103. Al-‘Ashr (Berlalunya Waktu) – العصر

Surat Al-Asr dan Artinya (Tafsir) | Arab, Latin, dan Terjemahan

Surat Al-‘Asr ( العصر ) merupakan surat ke 103 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 3 ayat yang seluruhnya diturunkan di kota Makkah. Dengan demikian, Surah Al-‘Ashr tergolong Surat Makkiyah.

Nama surah ini diambil dari kata al-‘ashr (“Berlalunya Waktu”) yang terdapat pada ayat pertamanya. Menurut para mufasir, Surah Al-‘Ashr diwahyukan tidak lama sesudah Surah Al-Insyirah [94].

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


Surat Al-‘Ashr Ayat 1

وَالْعَصْرِ

wal-‘aṣr

1. PERHATIKANLAH berlalunya waktu!1


1 Istitah ‘ashr berarti “waktu” yang dapat diukur, yang terdiri atas pergantian rentang waktu (yang berbeda dengan dahr, yang berarti “waktu tak terbatas”, tanpa awal dan akhir: yakni, “waktu mutlak”). Karena itu, ‘ashr mengandung arti berjalan atau berlalunya waktu-waktu yang tidak pernah dapat diraih kembali.


Surat Al-‘Ashr Ayat 2

إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

innal-insāna lafī khusr

2. Sungguh, manusia itu pasti merugikan dirinya sendiri,


Surat Al-‘Ashr Ayat 3

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

illallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr

3. kecuali dia termasuk orang-orang2 yang meraih iman dan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik, dan saling menyuruh* untuk tetap mengikuti kebenaran, dan saling menyuruh untuk tetap bersabar dalam menghadapi kesusahan.


2 {Verily, man is bound to lose himself, unless he be of those}. Lit., “Manusia sungguh berada dalam [keadaan] rugi, kecuali orang-orang”, dst.

* {Ungkapan “saling menyuruh” adalah terjemahan dari “enjoin upon one another”, ungkapan Inggris yang digunakan oleh Muhammad Asad untuk menerjemahkan verba tawashaw. Kata ini berasal dari verba washsha, yang berarti “[dia] menyuruh atau memerintahkan”. Namun, kata ini juga dapat berarti “[dia] menasihati atau menganjurkan”, sebagaimana yang umum digunakan dalam terjemahan Indonesia yang lain.—peny.}


Sesuai versi The Message of the Quran oleh Muhammad Asad (Leopold Weiss)

Scroll to Top