13. Ar-Ra’d (Guruh) – الرعد

Surat Ar-Ra'd dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Ar-Ra’d ( الرعد ) merupakan surah ke 13 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 43 ayat yang sebagian besar ayatnya diturunkan di kota Makkah dan sebagian lainnya diturunkan di kota Madinah. Dengan demikian, Surah Ar-Ra’d tergolong Surat Makkiyah dan Madaniyah.

Ada perbedaan pendapat yang tajam mengenai periode pewahyuan Surah Ar-Ra’d ini. Menurut suatu pernyataan yang dinisbahkan kepada Ibn ‘Abbas, surah ini termasuk ke dalam periode Makkiyyah (Al-Suyuthi), sedangkan menurut mufasir lainnya, yang disebutkan oleh Al-Thabari, diriwayatkan bahwa Ibn ‘Abbas menganggap surah ini sebagai surah Madaniyyah (ibid). Al-Suyuthi sendiri cenderung berpendapat bahwa surah ini termasuk periode Makkah, tetapi ia mengandung sejumlah kecil ayat yang diwahyukan di Madinah, demikian pula pendapat Al-Baghawi dan Al-Razi. Pada sisi lain, Al-Zamakhsyari mencukupkan diri dengan pernyataan bahwa waktu pewahyuan surah ini tidak dapat dipastikan.

Seperti banyak surah lainnya, nama surah ini juga diambil dari sebuah kata yang disebutkan secara insidental, yang menggugah imajinasi kaum Muslim yang paling awal: yakni, kata “guruh” (ar-ra’d) yang terdapat dalam ayat 13, yang mengacu pada bukti daya-daya kreatif Allah, yang terdapat dalam manifestasi-manifestasi fenomena alam yang dapat diobservasi.

Tema pokok surah ini adalah wahyu Allah, yang diturunkan melalui nabi-nabi-Nya, yang berisi kebenaran-kebenaran moral tertentu yang fundamental, yang tidak dapat diabaikan manusia tanpa menderita konsekuensi alami dari pengabaiannya ini (lihat paragraf terakhir ayat 31)—demikian pula, pengamalan kebenaran-kebenaran moral tersebut oleh orang-orang “yang dianugerahi pengetahuan mendalam … [dan] orang-orang yang setia-menjaga ikatan mereka dengan Allah” (ayat 19-20) pasti akan menyebabkan mereka “mendapatkan kebahagiaan batin dan tempat kembali yang terindah” (ayat 29): sebab, “Allah tidak mengubah keadaan manusia, kecuali mereka mengubah lubuk diri mereka sendiri” (ayat 11).

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surah Ar-Ra’d Ayat 1

المر ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ ۗ وَالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

alif lām mīm rā, tilka āyātul-kitāb, wallażī unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu wa lākinna akṡaran-nāsi lā yu`minụn

1. Alif. Lam. Mim. Ra.1

INILAH PESAN-PESAN wahyu:2 dan apa yang telah diturunkan kepadamu dari Pemeliharamu adalah benar—namun, kebanyakan manusia tidak akan beriman [padanya].3


Surah Ar-Ra’d Ayat 2

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

allāhullażī rafa’as-samāwāti bigairi ‘amadin taraunahā ṡummastawā ‘alal-‘arsyi wa sakhkharasy-syamsa wal-qamar, kulluy yajrī li`ajalim musammā, yudabbirul-amra yufaṣṣilul-āyāti la’allakum biliqā`i rabbikum tụqinụn

2. Allah-lah yang telah meninggikan lelangit tanpa penyangga apa pun yang dapat kalian lihat, dan yang bersemayam di atas singgasana kemahakuasaan-Nya;4 dan Dia[-lah yang] telah menjadikan matahari dan bulan tunduk [kepada hukum-hukum-Nya], masing-masing menjalani garis edarnya menurut batas-waktu yang ditentukan [oleh-Nya].5 Dia mengatur segala sesuatu yang ada.

Dia menguraikan pesan-pesan ini dengan sangat jelas agar kalian menjadi benar-benar yakin bahwa kalian sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan Pemelihara kalian [pada Hari Pengadilan].6


Surah Ar-Ra’d Ayat 3

وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا ۖ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

wa huwallażī maddal-arḍa wa ja’ala fīhā rawāsiya wa an-hārā, wa ming kulliṡ-ṡamarāti ja’ala fīhā zaujainiṡnaini yugsyil-lailan-nahār, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy yatafakkarụn

3. Dan, Dia-lah yang membentangkan bumi dan menempatkan di atasnya gunung-gunung yang kukuh dan sungai-sungai yang mengalir, dan menciptakan di atasnya dua jenis kelamin dari setiap [jenis] tumbuhan,7 [dan Dia-lah yang] menjadikan malam menutupi siang.

Sungguh, dalam semua ini benar-benar terdapat pesan-pesan bagi orang-orang yang berpikir!


Surah Ar-Ra’d Ayat 4

وَفِي الْأَرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

wa fil-arḍi qiṭa’um mutajāwirātuw wa jannātum min a’nābiw wa zar’uw wa nakhīlun ṣinwānuw wa gairu ṣinwāniy yusqā bimā`iw wāḥidiw wa nufaḍḍilu ba’ḍahā ‘alā ba’ḍin fil-ukul, inna fī żālika la`āyātil liqaumiy ya’qilụn

4. Dan, di atas bumi terdapat [banyak] bidang tanah yang saling berdampingan [dan sungguhpun begitu, sangat berbeda satu sama lain8], dan [di atasnya terdapat] kebun-kebun anggur, ladang-ladang bebijian, dan pohon-pohon kurma yang tumbuh dalam tandan-tandan yang berasal dari satu akar atau yang berdiri sendiri,9 [semuanyaJ disiram dengan air yang sama: dan sungguhpun begitu, Kami lebihkan sebagian tanam-tanaman itu di atas sebagian yang lain dalam hal makanan [yang mereka hasilkan bagi manusia dan binatang].10

Sungguh, dalam semua ini benar-benar terdapat pesan-pesan bagi orang-orang yang menggunakan akalnya!


Surah Ar-Ra’d Ayat 5

وَإِنْ تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

wa in ta’jab fa ‘ajabung qauluhum a iżā kunnā turāban a innā lafī khalqin jadīd, ulā`ikallażīna kafarụ birabbihim, wa ulā`ikal-aglālu fī a’nāqihim, wa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn

5. NAMUN, JIKA engkau heran [akan keajaiban ciptaan Allah], mengherankan pula ucapan mereka, “Apa? Setelah kita menjadi tanah, akankah kita benar-benar [dihidupkan kembali] menjadi makhluk yang baru?”11

Mereka itulah orang-orang yang [dengan cara itu menunjukkan bahwa mereka] berkukuh mengingkari Pemelihara mereka;12 dan mereka itulah yang menanggung belenggu [akibat perbuatan mereka sendiri] pada leher mereka;13 dan mereka itulah yang ditetapkan di api neraka, berkediaman di dalamnya.


Surah Ar-Ra’d Ayat 6

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلَاتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ الْعِقَابِ

wa yasta’jilụnaka bis-sayyi`ati qablal-ḥasanati wa qad khalat ming qablihimul-maṡulāt, wa inna rabbaka lażụ magfiratil lin-nāsi ‘alā ẓulmihim, wa inna rabbaka lasyadīdul-‘iqāb

6. Dan, [wahai Nabi, karena mereka berkukuh mengingkari kebenaran,] mereka menantangmu untuk menyegerakan datangnya keburukan kepada mereka daripada [mengharapkan] kebaikan14—meskipun [mereka seharusnya mengetahui bahwa] contoh-contoh hukuman [yang sekarang mereka cemoohkan itu] benar-benar telah terjadi sebelum masa mereka.

Kini, perhatikanlah, Pemeliharamu penuh ampunan terhadap manusia terlepas dari semua perbuatan zalim mereka:15 tetapi, perhatikanlah, Pemeliharamu [juga] amat keras dalam menghukum!


Surah Ar-Ra’d Ayat 7

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila ‘alaihi āyatum mir rabbih, innamā anta munżiruw wa likulli qaumin hād

7. Namun, mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran [menolak untuk beriman dan] berkata, “Mengapa tidak pernah diturunkan kepadanya suatu penanda yang ajaib dari Pemeliharanya?”16

[Namun,] engkau hanyalah seorang pemberi peringatan; dan setiap kaum memiliki pemberi petunjuk [yakni Allah].17


Surah Ar-Ra’d Ayat 8

اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَىٰ وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

allāhu ya’lamu mā taḥmilu kullu unṡā wa mā tagīḍul-ar-ḥāmu wa mā tazdād, wa kullu syai`in ‘indahụ bimiqdār

8. Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan [di dalam rahimnya], dan seberapa banyak kekurangsempurnaan [masa kehamilan] rahim-rahim itu*, dan seberapa banyak penambahannya [dari masa hamil rata-rata]:18 sebab, pada sisi-Nya, segala sesuatu [diciptakan] menurut jangkauan dan tujuannya.19


Surah Ar-Ra’d Ayat 9

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

‘ālimul-gaibi wasy-syahādatil-kabīrul-muta’āl

9. Dia mengetahui segala yang berada di luar jangkauan persepsi makhluk serta segala yang dapat disaksikan oleh indra atau pikiran makhluk20—Yang Mahabesar, Yang jauh melampaui apa pun yang ada atau yang mungkin akan ada!21


Surah Ar-Ra’d Ayat 10

سَوَاءٌ مِنْكُمْ مَنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَنْ جَهَرَ بِهِ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ

sawā`um mingkum man asarral-qaula wa man jahara bihī wa man huwa mustakhfim bil-laili wa sāribum bin-nahār

10. Semua sama saja [bagi-Nya], apakah di antara kalian ada yang merahasiakan pikirannya,22 atau menampakkannya, dan apakah dia bersembunyi [atau menyembunyikan perbuatan-perbuatan buruknya] di bawah naungan malam atau berjalan [terang-terangan) di siang hari,23


Surah Ar-Ra’d Ayat 11

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

lahụ mu’aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓụnahụ min amrillāh, innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū`an fa lā maradda lah, wa mā lahum min dụnihī miw wāl

11. [seraya berpikir bahwa] dia memiliki pasukan-pasukan penolong—baik yang dapat disaksikannya maupun yang tersembunyi darinya24—yang dapat melindunginya dari apa pun yang mungkin telah ditetapkan Allah.25

Sungguh, Allah tidak mengubah keadaan manusia, kecuali mereka mengubah lubuk diri mereka sendiri;26 dan jika Allah menghendaki suatu kaum tertimpa keburukan [sebagai akibat dari perbuatan zalim mereka sendiri], tiada seorang pun yang dapat menolaknya: sebab, mereka tidak memiliki siapa pun yang dapat melindungi mereka dari Dia.


Surah Ar-Ra’d Ayat 12

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ

huwallażī yurīkumul-barqa khaufaw wa ṭama’aw wa yunsyi`us-saḥābaṡ-ṡiqāl

12. DIA-LAH yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk menimbulkan ketakutan dan [sekaligus] harapan,27 dan Dia-lah yang mengadakan awan mendung;


Surah Ar-Ra’d Ayat 13

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

wa yusabbiḥur-ra’du biḥamdihī wal-malā`ikatu min khīfatih, wa yursiluṣ-ṣawā’iqa fa yuṣību bihā may yasyā`u wa hum yujādilụna fillāh, wa huwa syadīdul miḥāl

13. dan guruh itu bertasbih dan memuji kemuliaan-Nya yang tak terhingga, dan [demikian pula] para malaikat karena gentar-terpukau pada-Nya; dan Dia[-lah yang] melepaskan halilintar dan menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki.

Dan, sungguhpun begitu, mereka dengan keras kepala berbantah-bantahan tentang Allah,28 walaupun [seluruh bukti menunjukkan bahwa] Dia sajalah yang berkuasa merancang apa pun sebagaimana yang dikehendaki oleh hikmat-kebijaksanaan-Nya yang sangat tak terduga!29


Surah Ar-Ra’d Ayat 14

لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ ۖ وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلَّا كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ ۚ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ

lahụ da’watul-ḥaqq, wallażīna yad’ụna min dụnihī lā yastajībụna lahum bisyai`in illā kabāsiṭi kaffaihi ilal-mā`i liyabluga fāhu wa mā huwa bibāligih, wa mā du’ā`ul-kāfirīna illā fī ḍalāl

14. Kepada-Nya [sajalah] dipanjatkan segala doa untuk meraih Kebenaran Tertinggi30 karena [makhluk-makhluk atau kekuatan-kekuatan lain] yang diseru manusia selain Allah31 sama sekali tidak dapat menjawab mereka—[sehingga orang yang menyeru mereka] tidak Iain seperti orang yang mengulurkan tangannya yang terbuka32 ke dalam air, [mengharapkan] agar air itu mencapai mulutnya, padahal air itu tidak akan pernah mencapainya. Karena itu, doa orang-orang yang mengingkari kebenaran sama saja dengan keterjerumusan ke dalam kesalahan besar.


Surah Ar-Ra’d Ayat 15

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

wa lillāhi yasjudu man fis-samāwāti wal-arḍi ṭau’aw wa kar-haw wa ẓilāluhum bil-guduwwi wal-āṣāl

15. Dan di hadapan Allah, bersujudlah segala [benda dan makhluk] yang ada di lelangit dan bumi,33 demikian pula bayang-bayangnya, dengan sukarela maupun terpaksa, pada waktu pagi dan petang.34


Surah Ar-Ra’d Ayat 16

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

qul mar rabbus-samāwāti wal-arḍ, qulillāh, qul a fattakhażtum min dụnihī auliyā`a lā yamlikụna li`anfusihim naf’aw wa lā ḍarrā, qul hal yastawil-a’mā wal-baṣīru am hal tastawiẓ-ẓulumātu wan-nụr, am ja’alụ lillāhi syurakā`a khalaqụ kakhalqihī fa tasyābahal-khalqu ‘alaihim, qulillāhu khāliqu kulli syai`iw wa huwal-wāḥidul-qahhār

16. Katakanlah: “Siapakah Pemelihara lelangit dan bumi?”

Katakanlah: “Allah.”

Katakanlah: “Maka, [mengapakah] kalian mengambil sebagai pelindung-pelindung kalian, alih-alih Allah, mereka yang tidak berkuasa untuk memberi manfaat kepada, atau menolak mudarat dari, diri mereka sendiri?”

Katakanlah: “Adakah sama orang buta dengan orang yang dapat melihat?—atau, adakah sama gelap gulita dengan cahaya?”

Atau, apakah mereka [benar-benar] percaya bahwa di samping Allah terdapat kuasa-kuasa Ilahi yang lain35 yang telah menciptakan seperti apa yang Dia ciptakan sehingga ciptaan ini tampak serupa bagi mereka [dengan ciptaan-Nya]?36

Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Yang Maha Esa, yang memegang kekuasaan mutlak atas segala yang ada.”


Surah Ar-Ra’d Ayat 17

أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌ بِقَدَرِهَا فَاحْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِي النَّارِ ابْتِغَاءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَاعٍ زَبَدٌ مِثْلُهُ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْحَقَّ وَالْبَاطِلَ ۚ فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ

anzala minas-samā`i mā`an fa sālat audiyatum biqadarihā faḥtamalas-sailu zabadar rābiyā, wa mimmā yụqidụna ‘alaihi fin-nāribtigā`a ḥilyatin au matā’in zabadum miṡluh, każālika yaḍribullāhul-ḥaqqa wal-bāṭil, fa ammaz-zabadu fa yaż-habu jufā`ā, wa ammā mā yanfa’un-nāsa fa yamkuṡu fil-arḍ, każālika yaḍribullāhul-amṡāl

17. [Setiap kali] Dia menurunkan air dari langit, dan dasar-dasar sungai [yang dulunya kering] mengalirkan air deras37 sesuai dengan ukurannya, arus itu membawa buih di atas permukaannya;38 dan begitu pula, dari [logam] yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, [timbul] buih.

Dengan cara inilah Allah mengemukakan perumpamaan tentang kebenaran dan kebatilan: sebab, adapun buih, ia akan berlalu sebagai [-mana halnya dengan segala] hal yang tidak berguna*; namun, yang memberi manfaat bagi manusia, akan tetap tinggal di bumi.

Dengan cara inilah Allah mengemukakan perumpamaan-perumpamaan


Surah Ar-Ra’d Ayat 18

لِلَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَالَّذِينَ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَهُ لَوْ أَنَّ لَهُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ سُوءُ الْحِسَابِ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

lillażīnastajābụ lirabbihimul-ḥusnā, wallażīna lam yastajībụ lahụ lau anna lahum mā fil-arḍi jamī’aw wa miṡlahụ ma’ahụ laftadau bih, ulā`ika lahum sū`ul-ḥisābi wa ma`wāhum jahannam, wa bi`sal-mihād

18. tentang orang-orang yang menjawab seruan Pemeliharanya dengan jawaban yang baik, dan tentang orang-orang yang tidak menjawab seruan-Nya.39 [Adapun mengenai orang-orang yang tidak menjawab seruan-Nya,] sekiranya mereka memiliki segala sesuatu yang ada di atas bumi, dan ditambah dua kali sebanyak itu,40 niscaya mereka akan memberikan semuanya itu sebagai tebusan [pada Hari Pengadilan]:41 perhitungan yang terburuk menanti mereka, dan tempat kembali mereka adalah neraka: dan betapa buruknya tempat peristirahatan itu!


Surah Ar-Ra’d Ayat 19

أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

a fa may ya’lamu annamā unzila ilaika mir rabbikal-ḥaqqu kaman huwa a’mā, innamā yatażakkaru ulul-albāb

19. LALU, APAKAH orang yang mengetahui bahwasanya apa pun yang telah diturunkan kepadamu dari Pemeliharamu itu benar sama dengan orang yang buta?

Hanya orang-orang yang dianugerahi pengetahuan mendalamlah yang dapat mengingat ini:


Surah Ar-Ra’d Ayat 20

الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنْقُضُونَ الْمِيثَاقَ

allażīna yụfụna bi’ahdillāhi wa lā yangquḍụnal-mīṡāq

20. orang-orang yang setia menjaga ikatan mereka dengan Allah dan tidak pernah melanggar perjanjian mereka;42


Surah Ar-Ra’d Ayat 21

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

wallażīna yaṣilụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yakhsyauna rabbahum wa yakhāfụna sū`al-ḥisāb

21. dan orang-orang yang menghubungkan apa yang telah Allah perintahkan agar dihubungkan,43 dan yang terpukau-gentar terhadap Pemelihara mereka dan takut terhadap perhitungan terburuk [yang menanti orang-orang yang tidak menanggapi-Nya];


Surah Ar-Ra’d Ayat 22

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

wallażīna ṣabarubtigā`a waj-hi rabbihim wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqụ mimmā razaqnāhum sirraw wa ‘alāniyataw wa yadra`ụna bil-ḥasanatis-sayyi`ata ulā`ika lahum ‘uqbad-dār

22. dan orang-orang yang sabar dalam menghadapi kesusahan karena merindukan wajah Pemelihara mereka, teguh mendirikan shalat, dan menafkahkan untuk orang lain sebagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka, secara sembunyi ataupun terang-terangan, serta [yang] menolak kejahatan dengan kebaikan.44

Orang-orang inilah yang akan mendapatkan kepuasan mereka di akhirat:45


Surah Ar-Ra’d Ayat 23

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

jannātu ‘adniy yadkhulụnahā wa man ṣalaḥa min ābā`ihim wa azwājihim wa żurriyyātihim wal-malā`ikatu yadkhulụna ‘alaihim ming kulli bāb

23. taman-taman kebahagiaan yang abadi, yang akan mereka masuki bersama-sama dengan orang-orang saleh di antara orangtua, pasangan-pasangan, dan anak cucu mereka;46 dan malaikat-malaikat akan datang kepada mereka dari setiap pintu gerbang [dan akan berkata],


Surah Ar-Ra’d Ayat 24

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

salāmun ‘alaikum bimā ṣabartum fa ni’ma ‘uqbad-dār

24. “Semoga kedamaian tercurah atas kalian karena kalian telah bersabar!”

Maka, alangkah baiknya kepuasan di akhirat ini!


Surah Ar-Ra’d Ayat 25

وَالَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ ۙ أُولَٰئِكَ لَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ

wallażīna yangquḍụna ‘ahdallāhi mim ba’di mīṡāqihī wa yaqṭa’ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍi ulā`ika lahumul-la’natu wa lahum sū`ud-dār

25. Namun, adapun orang-orang yang memutus ikatan mereka dengan Allah sesudah ikatan itu dibina [di dalam fitrah mereka],47 dan mencerai-beraikan apa yang telah Allah perintahkan agar dihubungkan, dan menyebarkan kerusakan di muka bumi—balasan bagi mereka adalah penolakan [dari Allah]48 dan bagi mereka nasib yang paling buruk [di akhirat].


Surah Ar-Ra’d Ayat 26

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ

allāhu yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdir, wa fariḥụ bil-ḥayātid-dun-yā, wa mal-ḥayātud-dun-yā fil-ākhirati illā matā’

26. ALLAH MENGANUGERAHKAN rezeki yang melimpah, atau memberikannya dalam jumlah yang sedikit, kepada siapa saja yang Dia kehendaki; dan mereka [yang diberikan kelimpahan] bergembira dalam kehidupan dunia ini—meskipun, bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah kesenangan yang cepat berlalu.


Surah Ar-Ra’d Ayat 27

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةٌ مِنْ رَبِّهِ ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

wa yaqụlullażīna kafarụ lau lā unzila ‘alaihi āyatum mir rabbih, qul innallāha yuḍillu may yasyā`u wa yahdī ilaihi man anāb

27. ADAPUN ORANG-ORANG. yang berkukuh mengingkari kebenaran [pesan Nabi] berkata, “Mengapa tidak pernah diturunkan kepadanya suatu pertanda yang ajaib dari Pemeliharanya?”49

Katakan: “Perhatikanlah, Allah membiarkan sesat siapa saja yang ingin [sesat],50 sebagaimana Dia memberi petunjuk menuju diri-Nya kepada semua orang yang kembali kepada-Nya—


Surah Ar-Ra’d Ayat 28

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

allażīna āmanụ wa taṭma`innu qulụbuhum biżikrillāh, alā biżikrillāhi taṭma`innul-qulụb

28. orang-orang yang beriman, dan yang hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah—sebab, sungguh, dengan mengingat Allah, hati [manusia] benar-benar menjadi tenteram—:


Surah Ar-Ra’d Ayat 29

الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

allażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti ṭụbā lahum wa ḥusnu ma`āb

29. [dan demikianlah,] orang-orang yang meraih iman dan beramal saleh akan mendapatkan kebahagiaan [di dunia ini] dan tempat kembali yang terindah [dalam kehidupan akhirat]!”


Surah Ar-Ra’d Ayat 30

كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَاكَ فِي أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهَا أُمَمٌ لِتَتْلُوَ عَلَيْهِمُ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِالرَّحْمَٰنِ ۚ قُلْ هُوَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

każālika arsalnāka fī ummating qad khalat ming qablihā umamul litatluwā ‘alaihimullażī auḥainā ilaika wa hum yakfurụna bir-raḥmān, qul huwa rabbī lā ilāha illā huw, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi matāb

30. Demikianlah,51 Kami telah mengangkatmu [wahai Muhammad] sebagai Rasul Kami di tengah-tengah suatu umat [yang tidak beriman] yang sebelum masa mereka umat-umat [yang serupa] telah datang dan pergi52 agar engkau menyampaikan kepada mereka apa yang telah Kami wahyukan kepadamu: sebab, [dalam ketidaktahuan mereka,] mereka mengingkari Yang Maha Pengasih!53

Katakanlah: “Dia-lah Pemeliharaku. Tiada tuhan kecuali Dia. Kepada-Nya aku bersandar penuh percaya,* dan kepada-Nya aku berpaling untuk meminta pertolongan!”


Surah Ar-Ra’d Ayat 31

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَىٰ ۗ بَلْ لِلَّهِ الْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُوا تُصِيبُهُمْ بِمَا صَنَعُوا قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِنْ دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِيَ وَعْدُ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ

walau anna qur`ānan suyyirat bihil-jibālu au quṭṭi’at bihil-arḍu au kullima bihil-mautā, bal lillāhil-amru jamī’ā, a fa lam yai`asillażīna āmanū al lau yasyā`ullāhu laḥadan-nāsa jamī’ā, wa lā yazālullażīna kafarụ tuṣībuhum bimā ṣana’ụ qāri’atun au taḥullu qarībam min dārihim ḥattā ya`tiya wa’dullāh, innallāha lā yukhliful-mī’ād

31. Namun, bahkan jika [mereka mendengar] bacaan [Ilahi] yang dengan bacaan itu gunung-gunung berguncang, atau bumi menjadi terbelah, atau orang-orang yang sudah mati dapat berbicara—[mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran akan tetap menolak untuk mengimaninya]!54

Tidak, hanya Allah-lah yang memiliki kekuasaan untuk menentukan apa yang akan terjadi.55 Maka, tidakkah orang-orang yang telah meraih iman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, Dia benar-benar sudah memberi petunjuk kepada manusia semuanya?56

Adapun orang-orang yang mengingkari kebenaran—sebagai akibat dari perbuatan-perbuatan [buruk] mereka, bencana yang tiba-tiba akan selalu menimpa mereka atau akan turun di dekat rumah-rumah mereka;57 [dan ini akan terus berlanjut] hingga janji Allah [tentang Kebangkitan] terpenuhi: sungguh, Allah tidak pernah melanggar janji-Nya!


Surah Ar-Ra’d Ayat 32

وَلَقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِنْ قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

wa laqadistuhzi`a birusulim ming qablika fa amlaitu lillażīna kafarụ ṡumma akhażtuhum fa kaifa kāna ‘iqāb

32. Dan sungguh, [bahkan] sebelum masamu, rasul-rasul [Allah] telah diperolok dan, untuk sementara waktu, Aku beri penangguhan kepada orang-orang yang mengingkari kebenaran: tetapi, kemudian Aku hukum mereka—dan, alangkah dahsyatnya hukuman-Ku itu!


Surah Ar-Ra’d Ayat 33

أَفَمَنْ هُوَ قَائِمٌ عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۗ وَجَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ قُلْ سَمُّوهُمْ ۚ أَمْ تُنَبِّئُونَهُ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي الْأَرْضِ أَمْ بِظَاهِرٍ مِنَ الْقَوْلِ ۗ بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مَكْرُهُمْ وَصُدُّوا عَنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

a fa man huwa qā`imun ‘alā kulli nafsim bimā kasabat, wa ja’alụ lillāhi syurakā`, qul sammụhum, am tunabbi`ụnahụ bimā lā ya’lamu fil-arḍi am biẓāhirim minal-qaụl, bal zuyyina lillażīna kafarụ makruhum wa ṣuddụ ‘anis-sabīl, wa may yuḍlilillāhu fa mā lahụ min hād

33. MAKA, APAKAH DIA, yang menjaga setiap makhluk hidup58 dalam pemeliharaan-Nya yang agung, [dengan memperlakukan setiap makhluk hidup itu] menurut apa yang layak ia terima59—[maka, apakah Dia serupa dengan segala sesuatu yang ada]? Dan, sungguhpun begitu, mereka menganggap wujud-wujud lainnya bersekutu dalam ketuhanan Allah!

Katakanlah: “Namailah mereka dengan nama apa pun [yang menyenangkan kalian]:60 tetapi, apakah kalian [benar-benar menduga bahwa kalian dapat] memberitakan kepada Allah apa pun yang ada di atas bumi yang tidak Dia ketahui—atau [apakah kalian] tiada lain hanyalah bermain dengan kata-kata?”61

Tidak, rekaan-rekaan batil62* mereka tampak baik dalam pandangan orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran itu, dan demikianlah mereka dipalingkan dari jalan [yang benar]: dan siapa pun yang Allah biarkan tersesat tidak akan pernah menemukan seorang pun pemberi petunjuk.63


Surah Ar-Ra’d Ayat 34

لَهُمْ عَذَابٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَقُّ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَاقٍ

lahum ‘ażābun fil-ḥayātid-dun-yā wa la’ażābul-ākhirati asyaqq, wa mā lahum minallāhi miw wāq

34. Bagi orang-orang yang seperti ini, ada penderitaan dalam kehidupan dunia ini;64 tetapi, sungguh, penderitaan [mereka] di akhirat akan lebih keras, dan mereka tidak akan memiliki siapa pun untuk melindungi mereka dari Allah.


Surah Ar-Ra’d Ayat 35

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوْا ۖ وَعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ

maṡalul-jannatillatī wu’idal-muttaqụn, tajrī min taḥtihal-an-hār, ukuluhā dā`imuw wa ẓilluhā, tilka ‘uqballażīnattaqaw wa ‘uqbal-kāfirīnan-nār

35. PERUMPAMAAN surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang sadar akan Allah [adalah bagaikan taman] yang dilalui aliran sungai-sungai:65 [tetapi, tidak seperti taman di dunia,] buah-buahannya akan kekal, dan [begitu pula dengan] naungannya.66

Itulah yang akan menjadi nasib orang-orang yang tetap sadar akan Allah—sebagaimana nasib orang-orang yang berkukuh mengingkari kebenaran adalah api neraka.67


Surah Ar-Ra’d Ayat 36

وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ الْأَحْزَابِ مَنْ يُنْكِرُ بَعْضَهُ ۚ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا أُشْرِكَ بِهِ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ

wallażīna ātaināhumul-kitāba yafraḥụna bimā unzila ilaika wa minal-aḥzābi may yungkiru ba’ḍah, qul innamā umirtu an a’budallāha wa lā usyrika bih, ilaihi ad’ụ wa ilaihi ma`āb

36. Karena itu, mereka yang telah Kami beri wahyu ini68 bergembira atas segala yang diturunkan kepadamu [wahai Nabi],69 tetapi di antara pengikut-pengikut keimanan yang lain ada yang mengingkari keabsahan sebagian darinya.70

Katakanlah [kepada mereka, wahai Nabi]: “Aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan agar tidak menisbahkan kuasa-kuasa Ilahi kepada apa pun selain Dia:71 kepada-Nya aku seru [semua manusia], dan Dia-lah tujuanku!”


Surah Ar-Ra’d Ayat 37

وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ

wa każālika anzalnāhu ḥukman ‘arabiyyā, wa la`inittaba’ta ahwā`ahum ba’da mā jā`aka minal-‘ilmi mā laka minallāhi miw waliyyiw wa lā wāq

37. Maka demikianlah, Kami turunkan [kitab Ilahi] ini sebagai aturan dalam bahasa Arab.72 Dan sesungguhnya, andaikan engkau tunduk pada hawa nafsu mereka73 setelah semua pengetahuan [Ilahi] yang datang kepadamu, engkau tidak memiliki siapa pun yang dapat melindungimu dan menjagamu dari Allah.


Surah Ar-Ra’d Ayat 38

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَنْ يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

wa laqad arsalnā rusulam ming qablika wa ja’alnā lahum azwājaw wa żurriyyah, wa mā kāna lirasụlin ay ya`tiya bi`āyatin illā bi`iżnillāh, likulli ajaling kitāb

38. Dan, sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul sebelum engkau, dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan anak cucu;74 dan tidak mungkin bagi seorang rasul untuk mendatangkan suatu mukjizat, kecuali dengan perintah Allah.75

Bagi tiap-tiap zaman, telah ada wahyunya:76


Surah Ar-Ra’d Ayat 39

يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ

yam-ḥullāhu mā yasyā`u wa yuṡbit, wa ‘indahū ummul-kitāb

39. Allah menghapuskan atau menetapkan apa pun yang Dia kehendaki [dari pesan-pesan-Nya yang terdahulu]—sebab, pada-Nya-lah sumber segala wahyu.77


Surah Ar-Ra’d Ayat 40

وَإِنْ مَا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

wa im mā nuriyannaka ba’ḍallażī na’iduhum au natawaffayannaka fa innamā ‘alaikal-balāgu wa ‘alainal-ḥisāb

40. NAMUN, JIKA Kami membiarkanmu melihat [digenapinya] beberapa dari yang Kami janjikan kepada mereka78 [pada masa hidupmu, wahai Nabi,] atau Kami wafatkan engkau [sebelum digenapinya]—tugasmu tidak lain hanyalah menyampaikan pesan; dan pada Kami-lah perhitungannya.


Surah Ar-Ra’d Ayat 41

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الْأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ وَاللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

a wa lam yarau annā na`til-arḍa nangquṣuhā min aṭrāfihā, wallāhu yaḥkumu lā mu’aqqiba liḥukmih, wa huwa sarī’ul-ḥisāb

41. Maka, apakah mereka [yang mengingkari kebenaran itu] belum pernah melihat bagaimana79 Kami mendatangi bumi [bersama hukuman Kami], secara bertahap (Kami) mengambil segala yang terbaik yang ada di atasnya?80

Sebab, [tatkala] Allah menetapkan hukum, tiada kekuatan yang dapat menolak ketetapan-Nya: dan, amatlah cepat Dia dalam membuat perhitungan!


Surah Ar-Ra’d Ayat 42

وَقَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ الْمَكْرُ جَمِيعًا ۖ يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ ۗ وَسَيَعْلَمُ الْكُفَّارُ لِمَنْ عُقْبَى الدَّارِ

wa qad makarallażīna ming qablihim fa lillāhil-makru jamī’ā, ya’lamu mā taksibu kullu nafs, wa saya’lamul-kuffāru liman ‘uqbad-dār

42. Adapun mereka yang hidup sebelum [para pendosa] ini, juga merekayasa banyak penghujatan,81—tetapi rekayasa yang paling halus adalah rekayasa Allah, yang mengetahui apa yang layak bagi tiap-tiap manusia:82 dan para pengingkar kebenaran itu [pada waktunya] akan mengetahui milik siapakah masa depan itu.83


Surah Ar-Ra’d Ayat 43

وَيَقُولُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِنْدَهُ عِلْمُ الْكِتَابِ

wa yaqụlullażīna kafarụ lasta mursalā, qul kafā billāhi syahīdam bainī wa bainakum wa man ‘indahụ ‘ilmul-kitāb

43. Dan [jika] mereka yang berkukuh mengingkari kebenaran berkata [kepadamu, wahai Nabi], “Engkau tidak diutus [oleh Allah],” katakanlah: “Tiada yang dapat memberikan kesaksian antara aku dan kalian sebagaimana Allah; dan [tiada yang dapat memberikan kesaksian sebagaimana] orang yang benar-benar memahami kitab Ilahi ini.”84


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top