106. Quraisy (Suku Quraisy) – قريش

Surah Quraisy dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Quraisy ( قريش ) merupakan surat ke 106 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 4 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Quraisy tergolong Surat Makkiyah.

Nama surat ini diambil dari penyebutan “Suku Quraisy” pada ayat pertama. Menurut sebagian Sahabat Nabi dan sejumlah ulama dan generasi berikutnya, Surah Quraisy dan surah sebelumnya (Al-Fil) sebenarnya merupakan satu kesatuan. Itulah sebabnya mengapa di dalam salinan Al-Qur’an yang dimiliki oleh Ubayy Ibn Ka’b, surah Al-Fil dan surah Quraisy ditulis sebagai satu surah, yakni di antara kedua surah tersebut tidak terdapat kalimat “bismillah al-rahman al-rahim” yang lazimnya mengawali setiap surah (Al-Baghawi dan Al-Zamakhsyari). Kita harus mengingat bahwa berdampingan dengan Zaid Ibn Tsabit dan ‘Ali Ibn Abhi Thalib, Ubayy ibn Ka’b merupakan salah seorang ahli terkemuka yang menjadi sumber rujukan bagi Abu Bakr maupun Utsman ketika melakukan penghimpunan akhir teks Al-Qur’an; dan mungkin karena alasan itulah Ibn Hajar Al-Asqalani menganggap salinan Al-Qur’an yang dimiliki oleh Ubayy Ibn Ka’b sebagai bukti yang cukup meyakinkan (Fath Al-bari VIII, h. 593). Lebih dari itu, diriwayatkan bahwa, ketika memimpin shalat berjamaah, ‘Umar ibn Al-Khaththab biasa membaca kedua surah itu sebagai satu surah (Al-Zamakhsyari dan Al-Razi). Akan tetapi, terlepas apakah Al-Fil dan Quraisy merupakan satu surah atau dua surah yang terpisah, sulit diragukan bahwa surah Quraisy merupakan kelanjutan dari Surah Al-Fil, yang menyiratkan bahwa Allah menghancurkan Pasukan Bergajah “agar suku Quraisy dapat tetap aman” (lihat ayat 1 dan catatan terkait).

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Quraisy Ayat 1

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

li`īlāfi quraīsy

1. AGAR SUKU QURAISY dapat tetap aman,1


1 Lit., Demi perlindungan terhadap suku Quraisy”, yakni sebagai penjaga Ka’bah dan sebagai suku yang, dari tengah-tengah merekalah Nabi Terakhir, yaitu Muhammad Saw., akan muncul. Dengan demikian, “keamanan suku Quraisy” adalah suatu metonimia atau kiasan untuk keamanan Ka’bah, titik pusat Agama yang berdasarkan pada konsep keesaan Allah, yang demi itulah tentara Abrahah dihancurkan (lihat catatan pendahuluan dan surah sebelumnya).


Surah Quraisy Ayat 2

إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ

īlāfihim riḥlatasy-syitā`i waṣ-ṣaīf

2. aman dalam perjalanan mereka pada musim dingin dan musim panas.2


2 Yakni, dua kafilah dagang tahunan—kafilah ke Yaman pada musim dingin dan ke Suriah pada musim panas—yang mana kemakmuran Makkah bergantung padanya.


Surah Quraisy Ayat 3

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ

falya’budụ rabba hāżal-baīt

3. Karena itu, hendaklah mereka menyembah Pemelihara rumah ibadah ini,3


3 Yakni, Ka’bah (lihat catatan no. 102 dalam Surah Al-Baqarah [2]: 125).


Surah Quraisy Ayat 4

الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

allażī aṭ’amahum min jụ’iw wa āmanahum min khaụf

4. yang telah memberi mereka makanan untuk mengatasi lapar, dan menjadikan mereka aman dari bahaya.4


4 Bdk. doa Nabi Ibrahim, “Wahai, Pemeliharaku! Jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan anugerahkanlah rezeki yang melimpah kepada penduduknya” (Surah Al-Baqarah [2]: 126).


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top