Anfal Ayat 29

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

yā ayyuhallażīna āmanū in tattaqullāha yaj’al lakum furqānaw wa yukaffir ‘angkum sayyi`ātikum wa yagfir lakum, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm

29. Wahai, kalian yang telah meraih iman! Jika kalian tetap sadar akan Allah, Dia akan memberi kalian patokan untuk membedakan hal yang benar dari yang salah,29 dan akan menghapus perbuatan buruk kalian, serta akan mengampuni dosa-dosa kalian: karena Allah memiliki karunia yang melimpah tak terhingga.


Surah Al-Anfal Ayat 30

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

wa iż yamkuru bikallażīna kafarụ liyuṡbitụka au yaqtulụka au yukhrijụk, wa yamkurụna wa yamkurullāh, wallāhu khairul-mākirīn

30. DAN [ingatlah, wahai Nabi,] bagaimana ketika orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu merencanakan siasat jahat melawanmu untuk menghalangimu [berdakwah], atau membunuhmu, atau mengusirmu: demikianlah mereka telah [senantiasa] bersiasat:30 tetapi Allah menjadikan siasat mereka tidak berarti—sebab, Allah lebih unggul daripada semua pembuat siasat!


Surah Al-Anfal Ayat 31

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا قَالُوا قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَاءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَا ۙ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

wa iżā tutlā ‘alaihim āyātunā qālụ qad sami’nā lau nasyā`u laqulnā miṡla hāżā in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn

31. Dan, ketika pesan-pesan Kami disampaikan kepada mereka, mereka akan berkata, “Kami telah mendengar [semua ini] sebelumnya; jika kami mau, kami [sendiri] pasti dapat menggubah perkataan-perkataan seperti ini: (perkataan-perkataan) itu tiada lain hanyalah dongeng-dongeng masa lalu!”31


Surah Al-Anfal Ayat 32

وَإِذْ قَالُوا اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ هَٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِنَ السَّمَاءِ أَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

wa iż qālullāhumma ing kāna hāżā huwal-ḥaqqa min ‘indika fa amṭir ‘alainā ḥijāratam minas-samā`i awi`tinā bi’ażābin alīm

32. Dan, lihatlah, mereka berkata, “Ya Allah! Jika ini memang kebenaran dari-Mu, hujanilah kami dengan bebatuan dari langit atau timpakanlah derita [lain] yang pedih kepada kami!”32


Surah Al-Anfal Ayat 33

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

wa mā kānallāhu liyu’ażżibahum wa anta fīhim, wa mā kānallāhu mu’ażżibahum wa hum yastagfirụn

33. Namun, Allah memilih untuk tidak menghukum mereka selama engkau [wahai Nabi] masih berada di antara mereka33 dan tidak pula Allah akan menghukum mereka ketika mereka [mungkin pada suatu saat nanti] meminta ampunan.


Surah Al-Anfal Ayat 34

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ اللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَا كَانُوا أَوْلِيَاءَهُ ۚ إِنْ أَوْلِيَاؤُهُ إِلَّا الْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

wa mā lahum allā yu’ażżibahumullāhu wa hum yaṣuddụna ‘anil-masjidil-ḥarāmi wa mā kānū auliyā`ah, in auliyā`uhū illal-muttaqụna wa lākinna akṡarahum lā ya’lamụn

34. Namun, kelebihan apa yang [sekarang] mereka miliki sehingga Allah tidak akan menghukum mereka—padahal mereka menghalangi [orang beriman] dari Masjid Al-Haram, meskipun mereka bukanlah para penjaganya [yang berhak]?34

Tiada yang dapat menjadi penjaganya selain dari orang-orang yang sadar akan Allah: namun, kebanyakan mereka [yang zalim] itu tidak mengetahui;


Surah Al-Anfal Ayat 35

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِنْدَ الْبَيْتِ إِلَّا مُكَاءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ

wa mā kāna ṣalātuhum ‘indal-baiti illā mukā`aw wa taṣdiyah, fa żụqul-‘ażāba bimā kuntum takfurụn

35. dan shalat mereka di depan Bait itu tidak lain hanyalah siulan dan tepuk tangan.35

Maka, rasakanlah; [wahai orang-orang yang tak beriman,] hukuman ini sebagai akibat sikap kalian yang terus-menerus mengingkari kebenaran!36


Surah Al-Anfal Ayat 36

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

innallażīna kafarụ yunfiqụna amwālahum liyaṣuddụ ‘an sabīlillāh, fa sayunfiqụnahā ṡumma takụnu ‘alaihim ḥasratan ṡumma yuglabụn, wallażīna kafarū ilā jahannama yuḥsyarụn

36. Perhatikanlah, orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran menafkahkan harta mereka untuk membuat orang lain berpaling dari jalan Allah; dan mereka akan terus menafkahkan harta tersebut hingga harta itu menjadi [sumber] penyesalan yang dalam bagi mereka; dan kemudian mereka akan ditaklukkan!

Dan, orang-orang yang [hingga mereka mati] mengingkari kebenaran akan dikumpulkan ke dalam neraka


Surah Al-Anfal Ayat 37

لِيَمِيزَ اللَّهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ الْخَبِيثَ بَعْضَهُ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُ فِي جَهَنَّمَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

liyamīzallāhul-khabīṡa minaṭ-ṭayyibi wa yaj’alal-khabīṡa ba’ḍahụ ‘alā ba’ḍin fa yarkumahụ jamī’an fa yaj’alahụ fī jahannam, ulā`ika humul-khāsirụn

37. sehingga Allah dapat memisahkan antara yang jahat dan yang baik, dan menggabungkan antar-sesama yang jahat, dan mengikat mereka bersama [di dalam murka-Nya], lalu menempatkan mereka di dalam neraka. Mereka, mereka itulah orang-orang yang merugi!


Surah Al-Anfal Ayat 38

قُلْ لِلَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ يَنْتَهُوا يُغْفَرْ لَهُمْ مَا قَدْ سَلَفَ وَإِنْ يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ

qul lillażīna kafarū iy yantahụ yugfar lahum mā qad salaf, wa iy ya’ụdụ fa qad maḍat sunnatul-awwalīn

38. Katakanlah kepada orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran bahwa apabila mereka berhenti,37 semua dosa mereka yang lalu akan diampuni; tetapi, jika mereka kembali [berbuat zalim], biarlah mereka mengingat apa yang terjadi pada orang-orang seperti mereka pada masa lalu.38


Surah Al-Anfal Ayat 39

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

wa qātilụhum ḥattā lā takụna fitnatuw wa yakụnad-dīnu kulluhụ lillāh, fa inintahau fa innallāha bimā ya’malụna baṣīr

39. Dan, perangilah mereka hingga tiada lagi penindasan dan seluruh peribadahan dipersembahkan hanya untuk Allah.39

Dan, apabila mereka berhenti—perhatikanlah, Allah menyaksikan semua yang mereka lakukan;40


Surah Al-Anfal Ayat 40

وَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَوْلَاكُمْ ۚ نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ

wa in tawallau fa’lamū annallāha maulākum, ni’mal-maulā wa ni’man-naṣīr

40. dan apabila. mereka berpaling [dari kebajikan], ketahuilah bahwa Allah adalah Penguasa kalian yang Tertinggi: [dan] betapa mulia Sang Penguasa tertinggi ini, dan betapa mulia Sang Maha Penolong ini!


Surah Al-Anfal Ayat 41

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

wa’lamū annamā ganimtum min syai`in fa anna lillāhi khumusahụ wa lir-rasụli wa liżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wabnis-sabīli ing kuntum āmantum billāhi wa mā anzalnā ‘alā ‘abdinā yaumal-furqāni yaumaltaqal jam’ān, wallāhu ‘alā kulli syai`ing qadīr

41. DAN, KETAHUILAH bahwa harta rampasan apa pun yang kalian peroleh [dalam perang], seperlimanya adalah milik Allah dan Rasul, serta karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, dan para musafir.41

[Hal demikian itu harus kalian patuhi] jika kalian beriman pada Allah dan beriman pada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami pada hari ketika kebenaran dibedakan dari kesalahan—hari ketika kedua pasukan bertemu dalam pertempuran. Dan, Allah berkuasa menetapkan segala sesuatu.42


Surah Al-Anfal Ayat 42

إِذْ أَنْتُمْ بِالْعُدْوَةِ الدُّنْيَا وَهُمْ بِالْعُدْوَةِ الْقُصْوَىٰ وَالرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنْكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ ۙ وَلَٰكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ اللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

iż antum bil-‘udwatid-dun-yā wa hum bil-‘udwatil-quṣwā war-rakbu asfala mingkum, walau tawā’attum lakhtalaftum fil-mī’ādi wa lākil liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf’ụlal liyahlika man halaka ‘am bayyinatiw wa yaḥyā man ḥayya ‘am bayyinah, wa innallāha lasamī’un ‘alīm

42. [Ingatlah hari itu] ketika kalian berada di ujung Lembah [Badar] dan mereka berada di ujung lainnya, sementara kafilah berada di bawah kalian.43 Dan, seandainya kalian mengetahui akan terjadi pertempuran, kalian sungguh akan menolak untuk menerima tantangan itu:44 tetapi [bagaimanapun, pertempuran itu tetap terjadi] supaya Allah dapat menyelesaikan suatu hal [yang Dia kehendaki] agar terlaksana,45 [dan] agar siapa pun yang akan hancur dapat hancur dengan bukti kebenaran yang nyata, dan siapa pun yang akan tetap hidup dapat hidup dengan bukti kebenaran yang nyata.46 Dan, perhatikanlah, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Anfal Ayat 43

إِذْ يُرِيكَهُمُ اللَّهُ فِي مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَاكَهُمْ كَثِيرًا لَفَشِلْتُمْ وَلَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

iż yurīkahumullāhu fī manāmika qalīlā, walau arākahum kaṡīral lafasyiltum wa latanāza’tum fil-amri wa lākinnallāha sallam, innahụ ‘alīmum biżātiṣ-ṣudụr

43. Lihatlah! Allah memperlihatkan mereka kepadamu dalam mimpi bahwa mereka berjumlah sedikit:47 sebab, seandainya Dia memperlihatkan kepadamu bahwa mereka berjumlah banyak, pastilah hati kalian akan menjadi gentar dan kalian pasti akan berbantah-bantahan mengenai apa yang harus dilakukan.48 Akan tetapi, Allah menyelamatkan [kalian dari keadaan demikian]: sungguh, Dia mengetahui sepenuhnya apakah hati [manusia] itu.*


Surah Al-Anfal Ayat 44

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

wa iż yurīkumụhum iżiltaqaitum fī a’yunikum qalīlaw wa yuqallilukum fī a’yunihim liyaqḍiyallāhu amrang kāna maf’ụlā, wa ilallāhi turja’ul-umụr

44. Dan demikianlah, ketika kalian bertemu dalam pertempuran, Dia menjadikan mereka tampak berjumlah sedikit di mata kalian—sama seperti Dia membuat kalian tampak berjumlah sedikit di mata mereka—sehingga Allah dapat menyelesaikan suatu hal [yang Dia kehendaki] agar terlaksana:49 sebab, segala sesuatu kembali kepada Allah [sebagai sumbernya].


Surah Al-Anfal Ayat 45

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

yā ayyuhallażīna āmanū iżā laqītum fi`atan faṡbutụ ważkurullāha kaṡīral la’allakum tufliḥụn

45. [Karena itu,] wahai kalian yang telah meraih iman, jika kalian bertemu musuh dalam pertempuran, bersikap teguhlah dan seringlah mengingat Allah agar kalian meraih kebahagiaan!


Surah Al-Anfal Ayat 46

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

wa aṭī’ullāha wa rasụlahụ wa lā tanāza’ụ fa tafsyalụ wa taż-haba rīḥukum waṣbirụ, innallāha ma’aṣ-ṣābirīn

46. Dan, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan jangan [biarkan diri kalian] berbantah-bantahan agar kalian tidak kehilangan nyali, dan (agar) semangat juang50 tidak meninggalkan kalian. Dan, bersabarlah dalam menghadapi kesusahan: sebab, sungguh, Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar dalam menghadapi kesusahan.


Surah Al-Anfal Ayat 47

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

wa lā takụnụ kallażīna kharajụ min diyārihim baṭaraw wa ri`ā`an-nāsi wa yaṣuddụna ‘an sabīlillāh, wallāhu bimā ya’malụna muḥīṭ

47. Dan, janganlah seperti orang-orang [yang tidak beriman] yang keluar dari kampung halaman mereka dengan penuh rasa bangga diri dan hasrat ingin dilihat dan dipuji orang:51 sebab mereka berusaha memalingkan orang lain dari jalan Allah—sedangkan Allah meliputi seluruh perbuatan mereka [dengan kekuasaan-Nya].


Surah Al-Anfal Ayat 48

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ

wa iż zayyana lahumusy-syaiṭānu a’mālahum wa qāla lā gāliba lakumul-yauma minan-nāsi wa innī jārul lakum, fa lammā tarā`atil-fi`atāni nakaṣa ‘alā ‘aqibaihi wa qāla innī barī`um mingkum innī arā mā lā tarauna innī akhāfullāh, wallāhu syadīdul-‘iqāb

48. Dan, lihatlah, setan menjadikan semua perbuatan mereka tampak baik bagi mereka, dan berkata, “Tiada yang dapat mengalahkan kalian pada hari ini karena, perhatikanlah, aku akan menjadi pelindung kalian!”52—namun, segera setelah kedua pasukan itu dapat melihat satu sama lain, setan segera—berbalik dan berkata, “Perhatikanlah, aku tidak bertanggung jawab atas diri kalian: perhatikanlah, aku melihat apa yang tidak bisa kalian lihat: perhatikanlah, aku takut kepada Allah—sebab, Allah amat keras dalam menghukum!”53


Surah Al-Anfal Ayat 49

إِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ غَرَّ هَٰؤُلَاءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

iż yaqụlul-munāfiqụna wallażīna fī qulụbihim maraḍun garra hā`ulā`i dīnuhum, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa innallāha ‘azīzun ḥakīm

49. Pada saat yang sama, orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit berkata, “Keyakinan mereka telah menipu [orang-orang beriman] ini!”54

Namun, siapa pun yang bersandar penuh percaya (bertawakal) pada Allah [mengetahui bahwa], sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Anfal Ayat 50

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

walau tarā iż yatawaffallażīna kafarul-malā`ikatu yaḍribụna wujụhahum wa adbārahum, wa żụqụ ‘ażābal-ḥarīq

50. DAN, SEANDAINYA engkau dapat melihat [bagaimana yang akan terjadi] tatkala Dia mencabut nyawa orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran: malaikat akan memukul wajah dan punggung mereka,55 dan [akan berkata], “Rasakanlah derita neraka


Surah Al-Anfal Ayat 51

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

żālika bimā qaddamat aidīkum wa annallāha laisa biẓallāmil lil-‘abīd

51. sebagai balasan atas apa yang telah diperbuat oleh tangan-tangan kalian—sebab, Allah tidak pernah sedikit pun berbuat zalim terhadap makhluk-makhluk-Nya!”


Surah Al-Anfal Ayat 52

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ

kada`bi āli fir’auna wallażīna ming qablihim, kafarụ bi`āyātillāhi fa akhażahumullāhu biżunụbihim, innallāha qawiyyun syadīdul-‘iqāb

52. [Mereka akan mengalami] hal seperti yang dialami oleh orang-orang Fir’aun dan orang-orang yang hidup sebelum mereka: mereka mengingkari kebenaran pesan-pesan Allah—dan kemudian Allah menghukum mereka karena dosa-dosa mereka. Sungguh, Allah Mahadigdaya, amat keras dalam menghukum!


Surah Al-Anfal Ayat 53

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

żālika bi`annallāha lam yaku mugayyiran ni’matan an’amahā ‘alā qaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim wa annallāha samī’un ‘alīm

53. Demikianlah, karena Allah tidak akan pernah mengubah56 nikmat yang telah Dia anugerahkan atas suatu kaum, kecuali mereka mengubah lubuk diri* mereka sendiri:57 dan [ketahuilah] bahwa Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.


Surah Al-Anfal Ayat 54

كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ ۙ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَا آلَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُوا ظَالِمِينَ

kada`bi āli fir’auna wallażīna ming qablihim, każżabụ bi`āyāti rabbihim fa ahlaknāhum biżunụbihim wa agraqnā āla fir’aụn, wa kullung kānụ ẓālimīn

54. [Orang-orang yang berbuat dosa itu akan mengalami] hal seperti yang dialami oleh orang-orang Fir’aun dan orang-orang yang hidup sebelum mereka: mereka mendustakan pesan-pesan Sang Pemelihara mereka—maka kemudian, Kami hancurkan mereka sebagai balasan atas dosa-dosa mereka, dan Kami jadikan orang-orang Fir’aun tenggelam: sebab, mereka semua adalah orang-orang yang berbuat zalim.


Surah Al-Anfal Ayat 55

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الَّذِينَ كَفَرُوا فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

inna syarrad-dawābbi ‘indallāhillażīna kafarụ fa hum lā yu`minụn

55. Sungguh, seburuk-buruk makhluk dalam pandangan Allah adalah mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran dan karena itu tidak beriman.58


Surah Al-Anfal Ayat 56

الَّذِينَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

allażīna ‘āhatta min-hum ṡumma yangquḍụna ‘ahdahum fī kulli marratiw wa hum lā yattaqụn

56. ADAPUN MENGENAI ORANG-ORANG yang engkau telah membuat perjanjian dengan mereka, dan yang lalu melanggar perjanjian mereka pada setiap kesempatan,59 serta tidak pula sadar akan Allah—


Surah Al-Anfal Ayat 57

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

fa immā taṡqafannahum fil-ḥarbi fa syarrid bihim man khalfahum la’allahum yażżakkarụn

57. jika engkau menemukan mereka dalam pertempuran [melawan kalian], jadikanlah mereka contoh yang mengerikan bagi orang-orang yang mengikuti mereka60 sehingga mudah-mudahan mereka dapat merenungkannya;


Surah Al-Anfal Ayat 58

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ

wa immā takhāfanna ming qaumin khiyānatan fambiż ilaihim ‘alā sawā`, innallāha lā yuḥibbul-khā`inīn

58. atau, jika engkau memiliki alasan untuk khawatir terhadap pengkhianatan61 dari orang-orang [yang dengan mereka engkau telah membuat suatu perjanjian], kembalikanlah kepada mereka dengan cara yang adil:62 sebab, sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berkhianat!


Surah Al-Anfal Ayat 59

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

wa lā yaḥsabannallażīna kafarụ sabaqụ, innahum lā yu’jizụn

59. Dan, jangan biarkan mereka—orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran—mengira bahwa mereka akan lolos63 [dari Allah]: perhatikanlah, mereka tidak dapat menggagalkan [maksud-Nya].


Surah Al-Anfal Ayat 60

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

wa a’iddụ lahum mastaṭa’tum ming quwwatiw wa mir ribāṭil-khaili tur-hibụna bihī ‘aduwwallāhi wa ‘aduwwakum wa ākharīna min dụnihim, lā ta’lamụnahum, allāhu ya’lamuhum, wa mā tunfiqụ min syai`in fī sabīlillāhi yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn

60. Karena itu, untuk menghadapi mereka, siapkanlah kekuatan dan tunggangan perang apa pun64 yang mampu kalian kerahkan sehingga, dengan demikian, kalian dapat menggentarkan musuh Allah, yang juga merupakan musuh kalian,65 dan orang-orang selain mereka yang mungkin tidak kalian ketahui, [tetapi] yang diketahui Allah; dan apa pun yang mungkin kalian nafkahkan66 di jalan Allah akan dibalas sepenuhnya untuk kalian, dan kalian tidak akan dizalimi.


Surah Al-Anfal Ayat 61

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

wa in janaḥụ lis-salmi fajnaḥ lahā wa tawakkal ‘alallāh, innahụ huwas-samī’ul-‘alīm

61. Akan tetapi, jika mereka condong pada perdamaian, hendaknya engkau pun condong pada perdamaian, dan bersandarlah penuh percaya pada Allah: sungguh, Dia saja Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui!


Surah Al-Anfal Ayat 62

وَإِنْ يُرِيدُوا أَنْ يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ ۚ هُوَ الَّذِي أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِينَ

wa iy yurīdū ay yakhda’ụka fa inna ḥasbakallāh, huwallażī ayyadaka binaṣrihī wa bil-mu`minīn

62. Dan, seandainya mereka berusaha menipumu [dengan memperlihatkan seolah-olah ingin berdamai]—perhatikanlah, cukuplah Allah bagimu!67

Dia-lah yang telah memperkuatmu dengan pertolongan-Nya, dan dengan memberimu para pengikut yang beriman68


Surah Al-Anfal Ayat 63

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

wa allafa baina qulụbihim, lau anfaqta mā fil-arḍi jamī’am mā allafta baina qulụbihim wa lākinnallāha allafa bainahum, innahụ ‘azīzun ḥakīm

63. yang hati mereka telah Dia satukan: [sebab,] jikapun engkau telah menafkahkan semua yang ada di muka bumi, niscaya engkau tidak dapat menyatukan hati mereka [dengan kemampuan dirimu sendiri]: tetapi Allah-lah yang telah menyatukan mereka. Sungguh, Dia Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Anfal Ayat 64

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

yā ayyuhan-nabiyyu ḥasbukallāhu wa manittaba’aka minal-mu`minīn

64. Wahai, Nabi, cukuplah Allah bagimu dan bagi orang-orang beriman yang mengikutimu!


Surah Al-Anfal Ayat 65

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

yā ayyuhan-nabiyyu ḥarriḍil-mu`minīna ‘alal-qitāl, iy yakum mingkum ‘isyrụna ṣābirụna yaglibụ mi`ataīn, wa iy yakum mingkum mi`atuy yaglibū alfam minallażīna kafarụ bi`annahum qaumul lā yafqahụn

65. Wahai, Nabi, gugahlah semangat orang-orang beriman untuk menaklukkan segala rasa takut akan kematian ketika mereka sedang berperang,69 [sehingga] jika ada dua puluh orang di antara kalian yang bersabar dalam menghadapi kesusahan, mereka mungkin dapat mengalahkan dua ratus orang; dan [bahwa] jika ada seratus orang di antara kalian, mereka mungkin dapat mengalahkan seribu orang yang berkukuh mengingkari kebenaran, karena mereka adalah orang yang tidak dapat memahaminya.70


Surah Al-Anfal Ayat 66

الْآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

al-āna khaffafallāhu ‘angkum wa ‘alima anna fīkum ḍa’fā, fa iy yakum mingkum mi`atun ṣābiratuy yaglibụ mi`ataīn, wa iy yakum mingkum alfuy yaglibū alfaini bi`iżnillāh, wallāhu ma’aṣ-ṣābirīn

66. [Bagaimanapun,] untuk saat ini, Allah telah meringankan beban kalian karena Dia mengetahui bahwa kalian dalam keadaan lemah: maka, jika ada seratus orang di antara kalian yang bersabar dalam menghadapi kesusahan, mereka seharusnya [mampu] mengalahkan dua ratus; dan jika ada seribu orang di antara kalian, mereka seharusnya [mampu] mengalahkan dua ribu dengan izin Allah: sebab, Allah beserta orang-orang yang bersabar dalam menghadapi kesusahan.71


Surah Al-Anfal Ayat 67

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

mā kāna linabiyyin ay yakụna lahū asrā ḥattā yuṡkhina fil-arḍ, turīdụna ‘araḍad-dun-yā wallāhu yurīdul-ākhirah, wallāhu ‘azīzun ḥakīm

67. TIDAKLAH pantas seorang nabi menahan tawanan, kecuali setelah dia bertempur dengan gigih di muka bumi.72 Kalian mungkin menghendaki keuntungan sesaat di dunia ini—tetapi Allah menghendaki [bagi kalian kebaikan di] kehidupan akhirat: dan Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.


Surah Al-Anfal Ayat 68

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

lau lā kitābum minallāhi sabaqa lamassakum fīmā akhażtum ‘ażābun ‘aẓīm

68. Sekiranya bukan karena ketetapan Allah yang telah lalu, kalian pasti akan tertimpa hukuman sangat berat disebabkan semua [tawanan] yang kalian ambil.73


Surah Al-Anfal Ayat 69

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

fa kulụ mimmā ganimtum ḥalālan ṭayyibaw wattaqullāh, innallāha gafụrur raḥīm

69. Maka, nikmatilah semua yang halal dan baik dari apa yang kalian peroleh dalam perang, dan tetaplah sadar akan Allah: sungguh, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.


Surah Al-Anfal Ayat 70

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِمَنْ فِي أَيْدِيكُمْ مِنَ الْأَسْرَىٰ إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

yā ayyuhan-nabiyyu qul liman fī aidīkum minal-asrā iy ya’lamillāhu fī qulụbikum khairay yu`tikum khairam mimmā ukhiża mingkum wa yagfir lakum, wallāhu gafụrur raḥīm

70. [Karena itu,] wahai Nabi, katakanlah kepada tawanan yang berada di tanganmu: “Jika Allah mendapati kebaikan di dalam hati kalian, Dia akan memberi sesuatu yang lebih baik daripada semua yang telah diambil dari kalian, serta akan memberi ampunan atas dosa-dosa kalian: sebab, Allah Maha Pengampun, Sang Pemberi Rahmat.”74


Surah Al-Anfal Ayat 71

وَإِنْ يُرِيدُوا خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

wa iy yurīdụ khiyānataka fa qad khānullāha ming qablu fa amkana min-hum wallāhu ‘alīmun ḥakīm

71. Dan, seandainya mereka berupaya mengkhianatimu75—toh mereka telah mengkhianati Allah [sendiri] sebelumnya: tetapi, Dia memberikan [kepada orang-orang beriman] keunggulan atas mereka.76 Dan, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.


Surah Al-Anfal Ayat 72

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا ۚ وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

innallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ bi`amwālihim wa anfusihim fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, wallażīna āmanụ wa lam yuhājirụ mā lakum miw walāyatihim min syai`in ḥattā yuhājirụ, wa inistanṣarụkum fid-dīni fa ‘alaikumun-naṣru illā ‘alā qaumim bainakum wa bainahum mīṡāq, wallāhu bimā ta’malụna baṣīr

72. PERHATIKANLAH, adapun orang-orang yang telah meraih iman, dan orang-orang yang telah hijrah meninggalkan ranah kejahatan77 serta berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, maupun orang-orang yang menyediakan tempat penampungan dan memberi pertolongan [kepada mereka]78—mereka inilah [sebenar-benarnya] kawan dekat dan pelindung bagi satu sama lain.

Adapun orang-orang yang telah beriman, tetapi mereka tidak ikut hijrah [ke negeri kalian]79—kalian sama sekali tidak bertanggung jawab untuk melindungi mereka hingga mereka telah hijrah [kepada kalian]. Akan tetapi, jika mereka meminta pertolongan kepada kalian untuk melawan penganiayaan yang berkaitan dengan agama,80 adalah kewajiban kalian untuk memberi [mereka] pertolongan itu—kecuali terhadap orang-orang yang antara mereka dan diri kalian terdapat perjanjian:81 sebab, Allah melihat semua yang kalian lakukan.


Surah Al-Anfal Ayat 73

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

wallażīna kafarụ ba’ḍuhum auliyā`u ba’ḍ, illā taf’alụhu takun fitnatun fil-arḍi wa fasādung kabīr

73. Karena itu, [ingatlah bahwa] orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran adalah sekutu bagi satu sama lain;82 dan jika kalian tidak berbuat hal yang serupa [di antara kalian sendiri], niscaya penindasan serta kerusakan yang besar akan berkuasa di muka bumi.


Surah Al-Anfal Ayat 74

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

wallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum magfiratuw wa rizqung karīm

74. Dan, mereka yang telah meraih iman, dan yang telah hijrah meninggalkan ranah kejahatan dan berjuang sungguh-sungguh di jalan Allah, serta mereka yang telah menyediakan tempat penampungan dan menolong [mereka]—mereka, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman! Ampunan atas dosa menanti mereka, serta rezeki yang paling mulia.83


Surah Al-Anfal Ayat 75

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَٰئِكَ مِنْكُمْ ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

wallażīna āmanụ mim ba’du wa hājarụ wa jāhadụ ma’akum fa ulā`ika mingkum, wa ulul-ar-ḥāmi ba’ḍuhum aulā biba’ḍin fī kitābillāh, innallāha bikulli syai`in ‘alīm

75. Adapun orang-orang yang beriman sesudah itu,84 dan yang hijrah meninggalkan ranah kejahatan serta berjuang sungguh-sungguh [di jalan Allah] bersama kalian—mereka [juga] akan menjadi bagian kalian;85 dan mereka, yang [dengan demikian] memiliki hubungan karib, paling berhak satu sama lain [sesuai] dengan ketetapan Allah.86

Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top